NovelToon NovelToon
Khilaf Semalam

Khilaf Semalam

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Tamat
Popularitas:18k
Nilai: 5
Nama Author: ayuwidia

Dilarang keras memplagiat karya!!!

Mencintaimu bagai menggenggam kaktus yang penuh duri. Berusaha bertahan. Namun harus siap terluka dan rela tersakiti. Bahkan mungkin bisa mati rasa. - Nadhira Farzana -


Hasrat tak kuasa dicegah. Nafsu mengalahkan logika dan membuat lupa. Kesucian yang semestinya dijaga, ternoda di malam itu.

Sela-put marwah terkoyak dan meninggalkan noktah merah.

Dira terlupa. Ia terlena dalam indahnya asmaraloka. Menyatukan ra-ga tanpa ikatan suci yang dihalalkan bersama Dariel--pria yang dianggapnya sebagai sahabat.

Ritual semalam yang dirasa mimpi, ternyata benar-benar terjadi dan membuat Dira harus rela menelan kenyataan pahit yang tak pernah terbayangkan selama ini. Mengandung benih yang tak diinginkan hadir di dalam rahim dan memilih keputusan yang teramat berat.

'Bertahan atau ... pergi dan menghilang karena faham yang tak sejalan.'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayuwidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 8 Hembusan Napas

Happy reading

"Saya juga boleh berkunjung ke rumah Dokter Dira?" Seseorang menyela obrolan dan sukses mengalihkan atensi Dira yang semula tertuju pada Veronika.

Ternyata orang itu adalah Risma. Seorang pasien yang harus opname di Rumah Sakit Sehati karena mengalami musibah kecelakaan sepulang dari KUA. Tepatnya setelah mengikrarkan janji suci bersama sang kekasih yang kini telah berstatus sebagai suami barunya.

Dira menerbitkan senyum dan menanggapi pertanyaan Risma. "Tentu saja, Bunda. Pintu rumah saya terbuka lebar untuk Bunda, Mommy, dan teman-teman yang lain," ucapnya.

"Alhamdulillah. Setelah sembuh, Insya Allah saya akan berkunjung ke rumah Dokter Dira dengan membawa hasil panen."

"Saya tunggu kedatangan Bunda ke rumah saya, karena itu ... Bunda Risma harus segera sembuh. Jika Allah berkenan mengizinkan Bunda datang ke rumah saya, jangan hanya membawa hasil panen. Tetapi bawa juga seekor sapi jantan," ujar Dira sekedar bercanda.

"Siap, Dokter. Bukan hanya hasil panen dan seekor sapi jantan yang akan saya bawa, tapi suami baru saya juga akan saya bawa ke rumah Dokter Dira." Risma tertawa kecil, memperlihatkan gigi palsunya yang berjajar rapi.

"Para pasien boleh berkunjung ke rumah Dokter Dira, tentu saja saya juga boleh berkunjung 'kan?"

Terdengar suara khas yang sangat tidak asing di telinga dan sukses membuat jantung berdesir.

Dira enggan menoleh ke belakang, karena ia sangat hafal dengan pemilik suara khas itu.

"Dokter Dira, bolehkah malam ini saya berkunjung ke rumah untuk berbincang?"

Dira membisu. Bibirnya serasa kelu untuk menjawab tanya yang terucap.

Kenapa tiba-tiba dia ada di sini? Batinnya bertanya, tanpa mengharap jawaban dari pria yang berhasil membuat hidupnya serasa jungkir balik.

"Dok, ditanya pacarnya tuh." Veronika setengah berbisik dan menunjuk ke arah pria bertubuh gagah yang berdiri di ambang pintu dengan gerakan dagu.

Pria itu ... Dariel. Sahabat sekaligus pria yang teramat mencintai Dira.

"Tuan itu bukan pacar Dokter Dira, tapi sahabatnya." Hani menimpali selorohan Veronika dengan melirihkan suara agar tak terdengar oleh Dariel.

"Tapi mereka cocok banget lho, Sus. Yang perempuan cantik, yang laki-laki cakep banget mirip Omar Daniel. Bahkan lebih cakep. Ups."

"Sttt, jangan keras-keras bicaranya, Bu. Nanti mengganggu pasien lain."

"Xixixi iya, Sus. Maaf, saya terlalu bersemangat mendukung mereka."

"Dimaafkan, Bu. Tapi jangan diulangi lagi ya. Lebih baik Bu Vero istirahat dulu. Jangan banyak bergerak dan bergibah, supaya cepat diperbolehkan pulang oleh Dokter Dira."

"Oke, siap Sus."

