NovelToon NovelToon
Nikah Kontrak Sama CEO Es, Malah Hamil Anaknya

Nikah Kontrak Sama CEO Es, Malah Hamil Anaknya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Balas Dendam
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kentos46

Aluna butuh 3M buat nebus utang kakaknya. CEO es batu Arsen Asmara nawarin nikah kontrak setahun. Syaratnya gampang: Tidur pisah ranjang, dilarang jatuh cinta.

Tapi semua berantakan gara-gara satu malam salah kamar. Aluna hamil anak CEO paling ditakuti se-Indonesia.

Pas foto mereka satu selimut viral + saham anjlok 12%, Arsen bukannya marah malah pasang badan hajar mantanku. Katanya ini cuma kontrak... tapi kenapa ciumannya bikin jantungku mau copot?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kentos46, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ciuman Pertama yang Salah

Pagi pertama Aluna tinggal di penthouse Arsen dimulai dengan rasa malu paling memalukan dalam hidupnya.

Dia bangun dalam keadaan memeluk seseorang.

Lebih tepatnya...

memeluk Arsen.

Mata Aluna langsung membelalak begitu sadar wajahnya sekarang menempel di dada laki-laki itu. Tangannya melingkar di pinggang Arsen, sementara salah satu kaki mereka saling bertindihan di bawah selimut.

Otaknya langsung kosong.

Padahal semalam posisi mereka berjauhan seperti dua negara yang sedang perang dingin.

Kenapa sekarang bisa begini?!

Aluna buru-buru ingin mundur pelan-pelan, tetapi tepat saat itu suara berat Arsen terdengar rendah di atas kepalanya.

“Kamu tidur aktif juga ternyata.”

Deg.

Aluna langsung membeku total.

Perlahan dia mendongak.

Dan mendapati Arsen sudah bangun sejak tadi sambil menatapnya datar. Rambut laki-laki itu sedikit berantakan karena tidur, membuat wajah dinginnya terlihat jauh lebih muda.

Namun bukan itu masalahnya.

Masalahnya adalah tangan Aluna masih melingkar di badannya.

Wajah Aluna langsung merah padam.

“S-saya nggak sengaja!”

“Hm.”

“Sumpah!”

“Kakimu nyeruduk saya tiga kali.”

Aluna langsung buru-buru menjauh sampai hampir jatuh dari kasur karena panik sendiri.

Arsen malah duduk santai sambil merapikan rambutnya pelan. “Kalau tidur sama guling mungkin gulungannya juga meninggal.”

“Kenapa Anda ngomong pagi-pagi nyebelin banget sih?!”

Untuk kedua kalinya sejak mereka bertemu, Aluna melihat Arsen menahan senyum kecil.

Dan sialnya...

senyum itu bikin jantung Aluna aneh lagi.

Dia langsung kabur ke kamar mandi sebelum pikirannya makin kacau.

---

Dua puluh menit kemudian Aluna keluar dengan wajah jauh lebih tenang. Rambutnya masih sedikit basah, sementara hoodie putih kebesaran yang dipakainya membuat dia terlihat lebih muda.

Namun begitu keluar kamar, langkahnya langsung berhenti.

Arsen sedang berdiri di depan lemari sambil memakai jam tangan.

Dan karena laki-laki itu belum selesai berpakaian...

tubuh bagian atasnya masih terbuka.

Deg.

Aluna refleks memalingkan wajah cepat-cepat.

Astaga.

Kenapa badan manusia bisa kayak pahatan begitu?

Bahu lebar, dada bidang, perut rata dengan garis otot samar, dan kulit bersih tanpa cela membuat Arsen lebih cocok jadi model majalah daripada CEO.

“Kenapa mukamu merah?”

Suara Arsen terdengar santai sekali.

“Saya nggak merah!”

“Kamu gampang ketahuan bohong.”

Aluna makin salah tingkah. “Ya habis... Anda nggak bilang lagi ganti baju.”

“Ini kamar saya.”

Jawaban itu sukses bikin Aluna nggak bisa bantah.

Arsen akhirnya memakai kemeja hitamnya sambil berkata santai, “Jam sembilan ikut saya ke kantor.”

“Hah? Ngapain?”

“Semua orang harus tahu kamu calon istri saya.”

Perut Aluna langsung mulas.

“Kalau saya nggak mau?”

“Kamu sudah tanda tangan kontrak.”

“Dasar CEO tukang ancam.”

“Saya anggap itu pujian.”

Nyebelin banget.

---

Satu jam kemudian Aluna sudah berdiri gugup di lobby utama Asmara Group.

