NovelToon NovelToon
All About Love (Love Story)

All About Love (Love Story)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: wanudya dahayu

Dari: Renata]
_Malam, Pak. Ini CV calon asisten pengganti saya. Anaknya pinter, cekatan, dan bisa langsung mulai Senin depan. Namanya Harumi Nara. Saya jamin, Bapak nggak akan kecewa.

Devan mengangkat satu alisnya, merasa tidak asing dengan nama yang disebutkan oleh Renata. Tanpa ekspektasi apa pun, ia mengklik lampiran file dan kembali memindahkan pandangannya ke layar laptop.

Detik berikutnya, napasnya tercekat.

Matanya terbelalak, menatap foto 3x4 di pojok kanan CV itu. Jantungnya yang lima tahun ini berdetak datar seperti mesin yang teratur ritmenya, tiba-tiba bergejolak hebat menghantam sampai tulang rusuknya keras-keras.

Tangannya mengepal di atas meja, buku-buku jarinya memutih. Dia mengerjap, sekali, dua kali, mencoba meyakinkan bahwa matanya tidak salah lihat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wanudya dahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesan terkirim ke nomor yang sudah tidak ada (END)

Chat dari Arka centang biru. Tapi Kiara nggak bales. Sejam. Dua jam. Seharian.

Kiara matiin HP. Matanya bengkak. Bukan karena Arga ninggalin lagi. Tapi karena dua tahun ini dia nyangka masih disayang sama orang yang sama. Ternyata beda orang. Tapi rasanya sama.

HP Samsung lipat biru itu udah mati. Kartu SIM-nya patah. Kiara simpen di kotak, dibungkus kain, disimpen bareng gelang karet Arga. Kotak itu dia taro di lemari. Ditutup. Sama kayak hatinya.

Tiga hari Kiara ngilang. Nggak masuk kantor. Nggak bales chat Dimas. Nggak buka medsos, Lala, temen kantornya, sampe nyamperin kos.

"Ki, lo kenapa? Putus sama hantu?"

Kiara ketawa sambil nangis. Dia cerita semua. Tentang HP lipat. Tentang Arga yang ternyata Arka. Tentang janji yang ternyata bohong, tapi bohongnya nyelamatin dia.

Lala diem. Terus nyodorin tisu. "Udah. jangan nangis mulu. Sekali-kali milih yang nyata. Chat dari nomor baru itu lo bales nggak?"

Kiara geleng. "Gue takut, La. Takut kalau gue suka sama Arka, berarti gue khianatin Arga."

"Kiara," kata Lala, "Arga udah nitip lo ke Arka. Di surat. Lo pikir Arga mau lo jomblo seumur hidup? Dia aja nyuruh adiknya jagain lo. Itu artinya dia ikhlas kalau lo jatuh cinta lagi. Sama siapa aja. Termasuk sama adiknya."

Kiara diem. Dia buka HP. Buka chat dari nomor nggak dikenal itu. _Ini adiknya Arga. Namaku Arka. Kakak gue udah nggak ada dua tahun lalu. Maaf baru bilang sekarang. Kalau kamu mau tau cerita lengkapnya, besok ngopi yuk. Aku yang traktir. Pake payung._

Udah tiga hari. Besoknya udah lewat. Tapi Kiara ngetik juga.

Ke mana ngopinya?_

Centang dua Biru. Dibales cepet banget. Kayak udah ditungguin tiga hari.

Di tempat biasa Kak Arga nungguin kamu. Taman belakang kampus. Jam 4. Aku bawa payung dua. Satu buat kamu, satu buat kalau kamu mau pulang sendiri.

Kiara senyum. Pertama kali dalam tiga hari.

Jam 4 sore, Kiara sampe taman. Hujan rintik. Di bangku paling ujung ada cowok pake hoodie hitam. Bawa dua payung. Satu warna biru, satu warna merah. Biru kayak HP lipat. Merah kayak gelang karet Arga.

Kiara duduk. Nggak ngomong. Arka juga nggak ngomong. Mereka dengerin hujan aja. Lima menit.

Terus Arka buka suara. "Maaf."

"Buat apa?" tanya Kiara.

"Buat dua tahun. Buat nyamar. Buat bikin lo berharap."

Kiara ambil payung biru dari tangan Arka. "Gue juga minta maaf."

"Buat apa?"

"Buat suka sama suara lo di chat. Padahal gue nggak tau muka lo. Buat ngerasa kehilangan pas nomor itu mati. Padahal yang mati bukan lo."

