Lima tahun menikah, Stella merasa hidupnya sempurna bersama Abbas, suami yang penyayang. Kehadiran Annisa—yang diperkenalkan Abbas sebagai adik sepupu yatim piatu—bahkan disambut Stella dengan tangan terbuka layaknya adik kandung sendiri.
Namun, fatamorgana itu hancur saat Stella menemukan slip reservasi hotel di saku jas Abbas. Bukan sekadar perjalanan bisnis, slip itu mencantumkan paket Honeymoon Suite untuk Mr. Abbas & Mrs. Annisa.
Kebenaran pahit terungkap: adik sepupu yang datang ternyata adalah istri siri suaminya selama setahun terakhir. Terjebak dalam pengkhianatan di bawah atap yang sama, Stella harus memilih: bertahan demi janji suci yang telah ternoda, atau pergi demi harga diri saat Annisa mulai menuntut pengakuan sah sebagai istri kedua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
...Malam harinya, suasana di kamar Stella terasa jauh lebih lega. ...
...Meskipun selang infus masih terpasang, rona merah mulai kembali di wajahnya. ...
...Papa Permana masuk ke kamar dengan gawai di tangannya, membawa kabar yang sudah ditunggu-tunggu oleh semua orang....
..."Stella, polisi baru saja memberi kabar. Mereka sudah membekuk Abbas di persembunyiannya," ucap Papa Permana memberitahukan kepada Stella tentang penangkapan Abbas. ...
..."Dia tidak akan bisa mengganggumu lagi, Nak."...
...Mendengar hal itu, Stella menganggukkan kepalanya pelan. ...
...Ada helaan napas panjang yang keluar dari bibirnya, seolah beban berat yang menghimpit dadanya selama berjam-jam akhirnya terangkat. ...
...Tidak ada air mata untuk Abbas kali ini, yang ada hanyalah rasa syukur karena kegilaan itu telah berakhir....
...Khan yang duduk di samping ranjang Stella terdiam sejenak. ...
...Ia menatap lekat mata wanita itu, mencari sisa-sisa perasaan yang mungkin masih tertinggal....
..."Apakah kamu masih mencintainya?" tanya Khan dengan suara rendah, nyaris berbisik namun penuh penekanan. ...
...Pertanyaan itu adalah duri yang harus ia cabut agar mereka bisa melangkah maju....
...Stella menoleh, menatap Khan dengan keyakinan yang tidak pernah goyah. Ia menggenggam tangan Khan erat-erat....
..."Cinta itu sudah hilang, Khan. Dan aku ingin melupakan cinta itu," jawab Stella tegas....
..."Bagiku, dia sekarang hanyalah bagian dari masa lalu yang kelam. Masa depanku, itu ada di sini, bersamamu."...
...Mendengar jawaban jujur dari putrinya, Papa Permana berdeham kecil, menarik perhatian kedua orang tersebut. ...
...Beliau melangkah mendekat, menatap Khan dengan tatapan menguji yang hanya dimiliki oleh seorang ayah....
..."Lalu bagaimana denganmu, Khan?" Kemudian Papa bertanya tentang keseriusan Khan kepada Stella. ...
..."Kejadian semalam membuktikan betapa besarnya nyalimu. Tapi, apakah kamu benar-benar siap menjaga Stella selamanya? Papa tidak ingin putri Papa terluka untuk kedua kalinya."...
...Khan langsung berdiri tegak, melepaskan tangan Stella sejenak untuk memberikan penghormatan pada pria di hadapannya. ...
..."Om, keseriusan saya tidak hanya sebatas menjemputnya semalam. Saya ingin memberikan sisa hidup saya untuk memastikan Stella selalu tersenyum. Jika Om mengizinkan, saya ingin segera meresmikan hubungan kami dalam ikatan pernikahan yang sah secepat mungkin."...
...Suasana tegang di dalam kamar itu seketika mencair saat Papa menganggukkan kepalanya dengan mantap. ...
...Senyum tipis namun penuh restu tersungging di bibir pria paruh baya itu. ...
...Beliau menepuk bahu Khan dengan penuh kepercayaan....
..."Setelah masa iddah Stella selesai, kamu boleh menikahinya. Dan itu tinggal dua bulan lagi," ucap Papa dengan nada suara yang tegas namun hangat. ...
..."Jaga dia baik-baik, Khan. Papa titipkan kebahagiaan putri Papa di tanganmu."...
...Wajah Khan yang biasanya tenang dan berwibawa seketika berubah cerah. ...
