Ica gadis beruasia 21 tahun ,tak pernah menyangka akan menikah dengan Sakha lelaki 26 tahun .
lelaki idaman wanita dari segi paras dan harta, kini menjadi suami yang terpaksa di nikahinya setelah kejadian malam itu .
Pernikahan yang harus nya bahagia malah menjadi petaka bagi Ica .
Demi nama baik keluarga Ica harus tetap bertahan disisi suami nya, yang super dingin bak balok es di kutub utara itu , bertahan dari perlakuan kasar bahkan perselingkuhan suami nya.
Hingga suatu saat Sakha menyadari daya tarik istri nya, dan diam - diam mulai jatuh cinta , tapi sayang nya pada saat itu hati istrinya mulai goyah .
sakha makin kelabakan , mengetahui ternyata daya tarik istri nya tak hanya membuat dia jatuh cinta .
Ada pria lain yang berharap Sakha melepas kan Ica , pria yg menjadi sandaran ketika Ica membutuhkan nya .
Sakha benar -benar harus berjuang mempertahan kan rumah tangga yang sudah dia runtuhkan sendiri .
berjuang menumbuh kan cinta istri nya yg sedikit -demi sedikit hampir memudar karena ulah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# Angka sembilan
Pagi ini seperti biasa , Sakha berangkat kekantor setelah sarapan pagi terlebih dahulu, memang menjadi kebiasaan baru bagi Sakha , sarapan dan makan di rumah , masakan Ica sepertinya sudah menjadi candu untuk nya
Sakha tiba dikantor nya , dan baru ada beberapa pegawainya yang datang tapi sebagian ada juga yang sudah turun lapangan
Sakha adalah pengusaha muda di bidang perkebunan kelapa sawit , dia memiliki lahan kelapa sawit yang terbilang luas
Sebagai lulusan Sarjana pertanian , Sakha memang sangat mahir di bidang nya , terbukti hasil panen buah sawit miliknya bisa mengimbangi hasil panen perkebunan milik PT (Perseroan Terbatas ) yang dikelolah perusahaan, sering kali perkebunan milik nya kedatangan mahasiswa pertanian , guna mengadakan riset di kebun nya, perkebunan yg dikelolah Sakha adalah milik perorangan yaitu milik keluarga Sakha , sedangkan yang Sakha kelolah ini sudah jadi hak milik pribadinya , pemberian dari ayah nya
Setiap harinya Sakha bisa memanen puluhan ton buah kelapa sawit , kelapa sawit yg di panen langsung di antar ke pks (pabrik ķelapa sawit) untuk di olah menjadi beberapa produk mentah
Pegawai yang bertugas memanen kelapa sawit , atau biasa di sebut pemanen , di beri tempat tinggal yang di sediakan pemilik perkebunan
Biasanya perlima hektar lahan ,ada dua kepala rumah tangga yg bertugas menjaga ,merawat dan memanen kelapa sawit
Sementara orang yang bertugas memantau serta mengarah kan tugas para pekerja lapangan di sebut mandor
Sesekali Sakha akan turun kelapangan, mengecek keadaan pohon , dan bobot buah , sawit yg baik kualitas nya akan terasa berat saat di timbang , sementara yang kualitas nya rendah akan sebalik nya,
"tok"
"tok"
"masuk" ujar sakha saat pintu kantor nya di ketuk
"pagi pak "
" pagi , ada apa rud,,?"
" Ini pak , mobil blum ada yg sempat muat jangkos dari pabrik, sementara jangkos sudah numpuk di pabrik pak "
" Kenapa dengan mobil ??"
" ini pak kemaren , PKS rusak , buah numpuk di pabrik , mobil kita terjebak antri sudah beberapa hari pak "
" Ooo... gitu , biar saya urus masalah ini , kamu urus saja buah kita dilapangan jangan sampai susut terlalu tajam karena ke terlambatan bongkar di pks " ujar Sakha pada pegawai nya yg bernama rudy
"Satu lgi pak "
" Apa itu"
"Makan malam nya bagai mna pak ??"
