NovelToon NovelToon
RINDU SANG PRESDIR

RINDU SANG PRESDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:5.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Heniff

Luna, seorang gadis berusia 19 tahun. Gadis Desa yang merantau ke kota bersama Ibunya. Gadis yang anggun, lembut, ayu, tangguh serta mandiri. Dia hamil tanpa suami dan belum pernah sekalipun melakukan hubungan dengan laki-laki. Berawal dari kejadian yang tidak terduga. Luna mengalami sakit perut lalu melakukan pemeriksaan di rumah sakit PERMATA DOA. Dari situlah awal kehamilan Luna hingga membuat malu keluarga.

Dapatkah Luna dan keluarganya menerima kehamilannya? Atau kejadian di luar dugaan malah dialami oleh keluarga Luna?
Dan bayi siapa yang Luna kandung? Apakah bayi Luna adalah keturunan pertama pewaris perusahaan terbesar di Kota J. Yuk langsung simak ceritanya.

*Mohon dukungan para Readers tersayang..*

Karya ini diterbitkan atas izin mangaToon Heniff, Isi Konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili MangaToon itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heniff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8

Sementara Lia yang masih tertegun dan kaget mencoba meraih HP untuk mengabari 4 sahabat Group WA MACASOW-nya alias sahabat karib yang manis, cantik dan Sholihah.

“Hai say..malem-malem di rumahku geger banget deh! Kakakku si Rama pukul segini gedor-gedor pintu kamarku karena nyari kunci mobil yang kemarin aku pinjam buat kita nongkrong itu. Ternyata apa yang terjadi..?! Istri Bosnya Kak Rama yang terkenal dingin itu meninggal karena kecelakaan di Tol Pelangi. Kebayang gak sih, betapa kagetnya aku sampai kakiku lemas, berarti aku punya peluang dong. Buat jadi istri Bosnya kak Rama yang tajir itu. Tapi Astaghfirullah jadi ngelantur aku ini ya,Cuma ngabari ini doang, aku tidur lagi ya sahabat macasowku..emuah,” ahirnya lia menyudahi jari jemarinya yang menari di layar benda pipih itu.

***

Di Tol Pelangi, proses evakuasi tubuh Selena yang sudah tidak bernyawa telah berhasil, polisi memasukkan tubuh Selena ke dalam mobil Ambulan. Arka yang sendirian berusaha untuk mengontrol emosi dan tubuhnya, di balik tubuhnya yang tinggi besar dan sispek tetap bernaung jiwa yang lembut dan penyayang, sekali pun terlihat dingin dan tidak tersentuh.

“Gimana Ar,” Suara Rama mengagetkan Arka.

“Semua sudah selesai Ram, Selena sudah di bawa ke RS terdekat untuk di visum.”

“Kenapa harus di Visum segala Ar, kenapa tidak langsung kita bawa pulang saja.”

“Tidak! Kita tetap mengikuti prosedur saja, hawatir keluarga Selena kurang percaya kalau Selena kecelakaan tunggal. Kita persiapkan pemakaman sesuai proses saja, supaya kalau sudah selesai pemeriksaan kita langsung bisa urus pemakaman Selena.”

“Ok. Sabar ya Ar, aku turut berduka cita atas meninggalnya Selena.”

“Iy terimakasih,” Arka dan Rama langsung menuju mobil masing-masing dan menuju RS dekat Tol Pelangi, Arka meminta Rama untuk menemaninya.

Ketika mereka sampai di RS tujuan. Hp Arka berbunyi dan tampak di layar, Pak Hari sedang menelepon.

“Hallo Assalamu’alaikum Arka, Papa dapat info dari Pak Bejo kalau kamu sedang di Tol Pelangi karena Selena kecelakaan?”

“Iya Papa Wa’alaikumsalam, Arka sedang di RS dekat Tol Pelangi Jenazah Selena dibawa ke sini sama pihak berwajib untuk di Visum.”

“Apa! Berarti Selena meninggal di tempat. Kita akan kabari keluarga Selena supaya segera datang ke Jakarta.”

“Iya Papa, terimakasih Sudah membantu Arka.”

“Iya nak kamu yang sabar ini Mama bersama Papa, Kita akan segera menyiapkan pemakaman Selena tapi tetap menunggu pihak berwajib bukan begitu Arka.”

“Iya Papa.”