Arka noleh. Matanya mirip Arga. Tapi lebih teduh Nggak nakal. "Kiara. Gue nggak mau gantiin Kak Arga. Gue nggak bisa. Dia brengsek, tapi cuma dia yang bisa bikin lo ketawa. Gue cuma..."

"Cuma apa?"

"Cuma mau nerusin. Kalau Kak Arga nitip lo ke gue, berarti gue harus jagain. Tapi dengan cara gue. Bukan jadi dia."

Hujan makin gede. Kiara buka payung biru. Arka buka payung merah. Mereka duduk berdua, di bawah dua payung, di bangku yang sama kayak foto wallpaper HP lipat itu.

"Arka," kata Kiara pelan. "Lo tau nggak bedanya lo sama Arga?"

"Apa?"

"Arga ninggalin gue di tengah hujan. Lo nawarin gue payung sebelum hujannya turun."

Arka diem. Terus ketawa kecil. "Soalnya gue stalking BMKG."

Kiara ikut ketawa. Untuk pertama kalinya, dia ketawa bukan karena chat, tapi karena orangnya ada di depan dia. Nyata. Bisa dipeluk. Bisa ilang lagi, tapi kali ini Kiara udah berani.

"Ka," panggil Kiara. Arka nengok. "Makasih ya. Udah jagain gue dua tahun. Lewat HP. Sekarang boleh jagain langsung?"

Arka nyodorin tangan. Bukan buat salaman. Buat digenggam. "Boleh. Tapi ada syarat."

"Apa?"

"Jangan manggil gue Ga. Panggil Ka. Atau Mas. Atau Sayang. Terserah. Asal jangan Ga. Itu buat Kak Arga aja."

Kiara genggam tangan Arka. Dingin. Sama kayak tangan Arga dulu. Tapi kali ini angetnya pelan-pelan nyampe ke hati. "Deal. Mas Ka."

"Apaan sih Mas Ka." Arka salting. Muka merah. Nggak kayak Arga yang bodo amat.

Mereka pulang jalan kaki. Berdua. Payungan berdua di bawah satu payung merah. Payung biru dilipet, disimpen Kiara. Buat kenangan.

Malamnya, Kiara buka HP. Bukan HP lipat. HP-nya sendiri. Dia save nomor baru. Namanya: _Mas Ka, Penjaga Payung_.

Dia kirim chat pertama. Mas Ka, udah sampe?

Dibales cepet. Udah. Kamu jangan lupa kunci pintu. Jangan lupa minum air putih. Jangan lupa... kangen aku.

Kiara senyum. Ngetik: Iya. Iya. Yang terakhir paling susah.

Pelan-pelan aja. Aku tunggu. Dua tahun aja aku kuat.

Kiara taro HP. Dia buka kotak di lemari. Ngambil gelang karet Arga. Dia pake di tangan kiri. Terus dia liat tangan kanannya. Digenggam Arka tadi sore.

Dia ngomong ke foto Arga di dinding. "Ga, makasih ya. Titipan lo green flag banget. Gue jaga baik-baik. Lo tenang aja di sana. Jangan stalking lagi. Fokus sama bidadari."

Angin masuk dari jendela. Gordennya gerak. Kayak ada yang dadah.

Setahun kemudian.

Kiara posting foto di IG. Foto tangan dua orang, pake couple ring. Satunya ada gelang karet merah. Satunya ada jam tangan. Captionnya:

"Dulu aku chat sama nomor yang udah nggak ada. Sekarang aku nikah sama orang yang ngadain nomor itu biar aku nggak ngerasa nggak ada.

Makasih udah nyamar jadi kakakmu, Mas Ka. Makasih udah jadi diri sendiri pas aku udah berani nerima.

Dari Kiara, yang udah nggak kehujanan lagi. Karena payungnya sekarang ada dua: satu di tangan, satu di hati."

_Comment_ pertama dari akun @Dimas_Kucing: "Sakinnah mawaddah warahmah, Ki. Akhirnya lo nggak chat sama hantu lagi."

_Comment_ kedua dari akun @Lala_SiPalingmanis: "SPILL MAHAR PAYUNGNYA DONG."

Kiara bales: _Maharnya: Janji nggak bakal ninggalin, walau mati lampu, mati gaya, atau mati rasa. Soalnya yang jaga sekarang bukan almarhum, tapi yang alhamdulillah masih hidup.

END

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!