"Kamu tidak perlu bertanggung jawab. semua yang kamu takutkan tidak akan terjadi,"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arzeerawrites, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tawa Levin
Levin menggenggam tangan Alona memasuki restaurant dengan langkah pastinya. Sementara Alona merasa sulit untuk mengikuti langkahnya karena jiwanya belum berkumpul sepenuhnya.
Levin dan Alona baru keluar dari kantor Levin menjelang malam. sepertinya ini adalah kali terakhir Alona datang ke kantor suaminya. Ia sebenarnya jera mendatangi Levin karena Levin yang terlalu mementingkan pekerjaannya daripada rasa lapar mereka. Andai saja Alona tidak berada di kantor, Pasti yang dilakukan Alona saat ini bukanlah makan siang tapi makan malam. mengingat ini bukanlah waktu untuk makan siang lagi.
"Cepat pesanlah!" Titah Levin pada Alona yang sedang menangkup dagunya dengan kedua tangan di atas meja seraya menyempurnakan penglihatannya setelah kembali tidur di dalam mobil selama perjalanan.
"Aku ingin Nasi goreng," Jawab Alona dengan pelan.
Dalam hal mengutarakan keinginannya pada Levin, Alona memang belum terlalu berani.
"Minumnya?" Sambung Levin dengan alis yang menukik dia menatap istrinya.
"Air putih,"
Levin mengangguk lalu memanggil pelayan laki-laki yang sedang membersihkan meja tak jauh dari keduanya. Setelah memesan, Levin lebih memilih sibuk dengan ponselnya begitupun Alona.
Restaurant yang sederhana ini cukup ramai. Karena memang menurut Alona makanan yang tersedia disini cukup menggugah selera. Setiap mereka akan makan bersama, Levin selalu memberi kebebasan pada Alona untuk memilih tempatnya. Pada awal kedekatan mereka, Levin sempat merasa risih makan di restaurant yang jauh dari kata mewah itu karena tidak terbiasa. Namun seiring berjalannya waktu, Kini Levin sudah mampu beradapatasi dengan kebiasaan istrinya.
Alona menoleh saat Levin yang sebelumnya duduk di hadapannya kini telah berpindah di sebelahnya. Ia menatap Levin dengan bingung.
"Kenapa?"
Levin menggeleng tak menjawab lalu meletakkan kepalanya pada lipatan tangan di atas meja. Alona makin dibuat bingung dengan tingkah suaminya ini.
Alona coba menyentuh pundak Levin dengan pelan takut jika mengganggu Levin. Alona mendekatkan bibirnya pada telinga Levin.
"Kamu kenapa?" Tanya Alona dengan pelan namun tak ada jawaban.
"Levin? Kamu sakit?"
Levin mengangkat wajahnya lalu berdecak seraya memutar bola matanya saat mendengar ucapan Alona.
"Maksud kamu bicara begitu apa?Biar aku sakit? Sumpah kamu buat aku itu ya?"
'Astaga! Heran aku kenapa dia selalu berpikiran negatif sama aku' Alona bergumam dalam hatinya. Ia hanya sedikit khawatir dengan sikap aneh Levin.
"Aku cuma takut aja kamu sakit. maksud aku kalau kamu sakit, Kita bisa pulang sekarang. Makan di rumah saja," Jelas Alona agar Lelaki disampingnya ini mengerti maksud ucapannya.
"Jadi intinya?" Tanya Levin tiba-tiba.
"Apa?"
"Jadi intinya kamu khawatir sama aku?" Ujarnya seraya tersenyum miring pada Alona.
Alona menghela napas pelan. Ia Jengah dengan perubahan Levin yang menjadi aneh ini.
'Terlalu percaya diri!' Ejek Alona dalam hati. Ia tidak bisa mengutarakannya secara langsung karena tidak memiliki nyali.
"Bicara apa?" Telunjuk Levin mendorong pelan dahi istrinya dan menatap Alona dengan mata menyipit.
"Apa lagi?"
"Kamu bicara apa barusan?"
Alona membungkam mulutnya. lalu menggeleng dengan pasti.
"Aku enggak bicara apa-apa,"
"Tadi kamu mengejek aku. Kamu pikir aku tidak dengar? "
'Oh My god' Alona kaget dengan ucapan Levin. Tidak mungkin bukan Levin mendengarnya?
"Kamu salah dengar mungkin,"
"Kamu bicara nya terlalu keras. Kalau mengejek orang harus pintar-pintar, Alona." Levin mengapit dagu istrinya dengan gemas. Ia tertawa renyah Saat melihat Alona yang nampak tidak percaya kalau ia benar-benar mendengar ucapan Alona tadi. Alona sempat dibuat terpukau. Ini untuk pertama kalinya Alona melihat Levin tertawa.
"Bohong! Mana mungkin aku bicaranya keras. Jelas-jelas aku hanya bergumam didalam hati,"
"Terserah. Yang pasti Aku mendengarnya dengan jelas," Ucap Levin seraya mengangkat bahunya tak ingin memperpanjang masalah karena makanan yang mereka pesan pun telah dihidangkan.
"Kamu pasti punya kemampuan khusus ya? Jujur sama aku!"
Levin yang tadinya ingin memasukkan makanan ke dalam mulutpun langsung menatap istrinya yang mulai berbicara aneh itu.
"Tidak usah bicara lagi. Sekarang kamu makan! dari tadi siang belum makan,"
**********
Uncchh manisnyaaaa Gemayy sm mereka lama² wkwk. Jgn lupa like comentnya ya gengsss!!! Tengkyuuuu ooollll
mampir jg di bukalah hatimu untukku
Gabungin ja thor sm MCH biar bareng sm triple A.
Khadziya ketinggaln jauh dech si triple A udh pd gede si dziya mlh msh baby 😂