NovelToon NovelToon
Aku Hanya Ingin Ibuku

Aku Hanya Ingin Ibuku

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Anak Yatim Piatu / Cerai / Keluarga & Kasih Sayang / Anak Lelaki/Pria Miskin / Ibu Tiri
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eriza Yuu

Setelah perceraian kedua orang tuanya, Dion diharuskan tinggal bersama sang ayah. Kehidupan Dion pun berubah drastis manakala sang ayah menikah lagi. Dion yang kala itu hanya seorang anak kecil, selalu merindukan sosok ibu kandungnya namun tidak bisa melakukan apa-apa.

Setelah bertahun-tahun kehilangan kontak dengan sang ibu, Dion yang beranjak dewasa mulai mencari tahu tentang keberadaan ibunya. Dengan sedikit petunjuk yang didapat Dion akhirnya pergi mencari keberadaan sosok wanita yang selama ini dirindukannya. Berhasilkah Dion bertemu kembali dengan sosok sang Ibu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eriza Yuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Rumah Benny

Pulang sekolah.

Benny: "Dion, pulang bareng aku yuk! Biar aku antar kamu sampai di rumah jadi kamu gak perlu jalan kaki."

Dion: "Gak usah, Ben. Makasih. Aku jalan aja lebih sehat."

Benny: "Ah, kamu... Sekali-kali gak apa-apa kali naik motor. Kamu juga sudah tiap hari jalan kaki. Yuk, aku antar!"

Dion: "Enggak, Ben. Makasih."

Benny: "Ya udah deh kalau kamu nolak terus. Aku duluan, ya!"

Dion: "Iya. Hati-hati!"

Di hari lain saat pulang sekolah Benny kembali menawarkan tumpangan kepada Dion. Namun Dion selalu saja menolak dan lebih memilih untuk pulang sendiri jalan kaki. Tidak hanya sekali dua kali namun setiap kali Benny ingin mengantar Dion pulang dengan motornya, Dion selalu saja menolak. Sampai-sampai membuat Benny penasaran kenapa Dion tidak mau menerima tawarannya.

Hari ini sekolah selesai lebih cepat. Iseng-iseng Benny mengajak Dion main ke rumahnya karena tawarannya untuk mengantar Dion pulang selalu saja ditolak.

Benny: "Dion, mumpung hari ini pulang lebih cepat. Bagaimana kalau kamu main dulu ke rumahku? Kamu kan belum pernah ke rumahku."

Dion: "Memang boleh ya?"

Benny: "Ya boleh lah! Asal orang rumahmu kasih izin."

Dion: "Maksudku orang tuamu. Memang izinkan kamu bawa teman main ke rumah?"

Benny: "Boleh lah. Orang tuaku gak pernah melarang aku ajak teman ke rumah. Asalkan teman yang baik dan gak aneh-aneh. Lagipula orang tuaku pada kerja. Di rumah gak ada orang. Makanya bosan kalau aku pulang cuma sendirian di rumah."

Dion: "Oh..."

Benny: "Jadi mau ya?"

Dion: "Iya deh."

Benny: "Nah, gitu dong! Mau ke rumahmu dulu gak minta izin sama orang tuamu ?"

Dion: "Gak usah. Kita langsung ke rumahmu saja."

Benny: "Okelah. Ayo, naik!"

Benny menyalakan mesin motor. Setelah Dion duduk di belakangnya motor pun berjalan pergi meninggalkan sekolah.

Tiba di rumah Benny. Benny mengajak Dion masuk ke dalam rumah. Kemudian menyuruhnya duduk di sofa ruang tamu sementara ia masuk mengambil minuman. Dion agak canggung karena ini pertama kalinya ia berkunjung ke rumah orang lain.

Benny: "Santai aja, Dion! Anggap aja rumah sendiri." (Menyodorkan sebotol air mineral dingin)

Dion: "Makasih." (Menerima air mineral) "Rumahmu bagus, ya!"

