NovelToon NovelToon
Aku Menjadi Figuran Antagonis

Aku Menjadi Figuran Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita
Popularitas:282.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Pipit_vie

Arianna Safi mengalami penganiayaan yang membuatnya meninggal. Tidak disangka dia justru masuk ke dalam tubuh figuran antagonis di novel yang dia baca sebelum meninggal.

Figuran antagonis itu bernama Arianna Serafine Wezen yang merupakan kembaran dari antagonis cerita yaitu Catalina Hermione Wezen.

Arianna yang diberi kesempatan untuk hidup pun bertekad untuk merubah takdir agar tidak sesuai dengan alur cerita dimana dia, Catalina dan keluarganya mengalami kehancuran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pipit_vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8: Terungkap

Duke dan Duchess mendengar kabar dari butler bahwa kedua putri mereka akhir-akhir ini tengah belajar bahasa kuno Arktik di perpustakaan. Tentu saja kabar itu membuat pasangan suami istri itu bertanya-tanya.

Tidak hanya itu, mereka berdua juga terkejut saat tahu bahwa Arianna dan Catalina tengah memainkan piano di ruang musik.

"Apakah kedua putri kita mendapatkan karunia Dewa Shiraz? Aku tidak menyangka mereka memiliki suara merdu seperti itu." ucap Duchess yang tengah mengintip bersama Duke Wezen.

"Aku pun masih tidak menyangka bahwa putri kita bisa menyanyi menggunakan bahasa kuno Arktik yang sulit dipelajari itu." balas Duke Wezen.

Kedua orang yang diperbincangkan masih tidak menyadari adanya orang lain yang tengah melihat mereka.

Arianna mengakhiri permainan pianonya dengan senyuman puas. Tidak disangka Catalina cukup jenius karena mampu mempelajari bahasa inggris yang mana di dunia ini dikenal sebagai bahasa kuno Arktik.

"Menurutmu bagaimana dengan lagu yang ku sarankan ini?" tanya Arianna pada Catalina.

"Aku cukup puas karena lagu ini mewakili perasaanku."

Arianna tersenyum, "Kau sudah berusaha keras, Catalina."

Catalina mengangguk dan membalas senyuman Arianna, "Omong-omong kau tahu darimana lagu ini?"

"Tentu saja dari kenalanku." Arianna sudah ancang-ancang memberikan jawaban ini bila Catalina bertanya.

"Arianna, Catalina, pertunjukan yang bagus." puji Duke Wezen yang memperlihatkan dirinya disusul oleh Duchess.

Arianna dan Catalina saling pandang sejenak kemudian tertawa bersama. Mereka terlalu fokus berlatih hingga tidak menyadari adanya penonton.

"Darimana kalian belajar bahasa kuno Arktik?" Pertanyaan Duchess membuat Arianna membeku di tempat.

Karena di dunia ini masih menganut sistem patriarki, yang mana hanya seorang lelaki yang diperbolehkan belajar bahasa-bahasa asing dan bersekolah di akademi. Berbeda dengan wanita yang hanya diajari untuk membaca dan menulis saja.

"Sebelumnya aku tidak mengerti bahasa kuno Arktik, ayah. Berkat Arianna aku jadi mengerti meskipun masih belum sempurna."

Catalina melirik Arianna.

Pandangan Duchess beralih ke Arianna, "Siapa yang mengajarimu, Arianna?"

"Aku belajar otodidak, ibu." jawab Arianna spontan. Semoga saja dengan jawaban ini Duchess merasa puas dan tidak bertanya lagi.

"Dua hari lagi pesta pernikahannya diadakan. Apakah kalian sudah menyiapkan gaun untuk kalian pakai di pesta itu?"

Pertanyaan Duke Wezen tidak mendapat balasan dari kedua putrinya. Duke paham, mereka pasti terlalu fokus belajar bahasa kuno Arktik, jadi belum mempersiapkan apapun. Duke Wezen sendiri tidak masalah bila kedua putrinya ingin belajar.

