Bagaimana perasaanmu ...apabila kau memiliki kekasih , namun pria itu malah lebih mementingkan teman masa kecilnya di bandingkan dengan dirimu..
" Apa - apa Cleo..apa - apa Cleo . Yang pacarmu itu aku apa Cleo sih Gas..." teriak Clara ketika mendapati kekasihnya hanya memiliki waktu bersama teman masa kecilnya daripada dirinya yang notabene adalah kekasih Bagas
" Kamu memang pacar aku Clara ... tapi kamu harus ngertiin bahwa saat ini Cleo lebih membutuhkan aku dari pada kamu . please Clar...jangan bersikap egois seperti ini "
" Kamu bilang aku egois ! mana egoisan aku yang minta kamu buat nemenin ulang tahun aku ,dengan kamu yang menemani Cleo hanya buat beli kado buat mamanya . Tolong Bas , jangan anggap aku egois . jika nyatanya kalianlah yang lebih egois daripada aku "
Akankah Clara melanjutkan hubungan miliknya bersama Bagas yang telah selama tiga tahun mereka jalani . Atau Clara akan lebih memilih membuka hati yang baru untuk sosok pria lain yang lebih bisa menghargai dirinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INNA PUTU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
" Sepertinya benar kata Vigor. Gue harus belajar buat ngejauhin Cleo mulai sekarang " gumam Bagas dan mulai melajukan motor sport miliknya guna menuju sebuah tempat yang terbersit di dalam pikiran milik pria berwajah tampan itu saat ini
_____
" Ugh...." Clara terlihat menggeliat di atas kasur
Tidur gadis itu sedang terusik saat ini karena sesuatu yang berat seperti tengah menindih tubuhnya yang masih asyik tidur di atas ranjang meski waktu sudah menunjukkan waktu setengah tujuh di pagi hari
" Bangun sayang..kau tak mau bukan jika aku melakukan hal yang tidak - tidak padamu di pagi buta seperti ini "
Deg
Mata Clara yang awalnya terpejam rapat kini malah terlihat terbuka begitu lebar secara tiba - tiba
Dan hal itu tentu saja di sebabkan oleh suara bariton yang baru saja tak sengaja Clara dengar di atas telinga yang ia miliki
" Bagas..."
" Hmmm....selamat pagi sayangku " ucap Bagas sembari tersenyum manis dengan ikut tertidur memeluk tubuh mungil Clara
" Apa aku sedang bermimpi ? "
Cup
satu kecupan manis terlihat mendarat sempurna di atas bibir ranum milik gadis itu
" Kau sedang tidak bermimpi sayang..pagi ini aku benar - benar datang untuk menjemputmu kesekolah " ucap Bagas dan langsung di peluk erat oleh Clara
Ia sungguh tak menyangka jika Bagas akan datang sepagi ini untuk menemui dirinya
Benar - benar seperti mimpi . Namun hal ini terlalu nyata hanya untuk ia jadikan sebuah mimpi belaka
Apakah Bagas sudah berubah seperti dulu ?
" Maafkan aku Clara . Aku sadar selama ini aku telah membuat banyak hatimu terluka di dalam sana . Aku ingin merubahnya . Semoga saja hal ini belum terlambat untuk membuat hubungan kita jadi makin baik seperti dulu lagi " Bagas terlihat berucap kembali dan hal itu tentu saja membuat Clara jadi semakin terharu mendengarnya
Bagas merupakan sosok pria yang sangat berarti bagi Clara
Orang tuanya cukup egois tak memperdulikan perasaan yang ia miliki selama ini . Dan hanya Bagaslah yang mampu memberikan ketenangan hati dan juga jiwa untuk seorang Clara
" Semua belum terlambat kok Gas . Dan terimakasih karena lo udah mau balik seperti dulu buat gue " ucap Clara sembari tersenyum manis menatap wajah Bagas yang selalu terlihat sangat tampan di kedua matanya
" Tapi..bukankah ini terlalu pagi untuk kamu datang ? " tanya Clara yang langsung di gelengi oleh Bagas
" Gak kepagian kok . Karena gue lagi pengen minta jatah pagi sama ayank. Kemarin - kemarin pas berantem gue gak dapat jatah . Jadi boleh minta double kan sekarang " ucap Bagas dengan raut wajah yang tampak genit dengan menaik turunkan kedua alisnya seperti seekor monyet kurang pisang
" Ooo..jadi baikan karena ada maunya nich ! " bibir Clara tampak mengerucut kesal dan hal itu sontak saja berhasil membuat Bagas jadi merasa sangat gemas di dalam sana
" Kalau udah nikah . Udah gue terkam tanpa ampun lo Ra..."
