NovelToon NovelToon
Aku Atau Dia Yang Pelakor

Aku Atau Dia Yang Pelakor

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Cintapertama / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:96.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mayraa Ibnurafa

“Aku atau dia yang pelakor!” Dia berteriak dengan kerasnya di pinggiran pantai berpasir putih.

Semuanya berawal dari ...

Isyana yang sudah bersuami tidak sengaja bertemu dengan Elvano yang saat itu juga memiliki seorang istri dan putra. Saat mengerjakan proyek bersama. Keduanya menjadi sangat dekat dan perlahan tumbuhlah perasaan cinta itu. Dengan penuh rasa bersalah kepada pasangan masing-masing, mereka menjalin hubungan terlarang itu. Tapi hubungan itu kandas, saat Isyana mulai sadar bahwa mereka tidak ditakdirkan bersatu.

Akan tetapi, disaat yang sama Isyana dan Elvano tidak sadar. Kalau Ikbal suami Isyana dan Nabila istri Elvano ternyata sudah menjalin hubungan lebih dulu dari mereka berdua. Bahkan Ikbal dan Nabila sampai melakukan hubungan intim di belakang mereka.

Kemudian beberapa bulan setelah Isyana dan Elvano berpisah. Isyana mengetahui bahwa Ikbal suaminya telah berselingkuh dengan wanita lain, yang ternyata adalah Nabila istri Elvano. Pria yang dia cintai...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayraa Ibnurafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8 : Menjauhkan diri.

Di dalam kamar Isyana. Elvano duduk dipinggir ranjang. Isyana melihatnya memegangi pelipisnya yang berdarah. Juga pipinya yang lebam karena tonjokan dari beberapa orang yang ingin melecehkan Isyana tadi.

Walaupun begitu Elvano puas telah memukul salah satu dari mereka sampai pingsan. Karena berani sekali mengganggu perempuan yang datang bersamanya.

Elvano menatap ke arah Isyana yang sibuk mondar-mandir seperti sedang mencari sesuatu. Perempuan itu sedang mencari kotak P3k. Ketika bel pintu berbunyi, Isyana segera menghambur ke arah pintu. Membuka nya dengan cepat. Ternyata seorang pelayan membawakan kompres es batu serta kotak p3k kecil. Lalu memberikan nya pada Isyana.

Isyana pun duduk di sebelah Elvano. Lalu memiringkan sedikit badan Elvano untuk berhadapan dengan nya. Isyana menatap nyeri pelipis Elvano yang berdarah.

“Aku bisa mengobatinya sendiri, Sya,” ucap Elvano tersenyum.

Wanita itu mendengus kesal lalu menyatukan kedua tangan Elvano dibawah. “Husshhh, sudah diam gak!”

Isyana mulai menaruh betadine di kapas putih secukupnya. Elvano tersenyum diam-diam memperhatikan gerakan tangan Isyana dan menatap wajah sendunya yang terlihat khawatir.

“Lagi pula Sya, ini gak sakit sama sekali kok,” ucap Elvano lagi.

“Awwh...” Dia meringis pelan saat merasakan perih waktu Isyana menempelkan kapas di lukanya. Membuat Isyana terkekeh pelan.

“Pelan-pelan, Sya...”

Isyana lagi-lagi tertawa, melihat tingkah Elvano yang sok jagoan. “Katanya gak sakit, masa cuma disentuh gitu aja teriak,” ledek Isyana.

“Eh siapa yang teriak, aku gak teriak.”

“Itu kamu tadi teriak kan kesakitan.” Isyana mengambil kompres es batu tadi, kemudian menempelkan nya pada lebam dipipi Elvano.

Elvano lagi-lagi kesakitan. Dia tidak sengaja memegang tangan Isyana. Keduanya tersentak dan saling menatap. Kedua mata indah itu kini tengah menatap nya. Elvano tersadar dan langsung mengalihkan pandangan nya. Begitu pun dengan Isyana.

“Tuh kan, kamu kesakitan...” Isyana mencoba memecah keheningan.

“Enggak kok, jangan sembarangan bicara ya ... ini tuh dingin coba deh kamu rasain sendiri,” ucap Elvano seraya mengambil alih kompres es batu ditangan Isyana. Kemudian menempelkan nya di pipi wanita itu.

“El...dingin, hahah!” Isyana tertawa geli sambil terus menghindar. Akhirnya terjadilah aksi saling tarik menarik kompres es batu. Yang membuat keduanya terjatuh bersamaan ke lantai.

Isyana jatuh tepat dibawah Elvano yang menindihnya. Wanita itu menjadi tegang saat kedua mata mereka saling bertatap. Seperti ada sebuah ikatan yang membuat mereka nyaman.