"Oh iya Arianna, perihal kalung permata blue emerald yang kau minta ternyata sudah lebih dulu dipesan oleh Pangeran Gavriel. Jadi, ayah akan belikan kalung permata lain sebagai gantinya." ucap Duke memberitahu.

"Hah? Kapan aku pesan kalung permata itu, ayah?" Arianna agak panik sedikit, karena kalung permata itulah yang membuat nyawa Arianna Serafine akan melayang di masa depan.

"Kau lupa ya? Sebelum kau mengalami kecelakaan itu, kau merengek pada ayah agar dibelikan kalung permata blue emerald."

'Anjir! Ternyata Arianna Serafine pelakunya.'

Alasan Arianna Serafine asli tergiur kalung permata blue emerald itu karena permata itu di dapat di wilayah laut barat yang mana merupakan tempat tinggal para putri duyung. Bisa dibilang, kalung permata itu adalah benda langka.

"Tidak perlu membelikanku kalung permata lagi, ayah."

Arianna tidak munafik kok, dia juga suka benda berkilauan semacam permata, tetapi setelah melihat kotak perhiasan Arianna Serafine, dia sudah cukup puas hanya dengan melihatnya. Kalung permata yang dimiliki Arianna Serafine sangatlah banyak.

"Tumben kau menolak." Catalina menatap Arianna curiga, "Apa kau sengaja menolak untuk meminta sesuatu yang lebih mahal lagi ya?"

Arianna memukul lengan Catalina agar berhenti menatapnya curiga, "Aku ingin tobat dari sifat borosku, bodoh!"

"Hahaha~" Catalina justru tertawa, "Kau Ingin bertobat akan sifat borosmu? Sungguh mustahil!!"

"Ayah, ibu, lihatlah kelakuan buruk Catalina!" adu Arianna pada Duchess dan Duke Wezen. Arianna kesal karena ditertawakan oleh Catalina.

Menurut Duke Wezen, begini lebih baik. Justru karena pertengkaran kecil kedua putrinya lah yang membuat mansion ini hidup. Seperti kata pepatah, bahwa harta yang berharga adalah keluarga.

...🤍🖤🤍...

Di tengah malam Arianna terbangun. Dia yang merasa haus pun meminum segelas air lalu setelahnya mencoba untuk tidur lagi.

Akan tetapi, Arianna justru tidak mengantuk lagi.

"Kalau dari cerita transmigrasi yang aku baca, biasanya seseorang yang masuk ke tubuh orang lain akan mendapatkan ingatan orang itu atau bisa saja bertemu langsung dengan jiwa orang yang dimasuki tubuhnya." gumam Arianna.

Berbeda dengan kasusnya, Arianna sama sekali tidak pernah bertemu Arianna Serafine dalam mimpi atau apalah itu. Lantas kemanakah jiwa Arianna Serafine sekarang? Apa iya sudah mati?

"Masa bodoh lah! Aku cari udara segar saja di taman belakang."

Arianna memutuskan untuk keluar dari kamarnya tanpa ditemani oleh Lunar. Dan setelah keluar kamar, Arianna ditanya oleh beberapa ksatria yang tengah berjaga.

"Nona ingin kemana tengah malam begini?" tanya salah satu ksatria dengan bekas luka di mata kirinya.

"Aku ingin ke teman belakang untuk menghirup udara segar. Karena aku ingin sendirian, jadi bersikaplah seolah kalian tidak melihatku. Kalau terjadi sesuatu aku akan berteriak kencang." ucap Arianna yang bisa diartikan bahwa dia tidak ingin diganggu.

Ksatria itu dan temannya menundukkan kepalanya dan memberikan jalan untuk Arianna.

Karena hal itu Arianna tersenyum puas. Dia juga sudah mengenakan mantel bulu untuk pencegahan agar dia tidak demam lagi seperti kejadian yang sudah lalu.

Sesampainya di taman belakang, Arianna duduk di ayunan yang ada dibawah pohon oak. Ayunan yang didudukinya sekarang ada atas permintaan Arianna pada Duke Wezen.

