NovelToon NovelToon
Pembalasan Sang Pewaris Api

Pembalasan Sang Pewaris Api

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Spiritual
Popularitas:71.4k
Nilai: 5
Nama Author: SSERAPHIC

Mengisahkan Ling Yi, gadis desa rupawan yang kebahagiaannya direnggut oleh bencana tak terduga. Malam yang tenang tiba-tiba berubah menjadi luka mendalam saat suatu organisasi rahasia dengan sengaja membakar rumahnya hanya untuk bersenang-senang. Kebakaran itu menewaskan sang ibu dan merenggut sang ayah dengan paksa untuk dijadikan budak. Namun disanalah Ling Yi diuji lantaran menyadari keistimewaan dirinya yang kebal terhadap api. Kobaran api yang menyelimuti rumahnya malam itu seolah menjadi saksi bisu atas semua kesedihan, rasa sakit serta kebencian yang ikut mengepul dalam dirinya.

"Malam ini aku bersumpah! Kalian semua pasti akan musnah dengan apiku sendiri!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SSERAPHIC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8. Membalas Hutang Budi

Lamunan Ling Yi akhirnya terpecah saat Xiao Feng mengajaknya bicara.

"Bagaimana kemarin malam? Apakah tidurmu nyenyak?" tanya Xiao Feng.

"Ah iya, tidurku sangat nyenyak. Bagaimana denganmu?" tanya Ling Yi balik sambil malu-malu.

"Itu... aku juga. Tidurku juga sangat nyenyak kok," ucap Xiao Feng sambil tersenyum menatap Ling Yi.

"Bagaimana tidak nyenyak kalau kamu ada di sini," bisik Xiao Feng dalam hatinya.

Ling Yi tidak tau pasti apa maksud tatapan Xiao Feng padanya. Namun, ia melihat bahwa Raja Xiao Wei juga ikut tersenyum saat memperhatikan putranya itu tersenyum. Jadi, ia pikir itu bukanlah hal yang buruk.

Mereka kemudian menghentikan pembicaraan sejenak dan melanjutkan sarapan bersama dengan tenang.

Seusai sarapan, Raja Xiao Wei kemudian meminta mereka berpindah ke ruang tamu untuk membicarakan sesuatu yang penting.

"Ling Yi, sebenarnya, aku sudah mengetahui kalau kamu adalah putri dari Ling Chen, yang belum lama ini menghilang. Aku benar kan?" ucap Raja Xiao Wei dengan serius.

Seketika Ling Yi pun terkejut mendengar dengan ucapan Raja Xiao Wei.

"Bagaimana Yang Mulia bisa mengenal ayahku?" tanya Ling Yi penuh rasa penasaran.

"Jadi ini yang ingin di bicarakan oleh Raja Xiao Wei? Tapi, bagaimana dia bisa mengenal ayah? Sebenarnya ada hubungan apa antara Raja Xiao Wei dengan ayah?"

Raja Xiao Wei akhirnya tersenyum dan mulai bercerita.

"Sebenarnya, aku berhutang budi pada ayahmu karena ia pernah menyelamatkan hidupku di masa lalu. Berkat keberanian ayahmu saat itu, aku bisa selamat dari bahaya yang hampir merenggut nyawaku. Sejak itulah aku sudah menganggap ayahmu seperti sahabatku sendiri," ucap Raja Xiao Wei sambil tersenyum

Ling Yi pun ikut terharu mendengarkan kisah yang ia ceritakan tentang ayahnya. Ia belum mampu menjawab apa-apa. Lalu, Raja Xiao Wei kemudian melanjutkan perkataannya.

"Aku dengar, beberapa waktu lalu kalian telah diserang oleh pasukan jahat. Jadi aku ingin membantumu memecahkan misteri tentang keberadaan ayahmu, dan membantumu membalaskan dendam, sebagai bentuk terima kasihku kepada Ling Chen. Itulah alasan mengapa aku mengirim Xiao Feng untuk mencari keberadaanmu,"

"Jadi begitu," gumam Ling Yi dalam hati.

"Bagaimana Ling Yi? kamu sudah mengerti kan?" tanya Xiao Feng pada Ling Yi .

