NovelToon NovelToon
Terjebak Di Kota Avalon

Terjebak Di Kota Avalon

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Anastasia

“Pasti ada alasan kenapa mereka menyuruhku kembali. ”
“Lalu bagaimana nona?. ”
“Tentu saja kita kembali, aku mau lihat apa maunya keluarga Starborn. ”
jawab Lunaria sambil tersenyum.
Dimana kota Avalon kota sihir, hanya Lunaria yang tidak bisa menggunakan sihir.
keluarga Starborn mengasingkan Lunaria dari kediaman utama ke villa terpencil milik mereka, keluarga Starborn menganggapnya aib, anak cacat berbeda dengan Learia saudara kembar Lunaria.
Dan saat keluarga Starborn diperintahkan kerajaan Avalon untuk menikahkan putrinya kepada Kael dragomir putra mahkota Avalon, yang dikenal pria sadis, berbahaya dan seorang duda dimana ketiga istrinya terdahulu meninggal secara misterius.
Kael yang dikenal pangeran bintang kesepian, membuat keluarga Starborn tidak rela menikahkan Laeria putri kebangangan mereka menikah dengan Kael.
Tapi mereka tidak tahu rahasia tentang Lunaria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastasia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 7.Sejarah dan keturunan.

Matahari pagi bersinar hangat menyinari halaman Villa Star born. Burung-burung berkicau riang, dan aroma masakan pagi yang lezat mulai tercium dari arah dapur. Suasana pagi itu terasa begitu damai dan sempurna, seolah-olah kejadian mencekam semalam hanyalah sebuah mimpi buruk yang sudah berlalu.

Luna ria duduk nyaman di kursi goyang kayu jati yang besar di teras utama. Ia mengenakan gaun santai berwarna putih bersih yang membuatnya terlihat anggun dan lembut, namun matanya tetap menyimpan ketajaman yang luar biasa. Di tangannya, secangkir teh herbal mengepulkan asap tipis, menghangatkan telapak tangannya.

Di bawah sana, Rian dan Bimo sudah bersiap-siap. Mereka berdua mengenakan pakaian yang lebih rapi dari biasanya, bukan seragam latihan.

"Nona! Kami berangkat dulu ya!" seru Bimo sambil melambaikan tangan. "Kami mau ke toko penjahit dulu ambil baju pesanan, terus ke pasar beli bahan makanan mingguan!"

"Hati-hati di jalan! Jangan berantem ya!" teriak Luna membalas sambil tersenyum.

"Siap! Jangan kangen kami ya!" canda Rian, lalu keduanya berlari kecil menuju gerbang keluar.

Setelah kepergian kedua murid laki-lakinya itu, suasana di teras menjadi lebih tenang. Hanya tersisa Luna, Ivy yang sedang merapikan nampan berisi cangkir teh, dan Lira yang duduk bersila di karpet lantai teras sambil mengupas buah-buahan.

Luna memejamkan mata sejenak, menikmati hembusan angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahnya. Dadanya terasa sangat lega.

'Hidup kedua ini... benar-benar menyenangkan,' batin Luna perlahan.

Ingatannya melayang kembali ke kehidupan lamanya. Di dunia itu, hidupnya adalah perjuangan tanpa henti. Sejak kecil ia harus bekerja keras, membuktikan kemampuannya kepada ayah angkatnya yang keras kepala, berjuang merebut wilayah kekuasaan, menghadapi intrik politik, persaingan bisnis, hingga masalah hati yang menyakitkan dengan mantan kekasih dan selingkuhannya.

Selama hidupnya di dunia lama, ia tidak pernah memiliki waktu untuk dirinya sendiri. Selalu ada perintah, selalu ada target, selalu ada pertarungan. Bahkan saat ayah angkatnya meninggal, wasiat terakhir justru memaksanya untuk menikah dengan orang yang tidak ia cintai demi melestarikan kekayaan keluarga.

Tapi sekarang... di dunia sihir ini?

Luna tersenyum lebar, sebuah senyuman tulus yang jarang ia perlihatkan sebelumnya.

"Tidak ada yang menyuruhku melakukan apa-apa..." gumam Luna pelan, suaranya penuh rasa syukur. "Tidak ada paksaan menikah, tidak ada yang merebut posisi, tidak ada selingkuhan sialan, dan tidak perlu berdarah-darah merebutkan wilayah..."

Ia meneguk tehnya sekali lagi.