Dion memperhatikan seluruh ruangan yang terkesan rapi dan nyaman tersebut. Rumah Benny termasuk lumayan besar.

Benny: "Bukan rumahku tapi rumah orang tuaku. Aku sih belum punya rumah."

Dion: "Benar juga, ya..."

Benny: "Makan yuk! Lapar nih!"

Dion: "Gak, makasih. Kamu saja aku masih kenyang."

Benny: "Mana enak makan sendiri. Lagian ini udah lewat jam makan siang. Sekali-kali iya gitu napa? Nolak mulu..."

Dion: "Ya, soalnya aku-"

Benny: "Gak enak gitu? Basi. Dah, jangan banyak alasan. Sama aku gak usah pakai acara gak enakan. Kita kan dah sahabatan. Mana ada sahabatan yang gak enakan terus? Yuk, ke dapur!"

Dion pun pasrah mengikuti Benny ke dapur. Ruang makan memang menyatu dengan dapur. Benny membuka penutup tudung saji di atas meja makan. Masih ada beberapa jenis lauk di atas meja. Benny mengambil piring dan langsung meletakkan nasi ke atas piring. Kemudian ia sodorkan piring itu kepada Dion.

Benny: "Duduk! Ambil saja lauk yang kamu suka. Jangan sungkan-sungkan!"

Dion: "Kebanyakan ini nasinya."

Benny: "Biar kamu gemukan gak kurus kering gini."

Dion: "Kurus kering gini juga banyak yang suka tahu."

Benny: "Serius? Sudah pernah ditembak cewek dong?"

Dion: "Kalau itu belum pernah sih. Hehehe..."

Benny: "Huuu... Dah makan dulu! Bicaranya nanti saja."

Kedua orang teman itu pun menikmati makan siang bersama. Setelah makan keduanya pindah ke ruang keluarga. Benny mengajak Dion bermain PS.

Dion: "Aku gak ngerti mainnya, Ben."

Benny: "Nanti aku kasih tahu."

Benny memilih permainan balap mobil. Dion bermain sambil diajari Benny. Hanya menjelaskan sekali Dion langsung bisa memainkannya. Dion bahkan sangat menikmati permainannya.

Dion: "Seru juga."

Benny: "Kamu harus sering-sering main ke sini, Dion! Biar kita bisa main bareng."

Dion: "Gak bisa sering lah. Pulang sekolah saja sudah sore. Kebetulan saja hari ini kita pulang lebih awal."

Benny: "Kamu kan bisa datang hari Minggu juga."

Dion: "Gak enak lah ada orang tuamu."

Benny: "Ish, kamu ini... Apa-apa gak enak. Jangan keseringan gak enakan sama orang, Dion. Nanti orang yang seenaknya sama kamu."

Dion: "Kaya pengalaman saja."

Benny: "Uh, dikasih tahu."

Dion: "Udahan ah mainnya. Capek mataku ini kelamaan lihat layar."

Benny: "Ya udah, aku matikan dulu. Baru juga 45 menit kita mainnya. Emang kamu di rumah gak nonton? Baru natap layar segini saja udah capek."

Dion: "Enggak ada waktu buat nonton kalau di rumah."

Benny: "Lah, emang ngapain aja sampai gak punya waktu? Jangan bilang sok sibuk."

Dion: "Enggak. Hidupku beda sama kamu, Ben. Kamu beruntung punya orang tua yang baik."

Benny: "Koq kamu mikir gitu?"

Dion menghela nafas kemudian menceritakan sedikit tentang kehidupannya. Sebelumnya ia tidak pernah menceritakan tentang keluarganya kepada siapapun. Benny mendengarkan cerita Dion dengan serius. Ia agak terkejut mengetahui seperti apa kehidupan Dion.

Benny: "Ternyata... Gak nyangka anak sepintar kamu memiliki kehidupan yang seperti itu. Sangat bertolak belakang. Pantas saja kamu banyak diam dan gak punya teman."

Dion: "Hehehe... Ya begitulah."

