Rachel selalu bermimpi buruk yaitu mimpi ia sedang di penggal dihadapan ratusan orang gaunnya penuh bercak darah. Rasa kekecewaan, rasa kesedihan, dan rasa kebencian menjadi satu.
Tetapi Rachel merupakan seorang gadis mahasiswa. Rachel selalu keheranan kenapa dia selalu bermimpi seperti itu apalagi tempat itu seperti jaman dahulu bukan jama sekarang yang terdapat mobil, pesawat dan gedung pencakar langit.
Suatu hari dia terbangun tetapi terlihat tampak nyata bangunan dengan penuh artefak pada jaman Eropa dulu. Rachel tiba-tiba teringat semua dia tidak bermimpi buruk tetapi itu merupakan hal yang benar-benar nyata dikehidupannya duhulu. Nama ia yang asli adalah Daisy yaitu seorang ratu di kerajaan Trayvon tetapi digulingkan dengan cara keji, licik dan difitnah. Seluruh keluarganya satu-persatu di penggal oleh raja yang bodoh dan seorang perempuan yang ingin menjadi ratu.
Dia memutuskan untuk membalas dendam, tidak akan membiarkan dia perempuan licik menjadi ratu dan melindungi keluarga yang dia cintai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liana Flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keributan
setelah Daisy bermain piano seperti biasa Daisy berkeliling menyapa para bangsawan yang datang di pesta debutnya.
Barbara jalan menuju kearah putra mahkota yang sedang menikmati segelas jus jeruk.
" Yang mulia.. saya Viscountess Barbara. apa kabar anda baik?", ucap Barbara.
"lady Barbara tentu saja keadaan saya baik", ucap putra mahkota.
"semakin hari anda terlihat tampan dan berwibawa yang mulia", ucap Barbara tersenyum manis.
"terimakasih atas pujiannya lady Barbara", ucap putra mahkota.
Barbara berencana untuk mengacaukan pesta debut daisy dengan menjatuhkan diri kehadapan putra mahkota ketika pelayan keluarga daisy melewatinya dengan begitu barbara bisa memarahi pelayan itu dan membuat pelayan Daisy terlihat tidak sopan di hadapan putra mahkota.
tidak lama kemudian pelayan lewat dan barbara menjatuhkan diri dihadapan putra mahkota.
bruk..
membuat seluruh pakaian putra mahkota tertumpah jus jeruk. "AW", teriak putra mahkota.
Melihat kejadian itu Daisy lari menuju kearah kejadian.
"ya ampun lady Barbara apa anda tidak papa.. ayo cepat bangun lady", ucap Daisy yang langsung menarik Barbara dan membangunkannya.
"Pelayan cepat bantu lady barbara. aku harap anda baik-baik saja lady", ucap Daisy cemas tetapi tersenyum.
Daisy pun langsung menuju kearah putra mahkota yang sudah dibantu bangun oleh pengawal.
"putra mahkota apa anda baik-baik saja? maafkan kejadian yang kurang mengenakkan", ucap Daisy membersihkan pakian putra mahkota yang terkena jus jeruk dengan sapu tangannya.
"tidak papa lady Daisy", ucap putra mahkota sambil memegang kedua tangan Daisy lembut.
"ya ampun yang mulia putra mahkota maaf kan kejadian ini.. mari saya antar untuk mengganti pakaian yang baru", ucap Herry.
"baik merquess Herry, tunggu dulu lady Daisy apa saya boleh membawa sapu tangan lady?", ucap putra mahkota.
"tentu sajah yang mulia", ucap Daisy.
putra mahkota menuju kamar Herry untuk mengganti pakaian yang baru.
Duke Edwin Richardson dari tadi melihat kejadian yang terjadi sambil duduk menikmati hidangan tanpa sengaja wajah Daisy dan Duke Edwin bertatapan. Duke Edwin tersenyum ke arah Daisy. Daisy membalas senyum dengan sedikit canggung dan berjalan menuju kearah orang taunya.
Barbara murka dan pergi meninggalkan pesta Daisy. Daisy tersenyum bahagia melihat Barbara keluar dari pestanya berkat Barbara Daisy dan putra mahkota menjadi lebih dekat.
Setelah 6 jam berlalu akhirnya pesta debut kedewasaan Daisy berakhir dengan segala keributan dan kejadian yang terjadi di pesta.
