Di dunia di mana takdir ditentukan oleh kemurnian akar spiritual, Wang Tian terlahir sebagai kutukan. Memiliki lima elemen dasar yang saling bertabrakan, ia dicap sebagai "sampah abadi" dan dibuang ke Perpustakaan Terlarang yang terlupakan. Namun, di balik debu sejarah, ia menemukan Sutra Kaisar Sembilan Unsur—sebuah teknik terlarang yang mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari kemurnian, melainkan dari kekacauan primordial.
Demi mengubah nasib, Wang Tian menempuh jalan yang diharamkan: menghancurkan pusat energinya sendiri untuk membangun Pusaran Primordial yang mampu melahap segala elemen alam semesta. Dari murid pelayan yang dihina, ia bangkit menjadi anomali yang mengguncang tatanan langit.
Perjalanannya penuh darah dan pengkhianatan. Ia harus menyembunyikan kekuatannya dari 12 Klan Kuno yang angkuh dan 4 Sekte Penguasa Arah Angin yang mengincarnya sebagai ancaman dunia. Di tengah pelariannya, ia dipertemukan dengan empat wanita luar biasa—termasuk sang Ratu Kegela
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8: Goncangan Alam Primordial
Malam di Kota Giok tidak pernah benar-benar gelap. Cahaya dari ribuan lampion giok yang bertenaga energi alam menyinari jalanan, namun di bagian terdalam pasar gelap, kegelapan tetap meraja. Wang Tian menemukan sebuah penginapan kecil yang nyaris runtuh di sudut gang sempit. Pemiliknya, seorang pria tua yang buta satu matanya, tidak bertanya apa-apa saat Wang Tian menyerahkan beberapa keping perak yang ia ambil dari kantong Li Chen.
Di dalam kamar yang pengap dan hanya diterangi sebatang lilin, Wang Tian duduk bersila. Di hadapannya, Fragmen Primordial yang ia dapatkan dari kakek misterius itu tergeletak. Batu itu tidak lagi terlihat abu-abu kusam; di bawah pengawasan indra spiritual Wang Tian, batu itu berdenyut dengan irama jantung semesta, memancarkan aura abu-abu yang sangat pekat—warna yang sama dengan pusaran di Dantiannya.
"Sutra Kaisar mengatakan bahwa Ranah Pemurnian Qi adalah fondasi di mana roh mulai menyatu dengan materi," gumam Wang Tian. "Bagi orang biasa, ini adalah saat mereka memilih satu elemen utama. Tapi bagiku, ini adalah saat di mana aku harus menelan seluruh elemen murni ke dalam satu titik hampa."
Wang Tian menarik napas dalam-dalam, lalu meletakkan kedua telapak tangannya di atas fragmen tersebut. Seketika, sebuah tarikan gravitasi yang luar biasa dahsyat menyedot kesadarannya masuk ke dalam batu itu.
BOOM!
Wang Tian merasa seolah-olah tubuhnya hancur menjadi jutaan atom. Ia tidak lagi berada di kamar penginapan yang sempit, melainkan melayang di ruang hampa yang dipenuhi oleh badai sembilan warna. Api abadi yang membakar kehampaan, es purba yang membekukan waktu, petir keemasan yang membelah kegelapan, hingga energi ruang yang meliuk-liuk seperti ular.
"Telanlah semuanya, atau hancurlah menjadi debu!" suara kuno dari Sutra Kaisar menggelegar, menuntut keberanian mutlak.
Wang Tian membuka mulut spiritualnya. Pusaran Primordial di perutnya berputar dengan kecepatan yang melampaui cahaya. Energi dari Fragmen Primordial mulai mengalir masuk seperti air bah yang menjebol bendungan.
Di dunia nyata, di atas langit Kota Giok yang tenang, fenomena aneh mulai terjadi. Awan mendadak berputar membentuk pusaran raksasa tepat di atas penginapan kumuh tempat Wang Tian berada. Kilat sembilan warna menyambar-nyambar di balik awan, namun anehnya, tidak ada suara guntur yang terdengar. Suasana menjadi sunyi senyap, sebuah kesunyian yang menekan jiwa setiap kultivator di kota itu.
Di dalam Istana Kota Giok, para tetua dari 12 Klan Kuno yang sedang berpesta mendadak berdiri. Gelas-gelas giok di tangan mereka retak.
"Visi Langit Sembilan Warna? Siapa... siapa yang sedang melakukan terobosan di kota ini?!" seru seorang tetua dari Klan Yan, wajahnya pucat pasi.
"Ini bukan terobosan biasa. Energi alam di seluruh kota sedang tersedot ke satu titik!" balas tetua dari Klan Shui (Air).
Kembali ke kamar penginapan, tubuh Wang Tian mulai mengalami transformasi yang mengerikan sekaligus indah. Tulang-tulang emasnya yang telah mencapai puncak Ranah Penguatan Tulang kini mulai menyerap energi murni tersebut. Setiap sel di tubuhnya meledak dan terbentuk kembali dalam sekejap.