" Ooohh , iya , untung kamu mengingatkan , beritahu staf yang kita undang ya "
"Baik pak, saya permisi"
"Oke"
Untung saja Rudy mengingat kan , beberapa staf dari pabrik mengadakan perjamuan makan malam rencana nya di adakan di rumah Sakha , kegiatan ini di lakukan rutin beberapa bulan sekali , dengan bergantian dan hari ini giliran rumah Sakha , tujuan nya untuk silaturahmi sesama pengusaha perkebunan kelapa sawit
" Kenapa bisa lupa tadi pagi kasih tau Ica " gumam Sakha
Sakha juga bingung harus pakai apa menghubungi Ica ,sebab Sakha tidak punya nomor hp Ica Sakha menelpon Rudy agar keruangan nya
" Ada apa pak..?"
"Rud istrimu ada kegiatan tidak hari ini ..?"
" Saya tidak tau pak , memang nya kenapa pak...?"
" Saya ada tugas untuk istrimu"
"Ooo , baiklah saya telpon istri saya dulu pak kalau begitu"
" Baik saya tunggu"
Rudi pun keluar ruangan menelpon istrinya , tak berapa lama dia kembali keruangan Sakha
"bagai mana?"
" Istri saya bilang, gak ada kegiatan pak hari ini"
" Bagus, kamu antar istri kamu kerumah saya , untuk bantu siapin makan malam "
"Baik pak"
"Oh ya, kalau bisa istrimu suruh cari beberapa teman yang bisa bantu , nanti saya beri upah capek nya "
" Baik pak"
"Satu lagi nanti kalau sudah sampai di rumah saya, jangan langsung pulang , telpon saya dulu "
" Baik pak, ada lagi pak,,,?"
"Tidak ada kamu boleh pergi"
"Baik , permisi pak"
Rudy meninggalkan bos nya , berangkat kerumah menjemput istri dan beberapa ibu-ibu istri pekerja lainya
Sebelumnya Rudy terlebih dahulu menelpon istrinya menjelaskan perintah bos nya
Sesampainya di rumah sakha Rudy langsung menelpon Sakha
"Pak ini saya sudah di rumah bapak"
"oke.. kasih telpon mu ke istri saya "
" Loh , kenapa bapak tidak telpon saja nomor ibuk"
"sudah , jangan protes" bentak Sakha
" Maaf pak"
Rudy sedikit berlari mendekati Ica yang sedang berbincang dengan istrinya
"Buk bapak mau bicara" ujar Rudy menyerahkan hp nya pada Ica , Ica menerima hp Rudy
" Iya mas"
" Nanti malam ada beberapa tamu berkunjung kerumah kita Ca, aku minta kamu siapin makan malam buat mereka"
"Kenapa tadi gak bilang mas, dadakan gini gimna aku mau belanja" protes Ica
" Aku kan sudah kirim orang buat bantu kamu"
" Bukan soal itu mas, masalah nya, kalau sudah siang gini susah cari daging segar "
" Itu pinter-pinter kamu aja lah bagai mana caranya, yang penting, nanti malam ada menu makan malam untuk di hidangkan" ujar Sakha seenaknya
" Berapa orang tamu nya mas"
"Sekitar 20 orang"
"Baik lah mas"
" Berikan nomor hp mu pada rudy Ca "
"Baik mas"
Ica mengakhiri pangilan nya, lalu menyerahkan hp pada Rudy
" Catat nomor hp saya pak Rudy , berikan pada suami saya"
"Baik buk "
Rudy mencatat nomor ibuk bos nya mengirim nya pada pak bos
" Maaf buk , biar saya antar ibuk belanja pakai mobil" ujar Rudy
" Oh ya boleh "
Ica dan Maya istri Rudy pun belanja keperluan untuk nanti malam, sementara ibu -ibu lainya menunggu di rumah
Setelah selesai mengantar Ica berbelanja Rudy pun kembali kekantor menemui Sakha
Sementara Ica dan ibu-ibu lainya mulai bertempur di dapur ,menyiapkan berbagai hidangan lezat
Setelah beberapa jam berjibaku , akhirnya menu makan malam pun selesai di eksekusi , Ica meminta istri Rudy dan dua lainya tinggal ,untuk membantunya nanti malam sementara yang lain boleh pulang
Menjelang magrib Sakha pulang bersama Rudy , Rudy menyerah kan bungkusan pada istri nya , bungkusan berisi baju ganti dia dan ibu- ibu lainya , sebab seharian mereka tak pulang
Ternyata Sakha juga memberi bingkisan pada istrinya , sakha membawa istrinya keruangan tv
"Ini ,pakai lah nanti"
"Apa ini mas"
"lihat aja sendiri"
"Baik,lah mas"
"Oh ya Ca , bawa lah baju ganti kekamar ku dan beberapa keperluan mu"
"Kenapa ..? mas mau tukar kamar..?"
