seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8. Aku Yang Dulu Bukan Lah Yang Sekarang
Leni sudah bersiap untuk tidur, dengan pakaian tidur sederhana gadis itu menggerai rambut nya yang biasa di ikat, lalu merapikan tempat tidur untuk suami nya, sedangkan dirinya mengambil selimut dan bantal memisahkan di lantai.
“Hari ini mas Yuda sudah sangat baik pada ku, apakah aku harus melayani dia malam ini,” gumam Leni menggigit bibir nya karena merasa malu dan sungkan.
Yuda sudah lama tidak menyentuh istri nya, sehingga Leni pun merasa kesepian tapi tak berani komentar dan hanya memendam nya sendiri, dan malam ini Leni merasa ia akan mengajukan diri melihat perlakuan suami nya.
Di saat sedang melamun di atas tempat tidur dari arah luar pintu di buka, dan Yuda masuk dengan wajah segar karena habis cuci muka dan bersiap untuk tidur. “Kenapa belum tidur? Malah melamun,” Yuda duduk di samping istri nya.
Leni yang melihat kejadian suami nya langsung beranjak turun dari ranjang.
Tapi Yuda tidak membiarkan nya, dan menahan tangan Leni. “Kamu mau kemana.”
“Aku tidur di lantai aja mas, aku udah biasa tidur di sini kok,” jawab nya dengan lembut, dirinya seolah ikhlas tidur di lantai yang dingin demi kenyamanan suami nya.
Hati Yuda terenyuh mendengar nya bahkan bajingan pemilik tubuh ini tidak membiarkan istri nya tidur dengan nyaman di atas tempat tidur. “Apakah pemilik tubuh ini tidak melihat kecantikan istri nya.”
Leni melihat suami nya termenung tidak menunggu langsung membaringkan tubuh nya, beralaskan kain tipis di lantai Leni mulai memejamkan mata nya.
“Eh.! Mas kamu mau bawa aku kemana,” Leni kaget karena tiba-tiba sebuah tangan kekar mengangkat tubuh nya.
Yuda hanya diam lalu meletakkan tubuh istri nya di atas tempat tidur tempat tidur itu memang cukup u tuk mereka berdua, namun setelah meletakkan tubuh istri nya Yuda langsung menyingkir kan kain tipis di lantai Kemudian membaringkan tubuh nya di sana.
Leni yang melihat Isti spontan bangkit lalu menatap suami nya heran. “Mas, apa yang kamu lakukan! lantai dingin kamu bisa masuk angin.”
“Biarkan saja, kamu tidur saja yang nyenyak di atas, biar aku juga merasakan apa yang selama ini kamu rasakan sayang..!” jawab Yuda ternyata ingin menebus segala yang telah di rasakan oleh istri nya.
Mata Leni langsung berair setelah mendengar kalimat suami nya, kalimat yang bahkan tidak pernah terpikir oleh Leni kalau suami nya memiliki tujuan seperti itu.
Brughh.!!,
namun Leni tipe istri yang tidak bisa melihat suami nya merasa sakit, melihat suami nya memejamkan mata ia sendiri turun lalu memeluk suami nya dari belakang ikut memejamkan mata.
Yuda membuka mata melirik ke arah tangan yang lembut memeluk tubuh nya. “Hiks.. Aku selama ini tidak pernah menyalahkan mu mas, aku ikhlas walau hanya tidur di lantai.”
srekk.!!,
“Sayang.. jangan tidur di sini oke, kamu di ranjang saja nanti badan mu sakit,” suruh Yuda.
“Bagaimana dengan mu mas, selama ini kamu tidak terbiasa tidur di lantai,” mata bulat berair hidung kembang kempis membuat hati Yuda benar-benar merasakan kasih sayang dan jatuh cinta kepada seseorang setelah ibu nya.
“Kamu adalah suami Leni, di mana pun kamu berada Leni akan ikut.”
“Tapi selama ini aku bukan suami yang baik untuk mu-...”
