Riana terpaksa menjadi Sekertaris Zayn Abimanyu yang gila kerja dan sangat ketat karena Sekertaris sebelumnya memilih Resign karena tak kuat menanggung beban kerjanya. Namun bukan hanya itu masalahnya, Riana menemukan sesuatu yang lebih gila dari Bosnya itu.
Lima kepribadian dalam satu tubuh. Zayn, Ares, Dewa, Rayan dan Bram, setiap nama punya karakter masing-masing.
Dewa si penggoda ulung - Miss I Love You.
Ares - Kakak cantik, tubuh Kakak wangi sekali.
Rayan - si culun yang pemalu.
Bram - Ketua Geng motor rahasia.
Sedang Zayn, si bos dingin yang entah sejak kapan mulai tertarik dengan Riana, wanita yang menjadi pelindungnya, pemegang rahasianya yang seluruh dunia tidak boleh tahu, termasuk keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 - Tinggal seatap
Riana menjinjing koper membawanya masuk ke rumah mewah itu. Kedatangannya di sambut hangat oleh Ibu Rum sang pengurus rumah, sepertinya Zayn sudah memberi tahunya kalau Riana akan ikut tinggal disini untuk sementara waktu.
“Kamu sudah datang Nak, Ibu sangat senang saat Zayn bilang kamu akan tinggal disini untuk sementara waktu,” ungkapnya. Sedang Riana hanya membalasnya dengan senyuman.
“Ibu bisa tenang sekarang karena ada yang menjaga Zayn saat Ibu tak ada,” sambungnya sambil menutup gorden kaca kamar yang akan di tempati Riana.
“Memangnya Ibu mau kemana?” tanya Riana, dia tengah menata pakaiannya kedalam lemari.
“Anak Ibu sedang melahirkan jadi Ibu hanya akan bekerja di siang hari untuk membereskan rumah dan sorenya pulang,” ungkapnya.
“Hah, jadi saya cuma tinggal berdua sama Pak Zayn?”
Dia mengangguk mengiyakan, “tapi saya ini wanita Bu, saya –,”
“Kalian tidak punya perasaan untuk satu sama lain, jadi tidak akan ada masalah,” tanggapnya.
“Ya Ibu benar, untuk apa saya takut untuk hal-hal yang tidak perlu,” Riana tersenyum kaku.
“Benarkan. Kalau begitu Ibu tinggal dulu ya, selamat beristirahat.” Ibu Rum pun lantas berlalu.
Riana duduk di tepi ranjang, pandangannya menyapu seluruh ruangan, ini adalah kamar tamu yang semalam ia gunakan, tapi sekarang dia kembali sebagai penduduk asli yang akan tinggal lama disini.
***
“Pak, saya ingin pasang cctv di setiap penjuru Rumah,” ungkap Riana saat mereka tengah berangkat ke kantor.
“Ngapain? Cctv udah ada tapi di depan rumah,” sahut Zayn.
“Saya butuh akses khusus untuk mengawasi Bapak, saya kan gak tahu kapan Bapak berubah jadi orang lain, jadi saya bisa mantau Bapak dari kamera cctv,” terangnya.
Zayn mengangguk pelan, “kamu ada benarnya juga, siang nanti saya akan nyuruh orang untuk pasang cctv di rumah.”
Tring... Zayn mendapat pesan singkat di ponselnya, ckit.... Dia menginjak Rem mobilnya tiba-tiba membuat tubuh Riana tersentak kedepan sebelum kembali tertarik oleh sabuk pengaman yang di pakainya ke belakang.
“Astaga Pak, apa Bapak nabrak orang?” Riana panik seketika.
Tin...Tin...
Suara klakson mobil di belakang terdengar tak sabar, sudah pasti mereka pun terkejut karena yang di depan tiba-tiba ngerem mendadak. Mau tak mau Zayn kembali menginjak pedal gasnya kemudian menepikan mobilnya ke samping.
“Kamu udah gila ya, ngerem mendadak sembarangan itu bahaya, emangnya kamu pikir ini jalan punya Nenek moyangmu, seenaknya aja!” maki pengendara lain yang berlalu melewatinya.
“Maafkan kami Pak, tadi ada kucing yang gak sengaja lewat di depan mobil kami jadi Bos saya langsung nginjek Rem mendadak,” dusta Riana padahal nyatanya dia tak tahu alasan Zayn melakukan itu. Sedang yang bersalah hanya diam saja tanpa respon ataupun rasa bersalah membuat Riana yang harus meminta maaf pada pengendara lain yang ada di belakang mereka.
Riana berdecak kesal karena Zayn tak ikut turun untuk minta maaf dia sibuk menatap layar ponselnya seakan ada hal yang jauh lebih genting dari pada menjadi penyebab sebuah kecelakaan.
Riana mengusap dadanya pelan, kemudian masuk kembali kedalam mobil, “Bapak kenapa sih, tadi tuh bahaya tahu Pak kalau sampai terjadi kecelakaan gimana?” cecar Riana.
Zayn masih terpaku menatap layar ponselnya, “Riana kapan saya mengeluarkan uang sebanyak ini dan apa yang saya beli?” bukannya menjawab pertanyaan Riana dia justru menanyakan hal yang lain sambil menunjukan layar ponselnya yang menampilkan deretan angka nol yang tak terhitung jumlahnya.
“Oh itu, Bapak beli banyak baju kemarin pas jadi Pak Dewa,” ungkap Riana.
