NovelToon NovelToon
Diantara Dua Dunia Season 1

Diantara Dua Dunia Season 1

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Mata Batin / Romansa Fantasi
Popularitas:18.7k
Nilai: 5
Nama Author: D.P. Auzora.

Aldi Mahendra seorang pemuda yang hidup sebatang kara, dia dari usia empat tahun hidup di jalanan. Hingga akhirnya bertemu seorang kakek yang mengangkatnya menjadi cucunya. Aldi di sekolah hingga lulus SMK, kini dia bekerja sebagai kuli panggul di pasar.

Walaupun uangnya tak seberapa tapi bisa untuk makan setiap hari, apalagi pekerjaan untuk lulusan SMK itu sedikit susah. Aldi di pandang rendah oleh siapapun hingga saat ini berusia 19 tahun dia tetap berusaha hidup di setiap gempuran ombak yang besar datang di kehidupannya.

Semua berubah ketika mendapatkan sebuah cincin merah delima, kehidupannya berubah menjadi lebih baik lagi tapi sesuatu keanehan di kedua matanya membawa dia kedalam dunia yang seharusnya tidak terjadi.

Perjalanan kota maupun di desa menjadi tolak ukur bagi pengalaman Aldi menjadi lebih berani lagi, seperti bentuk tubuhnya yang tinggi dan kekar dengan wajah tegasnya mulai terlihat dalam perjalanan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D.P. Auzora., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cincin Merah Delima

   Aldi Mahendra seorang pemuda yang hidup sederhana penuh kekurangan, dia sangat bekerja keras dari kecil hingga sekarang. Aldi hanya lulusan SMK saja walaupun pekerjaan banyak di negaranya sendiri tapi jika tidak memiliki orang dalam akan sangat susah untuk masuk.

Aldi sekarang menyambung hidupnya dengan menjadi kuli panggul di pasar, upah minimum cukup bagi kebutuhannya sehari-hari tapi dia tetap bersyukur atas apa yang telah dia dapatkan.

Aldi tinggal di rumah peninggalan kakeknya, rumah sederhana tapi memiliki halaman yang begitu luas cukup bisa di bangun dua rumah lagi, halaman yang begitu luas memiliki dua pohon mangga besar dan satu pohon kelapa.

Di setiap musim buah Aldi selalu menjual mangganya yang begitu manis, apalagi para tetangga dari dulu selalu suka dengan kualitas mangga dari pohon depan rumah Aldi.

Satu bulan kedepan ini akan segera datang musim buah dan sekarang saja sudah berbunga cukup banyak di kedua pohon. Kehidupan sehari-hari yang sederhana bagi Aldi tapi dia terus bekerja keras, menabung untuk keinginannya.

"Oi Aldi tuh ada yang nyariin," suara pelan dari seorang bapak-bapak berada di pasar.

"Siap pak sebentar," balasnya, Aldi sedang membawa dua kresek besar milik ibu-ibu paruh baya.

"Makasih ya nak Aldi, ini upahnya! Jangan kapok ya?," ujar ibu paruh baya itu.

"Saya juga terima kasih Bu. Saya gak kapok kok Bu malah saya senang bisa membantu sedikit," balas Aldi, dia membersihkan keringat di dahinya yang sebesar jagung.

Ibu paruh baya itu tersenyum lalu naik bentor untuk pulang.

Aldi kembali masuk ke pasar mencari siapa yang mencari dia, dengan langkah tegap dan tegas dia berjalan santai.

Tubuh Aldi yang di gempur sejak kecil hingga dewasa membuat bentuk ideal bagi pria berotot, kulit sawo matang begitu sempurna di tambah wajah tegas alis hampir menyatu memberikan unsur yang begitu tampan bagi yang mau merawatnya.

Namun kemiskinan dia membuat semua gadis muda menolaknya, tapi Aldi tidak pernah berfikir soal hubungan ataupun memiliki kekasih dia hanya ingin sukses dalam usahanya sendiri.

Akhirnya Aldi sampai, dia berdiri tepat di depan seorang janda muda membawa anaknya.

"Akhirnya datang juga kamu Al. Tolong bawakan ini ke motorku di depan ya?," ujar Janda, dia begitu cantik walaupun memiliki satu anak tapi tidak membuat kecantikannya hilang.

"Oalah Mbak Sita toh yang nyariin aku. Siap mbak saya angkat," balasnya, Aldi membawa sekarung besar berisi adonan bakso dan adonan lainnya.

Sita berjalan mengikuti Aldi di belakangnya, pandangan Sita begitu dalam untuk pemuda di depannya yang selalu bekerja keras tidak gengsi dengan kehidupannya.

Wajah tampannya tidak terlihat karena pemuda itu sangat malas mengurus dirinya sendiri, ya mungkin karena dia bekerja keras jadi tidak memikirkan dirinya sendiri, batinya Sita.

Dia terus berjalan pelan di belakang Aldi hingga sampai di parkiran motornya.