Kaluarga Arka yang disibukkan dengan pencarian wanita yang menjalani proses IUI dari darah daging keluarga HJG. Berubah berkabung dengan suasana sangat berduka dengan meninggalnya Selena. Pasti siaran berita di Sosmed, media Elektronik dan media cetak, akan lebih memperkeruh keadaan karena kasus kecelakaan Selena, dan keluarga HJG harus benar-benar menyiapkan strategi agar pemberitaan tidak semakin panas.

Sementara keluarga HJG menyiapkan pemakaman untuk Selena, keluarga Selena juga sudah dikabari dan sudah dalam perjalanan ke Jakarta, sedangkan Arka dan Rama masih menunggu hasil Visum dari pihak rumah sakit.

Hari sudah menunjukkan pukul 5 pagi, karena Arka dan Rama sangat mengantuk dan kelelahan, mereka tertidur di kursi tunggu rumah sakit, tanpa menyadari hari sudah pagi dan mereka belum Sholat Shubuh, karena banyaknya orang yang semakin ramai dan berlalu lalang, dan beberapa di antara mereka ada yang mengenali Arka sebagai pewaris tunggal HJG, malah menggunakan kesempatan untuk berselfi di samping Arka yang tertidur tidak berdaya dan mengunggahnya di Sosmed. Tidak lama dunia maya sudah heboh dengan Foto Arka yang tertidur tidak berdaya di kursi tunggu rumah sakit.

Situasi sudah sangat ramai, Arka dan Rama seketika terbangun karena melihat orang-orang berkerumun di sekitarnya, mereka berdua sangat kaget. Karena banyak orang yang tidak mematuhi protokol kesehatan, pihak keamanan rumah sakit segera membubarkan kerumunan itu, kemudia Arka dan Rama segera pergi untuk Sholat Shubuh.

“Ar, kamu tau mereka tadi berkerumun sedang apa?” Rama bertanya pada Arka.

“Mana aku tau, kamu sendiri ngapain tanya ke aku.”

Tiba-tiba HP Rama berdering panjang, ada telepon masuk ternyata Lia adik Rama.

“Hallo ad apa li,” Rama langsung bertanya Lia tanpa salam.

“Salam dulu kak..,”

“iya deh Assalamu’alaikum, ngapain sudah telepon, aku mau Shubuh dulu, nanti saja tlp lagi kalau mau telepon.”

“Tidak usaha Kak, Cuma mau ngabari sesudah Shubuh nanti coba lihat Sosmed ya,” Lia langsung menutup kembali HP-nya.

Beberapa menit setelah Arka dan Rama Shubuh, mereka mencoba membuka Sosmed masing-masing, dan yang menjadi topik utama adalah Bos HJG sedang berfoto dengan satu Fans dan posisi Arka yang sedang tertidur tidak berdaya di kursi tunggu, Rama tidak berdaya menahan tawa, dia tertawa hingga membuat Arka kaget dan senyum-senyum sendiri melihat fotonya terpampang jelas dengan caption Bubuk dulu tampan ayang. Arka pun meringis dengan muka merah saat melihat Sosmed yang menjadi trending topik pagi ini.

“He kenapa menatapku begitu, sudah tau kalau aku tampan? Sudah kamu pergi ke kantor sana terusin tu rapat dengan PT. Angkasa Pura, bagaimana pun hasil rapatnya, aku mau pihak kita tetap mendapat untung, setelah rapat tolong offkan dulu jadwalku selama beberapa hari, aku mau urus semua keperluan, kalau bisa selama aku off usahakan tidak ada meeting sekalipun dengan tanpa tatap muka.”

Tanpa penolakan, Rama langsung mengangguk dan langsung berangkat pergi, dia harus ke rumahnya dulu untuk berganti pakaian yang lebih layak jika mau ke kantor. Sementara Arka masih masih menunggu di RS. Lama Arka sendiri tanpa ada teman, di tetap berusaha tenang.

Sebenarnya apa yang terjadi Sel, kenapa kamu begitu cepat meninggalkan aku dengan banyak sekali beban dan pertanyaan yang harus aku selesaikan dan aku pikul sendiri.

Rama berbicara dengan dirinya sendiri.

Setelah matahari mulai terik sekitar pukul 08.30 WIB, Dokter memanggil Arka untuk menerima penjelasan dan bukti kongrit atas meninggalanya Selena, dan memang benar Selena murni kecelakaan tunggal, karena tidak ada bukti yang mengarah kepada motif pembunuhan atau karena alkohol dan unsur yang lain. Pihak kepolisian yang melakukan olah TKP juga sama bahwa meninggalnya Selena adalah murni karena kecelakaan yang mengarah pada Selena yang sedang mengemudi dalam keadaan mengantuk karena terlalu lelah.