Jantungnya semakin tidak menentu. Merasakan deruan nafas laki-laki yang kini ada diatasnya itu. Sampai mengenai batang hidung nya dan membuat pori pori diwajahnya meremang. Tanpa sadar Isyana malah menutup kelopak matanya yang indah, seperti sedang menunggu sesuatu.

Elvano memandangi wajah cantik Isyana yang begitu lembut. Dadanya bergejolak hampir tidak bisa berpikir dengan jernih. Melihat wanita itu yang tiba-tiba menutup matanya, membuat laki-laki dengan rahang tegas itu perlahan mendekatkan wajahnya.

Dalam sekejap Elvano menyatukan kedua bibir mereka. Dia melumat dan menghisap lembut bibir merah, milik perempuan cantik yang diam-diam dia kagumi selama beberapa hari ini. Mereka terbuai dengan ciuman itu.

Elvano tersentak kaget dan langsung membuka matanya. Saat menyadari perlakuan nya terhadap Isyana. Begitu pun sebaliknya, Isyana juga membuka matanya dan menatap Elvano yang wajahnya tepat dihadapan nya.

Secepat mungkin Elvano beranjak dan berdiri. Dia gelagapan dan salah tingkah. Begitu juga dengan Isyana yang berdiri merapikan baju dan rambutnya. Wajahnya merah merona.

“Bodoh sekali kamu, Sya,” batin Isyana memaki kebodohan dirinya.

“Mmm, Sya...” ucap Elvano gugup.

“I-iya, El?” Isyana menoleh dengan wajah merah nya menatap laki-laki disebelahnya yang semakin gugup. Entah matanya sedang memandang ke arah mana, dia bicara tanpa melihat ke arah Isyana.

“A-aku balik ya, sudah malam...bye,” ucap nya seraya berlalu dengan cepat keluar dari kamar Isyana.

Saat itu Isyana mematung menatap kepergian laki-laki yang baru saja menciumnya dengan sangat lembut itu. Jujur ada sedikit perasaan sedih yang dia rasakan. Bagaikan habis manis sepah dibuang. Elvano pergi begitu saja setelah mencium dirinya, tanpa mengatakan apapun.

Sedangkan diluar kamar. Elvano bersandar di pintu kamar Isyana. Mengingat hal bodoh yang telah dia lakukan. Tiba-tiba terbesit wajah sang anak dan istrinya, yang membuat dirinya sangat merasa bersalah.

“Kamu benar-benar, Brengsek, El,” umpat nya sambil mengusap wajah dengan kasar.

Serelah hari itu. Bak di telan bumi, Elvano menghilang tanpa jejak. Mereka tidak pernah bertemu lagi. Bahkan membahas pekerjaan saja tidak ada. Elvano dan Isyana sama-sama menjauhkan diri mereka masing-masing.

Karena mulai merasa bahwa perasaan mereka salah. Mereka sudah memiliki pasangan hidup masing-masing. Tentu, perbuatan mereka begitu bejat dan terlarang, walaupun hanya sekedar ciuman. Berhasil membuat Elvano dan Isyana frustasi, karena sudah melakukan nya.

“Mas Ikbal, maafkan Isyana mas ... Isyana gak bermaksud untuk berkhianat.”

Air mata Isyana terjatuh diatas layar ponsel yang tertera gambar pernikahan nya bersama Ikbal. Rasa bersalah begitu mendalam. Membuatnya dilema dengan perasaan cinta yang mulai tumbuh untuk Elvano.

Begitu pun juga dengan Elvano yang berusaha melupakan perasaan nya terhadap Isyana. Bayang-bayang wanita itu hampir setiap malam bermain-main di kepalanya. Meskipun terkadang dia mengalihkan nya dengan panggilan video yang dia lakukan bersama sang anak, untuk melepaskan rindu juga. Berada jauh dari Nino, jagoan kecil nya yang sangat berharga tentu tidaklah mudah.

Hari ini, matahari nampak menyembunyikan cahayanya di balik awan putih yang tebal. Udara dingin menusuk hingga pori-pori wajahnya. Membuat Isyana yang tengah berdiri di lobi hotel bergidik kedinginan.

Isyana menggunakan setelan musim dingin yang sengaja dia bawa. Sweeter bulu yang tebal berwarna putih, leging hitam, serta syal hitam yang terlilit menutupi leher jenjangnya.

Pelayan hotel membukakan nya pintu mobil taksi yang berhenti didepan nya. Isyana masuk setelah berterima kasoh pada pelayan tersebut. Taksi pun mulai melaju membelah jalanan kota menuju lokasi terbaru untuk even perusahaan Elvano.

