semua yang kulakukan selama ini ternyata tidak berarti apapun bagi mereka,orang yang kuhormati,kusayangi dan kucintai mengkhianati ku begitu saja.
menyaksikan kematian ku seperti pertunjukkan yang menghibur mereka,aku sungguh bodoh...
memilih mereka yang tidak memilih ku..yang hanya memanfaatkan ku..aku menyesal...
aku tidak menerima takdir ini....aku menolak...
aku meminta pembalasan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HartaKarun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 8
Nina memasuki kediaman keluarganya dengan wajah berderai air mata,diruang keluarga ia melihat papanya sedang membaca koran dan Mama sedang menyulam sebuah baju.
“Mama…papa…”air mata Nina berderai kembali lebih banyak dari sebelumnya,ia seperti anak kecil yang ketika bertengkar dengan temannya akan berlarian pulang mengadu kepada orang tua.
“Nina,sayang…ada apa?ini..bagaimana wajah mu seperti ini?katakan sama papa,siapa yang melakukan ini?”Papa terkejut dengan wajah Nina yang sudah bengkak sebelah.
“Papa..Dika memukul ku”Papa menuntun Nina untuk duduk disebelah Mama yang sedari tadi masih fokus menyulam.
“Dika?bagaimana mungkin ia melakukan ini padamu?setau papa ia sangan mencintai mu.sayang jujurlah,katakan apa yang sebenarnya terjadi”tentu saja Papa tidak akan menyangka Dika calon menantunya bisa melakukan kekerasan pada putrinya,pasti ada alasan mengapa Dika sampai bisa berbuat seperti ini.
“Itu..ini ulah Si Agata itu,ia mempermalukan ku di mall tadi bahkan ia juga mengadu pada kak Devan.sungguh wanita yang tidak tau malu,padahal ia hanya seorang pengganti,beraninya ia begitu sombong di hadapan ku.sial,seharusnya ia mati dikecelakaan itu”Nina berbicara dengan menggebu-gebu
“masalah ini..”papa berbicara ragu-ragu
“Apa?papa tidak mau membelaku?”Nina menatap papanya dengan kecewa,
“Sayang,hanya saja situasi kita sekarang agak sulit untuk menyentuh Agata.bersabarlah,yakinlah kita akan bangkit lagi”papa membujuk Nina
“MENGAPA?MENGAPA AKU HARUS BERSABAR?DULU BAHKAN AKU BISA MELAKUKAN APAPUN,AKU BISA MENDAPATKAN APAPUN YANG AKU MAU.TAPI SEKARANG MENGAPA AKU HARUS BERSABAR,AKU BAHKAN JUGA HRUS MENGORBAN KAN DIRIKU DEMI KELUARGA INI…..”
“NINA,sopankah kamu berteriak seperti itu didepan orang tua mu”ujar Gelen yang baru tiba dirumah setelah lelah bekerja.harinya sungguh melelahkan,ada saja yang bermasalah dengan proyek yang ia ambil,ia bahkan sudah 3 hari tidak pulang kerumah. berencana untuk istirahat dirumah semalam namun kepulangan nya malah disambut pemandangan adiknya yang berteriak pada kedua orang tuanya.
Nina mengerutkan keningnya marah,”kau menasehati ku?hah..”Nina menatap Gelen meremehkan
Gelen kehilangan kata-kata melihat perilaku adiknya,”kau…melawan ku?”ucapnya tidak percaya,adiknya yang ia sayangi sepenuh hati dengan tega meremehkan nya,
“Lalu mengapa?KAU HARUSNYA SADAR,SEMUA INI AKIBAT PERBUATAN MU,JIKA SAJA KAU BISA MENJALAN KAN PERUSAHAAN DENGAN BAIK,BAGAIMANA MUNGKIN AKU HARUS BERTUNANGAN DENGAN SI TUA ITU,BAGAIMANA MUNGKIN AKU BERAKHIR SEPERTI INI,KAU YANG MENGAKIBAT KAN SEMUA NYA..”