Rasa sakitnya tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Rasanya seperti dibakar hidup-hidup oleh api matahari, lalu dibekukan oleh es neraka, dan dicabik-cabik oleh pedang angin secara bergantian. Namun, tekad Wang Tian sekeras baja. Ia tidak berteriak; ia justru tertawa di dalam pikirannya.
"Jika ini adalah harga untuk menginjak-injak mereka yang menghinaku, maka bakarlah aku lebih hebat lagi!" teriak Wang Tian dalam hati.
Tiba-tiba, sembilan elemen itu menyatu di tengah Dantiannya, membentuk sebuah benih kristal kecil yang bening namun mengandung kegelapan tak terbatas di intinya. Inilah Inti Pemurnian Primordial.
Tingkat 1... Tingkat 3... Tingkat 5...
Terobosan Wang Tian tidak berhenti. Dengan bantuan Fragmen Primordial, ia melompati tahapan yang biasanya membutuhkan waktu puluhan tahun.
Tingkat 7... Tingkat 8... Tingkat 9!
Wang Tian mencapai puncak Ranah Pemurnian Qi Tingkat 9 dalam satu malam. Namun, ledakan energi terakhirnya tidak bisa lagi ditahan oleh dinding penginapan yang rapuh.
BUMMM!
Seluruh bangunan penginapan itu hancur menjadi debu halus. Sebuah pilar cahaya abu-abu melonjak dari reruntuhan, menembus awan dan mencapai langit tertinggi. Seluruh Kota Giok bergetar hebat, seolah-olah terjadi gempa bumi dahsyat.
Di tengah reruntuhan yang masih berasap, Wang Tian berdiri tegak. Rambut hitamnya kini memiliki beberapa helai warna perak yang berkilau. Matanya tidak lagi hanya gelap; ada galaksi kecil yang berputar di dalam pupilnya. Auranya begitu murni sehingga tanaman-tanaman layu di sekitarnya mendadak tumbuh mekar dengan warna-warna yang belum pernah dilihat manusia.
"Kekuatan ini..." Wang Tian mengepalkan tangannya. Ia merasa bisa membelah gunung hanya dengan satu pikiran. Ia kini bukan lagi seorang pelayan; ia adalah seorang kultivator puncak Ranah Pemurnian Qi yang memiliki kekuatan fisik setara dengan Ranah Nascent Soul.
Tiba-tiba, beberapa bayangan mendarat di sekelilingnya. Mereka adalah para pengawal kota dan beberapa jenius klan kuno yang datang untuk menyelidiki. Di antara mereka adalah Yan Fu yang tadi siang ia temui.
"Kau?! Sampah berbaju hitam tadi siang?" Yan Fu berteriak, matanya hampir keluar karena kaget melihat Wang Tian berada di pusat ledakan energi tersebut. "Tidak mungkin... aura ini... bagaimana mungkin seorang kultivator liar sepertimu mencapai tingkat ini dalam semalam?!"
Wang Tian menatap Yan Fu dengan pandangan bosan. "Dunia ini luas, Yan Fu. Keangkuhan klanmu telah menutup matamu dari kebenaran."
"Lancang! Serahkan harta yang kau temukan, atau aku akan membantaimu di sini!" Yan Fu menarik pedang apinya yang kini membara dengan elemen api tingkat tinggi klan Yan.
Wang Tian hanya tersenyum dingin. Ia menggunakan Langkah Bayangan Kematian. Dalam sekejap, ia menghilang dari pandangan semua orang.
PLAK!
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Yan Fu, melemparnya hingga menabrak tembok batu di kejauhan. Yan Fu pingsan seketika dengan wajah membengkak. Wang Tian bahkan tidak menggunakan satu persen pun kekuatannya.
"Beritahu klan kalian," ucap Wang Tian kepada pengawal yang ketakutan. "Turnamen Sembilan Langit besok... akan menjadi kuburan bagi kesombongan kalian."
Wang Tian melompat ke atas atap rumah dan menghilang ke dalam kegelapan malam, menuju tempat pertemuan yang dijanjikan Lin Xia. Ia tahu, mulai besok, seluruh dunia akan mulai mengenal namanya. Bukan sebagai Wang Tian sang pelayan, tapi sebagai Wang Tian, Sang Penguasa Dao Terlarang.
Di atas sebuah menara tinggi, Lin Xia berdiri sambil memegang cangkir teh. Ia menyesapnya perlahan sambil menatap pilar cahaya yang mulai memudar. "Kau melampaui ekspektasiku, Wang Tian. Mari kita lihat, apakah 12 Klan Kuno sanggup menahan satu pukulanmu besok."
Statistik Bab 8:
* Karakter: Wang Tian, Yan Fu (Dipermalukan lagi), Lin Xia (Pengamat).
* Lokasi: Reruntuhan Penginapan Pasar Gelap, Kota Giok.
* Pencapaian: Terobosan ke Ranah Pemurnian Qi Tingkat 9 (Puncak).
* Status Baru: Memiliki Inti Pemurnian Primordial.
* Elemen: Penguasaan penuh 5 Elemen Dasar dan mulai menyentuh Elemen Ruang.
jalur kultivasi lebih panjang,adegan baku hantam,,,,tar kita bikin dia berdarah