Ling Yi pun menatapnya dan mengagguk sebagai jawaban.

"Iya, aku sudah mengerti sekarang," ucap Ling Yi sambil tersenyum.

"Jadi, bagaimana Ling Yi? Kamu bersedia kan menerima bantuanku?" tanya Raja Xiao Wei penuh harap.

Dengan sungkan, Ling Yi pun akhirnya menerima kebaikan Raja Xiao Wei yang ingin membantunya .

"Baiklah, Yang Mulia. Hamba akan menerima bantuan dari anda. Terima kasih banyak atas kebaikan anda. Dan juga, maaf karena sudah membuat anda repot-repot datang kemari," ucap Ling Yi terharu sambil menunduk hormat.

"Tidak masalah, Ling Yi. Tidak perlu sungkan. Terima kasih kembali karena sudah bersedia menerima bantuan dariku dan juga Xiao Fen," jawab Raja Xiao Wei sambil tersenyum, lalu meminta Xiao Feng untuk keluar terlebih dahulu.

"Xiao Feng, kamu tunggulah di luar. Ayah ingin berbicara sebentar dengan Ling Yi," ucap Raja Xiao Wei pada Xiao Feng.

Mereka berdua pun merasa bingung, namun pada akhirnya Xiao Feng tetap menuruti perintah ayahnya itu.

"Baiklah. Aku permisi dulu, ayah. Ling Yi, aku akan menunggumu di luar," jawab Xiao Feng.

"B-baik," ucap Ling Yi kebingungan.

"Aku harus apa sekarang?" tanya Ling Yi dalam hati.

Xiao Feng pun pamit undur diri dan meninggalkan ruang tamu itu.

"Ling Yi, aku ingin berbicara sedikit tentang Xiao Feng. Boleh kan?" tanya Raja Xiao Feng dengan suara pelan, agar Xiao Feng tidak bisa mendengarnya dari luar.

"T-tentu, Yang Mulia. Tentu saja boleh," ucap Ling Yi gugup.

"Sebenarnya, sebelumnya Xiao Feng adalah anak yang pendiam dan jarang tersenyum. Ia bahkan sempat menolak perintahku untuk mencarimu, dan akhirnya tetap pergi hanya karena terpaksa. Namun sekarang, aku tidak menyangka bisa melihatnya tersenyum lepas seperti itu, setelah ia bertemu denganmu," ucap Raja Xiao Feng.

Ling Yi pun terpaku mendengarkan penjelasan Raja Xiao Wei. Ia sama tidak menyangkanya dengan Raja Xiao Wei, setelah ia menceritakan kebenaran tentang Xiao Feng.

"Ling Yi, sepertinya perubahan Xiao Feng itu benar-benar ada kaitannya denganmu. Aku bisa merasakan kalau kamu bisa menjadi sumber positif untuk kemajuan Xiao Feng. Jadi, aku harap kamu bisa lebih lama berada di sisinya, dan menjaganya untuk tetap tersenyum. Bagaimana, Ling Yi? Bisakah... aku menitipkan Xiao Feng padamu?" tanya Raja Xiao Feng penuh harap.

Setelah sejauh ini, tentu tidak enak rasanya jika Ling Yi menolak permohonan beliau. Sudah cukup banyak perlakuan dari mereka yang memberikan rasa nyaman bagi Ling Yi, membiarkannya tinggal di istana ini dan bahkan bersedia membantunya tanpa pamrih.

Mau tak mau, akhirnya Ling Yi pun diharuskan untuk mengumpulkan keberanian dan menerima permohonan Raja Xiao Wei sebagai rasa terima kasihnya pada mereka.

"Baiklah, Yang Mulia. Hamba mengerti maksud Yang Mulia. Hamba berjanji, akan terus berusaha menjaga pangeran xiao Feng dan menemani di sisinya semampu hamba," ucap Ling Yi sambil tersenyum.

Raja Xiao Wei pun tersenyum bahagia mendengarkan jawaban Ling Yi.

"Terima kasih, Ling Yi. Terima kasih. Aku yakin aku bisa mengandalkanmu," ucap Raja Xiao Wei.

