Mengisahkan tentang kisah cinta Daniel David Johanes seorang perwira angkatan laut yang bertemu dengan teman masa kecilnya Joanna Josephine Josep mahasiswi semester akhir fasultas kedokteran jurusan dokter gigi di Universitas Negeri Surabaya. Apakah Daniel bisa merebut hati Joanna yang sering dipanggil Anna ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasakan Sakit Sendiri
Akhirnya malam ini, Anna tidur dengan mama dan papanya. Sedangkan Daniel tidur sendiri di kamarnya yang biasa ada Anna. Semalam Daniel tidak bisa tidur. Semenjak Anna dilamar menjadi anak mantu keluarga Johanes, Daniel sudah terbiasa tidur mendengar suara dengkuran Anna kekasihnya jika sedang tidur.
Daniel pun menerobos masuk ke kamar orangtuanya dan dia melihat Anna tidur dipeluk mamanya. Daniel pun mengendong kekasihnya dan dibawa ke kamar mereka. Langsung dia tutup tubuh Anna dan dirinya dengan selimut. Anna di peluk.
Pagi hari Anna kaget, karena dia melihat Daniel sedang tidur memeluknya. Anna mendengar mama Reny menanyakan keberadaan Anna. Dengan santai terdengar suara papa. Pasti malam Anna diculik oleh anggota khusus denjaka.
"Adek.....Daniel......." Mama Reny meneriaki anak bungsunya. Dia marah karena semalam Daniel menculik Anna tidak diketahui atau dirasa olehnya. Padahal semalam dia memeluk Anna.
"Mas mama marah."
"Biar aja. Paling mama cubit telinga mas."
Pagi itu sebelum mereka berangkat kerja. Anna dan Daniel sudah membahas semua masalah tentang Nurul termasuk kejadian kemarin. Dan ternyata mama Reny dan papa Dony tidak mengetahui hubungan mereka. Dan Daniel sudah berjanji untuk tidak bertemu dengan Nurul lagi.
Hari ini Nurul sudah meminta mutasi keluar daerah. Atas bantuan papanya surat mutasi Nurul ke Rumah sakit angkatan laut di Sulawesi Utara. Dan hari ini, Nurul akan mengadakan perpisahan.
Anna merasa kaget, mendengar berita yang dibawa oleh rekan - rekan medisnya, hanya semalam Nurul bisa mendapat surat perintah pindah tugas ke Sulawesi utara.
"What??! Apa dia putri seorang perwira tinggi. Apakah inj yang membuat tembok pemisah mereka semakin tinggi. Dan jika mereka bersatu akan banyak orang tersakiti." Anna mulai menghubungkan kata - kata Daniel kekasihnya. Namun kembali lagi Anna cuek saja. Penampilan Anna kali ini sedikit berbeda dia masuk kerja dengan menggunakan kacamata iritasi. Semua karena matanya bengkak. Dia tidak mau rekan - rekan medis tahu dia menangis. Apalagi kalau dokter Nurul tahu.
Anna pun hadir dalam acara itu. Dia duduk di belakang bersama Juan dan dokter gigi Alex, karena mereka baru selesai operasi gigi yang akarnya bercabang yang menyebabkan gigi susah di cabut.
"Anak perwira ya. Kok cepat bisa dapat mutasi pindah." Juan berbisik kepada Anna.
"Bapaknya bintang satu." Dokter Alex bantu menjawab. Hati Anna meyakini ternyata betul apa yang di ceritakan oleh rekan - rekan medis.
"Lumayan say, makan gratis nan enak."
"Sikat bro. Kapan lagi."
"Oke sis." Sama seperti tenaga medis lainnya Anna dan Juan juga menikmati makanan yang disiapkan dokter Nurul buat mereka semua nikmati.
"Bisa bicara Anna."
"Saya??"
"Iya, kamu kan namanya Anna."
Ternyata Nurul menceritakan semua tentang hubungannya dengan Daniel. Tidak ada yang tersembunyi.
"Aku menyerah, karena dia memilih kamu. Buka karena dia tidak mencintaiku. Aku ini cinta pertamanya." Anna hanya mendengar tanpa membantah sedikit pun. Ingin rasanya Anna merobek mulut dokter judes itu, namun apa daya dia tidak bisa.
"Semoga kamu berbahagia bersama dia."
"Terima kasih dokter."
Kemudian dia menyebut penyakit - penyakitnya Daniel. Kesukaan Daniel dan apa yang dia tidak suka. Seolah - olah dia yang paling tahu tentang Daniel. Sebenarnya Anna sudah muak, namun dia berusaha tenang dan mengendalikan emosinya dengan baik. Dia tidak mau terlihat kalah atau tersakiti dengan kata - katanya dokter Nurul.
Ternyata tujuan Nurul untuk menyakiti Anna tidak mempan. Malah dia yang sakit hati.
btw turut berdukacita juga atas dipanggil pulang Opa tercinta
sayang sekali, Alena sudah tidak perawan, kalau masih perawan, meskipun orang tua sudah setuju, tinggalkan saja Daniel, biarkan Daniel berjuang untuk mendapatkan Alena , ini ya sudah sulit
Anna harus jual mahal, supaya Daniel dapat pelajaran, kalau untuk mendapatkan kamu, Daniel harus berjuang