Kisah yang menceritakan perjalanan sepasang Suami Istri, Darma dan Arsyla yang belum juga dikaruniai sang buah hati karena penyakitnya. Demi mendapatkan keturunan, Darma menikah lagi dengan seorang Wanita. Adakah laki laki yang bisa menerima kekurangan Arsy akan penyakitnya?
Penasaran? ikutin yuk, jalan ceritanya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menemui
Arsyla sedang berada di belakang rumah berkeliling kebun bunga milik Ibu mertuanya untuk mengobati kejenuhannya.
Tiba tiba ada suara seorang perempuan yang berseru.
"Hai Zelyn sayang.. apa kabarnya kamu sayang?" sapa Ibu Ferly.
"Kabar Zelyn sangat baik Tante, tante sendiri bagaimana kabarnya? " jawab Zelyn sambil memeluk Ibu Ferly.
"Kabar Tante baik, Ayah dan Ibu dirumah bagaimana kabarnya?" tanya Ibu Ferly.
"Baik juga kok tante, oh iya, mas Darma ada tante? "
"Darma sudah berangkat kerja Zel," jawab Ibu Ferly.
Sedangkan Arsy merasa sudah bosen berada di taman belakang, dan beranjak pergi dari taman bunga, disaat Arsy masuk kedalam rumah terdengar dengan jelas ada suara Wanita yang sempat tertangkap suara yang samar ditelinganya.
Arsy melihat dengan jelas keakrabpannya antara Ibu Mertua dan wanita yang tidak dikenalnya.
Arsy segera mendekati dan menyapa nya.
"Ibu, Siapa dia? " tanya Arsy penasaran.
"Namanya Zelyn teman Yona." Jawab Ibu Ferly.
"Perkenalkan namaku Arsy istri Mas Darma. "Ucap Arsy.
" aku Zelyn, istri Mas Darma?" ucap Zelyn.
"Benar nih Tan, istri Mas Darma? kenapa tidak memberi kabar Yona sih Tan," tanya Zelyn tidak percaya kepada Ibu ferly.
Sedangkan Arsy merasa ada cemburu dengan sikap Yona kepada Ibu mertuanya.
Namun Arsy berusaha bersikap biasa saja dirumah Mertua.
"Ibu.. Nona Zelyn, Arsy masuk kamar dulu ya," ucap Arsy lalu melangkahkan kakinya untuk manaaiki anak tangga.
Ibu Ferly dan Zelyn hanya mengangguk, tanpa mengucapakan sepatah kata pun. Sejak Arsy dinyatakan sakit, sikap Ibu Ferly berubah dan tidak sehangat dulu.
sesampainya dikamar Arsy merebahkan tubuhnya ditempat tidur sambil menunggu waktu nya makan siang,karena Arsy berencana untuk mengantarkan bekal untuk suaminya.
Ibu Ferly maupu Zelyn kini pergi ke belakang sambil menikmati secangkir teh hangat untuk temani ngobrolnya.
"Tan, kok Tante tidak bilang bilang sih sama Yona, kalau Mas Darma menikah. Padahal Yona dari dulu sangat mencintai Mas Darma, dan kedatangan Zelyn ingin mendekati Mas Darma, tetapi sepertinya Zelyn sudah tidak mempunyai harapan lagi. " Ucap Zelyn dengan muka masam.
"Tante sebenarnya juga menyesal telah menikahkan Darma dengan Arsy, " ucapnya.
"Kenapa menyesal Tan, bukannya justru Tante bahagia karena menantu Tante juga cantik. Apa karena dia orang tidak punya Tante? " jawab Zelyn.
"Bukan itu masalahnya, karena Arsy juga dari kalangan orang berada, justru dia satu satunya pewaris." Ucap Ibu Ferly.
"Lalu kenapa Tan? " tanya Zelyn.
"Arsy mengidap kanker rahim, danTante takut jika Arsy tidak bisa memberi keturunan kepada keluarga Nugraha. " Jawab Ibu Ferly.
"Apa.... kanker rahim? mengerikan sekali Tante," ucap Zelyn terpenganga.
"Maka dari itu, Tante mau memberi kesempatan dalam satu tahun, jika Arsy belum juga dapat disembuhkan, Tante berencana mau mencarikan pengganti Arsy. " Ucap Ibu Ferly.
"Apa...? tante mau mencarikan pengganti Arsy? apa Mas Darma mau Tan?" tanya Zelyn.
"Mau tidak mau Zel, Om Nugraha pasti juga menanti cucu untuk menjadi penerus Darma. Kalau tidak mempunyai keturunan untuk apa? " ucap Ibu Ferly.
"Iya juga sih Tan, tapi sepertinya Mas Darma tidak mau meninggalkan Istrinya deh Tan, bukankah Mas Darma sangat tergila gila dengan Arsy. " Ujar Zelyn.