Aldi menurunkan karung besar penuh adonan bakso, dia membersihkan keringat yang bercucuran sebesar jagung. Baju yang dia pakai basah oleh keringatnya, tapi Aldi tidak memikirkan itu dia hanya ingin bekerja dengan kemampuannya.

"Taro depan aja Al, kalau belakang susah aku nyetir motornya," ucap Sita.

"Siap mbak," balas Aldi, dia perlahan menaruh di depan dengan kondisi berdiri.

"Nih upahnya, terima kasih sudah di bawain," ujar Sita, lalu memberikan uang tiga puluh ribu.

Aldi yang menerima uang itu cukup banyak bagi, karena biasanya di kasih lima belas ribu kalau tidak dua puluh ribu tapi ini selalu di kasih tiga puluh ribu oleh Sita.

"Selalu kasih segini sih mbak, kalau kepasar lagi nanti gak usah kasih upah ini sudah banyak banget bagiku," Aldi berkata dengan nada sedikit berat.

"Alah kamu ini apa aja, itu berat Al!, jadi pantaslah aku beri upah segitu." Sita membalas dengan kata cukup baik bagi Aldi.

"Ya sudah mbak terimakasih, tapi kalau ada apa-apa bilang saja sama saya," ucap Aldi.

"Iya," balas Singkat Sita.

Kini Aldi pergi dia duduk di depan warung, Aldi istirahat karena merasa lelah tapi tetap semangat. Dia membeli air mineral untuk melepaskan dahaga.

Roti sebungkus untuk mengisi tenaga kembali, setelah selesai dia pergi dari pasar karena hari sudah mulai panas.

Aldi berjalan pulang dengan uang yang lebih dari hari sebelumnya, hari ini cukup ramai sehingga dia mendapatkan lebih dari dua ratus ribu.

Dari kupas kulit kelapa, lalu membantu bongkar muatan walaupun sedikit tapi lumayan upahnya.

"Alhamdulillah dapat banyak hari ini bisa buat beli bibit cabe," ujar Aldi, dia berjalan santai menuju rumahnya yang lumayan jauh dari pasar.

Dalam perjalanan pulang Aldi sangat santai sambil menikmati pemandangan di arah pulang, tapi hari ini Aldi tidak beruntung di jalan pulang. Di depan sudah ada lebih dari lima preman berdiri di pinggiran jalan.

Jarot ketua preman melihat Aldi dari kejauhan yang menghitung uangnya, mata jahatnya begitu masuk kedalam niat buruk hatinya.

Jarot berjalan pelan mendekati Aldi, dia sengaja menabrak Aldi membuat jatuh tersungkur di tanah.

"Eitts, buta mata lo," ucap Jarot.

Aldi meringis sakit di pantatnya akibat benturan keras di tanah.

"Maaf bang," balasnya, Aldi berusaha bangun sambil meringis kesakitan.

Aldi memiliki tubuh lebih kekar di bandingkan preman-preman itu akan tetapi Aldi yang memiliki hati baik dia tidak ingin mencari masalah.

"Maaf.. maaf, emang hari raya minta maaf," ujar Jarot dengan suara cukup keras.

"Ku lihat tadi lo punya uang banyak," Jarot berkata lalu mendekatkan wajahnya di depan wajah Aldi. "Serahin ke gue sini uang lo buat gantiin nabrak gue," lanjut Jarot.

Aldi sedikit mundur karena takut, bukan takut orangnya tapi takut dengan jumlah mereka lebih dari tujuh orang. Kalau dua orang masih berani di lawan tapi ini lebih dari tujuh orang.

"Jangan bang, ini uang buat beli bibit cabe," ucap Aldi.

"Kelamaan nih bocah!," Jarot berkata lalu berhenti sejenak melihat teman-temannya. "Hajar dia sampai mau berikan uangnya," pinta Jarot kepada komplotannya.

"Siap bos," balas satu dari mereka.

BAGG... BUGH... BAGGH... BUGGHH....

Suara setiap pukulan lima preman yang maju menghajar Aldi.

"Ampun bang ampun," teriak Aldi memegangi kepalanya dari setiap pukulan keras dari lima preman sekaligus.

"Serahin uang lo," ucap salah satu preman.

BAGGH... BUGGHH...

Pukulan keras menyasar di perut Aldi. Membuat Aldi merasakan mual cukup hebat dan kepala mulai pusing ketika susulan pukulan keras menghantam pelipisnya.

BAGGHH....

Aldi tersungkur dengan darah mengalir dari pelipisnya, matanya seketika kabur.

Aldi merasakan pusing luar biasa, matanya mulai buram tidak bisa melihat wajah para preman yang menghajarnya.

Darah yang mengalir dari pelipisnya Aldi begitu banyak keluar membuat para preman sedikit ketakutan, apalagi tempat itu memiliki cctv desa yang langsung di kelola keamanan.

Tanpa sengaja darah Aldi yang mengalir menyentuh sebuah Cincin Merah Delima di dalam tanah.

Membuat Cincin Merah Delima itu menyala oleh darah Aldi, cahaya begitu jelas terlihat.