Benny: "Bisa-bisanya ketawa cengengesan. Memang yang namanya ibu tiri itu gak ada yang baik, ya? Tega banget sama anak tirinya."

Dion: "Nasib aja kurang beruntung, Ben. Kamu harus lebih banyak bersyukur dengan kehidupanmu sekarang."

Benny: "Iya, betul. Selama ini aku juga masih suka mengeluh sama orang tuaku. Aku harus lebih banyak bersyukur lagi."

Dion: "Iya. Eh, udah sore. Aku pamit mau pulang dulu, ya!"

Benny: "Iya. Aku antar yuk!"

Dion: "Gak usah, Ben. Aku pulang sendiri saja."

Benny: "Janganlah! Jauh ini. Masa kamu mau jalan kaki? Aku antar saja."

Dion: "Gak usah. Aku gak mau orang rumah lihat aku pulang diantar teman."

Benny: "Kuantar sampai depan komplek saja. Seterusnya kamu bisa jalan kaki sampai ke rumah. Aku gak tega lah biarkan kamu pulang jalan kaki dari sini."

Dion: "Okelah. Maaf, kalau merepotkan."

Benny: "Gak merepotkan koq. Aku malah senang kan aku yang ngajak kamu ke sini. Gak mungkin lah aku tinggalkan pulang sendiri. Kamu saja yang terlalu banyak gak enakan. Aku ambil kunci motor dulu. Yuk, berangkat!"

Dion pun pulang diantar oleh Benny dengan sepeda motornya. Seperti yang dijanjikan Benny. Ia menurunkan Dion di depan komplek membiarkan Dion berjalan kaki sendiri menuju ke rumahnya.

^^^bersambung...^^^

1
Sri Astuti
semoga author berbaik hati pdmu Dion.. dan nanti ksmu bs bertemu ibumu
Sri Astuti
romansa remaja.. SMA adl masa terindah buat mrk
Sri Astuti
syukurlah masalah sdh clear bagi Dion.
Mirna tipe ibu yg ga bener.. dia suka Rita krn bs dimanfaatin ternyata.. toh tetep aja dibuang suaminya dia oke" saja
Risa Virgo Always Beau
Maya sama ibunya Maya kejam banget jadi orang deh
Risa Virgo Always Beau
Maya sama ibunya Maya kejam banget jadi orang deh
Risa Virgo Always Beau
Saking rindunya Dion sama ibunya sampai Dion bermimpi ibunya
Risa Virgo Always Beau
Dion itu fokus banget makannya ngga sambil bicara saat sedang makan
Risa Virgo Always Beau
Stella dan teman temannya yang banyak makannya nanti lanjut belajar bersama
Risa Virgo Always Beau
Ryan tidur sama mama dan papanya gara gara neneknya Ryan tidur di rumah Ryan
Risa Virgo Always Beau
Sepertinya Stella pengen dekat sama Dion sampai mengajak belajar bersama
Risa Virgo Always Beau
Maya masih saja membohongi Baron beruntung Baron sudah menyadari kelakuan Maya
Risa Virgo Always Beau
Baron baru menyadari kalau Maya ternyata membohongi Baron
Risa Virgo Always Beau
Maya gunakan uangnya untuk foya foya sampai iuran sekolah Dion menunggak
Risa Virgo Always Beau
Maya tega banget sampai menyembunyikan foto miliknya Dion
Sri Astuti
yakin sih klo si nendk yg ambil.. scr dia pinjam ga dikasih
Sri Astuti
Dion sadar kondisi keluarganya membuat dirinya minder
Sri Astuti
masa remaja masa yg paling indah kata lagu 😂😂😂
Sri Astuti
semoga aman" pas pulang ga diapa apain
Sri Astuti
Dion aslinya baik, tp dia ga mau pusing dgb urusan orang. akhirnya Ryan dekat jg sm abangnya..
bu Mirna sdh tua ga bs jd teladan buat yg muda
Sri Astuti
selamat buat Dion.. hrsnya Maya seneng anaknya diajarin sama Dion bukannya mlh sebel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!