“Aku….KAU MENYALAHKAN SEMUANYA PADAKU?AKU BERUSAHA…SANGAT MALAH..KAU YANG HANYA BERLARIAN KESANA KEMARI DAN MEMBUAT MASALAH MANA PAHAM DENGAN KERJA KERAS KU”amarah Gelen meledak,rasa lelah bercampur rasa sakit yang diberikan adiknya padanya membuat amarahnya tidak tertahan.
“berhenti,jangan bertengkar lagi”ibu yang sedari tadi diam angkat bicara,
“Ma,aku sengguh lelah pulang dari kantor,jika Nina tidak membuat masalah bagaimana mungkin aku masih punya tenaga untuk bertengkar dengannya”jelas Gelen dengan nada lemah dan menghela nafas dihujung kata.
“Nina,minta maaf pada kakak mu”perintah ibu menatap wajah Nina
“Eh,untuk apa meminta maaf,apa yang kukatakan tidak ada yang salah”suara Nina meremehkan
“Kau…SUNGGUH TIDAK TAU TERIMAKASIH…DENGAN KERJA KERAS KU LAH KAU MENDAPATKAN APAPUN YANG KAU MAU..KAU SUNGGUH BERBEDA DENGAN NYA…DIA BISA MELAKUKAN APAPUN,BISA MEMBANTUKU MENGEMBANGKAN PERUSAHAAN,IA SANGAT PINTAR DAN JANGAN LUPAKAN JUGA IA SANGAT MENGHORMATI KU..SEDANGKAN KAU..KAU TIDAK ADA APA-APANYA DIBANDINGKAN KUKU JARINYA..”
‘GELEN!BERANI-BERANINYA KAU MEMBANDINGKAN KU DENGAN NYA….”
“BERHENTI-BERHENTI,MAMA MOHON,jangan bertengkar lagi”
“MAMA KIRA AKU TIDAK TAU APA YANG MAMA LAKUKAN SELAMA INI,KAMU SELALU MEMBUAT 3 BAJU KAN..AKU TAU DIDALAM HATIMU KAMU MERASA BERSALAH BUKAN..KAMU MERINDUKAN ANAK YANG KAMU DORONG KE JALAN KEMATIAN BUKAN…”
Mama memegang dadanya,nafasnya terburu-buru,jantungnya berdetak dengan cepat,
“Mama…mama…”Gelen bergegas menompang tubuh mamanya
“Istriku…”papa sungguh tidak menyangka pertengkaran kecil ini akan berakhir seperti ini,ia menatap wajah istrinya dengan khawatir,
Tubuh Nina bergetar ketakutan,ia tidak menyangka perkataan itu akan keluar darinya akibat kemarahannya,ia menatap khawatir Mama nya namun tidak berani untuk mendekat.Papa menatapnya,
“Sungguh keterlaluan,kali ini kamu melampaui batas,jangan keluar kamar sampai saya membebaskan mu”
Nina hanya bisa mengangguk kecil,lalu masuk kekamarnya.Gelen menopang mamanya untuk duduk di sofa.
“Sayang,bernafaslah…”ujar papa
“Mama,ayo pelan-pelan tarik nafas..buang..”
Setelah beberap waktu,Mama akhirnya membaik,ia menatap kosong kedepan,
“Anak ini yang kamu pilih dulu Daren..”ia berbalik menatap suaminya,matanya tampak redup seolah sudah lelah dengan semua hal.
Perkataan itu membuat seluruh tubuh Daren terasa beku,ia hanya bisa menunduk,
“Maaf Sari”
Gelen yang berada diantara mereka mengerti arah pembicaraan mereka,
Andai saja…andai saja ia tidak termakan ego, mungkin saja keluarganya akan baik-baik saja,bahagia dan…..lengkap