Karena di sukai oleh kakak ipar nya membuat Aulia hidup dalam kegelisahan.
Aulia yang masih berstatus anak kuliahan bingung dengan kehidupan nya saat ini,dia ingin pergi dari rumah kakak nya tapi dia tak memiliki tempat tinggal bahkan uang sepeser pun selama ini kakak ipar nya lah yang membiayai hidup Aulia hingga membuat kakak ipar nya semena-mena pada diri nya.
Aulia memutuskan untuk mengajak Rendy sang kekasih menikah tapi saat mendatangi apartemen kekasih nya ini justru dia melihat perselingkuhan Rendy dengan teman kampusnya sendiri membuat Aulia kecewa berat.
Bagaimana kisah hidup Aulia selanjutnya akan kah dia bisa lari dari kejaran kakak ipar brengseknya itu atau dia justru menjadi madu untuk kakak kandungnya sendiri?
Yuuk baca kisah nya hanya di Nt🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Istri tak dianggap
"Mereka kalau nggak di lawan bisa nginjek-nginjek kita Lia,kamu jangan lemah jangan mau di tindas sama mereka"
"Vin mas Ridwan udah bilang kan kalau kita di sini buat kerja bukan buat cari musuh, nggak ada guna nya"
"Itu pemikiran kita yang waras Lia tapi buat mereka tetap cari musuh karena mereka mau nya kita nurut sama mereka,kamu tau Tantri dulu nggak nurut sama mereka sampai ngundurin diri, terus bagian kebersihan juga si Linda di pecat gara-gara mereka fitnah main sama koki dapur"cerita Vina
"Tapi kalau di pikir-pikir kok mereka berani ya begitu ya Vin?"
"Ratih itu om nya manager keuangan di sini jadi dia seenaknya,kalau Mila itu kacung nya si Ratih" jawab Vina dan di anggukki Aulia
"Kamu nggak usah takut kamu kan masuk lewat pak Heru tuh status pak Heru lebih tinggi dari om nya Ratih"lanjut Vina membuat Aulia terdiam dia terngiang ucapan mama Manda yang memperingati nya supaya jangan buat malu om Heru.
"Aku nggak mau cari musuh Vin,aku mau kerja buat biaya kuliah dan buat ibu di kampung" sahut Aulia
"Kamu biaya kuliah sendiri Lia?"tanya Vina
"Sebelum nya nggak tapi sekarang aku harus biaya sendiri Vin"
"Sebelum nya siapa yang biayain kamu? Jangan bilang-"
"Kamu pikir aku simpanan" potong Aulia dan di jawab gelengan cepat dari Vina.
"Dulu kakak ipar ku tapi sekarang aku mau mandiri Vin" jelas Aulia agar Vina tidak menduga-duga.
"Hebat kamu semoga cepat lulus ya"
"Aamiin"
*****
Erika menghela nafas panjang melihat rumah nya yang berantakan setelah dia pulang menjemput sang anak sekolah.
"Marsha ganti baju ya habis itu bobok siang"perintah Erika dan diangguki sang anak patuh.
Erika segera meletakan tas nya dan mengambil sapu untuk membersihkan ruang keluarga yang penuh dengan sampah kulit kuaci serta berserakan tissue kotor dia tau sang mertua sengaja agar dia lelah membersihkan rumah nya.
"Hahaha........" tawa bu Fatimah yang sedang menonton acara komedi sambil membuang sampah kuaci ke lantai.
"Ma,ini tempat sampah kulit kuaci nya" ucap Erika memberikan kantong plastik tapi tak di hiraukan bu Fatimah dia terus membuang sampah kuaci nya ke lantai.
"Ma,aku juga capek kalau mama terus menerus begini!" ujar Erika yang mulai emosi membuat bu Fatimah berdiri.
"Apa kata kamu capek! Kalau capek pulang ke rumah orang tua kamu,kamu pikir anak saya nggak capek apa ngidupin kamu sama keluarga benalu mu itu,pikir pake' otak saya yang melahirkan Arya membesarkan nya dan kamu yang menikmati nya apa kamu pikir saya nggak capek membesarkan anak saya, menyekolahkan nya sampai seperti sekarang ini dan sekarang Arya sudah sukses kamu yang menikmati nya" omel bu Fatimah
"Ma,saya istri mas Arya ma"
"Istri yang tidak saya anggap,kamu tau saya ingin Arya menikah dengan perempuan sepadan, perempuan kota bukan perempuan kampung seperti kamu" tunjuk bu Fatimah membuat Erika menitikkan air mata nya.
"Nangis! Bisa nya cuma nangis"ketus Bu Fatimah lalu segera meninggalkan Erika di ruang keluarga sendiri.
Erika hanya bisa mengusap air mata nya,dari awal pernikahan sang mertua sudah tidak menerima nya di tambah dengan kematian sang ayah mertua yang saat itu hanya Erika di rumah,papa Arya jatuh dari tangga,Erika tidak bisa membantu karena dia sedang hamil besar,dia menghubungi Arya yang sedang di kantor tapi karena Arya sedang rapat ponsel nya mati sedangkan bu Fatimah sedang berbelanja bersama Anak perempuan nya jadi tidak mendengar kan ponsel nya berbunyi karena panik Erika mencari bantuan dari luar tapi saat Erika masuk kembali justru melihat sang mertua sudah tiada, setelah pulang bu Fatimah malah menyalahkan Erika sebagai penyebab kematian suaminya dia berpikir Erika sengaja tidak menolong karena mereka tidak menyukai nya,hingga dia bertambah benci pada Erika.
Awalnya Arya dan Erika tinggal di rumah Bu Fatimah setelah melahirkan Marsha sang suami di angkat menjadi manager dan mereka memutuskan untuk menyicil rumah lalu pindah, beberapa tahun mereka pindah Aulia tamat sekolah ibu nya menitipkan pada Erika di Jakarta dan itu semua atas persetujuan Arya,dia menyukai Aulia pada pandangan pertama, awalnya Aulia pikir hanya perhatian biasa kakak ipar pada adik iparnya tapi lama kelamaan semua nya berlebihan hingga membuat Aulia risih tapi tak bisa berbuat apa-apa karena memang semua kebutuhan di tanggung oleh Arya.
Aulia tau kalau mertua kakak nya memang tak menyukai keluarga kakak nya tapi Aulia bisa apa kakak nya sangat mencintai Arya apalagi mereka sudah memiliki anak dari pernikahan ini.