Dira enggan mengacuhkan obrolan Hani dan Veronika. Ia berpura-pura fokus membaca lembaran kertas yang berada di tangan dan berusaha untuk tidak mengacuhkan Dariel.

"Ra, aku boleh meminta waktu sebentar?"

Tanpa Dira sadari, Dariel sudah berdiri tepat di belakangnya.

Hembusan napas yang menyapu tengkuk membuat Dira meremang dan mematung.

Sekelebat bayangan khilaf yang pernah mereka lakukan, dengan lancangnya menari di pikiran.

Dira sekejap memejamkan mata untuk menghempas bayangan itu.

"Ra --"

"Maaf, Riel. Aku masih bertugas," sahutnya tanpa menoleh ke arah lawan bicara.

"Baiklah, aku tunggu sampai kamu selesai bertugas."

"Pergilah, hari ini aku lembur sampai malam."

"Aku akan tetap menunggu."

Dasar kepala batu! Umpatan yang hanya terlontar di dalam hati diiringi ayunan langkah.

Dira bergegas meninggalkan ruangan. Ia yakin, Dariel tidak akan menunggunya sampai malam.

Hari ini, ada banyak pasien yang harus ditangani, sehingga Dira terlalu sibuk dan terlupa untuk mengisi perutnya yang kosong sejak tadi siang.

"Dok, sudah malam. Sebaiknya Dokter Dira segera pulang dan mengisi perut, karena sejak tadi siang Dokter tidak makan apapun." Hani tampak perhatian, meski ia sama sibuk dan sama lelahnya seperti Dira.

"Iya, Sus. Suster Hani juga ya. Segera pulang dan isi perutnya."

"Siap, Dok. Saya duluan ya. Kakak saya sudah menunggu di depan."

"Silahkan, Sus." Dira tersenyum dan menjabat tangan Hani yang terulur.

Selesai berkemas, Dira menggeser layar gawai, kemudian membaca beberapa pesan yang dikirim oleh ayahnya.

Segera pulang, Nak. Jangan lembur sampai larut malam.

Ayah meminta Dariel untuk menjemputmu, karena Ayah dan Bunda harus berangkat ke Jakarta malam ini. Nenekmu sakit dan harus opname.

Jangan memesan ojek online, karena Dariel sudah menunggu. Dan kamu lebih aman jika pulang bersamanya.

Dira berdecak, lalu menghela napas panjang.

Inginnya menjauh dari Dariel. Namun sang ayah malah meminta Dariel untuk menjemput.

Dira dilema. Mematuhi ayahnya atau memesan ojek online.

🌹🌹🌹

Bersambung

1
Ririn Rira
Hari sial memang nggak ada di kalender Ndra 😂
Ririn Rira
Aku ketawa Andra kamu nggak seberuntung Dariel
Ririn Rira
Berbeda faham tidak menjadikan putus hubungan meski ada sekat yang boleh dan tidak boleh. Bahkan itu yang membentuk saling menjaga dan menghormati. Aku udah ngerasain punya keluarga beda faham kaya nenek sama kakek kandung aku kristen protestan.
Ririn Rira
Plot twist banget
Ririn Rira
Ya ampun simbok masih terkenang
Ririn Rira
Akhirnya kalian bisa menikah.
Ririn Rira
Dariel aku terharu 🥰 ternyata beneran kamu
Ririn Rira
Kabar baik dan kabar buruk yang datang. Semoga Dariel cepet di temukan dan Dira bisa pulang berkumpul kembali.
Ririn Rira
berkendaraan dalam keadaan kalut itu memang nggak baik. Kaya nya mama Dariel kecewa, malu dan nggak mudah goyah maka nya mau minta menggugurkan
Ririn Rira
Subhanallah kak, adem banget ini. serasa ikut pengajian ustadzah 🥰🥰
Ririn Rira
Ngakak aku bagian ini meninggalkan perusahaan malah merintis di negara orang buat tahu tempe
Ririn Rira
Kirain Dira bakal ke negara perang itu
Ririn Rira
Dira sengaja menepi.
Ririn Rira
Dira pergi, Dariel syok karena pengumuman itu.
Ririn Rira
Dariel kamu lagi yang datang sebagai penyelamat keadaan genting 🥰
Ririn Rira
Dariel bahas hamil terus nih, kode kah? 😅
Ririn Rira
😂 mumet juga percintaan simbok ini ya
Ririn Rira
Benar kak
Ririn Rira
Syukurlah Dariel datang tepat waktu takut banget si Arga terkabul niat nya
Ayuwidia: Makasih udah setia hadir, Kak Ririn 🥰
total 1 replies
Ririn Rira
Ternyata dia penjahat kelamin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!