...Ada binar kebahagiaan yang tidak bisa ia sembunyikan. Namun, momen romantis dan penuh haru itu tidak bertahan lama ketika pintu kamar tiba-tiba terbuka lebar....
...Kedatangan si kembar yang menggoda Khan langsung memecah suasana. Axel dan Alexander masuk dengan seringai jahil yang sudah menjadi ciri khas mereka....
..."Waduh, Pak Dokter! Sudah dapat lampu hijau nih?" seru Axel sambil menyenggol lengan Khan....
..."Cieee, yang sudah nggak sabar mau ganti status dari 'penyelamat' jadi 'suami'," timpal Alexander sambil menaik-turunkan alisnya ke arah Stella yang wajahnya mulai memerah....
..."Dua bulan lagi ya, Khan? Siap-siap saja, biaya katering dari kita nggak murah lho!" ...
...Axel tertawa keras, membuat Stella menutup wajahnya dengan bantal karena malu, sementara Khan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah calon adik iparnya yang luar biasa jahil itu....
...Meskipun digoda habis-habisan, Khan tetap tersenyum lebar. ...
...Baginya, gangguan si kembar adalah musik yang jauh lebih indah daripada keheningan mencekam yang mereka rasakan saat Stella menghilang semalam. ...
...Di dalam kamar itu, tawa akhirnya kembali terdengar, menandakan bahwa awan mendung telah benar-benar berlalu dari keluarga Permana....
...Tawa pecah di dalam kamar yang sejak tadi penuh haru itu. ...
...Stella, yang sudah mulai mendapatkan kembali nafsu makannya setelah ketegangan panjang, menatap Khan dengan pandangan manja....
..."Khan, aku lapar," ucap Stella lirih, sambil memegangi perutnya yang memang belum terisi sejak kemarin sore....
...Khan langsung sigap. Ia memperbaiki posisi duduknya dan menatap Stella dengan lembut, seolah hanya ada mereka berdua di ruangan itu. ...
..."Mau apa, sayang? Bilang saja, apa pun yang kamu mau, akan aku carikan sekarang juga."...
...Mendengar panggilan mesra yang keluar begitu saja dari mulut Khan, si kembar langsung bereaksi. ...
...Mereka tidak akan melewatkan kesempatan emas untuk menggoda pria yang biasanya terlihat sangat kaku dan profesional itu....
..."Cie cie, 'sayang'..." ledek Axel dengan nada yang sengaja diseret-seret, membuat wajah Stella semakin memerah seperti kepiting rebus....
..."Duh, telingaku mendadak panas nih, Xel. Ada yang lagi dunia serasa milik berdua, kita cuma numpang kos di sini!" ...
...Alexander menimpali sambil tertawa terbahak-bahak dan merangkul pundak kembarannya....
..."Sudah, jangan ganggu kakak kalian terus," sela Papa sambil tersenyum geli melihat tingkah anak-anaknya. Beliau kemudian melirik Khan. ...
..."Khan, belikan dia sesuatu yang hangat agar perutnya nyaman. Biar si kembar ini Papa bawa keluar sebelum mereka makin melunjak."...
...Khan hanya bisa tersenyum pasrah sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. ...
...Ia berdiri, bersiap memenuhi permintaan Stella, sementara si kembar masih terus bersiul-siul menggoda mereka sampai pintu kamar benar-benar tertutup. ...
...Di balik rasa malu itu, Stella merasa sangat bahagia; kehangatan keluarga inilah yang sebenarnya paling ia rindukan....
..."Mau makan apa?" tanya Khan lembut, sambil merapikan rambut Stella yang sedikit berantakan....
..."Gule kambing boleh?" tanya Stella dengan mata berbinar, mencoba merayu calon suaminya itu agar menuruti keinginannya yang tiba-tiba muncul....
...Khan langsung menggelengkan kepala dengan tegas namun tetap penuh kasih sayang. ...
..."Yang lain ya, kondisi kamu masih lemah. Kamu baru saja syok dan dehidrasi, gule kambing terlalu berat untuk pencernaanmu sekarang."...
...Stella mengerucutkan bibirnya sedikit, merasa kecewa tapi tahu Khan benar. ...
..."Lalu apa?"...
..."Sop ayam saja ya yang di pojokan, yang langganan kita itu. Kuahnya segar dan bagus untuk memulihkan tenagamu," tawar Khan....
...Stella menganggukkan kepalanya, setuju karena ia juga merindukan rasa hangat sop ayam tersebut....
..."Mau ikut?" tanya Khan lagi. ...
...Ia tahu Stella mungkin bosan hanya diam di kamar, dan udara sore yang segar mungkin bisa membantu suasana hatinya....