Di sepanjang perjalanan. Isyana menyandarkan tubuhnya, menatap malas kearah jendela. Pikiran nya melayang menerawang keberadaan Elvano. Dimana pria itu pergi beberapa hari ini dia menghilang. Tapi, dia juga merasa ini jalan terbaik untuk menjauhkan mereka beberapa waktu. Agar perasaan nya terhadap Elvano tidak semakin dalam.

Satu jam dua puluh lima menit berlalu dengan cepat. Taksi yang ditumpangi Isyana telah membawanya ke sebuah daerah yang sudah mulai bersalju. Sebuah resor mewah yang berada di puncak. Sejak semalam salju sudah mulai turun di daerah itu.

Isyana keluar dari taksi dan berjalan masuk ke dalam resor tersebut. Matanya terus berkeliling memperhatikan setiap sudut keindahan resor itu. Kini kaki membawanya ke halaman belakang resor yang terdapat taman bunga indah yang diselimuti salju, serta air mancur yang berada di tengah nya menambah kesan mewah di matanya.

“Tempat ini sangat cocok, El pasti menyukainya,” gumam nya tersenyum.

Setelah menyelesaikan pekerjaan nya, mengatur berbagai hal untuk even nanti. Isyana berkeliling resor itu. Dia terpukau dengan kereta gantung yang dia lihat menuju puncak gunung. Diatas sana terlihat ada sebuah mansion. Isyana berjalan kearah stasiun kereta gantung itu.

“Maaf nona, apa ada yang bisa saya bantu?” kata petugas yang berjaga di stasiun kereta gantung itu, menggunakan bahasa mereka.

“Saya mau naik keatas sana, ke mansion itu,” tunjuk Isyana ke arah mansion diatas sana, yang juga menjawab dengan bahasa yang mereka mengerti.

“Sekali lagi saya minta maaf, nona. Tapi cuaca sedang tidak baik ... ada perkiraan bahwa nanti malam akan turun badai salju di daerah ini,” jawab petugas itu dengan wajah khawatir.

“Saya akan turun sebelum jam 7 malam, saya janji. Saya harus melihat mansion itu, karena saya ingin menjadikan nya sebagai kantor sementara.” Isyana berusaha membuat petugas itu berubah pikiran.

Lama dia berdiam, seperti menimbang-nimbang sesuatu. Lalu sampai pada akhirnya dia mengangguk. Isyana tersenyum puas, akhirnya petugas itu mengizinkan nya naik ke kereta gantung itu.

“Tapi sebelum jam tujuh nona harus segera turun, ok! Saya menjaga stasiun ini sampai jam 8 malam.”

“Baiklah, terima kasih. Saya janji akan turun sebelum jam 7 malam,” ucap Isyana berjanji seraya melirik arlojinya yang menunjukan pukul setengah enam sore. Dia yakin akan sempat turun sebelum jam 7 malam.

To be continued...

1
Elok Pratiwi
cerita tidak menarik
Elok Pratiwi
sangat tidak menarik tokoh utama wanita nya lemah hanya bisa menangis .. cerita yg sangat buruk
Cis Siu
uhuy
Ruth Khoiriyah
sama mbuletnya thor kenapa ceritanya mbulet
Ruth Khoiriyah
mbulet coba langsung ambil perusahaan nya aja biar tau rasa
Endang Supriati
oneng si isyana, lola lemot
Endang Supriati
ya iyalah ibunya berzinah, anak yg jadi korvan. adq hadisnya.
Wiwit
bingung dgn cerita isyana nya bodoh atw gmn ya
A Yes
❤️❤️❤️🌺🌺🌺🌺
A Yes
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
A Yes
ikuuuut💃💃💃💃😂😂😂😂😂✌️😅
YuWie
bunga untuk evan yg bisa teges...
YuWie
el gak peka..tio aja paham
YuWie
heran aku..gampang bgt diprovokasi. wong ya sdh tau sama2 janda dan duda dan ada anak. Isyana malah perasa bgt klo sama nino..
YuWie
duluuu disia2 elvanonya..sekarang kelimpungan sendiri nabila.
YuWie
ngonooo wae..nino ya gitu, dah pernah diabaikan ibunya jadinya skrg cari perhatian.
YuWie
hah
YuWie
ini baru laki2 hentelmen...gak dibalas cintanya mundur bukannya bikin hal yg licik2
YuWie
nahhh gitu...komunikasi tanpa emosi.
YuWie
buruk banget sih komunikasi el dan is.. padahal sdh sama2 pernah gagal tapi gak belajar dr kegagalan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!