"Andai saja dari dulu kamu bilang sama Tante, kalau kamu mencintai Darma. Pasti sudah tante jodohkan dan sudah menikah pastinya. " Ucap Ibu Ferly.
"Sekarang pun, jika Zelyn harus dijadikan yang kedua, Zelyn mau kok Tante.. " jawab Zelyn.
"Apa yang kamu bilang barusan, Zelyn? kamu mau menjadi istri kedua Darma?" tanya Ibu Ferly semangat.
"Benar Tante, Zelyn mau jika harus menjadi Istri kedua Mas Darma. " Jawab Zelyn bersemangat.
Semoga ini titik terang, meski aku yang menjadi kedua, setidaknya aku menjadi Istri Mas Darma. Siapa coba yang tidak mau menikah dengan Pria tampan, sudah begitu CEO lagi. Batin Zelyn.
"Tapi kamu harus menunggu waktu sampai satu tahun, jika Arsy tidak juga kunjung sembuh Tante akan menjodohkanmu dengan Darma. " Ucap Ibu Ferly.
"Iya Tante, Zelyn akan sabar menunggunya kok, sambil menunggu sambil mendekati Mas Darma, boleh kan, Tante?" jawab Zelyn.
"Tentu saja, Tante tidak melarangnya. " Ucap Ibu Ferly.
Sedangkan Arsy mulai sibuk didapur, memasak untuk makan siang suaminya di Kantor, dengan telaten Arsy menyiapkannya dengan baik.
Waktu pun tidak terasa sudah hampir mendekati waktu jam makan siang, dengan langkah cepat Arsy meminta supir untuk mengantarkannya ke Kantor Darma.
Sesampai di Kantor, Arsy disambut dengan hangat oleh para karyawan Darma. Arsy sangat di kagumi oleh para Karyawan, tidak ada yang berani mencelanya. Karena Arsy sendiri juga dari keluarga yang terpandang dan berada. Semua penghuni Kantor Darma sudah mengetahui jika Arsy istri Darma adalah Putri dari Tuan Kesuma. Arsy sendiri adalah pewaris tunggal karena tidak mempunyai saudara. Semua pria mengagumi sosok Arsy yang sederhana dan juga tidak sombong, semua dari kalangan bawah sampai atas, Arsy tidak pernah membedakan status siapa siapanya.
Sekretaris Darma mengantarkan Arsy sampai diruangan kerja Darma.
Ceklek.. Suara pintu terbuka mengagetkan Darma yang sedang sibuk dengan laptopnya. Arsy sendiri tidak mengizinkan sekretaris Darma mengatakannya, bahwa dirinya telah datang.
"Sayang... kenapa kamu tidak mengabariku jika kamu akan datang kemari, aku kan bisa menjemputmu di depan." Ucap Darma dengan perasaan bahagia.
"Aku mau memberi kejutan untukmu sayang.. " ucap Arsy dengan senyum manja.
"Baik lah, kalau begitu kita makan siang dulu, bagaimana? " sahut Darma.
Keduanya menikmati makan siang masakan Arsy. Darma sangat menikmati masakan Istrinya, keduanya terlihat sangat romantis. Meski terhalang beban atas kesehatan Arsy, Darma masih seperti dulu, tetap menyanyangi Arsy dan tidak merasa terbebani akan hasil kesehatan Arsy.
Darma percaya jika Arsy masih bisa disembuhkan meski lama, Darma tetap berfikiran positif. Beda dengan kedua orang tuanya, sangat takut jika Arsy tidak segera memberikan cucu untuk Tuan Nugraha.
Waktu makan siang pun telah selesai, Arsy segera membersihkan meja yang kotor yang dipergunakan untuk makan siang. Arsy dengan cekatannya membersihkan meja tempat dimana keduanya makan siang.
"Setelah makan siang selesai, Arsy pamit pulang, karena Arsy harus banyak istirahat, Darma tidak ingin melihat Istrinya merasa lelah.
Darma mengantar Arsy sampai didepan Kantor Perusahaannya. Arsy begitu menikmati momen bahagia ini, begitu juga dengan Darma, sama sama menikmati momen bahagianya.
Disetiap perjalanan Sampai di depan Kantor, semua karyawan dibuat rasa iri akan kemesraan Sang CEO dan Istri nya.
Semua terkagum kagum dan menunduk dengan rapi disaat Arsy dan Darma melewati setiap lurung Kantor.
Arsy berpamitan untuk pulang, meski sebenarnya masih ingin berlama lama dengan Suaminya. Namun Arsy tetap harus bersabar demi kesehatannya.
"Sayang.. Aku pulang terlebih dahulu ya sayang.." ucap Arsy lembut.
"Hati hati ya sayang.. " jawab Darma dan mencium kening istrinya.