Kali ini berbeda dari kemarin.

Sekarang semua mata benar-benar melihatnya.

Begitu Arsen turun dari mobil bersama Aluna, suasana depan gedung langsung berubah ramai. Para karyawan yang lewat otomatis menunduk hormat ke arah Arsen, tetapi beberapa pasang mata jelas melirik penasaran ke Aluna.

Dan rasa gugup itu makin parah ketika tiba-tiba seseorang berteriak kecil.

“Itu cewek yang lagi viral semalam!”

Deg.

Aluna langsung panik.

Dia lupa soal berita dirinya bersama Arsen di hotel beberapa hari lalu.

Beberapa karyawan mulai berbisik pelan.

“Calon istrinya Pak Arsen?”

“Cantik juga...”

“Tapi beda banget dari mantan tunangannya.”

Aluna langsung menunduk makin dalam.

Dia benci jadi pusat perhatian seperti ini.

Namun tiba-tiba langkah Arsen berhenti.

Dan tanpa warning apa pun...

laki-laki itu menggenggam tangan Aluna.

Hangat.

Besar.

Dan kuat.

Jantung Aluna langsung lompat satu kali.

Tatapannya refleks naik ke wajah Arsen yang masih terlihat datar seperti biasa.

“Jalan,” ucapnya tenang.

“T-tangan saya—”

“Media ada di luar.”

Aluna baru sadar beberapa kamera memang mulai mengarah ke mereka dari kejauhan.

Dan entah kenapa...

genggaman Arsen malah semakin erat.

---

Begitu masuk lift privat, Aluna langsung menarik tangannya cepat-cepat.

“Kenapa tiba-tiba pegangan tangan?!”

Arsen bersandar santai di dinding lift. “Karena kita pasangan.”

“Kontrak!”

“Kamera tidak perlu tahu.”

Aluna membuka mulut ingin membalas, tetapi lift tiba-tiba bergerak sedikit menghentak.

Tubuhnya oleng ke depan.

Dan dalam satu detik...

bibirnya menyentuh bibir Arsen.

Deg.

Dunia langsung diam.

Mata Aluna membesar sempurna.

Bibir mereka benar-benar menempel.

Walau cuma sepersekian detik.

Namun cukup membuat otak Aluna blank total.

Arsen juga terlihat membeku beberapa detik.

Tatapan mata mereka bertemu terlalu dekat.

Napas keduanya bercampur di ruang lift sempit itu.

Dan entah kenapa...

tidak ada yang langsung mundur.

Jantung Aluna berdetak sangat keras sampai telinganya berdenging sendiri. Wajah Arsen begitu dekat sekarang. Dia bahkan bisa melihat jelas bulu mata laki-laki itu dan aroma parfumnya yang dingin memenuhi seluruh kepalanya.

Lalu perlahan...

Arsen bergerak sedikit maju.

Seolah ingin memperdalam ciuman itu.

Deg.

Aluna langsung tersadar dan buru-buru mundur cepat sampai punggungnya menabrak dinding lift.

“S-saya nggak sengaja!”

Suasana langsung jadi super canggung.

Arsen diam beberapa detik sebelum akhirnya berdeham kecil dan membetulkan posisi dasinya.

“Hm.”

HM LAGI?!

Aluna makin panik sendiri.

“Beneran nggak sengaja!”

“Saya tidak bilang apa-apa.”

“Tapi muka Anda kayak nuduh saya!”

“Memangnya kamu sengaja?”

“Tentu aja nggak!”

Sudut bibir Arsen tiba-tiba sedikit naik.

Kecil sekali.

Namun cukup bikin Aluna makin salah tingkah.

Dan tepat saat itu...

pintu lift terbuka.

Beberapa direktur perusahaan yang berdiri di depan lift langsung membeku melihat mereka.

Lebih tepatnya...

melihat wajah Aluna yang merah total dan Arsen yang terlihat sedikit berantakan.

Sunyi.

Sangat sunyi.

Sampai akhirnya salah satu direktur tua batuk kecil sambil menunduk cepat.

“Maaf mengganggu, Pak Arsen.”

Mata Aluna langsung membesar panik.

Astaga.

Mereka pasti mikir aneh-aneh sekarang.

1
MayAyunda
keren kak👍👍
Suhirno Cilok
Lanjut.👍
kentos46: sudahh yaa kak
total 1 replies
kentos46
makasih sudah membaca, jangan lupa tinggalkan jejak yaa
kentos46
punya cerita lain ga kak
Clarice Diane
semangat kak💪
kentos46: makasih kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!