Sakha melotot kearah ica
" Kita satu kamar untuk sementara, sampai acara malam ini selesai, aku gak mau ada yang tau kamu sama aku pisah kamar " ujar Sakha , yang di sambut hela'an napas Ica
"Ooo gitu,baik lah aku siapin keperluan ku dulu mas "
"iya "
Sakha pun beranjak pergi menemui Rudy ,yang memang sengaja diminta sakha untuk membantu nya mempersiapkan acara ini , Rudy tidak sendirian ada dua orang yang dia bawa bersamanya
Ica mengambil beberapa barang yang di butuhkan meletakkan di kamar Sakha, Ica berbagi kamar dengan Sakha untuk sementara sampai tamu mereka pulang
Ica meletak kan baju ganti nya di atas tempat tidur , lalu masuk kekamar mandi dan mandi
Sementara sakha di bantu Rudy , sudah selesai menyusun hidangan makan malam mereka di atas meja , dan menempatkan kursi pada sisi meja yang masing -masing saling berhadapan
Sakha melirik jam tangan nya , sudah waktunya mandi ,sebelum tamu nya datang
Sakha membuka pintu kamar nya , matanya terbelalak kaget melihat pemandangan terpampang nyata di depan nya
"Mas..!!!" seru Ica menutup sebagian tubuh nya dengan handuk
"kamu. .!!" bentak Sakha tak kalah keras , seraya keluar kamar dan menutup pintu
Sakha bersandar di balik pintu, jantung nya berdegup kencang bukan karena marah , tetapi karena mata Sakha melihat tubuh mulus istrinya yang hanya memakai dalaman saja , Sakha mengeleng -gelengkan bayangan Ica dari kepalanya
"Dasar wanita ceroboh!!, " dengus sakha kesal
Sakha duduk di sopa menunggu Ica keluar dari kamar ,Sakha tidak memiliki keberanian masuk ke kamar , dia memilih menunggu Ica
Tak berapa lama Ica keluar kamar dengan memakai baju pemberian Sakha
Gaun renda lengan panjang berwarna crem , dengan panjang hanya sebatas lutut memperlihat kan sepasang betis mulus nya , gaun itu tampak begitu anggun membalut tubuh ramping Ica
Sakha terkesima dengan penampilan Ica , bibir yang diam-diam pernah dia cium ,malam ini terlihat begitu ranum , dengan polesan merah muda, seakan sengaja mengoda tatapan sakha
" Perempuan ini ... , kemarin masih di angka lima, kenapa tiba- tiba bisa di angka sembilan " gumam Sakha tak jelas
"Apa .. mas ..?" tanya Ica yg mengira Sakha bicara padanya
" Tidak ada , pergilah temui Rudy , kamu sambut dulu tamu yang datang " ujar Sakha sembari berlalu pergi menuju kamar nya
Sakha menguyur kepalanya dengan sower , berharap dingin nya air bisa menyadarkan nya dari hipnotis ke anggunan Ica , dia merasa Ica sengaja mengoda nya
"Hhmmm jangan mimpi telalu jauh kamu Ca" Sakha tersenyum sinis