Mata Arianna terpejam untuk menikmati momen yang sudah lama dia harapkan. Bermain ayunan di bawah pohon adalah keinginan Arianna di waktu kecil.

"Disini, aku mendapatkan hal yang belum pernah kudapatkan sebelumnya." ucap Arianna yang masih setia terpejam dengan senyuman lebar.

Angin malam yang sepoi-sepoi menambah kenikmatan yang sedang dirasakan Arianna. Rasanya Arianna ingin serakah agar terus menikmati momen seperti ini.

'Terus gimana kalau misal jiwa Arianna Serafine ternyata masih hidup? Dan dia datang meminta tubuh ini?' Karena pikirannya barusan, mata Arianna pun terbuka.

"AAAKK" Teriak Arianna kaget.

Bagaimana tidak kaget kalau saat membuka mata, dia mendapati seseorang bersurai hitam panjang tengah melayang-layang di depannya.

"Apa aku mengejutkanmu?" tanya seseorang itu dengan wajah tampannya.

'Sialan! Dia emang ganteng tahu!' Aku Arianna dalam hati.

"Hei, berengsek! Berani-beraninya kau datang kemari setelah membuat keributan di rumahku." Arianna menatap tajam penyihir hitam di depannya.

Pria itu menjejakkan kakinya di tanah berumput taman ini tepat di hadapan Arianna. Sengaja karena dia merasa ada yang aneh dengan Arianna.

Refleks Arianna mundur, "Jangan dekat-dekat!"

"Kenapa sihir hitam milikku tidak mempan padamu ya?" Eze melihat Arianna dari atas hingga bawah.

"A-apa maksudmu?" Arianna sedikit gelagapan. Apakah dia tidak mempan dengan sihir hitam karena dia bukanlah Arianna Serafine? Bisa gawat kalau pria di depannya tahu.

"Aku merasa ada sesuatu yang aneh tentangmu." Mata Eze menelisik tajam, "Siapa kau sebenarnya?"

Deg.

"T-tentu saja aku Arianna Serafine!" jawab Arianna sedikit berteriak. Arianna merasa aneh setelah melihat reaksi pria di depannya yang justru menyeringai.

"Ternyata benar dugaanku." Eze mencekal pergelangan tangan Arianna dan menariknya mendekat, "Darimana kau mempelajari perpindahan jiwa?"

Mata Arianna membola, apakah dia sekarang ketahuan? Apa benar-benar ketahuan?

"A-aku sungguh t-tidak mengerti apa maksudmu! Jadi, lepaskan aku!" Arianna menarik tangannya yang masih digenggam oleh penyihir hitam.

"Masih tidak mau mengaku ternyata." Seringaian Eze semakin lebar, "Mau ku buktikan kalau kau bukan Arianna Serafine Wezen?"

"Aku adalah Arianna Serafine Wezen! Memangnya siapa lagi kalau bukan aku?"

Bohong kalau Arianna tidak takut sekarang. Arianna yang sudah mulai terbiasa menikmati kehidupan disini yang memberikan kenyamanan membuatnya terlena. Arianna tahu kalau pria di depannya tidak mungkin bicara omong kosong.

"Arianna Serafine Wezen yang dikabarkan koma selama dua bulan dan dikatakan tidak ada harapan untuk hidup lalu pulih dalam sekejap sungguhlah hal yang unik."

Arianna tidak tahu harus membalas apa karena perkataan penyihir hitam memang benar. Dia yang pulih dengan cepat merupakan hal yang jarang terjadi.

"Katakan! Dimana kau belajar tentang perpindahan jiwa? Jawablah dengan cepat sebelum kesabaranku habis."

Arianna membeku di tempat karena ulah penyihir hitam. Dia yang ingin melangkah mundur tiba-tiba saja kakinya tidak bisa digerakkan.

"Aku juga mendengar ucapanmu setelah kau datang kemari tadi." bisik Eze di telinga Arianna, "Perlu aku ulangi perkataanmu yang tadi?"