Seketika cuaca berubah sedikit mendung membuat lebih dari tujuh preman itu lari ketakutan jika ada yang melihat mereka membunuh orang.

Cincin Merah Delima itu keluar dengan sendirinya dari balik tanah yang tidak cukup dalam. Aldi Mahendra tak sadarkan diri dengan darah mengalir di pelipisnya.

Dua jam lebih akhirnya Aldi perlahan membuka matanya.

Dia merasakan kepalanya pusing, perih di pelipisnya. Aldi terbangun oleh air hujan yang mulai turun.

"Aduh sakitnya," Aldi berkata sambil memegang pelipisnya.

Aldi berusaha untuk bangun akan tetapi dia tidak kuat menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Di tambah luka di pelipisnya.

Aldi menutup wajahnya dengan kresek agar tidak terkena air hujan di bagian yang luka. Dia hanya diam di atas tanah yang mulai basah oleh air hujan yang semakin deras.

Hingga akhirnya Aldi tanpa sengaja menyentuh Cincin Merah Delima yang tadi keluar dari tanah.

"Apa ini," Aldi berkata pelan lalu mengambil cincin itu.

Dengan sekuat tenaga akhirnya Aldi bangun dari tanah basah, dia duduk memandang cincin itu di balik kresek yang membungkus kepalanya.

"Bagus banget Cincinnya," ucap Aldi.

Aldi kemudian memakannya ternyata pas di jarinya.

"Pas juga, pakailah lumayan buat koleksi," lanjut Aldi berkata setelah memakai cincin itu.

Aldi berusaha untuk berdiri menahan segala rasa sakit di sekujur tubuhnya, dengan begitu berat akhirnya Aldi berdiri. Dia berjalan tertatih-tatih menahan rasa sakit akibat preman-preman tadi.

°°°°

1
CeliaVespera.
Jadi menegangkan begini jadinya, siapapun yang datang akan selalu di curigai. Apalagi ada sebuah konspirasi yang aku rasakan di setiap babnya ini, benar-benar penasaran Aku Thor siapa sebenarnya yang melakukan ini semua 🤔🤔
CeliaVespera.
Aneh tapi benar-benar membingungkan, bagaimana bisa Sita dan Warga menemukan posisi Aldi sebenarnya 🤔. Sangat misterius sekali ini 🤔
CeliaVespera.
Jaga Mata Al, jangan sampai lupa ada Mbak Sita di rumah 😂😂
CeliaVespera.
Kelihatan banget kesedihan Sita sampai seminggu lebih 🥹
CeliaVespera.
Kasihan Sita, kelihatan kehilangan banget dengan hilangnya Aldi. Siapapun yang mengalami hal semacam ini tetaplah tenang dan berusahalah dengan doa kepada tuhanmu 😊
CeliaVespera.
Aku puasa kayak gini bisa pingsan beneran, gak mungkin kuat kalau gak ada niat dari dalam dirinya sendiri. Tapi Aldi melakukan itu dengan cara tersesat di dalam hutan menambah tekanan, jadi penasaran bagaimana setiap harinya Aldi menjalani puasa tanpa makan dan minum
CeliaVespera.
Kok aku nangkep ada seseorang yang benar-benar tidak menyukai Aldi dan Sita tapi siapa sebenarnya dia 🤔🤔
CeliaVespera.
Waduh buku kuno kemarin ternyata isinya ajian segala, makin ngeri aja Aldi kalau begini 😱
CeliaVespera.
Sampai ada pocong terbakar juga ternyata 😱😱
Eliermswati
wah jngn2 mau bwa Aldi😂😂😂jngn dong thor kshnnnti bima sm sita gad yg jgain ap itu Kenderwo yg nyamar jd kakeknya Aldi🤣🤣😍😍
Eliermswati
smga cpt smbh y aldi😍😍🤣🤣smngt thor up nya
Eliermswati
klo lg marah nyeremin aldi🤣🤣🤣smga scpt aldi bs kelua dr hutan yg menyeramkan y thor😂😂😍😍smngt thor up nya
Titin Maryati
pokoknya tetap semangat Thor lanjut cerita nya💪💪🙏🙏
Eliermswati
trma ksh y thor dah up smpe 3 bab, smga Aldi secpt nya pulang y kshn bima, jngn smpe ap yg td mahluk ghoib bilng bwh sita orang jht, pdhl sita itu orang baik thor jngn smpe aldi membenci nya kshn🤣🤣🤣😍😍😍smngt thor up nya
CeliaVespera.
waduh ada buku kuno segala, kira-kira apa isinya itu Al 🤔🤔
CeliaVespera.
Seperti tidak ada ketenangan di desa Joyo ini 🤔
Eliermswati
lanjut up nya thor😍🙏
CeliaVespera.
Jalannya hilang bersama kenangan masalalu mungkin Al 😂😂
CeliaVespera.
Loh Al ngapain ke hutan belantara segala 🤔😂
CeliaVespera.
Hayoloh Al bunga mawar darimana itu asal di cium aja 😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!