...Stella menganggukkan kepalanya dengan antusias. ...
...Ia ingin menghirup udara luar dan merasa hidup kembali setelah kejadian mencekam itu....
...Tanpa membuang waktu, Khan melepaskan selang infus dari pergelangan tangan Stella dengan sangat hati-hati agar tidak meninggalkan lebam. ...
...Setelah memastikan luka bekas jarum itu tertutup rapat, ia dengan sigap membopong tubuh Stella. ...
...Khan membawa wanita itu turun ke lantai bawah menuju mobil, memastikannya tetap hangat dan nyaman dalam dekapannya, siap untuk memulai lembaran baru yang lebih tenang....
...Jalanan kota terasa lebih tenang di bawah siraman cahaya lampu jalan yang mulai menyala. ...
...Namun, kekecewaan kecil muncul saat mereka tiba di tujuan. ...
...Sesampainya di rumah makan yang ternyata tutup, Khan hanya bisa menghela napas pendek melihat gerai kayu itu sudah terkunci rapat....
..."Yah, tutup," gumam Stella pelan....
..."Tenang saja, masih ada tempat lain yang tidak kalah enak," jawab Khan menenangkan. ...
...Khan kembali melajukan mobilnya menuju rumah makan lainnya, sebuah tempat legendaris yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sana....
...Di dalam mobil yang nyaman itu, Stella menatap profil samping wajah Khan. ...
...Cahaya lampu jalan yang masuk silih berganti menyinari garis wajah pria itu yang tegas namun selalu melembut jika menatapnya. Rasa haru tiba-tiba membuncah di dadanya....
..."Khan, terima kasih ya," ucap Stella dengan nada yang sangat tulus. Terima kasih untuk pencarian semalam, untuk perlindungannya, dan untuk kesabarannya menghadapi semua drama ini....
...Khan sedikit menoleh ke arahnya sambil tetap waspada pada kemudi. "Terima kasih apa, sayang?"...
...Stella hanya tersenyum tipis, matanya sedikit berkaca-kaca karena rasa syukur yang meluap. ...
...Khan kemudian meraih jemari Stella dan mengecup punggung tangannya dengan lembut sambil terus melaju....
..."Ini sudah kewajibanku jadi calon suami kamu," lanjut Khan dengan suara rendah namun penuh komitmen. ...
..."Tugas utamaku adalah memastikan kamu kenyang, aman, dan selalu merasa dicintai. Jadi, jangan pernah sungkan untuk meminta apa pun dariku, ya?"...
...Stella menganggukkan kepalanya, merasa hatinya begitu penuh oleh perhatian yang diberikan Khan. ...
...Rasanya sangat kontras dengan perlakuan dingin yang pernah ia terima di masa lalu. Kini, setiap kata dan tindakan Khan seolah menjadi obat yang menyembuhkan luka-luka lamanya....
...Tak berselang lama, Khan menghentikan mobilnya di depan sebuah kedai sop ayam legendaris yang kepulan uapnya sudah terlihat dari kejauhan. ...
...Aroma kaldu ayam yang gurih dan rempah yang kuat langsung menyambut indra penciuman mereka....
...Dengan penuh kehati-hatian, ia mengajak Stella turun dari mobil. ...
...Khan tidak membiarkan Stella melangkah sendirian; ia merangkul pinggang Stella dengan posesif, memastikan wanita itu tetap seimbang karena kakinya mungkin masih sedikit lemas....
...Mereka memilih meja di sudut yang agak tenang agar Stella tidak terlalu merasa terganggu oleh keramaian. ...
...Begitu mereka duduk, Khan segera memesan dua sop ayam, perkedel, dan jeruk hangat....
..."Jeruk hangat bagus untuk tenggorokanmu, dan perkedel ini favoritmu, kan? Kamu harus makan yang banyak agar pipimu tidak sepucat tadi pagi," ucap Khan sambil memberikan tisu untuk Stella....
...Stella menatap Khan yang sedang sibuk menyiapkan sendok dan garpu untuknya. ...
...Di tempat sederhana ini, di tengah riuh rendah suara pelanggan lain, Stella menyadari bahwa kebahagiaan sejati tidak butuh kemewahan. ...
...Hanya butuh seseorang yang benar-benar peduli, seseorang yang tahu kapan harus tegas dan kapan harus memberikan pelukan yang menenangkan....
tapi ada nunggu masa iddah juga di sini 🤭🙏
dan suaminya menikah siri dengan Annisa ?!?? Hmmm..... 🤔🤔🤔