“Hustt.!! Tidak ada yang bisa menilai kecuali Leni sendiri, memang mas Yuda jahat dan sering kasar ke Leni, tapi Leni percaya kalau mas Yuda akan berubah dan hari ini hal itu ternyata beneran terjadi,” ujar Leni tidak ada rasa ragu dan bimbang dalam mengucap hal itu, seolah dirinya percaya kepada suami nya itu.
“Di atas aja ya mas, biar aku yang di sini,” Yuda langsung menggeleng, menolak keras dengan usul istri nya.
“Kita berdua atau kamu aja di atas! Pilih!!” tegas Yuda membuat Leni terdiam, ia tak masalah sebenarnya tidur berdua, tapi ia tak enak hati dengan suami nya, yang biasa nya tak mau tidur dengan nya.
“Jangan pernah mengingat apa yang ku ucapkan dulu, aku yang dulu bukan lah yang sekarang! Mengerti,” Yuda tak mau istri nya terus mengingat perkataan dan perlakuan suami nya dulu.
"Ngerti mas, berdua di atas aja mas, aku takut kamu kedinginan.”
Yuda pun mengangguk langsung mengangkat tubuh istri nya kembali ke atas tempat tidur, kali ini Yuda pun berbaring di samping istri nya, sebelum tidur Yuda menyelimuti istri nya agar merasa nyaman tidak kedinginan.
“Kamu bisa tidur nyenyak sekarang,” ucap Yuda lalu pura-pura memejamkan mata.
Leni yang melihat suami nya, seperti sudah tidur kemudian ikut memejamkan mata karena ia sendiri sudah mengantuk dari itu.
Tanpa Leni tahu dari tadi Yuda hanya memejamkan mata tanpa tertidur, setelah mendengar dengkuran halus di samping nya Yuda membuka mata nya kembali berbalik ke arah istri nya.
“Kamu begitu lembut, sampai aku lupa punya penderitaan di masa lalu sayang,” gumam Yuda, lalu Yuda hendak turun dari tempat tidur untuk pergi ke luar sebentar.
Grap.!!,
“Jangan pergi mas, Leni takut sendirian, hmph..!”
Yuda kaget saya istri nya berbalik lalu melingkari tangan ke pinggang nya memeluk nya dengan erat, seolah tidak mengizinkan Yuda pergi. Tapi saat Yuda mengintip mata gadis itu terpejam dengan nafas teratur.
Namun Yuda tak tega untuk meninggalkan gadis itu akhirnya memutuskan untuk kembali berbaring. “Aku gak pergi kok, aku tetap di sini.”
Bulan yang bersinar di balik jendela menjadi saksi kalau Yuda dan Leni sudah kembali menjadi pasangan yang akan membuat iri semua suami istri di zaman ini.
~
Sedangkan di rumah Bagas, Yeti baru saja selesai memasak untuk putri nya, yang sedang sakit. Sudah dua hari karena tidak makan, putri nya jatuh sakit, namun Yeti tetap tegar walau dirinya sendiri mengurus putri nya, entah kemana suami nya saat ini.
“Sayang, ayo makan mamah udah bawa makanan untuk Ziyan makan,” ucap Yeti sambil mengaduk-aduk bubur beras putih yang sangat putih dan Yeti sendiri baru melihat nya.
“Iya mah, Uhuk..!” Ziyan gadis kecil itu sangat malang dari kecil sama sekali tidak pernah di anggap oleh ayah nya, dan selalu di anggap beban oleh Bagas.
setelah menyuap satu sendok terlihat wajah Ziyan sedikit membaik, tidak sepucat awal nya. “Mamah juga makan bubur nya,” suruh gadis kecil itu tahu kalau ibu nya belum makan dan menyuruh nya makan bersama.
“Iya sayang mamah juga makan kok,” Yeti pun tersentuh dengan perhatian putri nya, bahkan suami nya saja tidak pernah bertanya kabar ataupun tetap nya.
“Ayah ke mana mah, kok belum pulang?” tanya nya.
“Udah gak usah nyari ayah, mungkin ayah kamu lagi cari uang buat kita.”
“Mamah boong ya, pasti ayah lagi main judi lagi.”
Deghh.!!