Daisy membaringkan badannya di atas kasur.
"hari yang melelahkan .. pipiku sampai sakit begini karena keseringan tersenyum gigi saya hampir kering.." ucap daisy.
"nona hari ini pestanya lancar yaa walaupun ada kejadian yang aneh.. saya jadi tidak suka dengan lady Barbara", ucap pelayan.
"dia memang pembuat onar namanya juga Barbara seperti kambing", ucap Daisy ketawa.
"julukan yang bagus nona.. lady barbara yaitu lady kambing", ucap pelayan ketawa bersama.
***
keesokan harinya Daisy pergi ke taman seperti biasa berbincang dengan ibunya.
"ibu sudah mencari guru yang tepat denganmu untuk mengajar politik dan hukum sekaligus", ucap ibu.
"terimakasih banyak ibu", ucap Daisy.
"ouh ya ibu dapat surat dari tuan count berterima kasih atas saran yang kamu berikan kepadanya dan penipu itu tertangkap. ibu juga sudah mendengar apa yang kamu bicarakan dengan tuan count", ucap ibu.
"itu bukan hal yang besar kok Bu itu hal yang wajar bagi kehidupan berbisnis", ucap Daisy.
"Kakek kamu dan paman mu terkejut dengan hal itu. kamu masih muda tapi bisa berpikir sangat jauh.. tentu sajah kamu pintar karena turunan dari ibu", ucap ibu.
"he he he iya benar turunan ibu", ucap daisy.
"jadi guru yang kamu inginkan langsung dari kakekmu beliau orang yang di percaya oleh kakekmu dan pekerja di rumah kakek.
Dia Count hendrick ", ucap ibu.
"saya akan bersikap baik dengannya", ucap Daisy.
"kakek mu juga datang hari ini nanti siang dengan count Hendrick jadi persiapkan dirimu", ucap ibu.
"tentu saja ibu.. saya akan menjadi murid yang teladan dan akan menjadi rangking satu", ucap daisy mengangkat jari telunjuknya.
"kamu belajar di rumah bukan di akademi Daisy", ucap ibu.
"hehehe maksudnya saya akan membuat bangga ibu", ucap daisy.
tidak lama kemudian Duke Frunklin dan count Hendrick datang.
"nyonya tuan Duke datang", ucap pelayan.
Daisy dan ibu bergegas menuju ruang tamu.
"maaf sudah lama menunggu ayah dan tuan Hendrick", ucap ibu.
"tidak papa nyonya, tidak menunggu lama", ucap count Hendrick.
"tuan Hendrick ini putri saya Daisy dia akan menjadi murid anda", ucap ibu.
" iya saya sudah dengar semuanya dari tuan duke", ucap count Hendrick
Duke Frunklin duduk dan menikmati secangkir kopi.
"bagaimana nona Daisy anda sudah siap untuk mulai belajar?", ucap count Hendrick.
"Iyah tentu sajah langsung saja hari ini", ucap Daisy
"saya sudah menyiapkan ruangannya tuan count yaitu di sebelah ruangan keluarga", ucap ibu.
Daisy dan Count hendrick langsung menuju ruang mengajar sedangkan ibu mengobrol dengan kakek.
Daisy dengan serius mendengarkan penjelasan dari count Hendrick sama seperti dia saat kuliah di kehidupan modern memperhatikan dosen sedang mengajar.
Daisy mencatat beberapa poin penting di selembar kertas.
"nona Daisy anda bisa menulis dengan baik", ucap count Hendrick.
"Iyah saya sudah bisa menulis dan membaca dengan baik. saya bukan kanak-kanak lagih", ucap Daisy.
"biasanya lady yang lain mereka tidak pandai menulis mereka akan menyuruh orang lain untuk menuliskannya" , ucap count Hendrick.
"itu lady yang lain kalau saya berbeda tuan count Hendrick", ucap Daisy.
kegiatan mengajar pun dilanjutkan mereka berdiskusi dengan seru mengenai politik dan hukum yang terjadi di kerajaan Tryvon.
buat otor semangat jg ya😘
mantap Thor
semangat up dan jaga kesehatan kakak
mari kita saling mendung kak
Mantap Thor.
Lanjutkan
Semangat