"Santai... rasanya nikmat sekali bisa bersantai seperti ini."

"Nona sedang bicara sendiri?" tanya Lira sambil menyodorkan sepiring potongan buah segar.

"Tidak, aku cuma bersyukur hidupku sekarang lebih tenang," jawab Luna santai sambil mengambil sepotong apel. "Ngomong-ngomong Lira, Ivy... aku mau tanya sesuatu nih."

"Apa itu Nona?" tanya Ivy yang baru saja selesai membereskan barang-barang dan ikut duduk di sisi lain.

"Tentang kota ini... Kota Avalon," kata Luna, matanya menatap jauh ke arah kota yang terlihat dari kejauhan. "Aku sudah tinggal di sini cukup lama, tapi jujur aku tidak tahu banyak sejarahnya. Kalian bisa ceritakan nggak? Dari mana asalnya kota ini? Kenapa sihir bisa ada di sini?"

“Master bertanya seperti bukan rakyat Avalon saja. ”jawab Lira.

Lalu Ivy memukul pundak Lira.

Bruk.

“Ini semua gara-gara kalian!. ”

“Kami, memang nya kami salah apa?. ”

“Nona seperti ini dan tidak ingat karena kalian membuat nona tengelam di danau Glory. ”

“Benarkah master!. ”

Luna tidak menjawab hanya menganggukkan kepala nya sambil tersenyum canggung.

“Maafkan kami. ”ucap Lira sambil tertunduk menyesal.

 “Sudahlah jangan dibahas masa lalu itu, aku juga sudah memaafkan kalian. ”

Lira yang memiliki rasa penyesalan, menjawab pertanyaan gurunya itu.

Lira langsung bersemangat. Ia menggeser duduknya mendekat, matanya berbinar-binar seperti anak kecil yang akan menceritakan dongeng kesukaannya.

"Wah, kalau soal sejarah master, itu keren banget lho! Bisa dibilang, Kota Avalon ini adalah kota sihir terbesar dan terkuat di seluruh benua!"

"Oh ya? Ceritain dong," kata Luna antusias.

Lira menarik napas panjang, lalu mulai bercerita dengan gaya dramatis khasnya.

"Jadi gini master... Ribuan tahun yang lalu, tempat ini bukanlah kota yang damai seperti sekarang. Dulu, tanah ini dikuasai oleh monster-monster raksasa dan iblis-iblis kejam. Mereka berkuasa dengan tangan besi, membuat manusia hidup dalam ketakutan dan kegelapan abadi. Manusia saat itu hanya seperti ternak yang lemah, diburu dan dimangsa seenaknya."

Luna mengangguk-angguk mendengarkan. "Terus? Gimana bisa berubah?"

"Karena munculah para pahlawan!" potong Lira semangat. "Muncullah Empat Penyihir Terhebat yang memiliki kekuatan luar biasa. Mereka bersatu untuk melawan kegelapan. Keempat penyihir ini memiliki elemen kekuatan yang berbeda-beda dan saling melengkapi."

Lira mengangkat jarinya satu per satu sambil menyebutkan nama-nama legendaris itu.

"Pertama, ada Penyihir Api yang menguasai api penyucian. Kedua, Penyihir Air yang menguasai arus kehidupan. Ketiga, Penyihir Angin yang menguasai kecepatan dan langit. Dan keempat, Penyihir Bumi yang menguasai kekuatan tanah dan pertahanan. Mereka berempat adalah fondasi dari segala sihir."

"Wah, keren..." komentar Ivy sambil mendengarkan dengan takjub. Meski ia sudah tahu ceritanya, mendengarnya kembali tetap membuatnya terpesona.

"Tapi," lanjut Lira, suaranya menjadi lebih serius. "Meskipun mereka sudah sangat kuat, monster dan iblis saat itu jumlahnya terlalu banyak dan pemimpinnya sangat kuat. Keempat penyihir itu kewalahan. Hingga akhirnya... munculah satu sosok lagi yang jauh lebih kuat dari mereka semua."

Luna menaikkan sebelah alisnya. "Oh? Siapa itu?"

"Dia disebut sebagai The Great Sorcerer atau Penyihir Agung!" seru Lira. "Tidak ada yang tahu nama aslinya, tidak ada yang tahu dia dari mana. Dia muncul entah dari mana, membawa kekuatan yang melampaui unsur api, air, angin, maupun bumi. Kekuatannya dikatakan sebagai kekuatan pencipta dan penghancur sekaligus."