"A-aku tidak tahu! Sungguh!" Pada akhirnya Arianna mengaku karena sudah terpojok.

Karena kecerobohannya sendiri lah yang membuat penyihir hitam itu jadi tahu bahwa dia bukanlah Arianna yang asli.

"Aku tidak belajar dari siapapun soal perpindahan jiwa! Tiba-tiba saja aku terjebak di tubuh ini!"

Eze menaikkan dagu Arianna agar tatapan Arianna hanya tertuju padanya, "Haruskah aku percaya omong kosongmu?"

"Harus! Karena aku sendiri tidak tahu bagaimana bisa aku ada di dalam tubuh ini!"

Arianna bernafas lega setelah pria itu menjauh darinya. Dilihatnya wajah pria itu yang memperlihatkan ketidakpuasan atas jawaban Arianna.

"Meskipun aku tidak puas atas jawabanmu, tetapi aku memegang rahasiamu. Menurutlah padaku jika kau ingin rahasia ini tidak diketahui oleh orang di mansion ini."

Orang yang dimaksud Eze tentu saja Duke Wezen, Duchess lalu Catalina.

"Apa maumu?"

Pria itu menyeringai, "Bekerja samalah denganku. Bukankah kita saling menguntungkan?"

'ARGHH SIALAN!! INI NAMANYA SAMA AJA MENUJU JALAN KEMATIAN JALUR VVIP!!'

Bersambung ....

Kalau aku jadi Arianna, aku pun frustasi anjir wkwkw, gimana perasaanmu saat udah menghindari jalur bencana justru ada jalur badai yang nggak bisa dihindari?

Untuk yang sudah mampir dan memberikan dukungan, aku ucapkan terima kasih banyak yaaa😊🤍

1
REY ASMODEUS
jadi pedagang Thor. lumayan jual racun untungnya wahhh🤣🤣🤣🤣...
Zhang Wuyang (张五阳)
terima terima mayan dapat suami ganteng kalau aku sih gak nolak ya 😍💃
chiara azmi fauziah
penasaran cuy
@Resh@
lamanya ini baru up
Pa Muhsid
penyihir agung yang jauh dari agung
@Resh@
hancurkan gerald dia jahat bangett
Pa Muhsid
kalau gak salah lintas tahun sampai lupa alur ceritanya
pipit_vie: mweheheheheeh🤭🤭🤭
total 1 replies
@Resh@
sampai lupa ceritanya😜
pipit_vie: 🤭🤭🤭 maapkan aku ya ges yaaaa akwowoowkwkwk jadi malu akwowowkkwkw
total 1 replies
Erna Masliana
Ariana ditinggal begitu aja di istana? bukankah sama saja dengan membunuh Ariana,s Isabella kan jahat.. gak ngerti cara berpikir Eze
Erna Masliana
terus kenapa balik lagi ke istana sudah tau tidak diinginkan.. tidak mungkin hanya untuk pernikahan.. tanpa campur tangan Kaisar pernikahan bisa terjadi karena kamu bukan bagian istana lagi..
Erna Masliana
kamu kuat tapi lembek..kamu mengecewakan Eze.. ini benar benar penghinaan
si kecil nikkey
thor wajah arianna sudah umum bnget bnyk model wajah kaya gtu....
Erna Masliana
kenapa tidak lawan kaisar aja..kan kamu lebih kuat ngapain masih mau dimanfaatin
Erna Masliana
suka berprasangka buruk duluan jalani aja
Erna Masliana
itu lebih baik dari cireng 🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
ya ampun cimol..cilor.. jangan jangan nama peliharaannya memang nama nama jajanan.. nanti ada cilok,batagor dan siomay
Erna Masliana
cilor...enak tuh
Erna Masliana
mau terharu malah ngakak gara gara jawaban Eze yang katanya masih perjaka 🤣
Erna Masliana
nah kan.. cuma ngancam
Erna Masliana
ya jangan.. dia cuma ngancam..dia masih butuh kamu karena penasaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!