Kinara tak menyangka jika kedatangannya di acara reuni akan membawa bencana bagi kehidupan selanjutnya. Bertemu dengan pria yang dulunya membuat hidupnya tertekan.
Hingga ia memutuskan untuk pergi dari kehidupan sang pria. Dan kali ini, pertemuan dirinya dan pria masa lalunya membawa duka lara untuk dirinya.
"Aku sudah lama menunggu kehadiranmu! Biarkan malam ini menjadi saksi rasa sakit hatiku padamu Kinara."~ Edgar Regantara
"Kau tak tau bagaimana rasanya jadi aku, Mungkin dengan cara kamu membalaskan dendam padaku! Rasa sakit hatimu lenyap bersamaan dengan luka yang akan aku bawa pergi" ~Kinara Saqeel Ardav
Sanggupkah Kinara melewati semua itu, melewati hal tak terduga dari masa lalunya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mhaya Yanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PMR 8
Dengan air mata yang mengalir dipipi Kinara, Gadis itu kini tengah menumpangi taksi setelah pulang dari rumah sakit. Ia rindu pada sang Papa meskipun pria itu tak sekalipun membuka mata untuknya.
Kinara menyeka air matanya, ia bingung bagaimana cara mengatasi masalahnya. Apalagi yang membuat perkara padanya adalah sosok Edgar Regantara . Marga yang tidak bisa disalahkan, mereka akan melakukan hal apapun agar musuhnya bisa kalah dalam segala hal.
"Maafin aku, Ca. Bukan maksudku bohongi kamu." Kinara berucap seperti itu karena ia teringat tadi sewaktu ia hendak kerumah sakit. Gadis itu hendak ikut, namun Kinara melarangnya. Ia takut Caca akan menjadi sasaran kemarahan Daffa. Pasalnya tadi, Pria itu meluapkan emosi padanya.
"Aku gak bisa diam saja, Aku akan memberi perhitungan pada ,Edgar. Belum cukup dulu orang tuanya menghinaku bahkan mempermalukan ku. Sekarang aku gak bisa diam saja, mereka keterlaluan." gumam Kinara penuh kekesalan pada sosok Edgar. Entahlah, akankah perasaan cintanya masih ada seperti dulu ketika tau kelakuan Edgar yang diluar batas.
"Pak, stop." Kinara berucap hingga membuat sang supir taksi spontan berhenti. Bahkan terlihat raut keterkejutan di wajah sang sopir itu.
"Ada apa, neng?" tanya sang supir ketika mobil itu terhenti, kepalanya melonggok ke belakang menampakkan wajah Kinara yang tengah mengamati sebuah restoran mewah disana.
"Saya mau turun disini, Pak." sahut Kinara sembari memberikan beberapa lembar uang kertas pada sang sopir.
Kaki jenjangnya menuruni taksi dengan gaya naturalnya. Matanya tak lepas dari sosok yang sangat familiar dimatanya. Pria itu tengah tersenyum bahkan terlihat raut bahagia disana.
"Bangsat, setelah apa yang dilakukan padaku. Sekarang, dia enak-enakan duduk manis sambil ketawa-ketawa bareng istrinya. Dasar, bajingan." umpat Kinara dengan langkah kaki semakin melebar ke arah pria yang tengah berbincang dengan wanita.
Byurrrr....
Sebuah jus tersiram di atas kepala Edgar karena ulah seseorang. Edgar terdiam dengan tangan terkepal, siapa yang berani mengusik ketentramannya fikir Edgar. Pria itu berdiri dan berbalik, matanya bersitubruk dengan wanita yang lancang menyiram dirinya.
"Kau." tunjuk Edgar pada Kinara. Kejadian itu menjadi sorotan pengunjung restoran itu. Bahkan ada yang berbisik-bisik dengan keberanian Kinara ketika melakukan hal demikian pada putra Regantara.
plakk...
Dengan keberaniannya, Kinara menampar pipi Edgar hingga membuat pria berkuasa itu menoleh ke samping. Tangan kekarnya terkepal erat, pria itu begitu emosi dipermalukan didepan umum oleh sosok mungil di depannya ini.
"Apa yang kau lakukan? kenapa suamiku ditampar?" ucap seseorang yang Kinara kenal sebagai model papan atas di tahun ini. Perempuan itu menangkup wajah Edgar agar menoleh ke arahnya. "Sayang, kau tak apa!" ucap Berliana dengan cemas.
"Terimakasih sudah memperbolehkan aku menamparmu, Tuan. Saya cuma peringatkan kepada anda, jangan sekalipun mengusik kehidupan saya lagi setelah ini. Dan anda Nyonya Berliana, jaga suami anda selagi masih ada," papar Kinara dengan tatapan masih mengarah pada mata elang Edgar yang masih setia menatapnya dengan penuh emosi.
Tak ada perlawanan disana, Edgar hanya bisa memendam emosinya.
"Jangan berbicara yang tidak-tidak, suamiku pria baik. Tidak mungkin seperti yang kamu ucapkan,, benarkan sayang!" tanya Berlian pada Edgar yang tak sekalipun mengalihkan pandangannya pada Kinara.
"Benarkah! tapi sayangnya terlalu percaya dengan omong kosong. Tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah, lebih tepatnya suka mengadili orang yang tak bersalah. Permisi." sentak Kinara berlalu, hatinya semakin sakit melihat kebersamaan antara Edgar dan Berliana tentunya.
Bukankah pria itu sudah memiliki istri, lalu untuk apa menjadikan Kinara sebagai istri keduanya. Apa semua itu ada unsur balas dendam didalamnya.
"Tangkap dia, jangan sampai lolos lagi. Jika gagal, kalian akan menanggung resikonya." Edgar berteriak pada kedua pengawal yang setia mengikutinya.
Semua orang yang berada didalam sana bergidik ngeri membayangkan emosi Edgar saat ini. Mereka menyayangkan hidup Kinara selanjutnya setelah nekat membuat pria bermarga Regantara itu malu di khalayak umum.
"Sayang, siapa dia?" tanya Berliana menghampiri Edgar yang selangkah lebih maju darinya. Pria itu emosi bisa terlihat jelas diwajah tampannya itu.
"Pulanglah, Ber. Jangan menggangguku." Ketus Edgar.
"Pulang atau __."
"Baiklah, aku akan pulang, Sayang. See you." potong Berliana mengiyakan ucapan Edgar.
Cuppp...
wanita itu melenggang pergi setelah memberikan kecupan mesra di pipi Edgar.
Bersambung...
mengandung bawang iya,emosi iya
gado2 😁