Luna terdiam. Ada perasaan aneh yang menjalar di dadanya saat mendengar deskripsi itu.

"Lalu apa yang terjadi?" tanya Luna lagi.

"Mereka bertemu! Keempat Penyihir Terhebat bersatu dengan Sang Penyihir Agung! Mereka menggabungkan seluruh kekuatan mereka! Terjadilah pertempuran dahsyat yang membuat langit berwarna merah dan tanah bergetar selama berhari-hari!"

Lira mengayunkan tangannya seolah sedang menggambarkan pertarungan itu.

"Akhirnya, pasukan iblis dan monster bisa dikalahkan! Mereka tidak dibunuh habis, tapi dikunci dan diusir kembali ke alam bawah, ke dunia kegelapan tempat mereka berasal!"

"Wah... hebat sekali," gumam Luna.

"Belum selesai master!" Lira tidak berhenti. "Setelah perang usai dan damai tercipta, mereka tidak langsung pergi. Keempat Penyihir dan Sang Penyihir Agung itu bekerja sama membangun kota ini. Mereka menciptakan Barier Pelindung atau perisai raksasa yang melindungi seluruh wilayah Avalon."

"Perisai itu?"

"Iya! Supaya monster dan iblis dari alam bawah tidak bisa masuk lagi sembarangan. Dan untuk menjaga perisai itu tetap menyala dan kuat, Sang Penyihir Agung memberikan sebuah benda pusaka yang sangat berharga."

Lira berhenti sejenak untuk menambah ketegangan.

"Yaitu Permata Blue Black! Sebuah permata berwarna biru tua yang hampir hitam, bersinar dengan cahaya yang menenangkan tapi juga mengerikan. Selama permata itu bersinar terang, maka selama itu pula Avalon akan aman. Tidak ada kekuatan jahat yang bisa menembus pertahanan kota ini."

"Lalu kemana mereka semua sekarang?" tanya Luna.

"Nah... Keempat Penyihir itu akhirnya menua dan meninggal dunia karena usia, tapi sebelum meninggal mereka mendirikan keluarga-keluarga bangsawan yang sampai sekarang menjaga keturunan mereka," jelas Lira. "Sedangkan untuk Sang Penyihir Agung... dia tidak pernah mati. Konon katanya, setelah permata Blue Black ditanamkan di pusat kota, dia hanya pergi begitu saja, menghilang ditelan awan, dan tidak ada yang pernah melihatnya lagi sampai sekarang. Banyak yang bilang dia masih hidup dan mengawasi dari jauh, atau dia sudah menjadi satu dengan alam semesta."

Luna terdiam merenung. Cerita itu sangat megah dan penuh misteri. Namun, ada satu bagian yang baru ia sadari.

“Tunggu... Lira, kamu tadi bilang keturunan keempat penyihir itu menjadi bangsawan pelindung?" tanya Luna memastikan.

"Betul sekali Nona!" jawab Lira bangga. "Mereka adalah empat keluarga besar yang memegang kendali tertinggi di Avalon termasuk Raja dan Ratu."

Lira kembali menghitung dengan jarinya.

"Keluarga pertama adalah Drago Mir. Mereka adalah keturunan Penyihir Api, dikenal dengan kekuatan ofensif yang menghancurkan dan sangat galak. Keturunan keluarga ini ditakdirkan menjadi pemimpin.

"Keluarga kedua adalah Valerius. Keturunan Penyihir Air, mereka cerdik, tenang, dan ahli dalam sihir penyembuhan serta ramalan."

"Keluarga ketiga adalah Fair mind. Keturunan Penyihir Angin, mereka cepat, lincah, dan ahli dalam sihir elemen dan serangan jarak jauh."

"Dan keluarga keempat..." Lira tersenyum lebar, lalu menunjuk ke arah Luna. "...Adalah keluarga Star born!"

GUBRAK!

Cangkir teh di tangan Luna hampir terlepas. Ia menatap Lira lekat-lekat.

"Apa?! Aku... keluarga Star born adalah keturunannya?" seru Luna tak percaya.

"Iya dong Nona!" sahut Ivy ikut berbicara. "Memang Nona jarang diajak ke acara keluarga, tapi itu fakta sejarah kok. Keluarga Star born adalah keturunan asli Penyihir Bumi. Kami punya kekuatan pertahanan terkuat dan hubungan yang erat dengan alam. Itulah kenapa nama keluarga dihormati sebagai salah satu Pilar Avalon."