Semua proses di rumah sakit dan kepolisian sudah selesai, Arka pamit kepada para dokter dan polisi yang sudah mengawasi jalannya otopsi dan visum, Arka membawa beberapa map sebagai bukti olah TKP dan Visum Selena. Ahirnya jenazah Selena dibawa ke rumah Pak Hari sebagai rumah utama keluarga HJG, bagaimana pun Selena adalah menantu keluarga kaya raya dan terhormat di kalangan elit politik pengusaha dan masyarakat.

“Ok kalau begitu Dokter, Pak Polisi saya pamit dulu, terimakasih atas kerjasama dan bantuannya, semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan yang Maha Esa,”

Arka menangkupkan kedua tangannya sebagai tanda salam dengan protokol kesehatan semenjak adanya corona. Pihak Dokter dan Polisi juga membalas dengan etika yang sama. Arka pun pergi dengan mengendarai pharsa putih, mobil super mewahnya yang menjadi pusat perhatian orang-orang yang sedang ada di tempat parkir rumah sakit, Arka berjalan di depan sebagai pemberi petunjuk pada ambulan yang mengantarkan jenazah Selena ke rumah pak Hari.

😊 di tunngu like, vote dan komennya ya Readers tersayang..., ini novel pertamaku, semoga suka dengan ceritanya ya, Author tunggu jejaknya. Tanpa para Readers Author bukan siapa2😍

1
nuraeinieni
kalau merasa panas di tubuh mu,mending masuk kamar mu arka,lagi pula ada luna yg bisa atasi.
heniff: gercap ya kak
total 1 replies
nuraeinieni
bagus luna datang,supaya aurora nggak macam2.
heniff: Author tidak akan membiarkan Arka digoda
total 1 replies
nuraeinieni
lanjut thor
heniff: siap kk
total 1 replies
nuraeinieni
belah duren zaki sama sisi
heniff: iya kak...makasih udah mampir di RSP
total 1 replies
heniff
siap kk
heniff
makasih readers yang sudah mampir lagi ke RSP, Maaf setelah sekian purnama baru up lagi
heniff
makasih sudah baca2 RSP terus kak...
Srilestari Asyiah Fitri Cienulingga
semangat up nya kak...
heniff: ok kk
total 1 replies
nuraeinieni
luar biasa
heniff
makasih atas give, vote serta dukungan2 yg lain Kakak...
heniff
makasih kk iyaaa semoga Arka lekas sadar
Srilestari Asyiah Fitri Cienulingga
cepat sadar arka, banyak yang nungguin kamu sadar dan banyak yang doain kamu cepat pulih. kasihan Luna masa hpl itu sangat tegang dan butuh kamu arka😭😭
heniff
hahaha
Srilestari Asyiah Fitri Cienulingga
si rama sempat²nya nge-charge dulu bangun tidur🙈🙈😂😂 ciiaa....
cepat sadar arka aku kangen eh salah Luna yang kangen🤭🤭
heniff: ok ok author juga ikut senang Arka sudah sadar di Bab depan ya
total 1 replies
Srilestari Asyiah Fitri Cienulingga
kagak Ade neng indah lagian mas Rama Aya Aya Bae🤣🤣🤣
Yati Suryati
Bagus.... tapi lama gak update sampai jamuran/Rose//Rose//Rose/semangat
heniff: hahahah iya kaka..
total 1 replies
Icha Veronica
Luar biasa
heniff
terimakasih Kakak sudah setia menanti Up dari Bab RSP
Srilestari Asyiah Fitri Cienulingga
masyaallah setelah sekian purnama akhirnya up juga kak... terimakasih sudah up Kemabli
sedih bacanya arka yang terbaring dengan alat² medis, cepat pulih arka, Luna dan anakmu sedang menunggu mu
Anonymous: Hy.. kak srilestark Aku membuat sebuah novel dengan judul "Daddy morgan untuk Saka" Boleh mampir dan mohon beri dukungannya

terima kasih kakkk
total 1 replies
Hotma Riyanti
Mana kelanjutan nya thiorr
heniff: masih beku kk belum nisa nyairin bab selanjutnya...imajinasi seret..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!