NovelToon NovelToon
SIMURA SANG PEWARIS

SIMURA SANG PEWARIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Romansa Fantasi
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: LukmanÆ

Simura Seorang pangeran yang diasingkan dinegeri asing karena difitnah saudaranya. Dia menonjol dalam bidang strategi dan politik namun disisi lain ada sebuah kekuatan magis didalam tubuhnya yang sengaja ia sembunyikan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LukmanÆ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rugi Satu Untung Seribu

Keesokan paginya, udara segar mengiringi keberangkatan Simura dan Li Xiu menuju Serikat Pedagang. Jarak dua kilometer terasa singkat dengan kereta kuda yang melaju tenang. Begitu sampai, mereka disambut oleh hiruk pikuk pusat perdagangan terbesar di Dinasti Mei. Aroma rempah, tumpukan sutra berwarna warni, hingga teriakan para penjaja barang antik menciptakan simfoni kesibukan yang luar biasa.

​"Silakan, Tuan dan Nyonya! Dipilih sutra terbaik kami. Saya jamin ini kualitas premium!" teriak seorang pedagang kain dengan senyum lebar yang dipaksakan.

​"Ini harganya berapa, Pak?" tanya Li Xiu sambil menyentuh sebuah kain sutra yang tampak berkilau.

​"Wah, Nona memiliki selera yang luar biasa! Ini adalah sutra premium asli dari Negara Nesia. Harganya hanya 100 koin emas," ujar si pedagang meyakinkan.

​"Sutra ini bukan dari Nesia, tapi dari negara pesisir. Kualitasnya rendah dan harganya tidak akan lebih dari 10 koin emas," ucap Simura yang sedari tadi hanya mengamati kain sutra itu.

​"Siapa Tuan ini? Beraninya mengacaukan dagangan saya!" tanya pedagang dengan wajah memerah.

​"Aku bukan siapa siapa, aku hanya tidak suka melihat ketidakjujuran dalam berdagang," jawab Simura tenang.

​"Jika Tuan begitu yakin, tunjukkan buktinya!" tantang si pedagang dengan nada tinggi, mengundang perhatian orang-orang di sekitar.

​Tanpa banyak bicara, Simura mengambil secarik kain sutra asli dari sakunya dan membakarnya sedikit di ujung. Kain itu habis menjadi abu halus tanpa bau menyengat. Kemudian, ia melakukan hal yang sama pada kain milik si pedagang. Seketika, kain itu meleleh, menggumpal seperti plastik, dan mengeluarkan bau hangus yang tajam.

​Kerumunan penonton langsung riuh. Merasa tertipu, mereka meninggalkan kios itu dengan cacian. Si pedagang jatuh terduduk, bersujud memohon maaf sambil gemetar. merasa iba, Simura justru mengulurkan kantong berisi 100 koin emas kepadanya.

"Ambillah untuk sebagai ganti rugi kainmu. Berdagang lah dengan jujur jika ingin berkah," pesan Simura kepada si pedagang.

​Langkah mereka berlanjut ke Rumah Lelang yang sedang riuh. Di atas panggung, terpampang sebuah batu kecil yang tampak kusam, berlumut, dan termakan air. Tak ada satu pun pengunjung yang berminat menawar karena batu itu tampak seperti sampah sungai.

​"500 koin emas," suara Simura memecah keheningan.

​Seluruh ruangan mendadak sunyi, lalu tawa pecah seketika. Mereka mengejek Simura karena membuang uang demi batu tak berguna.

"Simura, jangan konyol. Itu hanya batu biasa." ucap Li Xiu sambil menarik lengan baju Simura

​Namun, Simura tetap teguh. Saat tiba saatnya batu itu dibelah, suasana menjadi tegang. Begitu mata pisau pembelah mengenai inti batu, cahaya hijau zamrud yang sangat pekat dan jernih terpancar keluar.

​"Imperial Green! Ini Giok Hijau Kekaisaran yang langka!" teriak sang pelelang dengan suara bergetar.

​Harganya melonjak drastis hingga mencapai 3.000.000 koin emas. Orang orang yang tadinya menghina kini tertunduk malu, bahkan ada yang menangis menyesali kebodohan mereka sendiri karena melewatkan harta karun tersebut. Li Xiu hanya bisa terpaku, tidak menyangka bahwa pria di sampingnya memiliki penglihatan seajaib itu.

​Menjelang sore, mereka berkeliling membeli keperluan rumah. Li Xiu sempat terpana melihat sebuah gaun sutra yang luar biasa indah seharga 1.500 koin emas. Simura sudah bersiap mengeluarkan pundi pundinya, namun Li Xiu menahan tangannya dengan lembut.

​"Gunakan uangmu untuk hal yang lebih penting. Keperluan harian kita lebih utama," bisik Li Xiu.

Simura tertegun melihat sisi bijaksana dari sang Putri, ia pun mengangguk meski hatinya tetap ingin memberikan yang terbaik untuk Li Xiu.

​Saat matahari mulai condong ke barat, mereka bersiap pulang. Muatan barang mereka begitu banyak hingga Simura harus menyewa satu kereta kuda tambahan untuk mengangkut sisa belanjaan.

​Di atas kereta yang melaju pulang, di bawah langit yang mulai memerah, Li Xiu melirik Simura yang duduk di depannya. Ada rasa bangga dan nyaman yang tumbuh di hatinya. ternyata Simura mempunyai sifat bijaksana dalam menjalani kehidupan.

​(Bersambung)

1
3RSEL
cerita nya bagus dan mudah di pahami, alurnya juga menarik.Meskipun tidak dijelaskan dengan detail tingkatan kekuatan si cerita ini.Semangat terus Thor.
3RSEL
semangat terus Thor
3RSEL
sejauh ini cerita nya bagus dan enak dibaca.Tetap semangat, berkarya tidaklah mudah jadi sehat sehat selalu.Pertahankan alur ceritanya, efesien tidak bertele-tele namun tetap jangan terlalu dipaksakan.😁😁😁Maaf bukan menasehati hanya keinginan saya saja ✌️✌️✌️
LukmanÆ: ok, makasih sarannya👍👍
total 1 replies
Leha Rahman
lanjut Thor 😍
Andira Rahmawati
hadir..
Alia Chans
First baca 1 bab dah seru
semangat thor ✍️🤭😉🌹


kalo berkenan mampir juga ya thor😉🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!