Luna tertegun. Otaknya bekerja cepat mencerna informasi ini.

Jadi... dia bukan sembarang orang. Dia adalah putri dari salah satu keluarga pendiri kota ini. Salah satu dari empat pelindung Avalon.

Tapi ironisnya... dia yang dianggap sebagai aib, anak cacat yang tidak bisa menggunakan sihir, justru adalah keturunan langsung dari para dewa penyelamat dunia ini.

"Gila..." desis Luna pelan. "Jadi aku ini bangsawan tingkat dewa ya ternyata..."

"Tentu saja master!" kata Lira semangat. "Walaupun master tidak bisa menggunakan sihir seperti orang lain, darah penyihir legendaris itu tetap mengalir di pembuluh darah master. Itu sebabnya kenapa Villa Star born dibangun di tempat berenergi tinggi seperti ini."

Luna menatap tangannya sendiri. Telapak tangan itu terlihat biasa saja, tidak memancarkan cahaya atau aura apa pun. Benar-benar kosong seperti ruang hampa.

Tapi jika apa yang dikatakan Lira benar... jika dia adalah keturunan Penyihir Bumi... lalu mengapa dia tidak bisa menggunakan sihir? Apa ada yang salah dengan dirinya? Atau jangan-jangan... kekuatan itu ada, tapi belum bangun? Atau mungkin jenis kekuatannya berbeda?

Ingatannya kembali melayang pada sosok Sang Penyihir Agung yang misterius. Yang kekuatannya melampaui empat elemen. Yang menghilang tanpa jejak.

'Apakah mungkin...' batin Luna mulai berhalusinasi. 'Apakah mungkin aku punya hubungan dengan dia?'

Goyangan tangan Ivy di depan wajahnya menyadarkan Luna dari lamunannya.

"Nona? Nona kenapa melamun?"

"Ah, tidak... aku hanya kaget," jawab Luna cepat, menyembunyikan ekspresi bingungnya dengan senyum tipis. "Jadi intinya, keluarga kita itu orang penting ya? Sederajat dengan keluarga Drago mir dan yang lainnya?"

"Betul Nona. Status kita sama," jawab Ivy tegas. "Hanya saja... keluarga Star born yang di kediaman utama sering kali bersikap angkuh dan membedakan-bedakan. Mereka menganggap Nona Luna dan Nona Lea ria berbeda kasta, padahal darah yang mengalir sama saja."

Luna tersenyum miring. Rasa bangga yang aneh mulai muncul di dadanya. Bukan karena statusnya, tapi karena ia tahu asal-usulnya.

"Teganya mereka memperlakukan aku seperti ini, padahal aku juga putri mereka. ”ucapnya kesal.

Luna merasa Luna ria bernasib malang, dari lahir sudah dibuang dan diabaikan hanya karena tidak punya sihir.

1
Frida
kerennnnnnn
Frida
sukaaaaaa.... deg2 an bacanya seruuuuu, belum lagi ditambah adegan romantis 17 thn ke atas...lemgkap sudah...😍😍😍😍
Frida
seru, ada romantisnya juga..buat deg2 an yg baca dan senyum2 sendiri.... kelanjutannya segera up banyak2 dong author please....😍👍
Kusii Yaati
mau seburuk apa riasan mu luna itu tak akan mempan buat pangeran KA El karena dia sudah pernah lihat wajahmu... tapi tidak apa" yang penting sakit hatimu sudah kau balas dengan mempermalukan wajah ayahmu yg kejam itu.semangat Thor nanti up lagi ya Thor 😁💪😘
Kusii Yaati
lanjut Thor 💪💪💪😘😘😘
Kusii Yaati
lanjut Thor 💪💪💪😁😁😁
Kusii Yaati
wah Luna ria hebat, walau tidak punya sihir tapi tubuhnya kebal akan serangan sihir 😱
Kusii Yaati
up lagi Thor yg banyak... penasaran gimana reaksi keluarga Luna ria melihat putri yang di buang menjadi Badas dan kuat 💪💪💪😘😘😘
Kusii Yaati
lanjut Thor seru nih ceritanya 💪💪💪😘😘😘
Rubiyata Gimba
sepertinya ceritanya bagus thor abdit cepat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!