“Apa, sial! Baju yang dia beli pasti aneh-aneh, Riana coba kamu tanya apa kita bisa kembalikan bajunya atau tidak, bisa bangkrut saya kalau terus begini,” ujarnya sambil memijat keningnya.
“Baiklah,” Riana lekas menghubungi Manager toko.
“Ya halo, saya dengan sekertaris Pak Zayn Abimanyu, kemarin saya dan Pak Zayn membeli barang di toko anda, saya ingin mengembalikannya karena ukuran bajunya tidak sesuai, apa saya bisa mendapat harga yang sama?” tanya Riana.
“Tidak sesuai? Tapi kami sudah mengemas baju dengan model dan ukuran seperti yang Pak Zayn minta,” jelasnya.
“Saya juga tidak tahu, tapi Pak Zayn bilang begitu dan ingin bajunya di Return.”
“Baiklah bisa, tapi tidak bisa semua apa lagi jika merek bajunya sudah dilepas dan saya lihat ada baju yang langsung di pakai Pak Zayn saat itu,” ungkapnya dengan suara agak kesal.
“Baiklah, jika begitu bawahan saya akan mengirimkan baju yang masih utuh ke toko anda siang ini, terimakasih banyak,” pungkas Riana mengakhiri percakapan mereka.
Riana menghela nafas berat, bosnya itu ada-ada saja.
“Riana, mulai sekarang kamu harus menghentikan saya kalau saya bikin ulah kalau lagi jadi orang lain, terserah kamu mau melakukan apa saja yang penting jangan sampai saya membuat onar, apa lagi menghabiskan banyak uang untuk hal tak berguna begini,” ujarnya.
“Baik Pak, saya akan lakukan sesuai perintah Bapak.”
Zayn kembali melajukan mobilnya menuju kantor.
***
“Pak pengiriman barang kita tertunda karena akses jalan tertutup longsor, kemungkinan kita akan mengalami kerugian yang cukup besar kalau pengirimannya tertunda terlalu lama,” jelas terang Pak Yanto sang Manager pemasaran, saat ini mereka tengah mengadakan rapat laporan bulanan.
“Coba kamu cari apa ada cara lain untuk mengirim barangnya,” ucap Zayn.
“Tidak ada Pak, itu satu-satunya akses jalan menuju kota itu.”
“Sial,” desisnya.
Ucapannya itu membuat Pak Yanto seketika terdiam, “lanjut,” ucapnya.
“Bu Laras, silahkan,” ucap Riana. Dengan ragu wanita paruh baya itu pun bangkit walau dengan kaki gemetar.
Dia melangkah maju kedepan untuk melakukan presentase, seketika layar putih di hadapan mereka pun menyala, Bu Laras pun mulai bicara tentang catatan pendataan dan pengeluaran perusahaan bulan ini yang agak menurun dari bulan sebelumnya.
“Bagaimana perbedaannya bisa sejauh itu, apa saja kerja kalian,” ujarnya dengan suara kesal.
“Semua sudah bekerja sangat keras Pak, namun perusahaan sebelah memberi harga yang jauh lebih murah jadi para pembeli kebanyakan berpindah ke produk mereka,” Jelas Bu Laras.
“Kalau begitu buat produk baru untuk menyainginya, apa pun yang terjadi kita tidak boleh kalah dari mereka. Pak Hari, saya ingin kamu mengembangkan produk baru lagi, saya ingin menerima laporannya Minggu depan. Baiklah rapat hari ini kita akhiri sampai disini,” pungkasnya dan semua pun bubar.
Kini di ruangan itu tinggal Riana dan Zayn. Zayn melonggarkan dasinya sedikit karena merasa dasi itu agak mencekiknya membuatnya kesulitan bernapas.
Dia menghela nafas berat, akhir-akhir terlalu banyak masalah yang harus dia hadapi membuatnya sangat stres.
Sedang Riana dia tengah mempelajari laporan keuangan yang barusan di bahas dalam rapat, dia ingin mencoba memecahkan masalah yang terjadi. Cukup lama dia tenggelam salam pekerjaannya hingga suara yang dia kenali terdengar.
“Kakak cantik!” ucapnya, membuat Riana menoleh seketika, tatapan itu, suara dan gesture tubuhnya saat ini dia adalah Ares.
riana kan pawang zayn..
🤣🤣😄😄💪💪❤😍😍
❤❤❤😍😍😍
itu bukan ketergantungan..
tapi ..
cemburu berat...
🤣😄😄😍😍❤💪💪💪❤❤
😍😍❤❤💪💪💪
zayn cemburuuuu..
😄😄😍❤💪💪
akankah Riana ninggkain zayn saqt ada mamanya..
😍😍❤❤💪💪💪
jadi senyum2 bacanya..
😄😄😄😄😄😍😍❤💪💪💪
zayn mulai ada rasa..
mereka berdua deh..
😄😄😍😍❤💪💪💪
😍😍❤💪💪
bener2..
kasihan zayn..
dirawat tapi diundat2...
😍😍😍❤❤💪💪
klai gk takut..
minggat aj azayn..
😄😄❤❤💪💪
❤😍😍💪💪💪
❤❤😍💪💪💪
spesies baru lagi ini..
😄😄😄😄❤❤😍💪1
❤❤❤❤❤❤😍😍😍😍😍💪💪💪
🤣🤣😄😄❤❤😍💪💪
❤❤😍😍💪
🤣🤣😄❤❤😍💪
bukan aruna ya kak..
😄❤😍💪
😄😄😄