Mereka berdua kemudian keluar dari ruang tamu, menemui Xiao Feng yang sudah menunggu mereka di luar. Raut wajah Raja Xiao Wei seketika terlihat bahagia dan tersenyum menatap Xiao Feng.

"Xiao Feng, Ling Yi, maaf aku tidak bisa berlama-lama di sini. Aku harus kembali ke istanaku sekarang juga. Lain waktu, aku pasti akan mengunjungi kalian lagi," ucap Raja Xiao Wei dengan lembut.

"Baiklah, ayah. Terima kasih sudah berkunjung," ucap Xiao Feng.

"Semoga anda sehat selalu, dan tiba di istana dengan selamat," ucap Ling Yi sambil tersenyum.

"Terima kasih, Ling Yi. Sebentar, aku punya sesuatu untukmu," ucap Raja Xiao Wei.

Ling Yi pun menatap beliau penuh heran. Ia lalu memanggil salah seorang pengawalnya untuk membawakan barang bawaan yang ia bawa dari istananya.

"Pengawal, bawakan dokumen-dokumen itu padaku," ucap Raja Xiao Wei.

"Ini, Yang Mulia," ucap pengawal tersebut sambil menyerahkan dokumen yang Raja Xiao Wei maksud. Raja Xiao Wei menerima dokumen itu, kemudian beralih memberikannya pada Ling Yi

"Ini untukmu, Ling Yi. Mulai sekarang manfaatkanlah dokumen-dokumen sesuka hatimu supaya kamu memahami kemampuan khususmu dengan lebih baik," ucap Raja Xiao Wei.

Ling Yi pun menerima dokumen-dokumen tersebut dengan penuh penasaran.

"Terima kasih banyak Yang Mulia. Hamba pasti akan membacanya dan mempelajari semua dokumen ini dengan baik," kata Ling Yi dengan hormat.

Raja Xiao Wei tersenyum dan mengangguk. "Tentu, aku percaya padamu. Dan aku juga percaya, bahwa suatu hari nanti kamu pasti bisa menemukan ayahmu."

Ling Yi merasa terharu dan kembali berterima kasih kepada Raja Xiao Wei. Raja Xiao Wei pun pamit undur diri dan kembali pulang ke istananya dengan kereta kuda.

"Ayo! Kita ke perpustakaan!,"

.

.

.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...BERSAMBUNG......

1
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Akan aku tunggu
Tio Buki
Perempuan itu akhirnya
Tio Buki
Tuh, lihat kan
Tio Buki
Ibu dan anak tidak rela
Tio Buki
Tidak....Ayah.....!!!!
Tio Buki
Iya ayah
Tio Buki
Sangat di sayangkan ya
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor🙏🙏🙏🙏🤣
Tio Buki
Memohon. Apa mereka mau mendengarkan
Tio Buki
Entah siapa kelompok itu
Tio Buki
Gawat, ah.
Tio Buki
Ternyata dia tidak apa apa
Tio Buki
Siapakah orang itu?????
Tio Buki
Aneh, ajaib
Tio Buki
Ya tentulah
Tio Buki
Seorang gadis
➷🄸🅂🅃🅁🄸🄽🅈🄰 🄰🅁🄸🄾🄽💜
📢📢📢📢📢 UP UP UP UP UP
➷🄸🅂🅃🅁🄸🄽🅈🄰 🄰🅁🄸🄾🄽💜: /Doge/up lah, biar ku tambah



ada gunanya juga skill yeppin ini
total 2 replies
➷🄸🅂🅃🅁🄸🄽🅈🄰 🄰🅁🄸🄾🄽💜
cieh, si paling ga mau kalah/Awkward/
♛ ⃟$𝑅࿐$࠘͟𝐄࠘͟𝑅ࠣ࠘͟Λ🐻⃝ Λ𝐋𝐒☘: hdhhsjdhkslsl😭
total 1 replies
➷🄸🅂🅃🅁🄸🄽🅈🄰 🄰🅁🄸🄾🄽💜
senang di marahin? hmmmmmmmmmmmm 🌚🌚🌚
♛ ⃟$𝑅࿐$࠘͟𝐄࠘͟𝑅ࠣ࠘͟Λ🐻⃝ Λ𝐋𝐒☘: nostalgia/Drool/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!