" Please dech Ra..kalau punya wajah jangan di cantikin ma di imutin kayak begini . Bikin gue mupeng tahu " ujar Bagas yang saat ini tengah membenamkan seluruh wajah tampan miliknya pada ceruk leher milik kekasihnya
Clara tersipu malu
Gadis itu memang sangat suka ketika melihat Bagas yang selalu bisa menahan diri seperti ini
" Sabar ...nanti kalau udah nikah baru boleh begituan "
" Ck..lama tahu Ra. Disamping lo kayak begini aja udah bikin gue gak sabaran . Waktu kenapa rasanya lama banged ya...rasanya gue pengen culik dan nikahin lo tahu gak Ra " rengek Bagas yang masih setia bersembunyi di ceruk leher Clara yang membuat gadis itu jadi terkekeh kecil mendengarnya
" Jadi maunya gimana Bagas ? "
" Seperti biasa...bantuin gue ya..pakai tangan ma pakai ini " ucap Bagas sembari menunjuk ke arah bibir mungil yang Clara miliki
Hal itu memang sudah biasa mereka lakukan
Saling melakukan pelepasan tanpa harus merusak bagian keintian yang Clara miliki
" Please..gue udah mumet banged Ra " ucap Bagas dengan wajah yang terlihat memelas seperti wajah kucing imut yang selalu berseliweran di media sosial
Dan tentu saja hal itu sangat sulit untuk Clara tolak
Apalagi hubungan mereka baru saja membaik hari ini
Sehingga dengan senang hati Clara akan melakukan apapun yang kekasihnya itu inginkan darinya
_____
" Loh Cleo..kamu belum berangkat ? " tanya Rosita yang melihat Cleo masih terlihat duduk di atas Sofa belum berangkat sekolah padahal waktu sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi
" Lagi nungguin jemputan Bagas ma..." ucap Cleo yang juga merasa heran dengan Bagas yang terlihat tak kunjung datang guna menjemput dirinya
Padahal beberapa hari ini Bagas terlihat selalu on time menjemput Cleo jam tujuh pagi ke dalam rumah yang gadis itu miliki
Tapi entah kenapa , sudah jam setengah delapan namun batang hidung pria yang menjadi pujaan hati dari Cleo itu tak kunjung jua menjemputnya
" Coba kamu telpon ke rumah tante Belinda . Siapa tahu Bagasnya lagi sakit gak bisa masuk sekolah dan jemput kamu "
Cleo terlihat mengangguk dan mengambil telepon rumah yang ia miliki guna menelpon ibu dari Bagas
Gadis itu sedikit merasa khawatir apabila apa yang di ucapkan oleh Rosita benar mengenai Bagas
" Halo tante..."
" Ya..Cle...ada apa ? Tumben pagi begini telpon tante ? "
" Mau tanya soal Bagas tan...Bagasnya hari ini gak masuk sekolah ya tan..soalnya Bagas gak ada jemput Cleo , padahal udah jam setengah delapan ? "
Ucapan Cleo tentu saja membuat Belinda jadi tercengang
karena dari ucapan para pelayan , bahwa putranya tersebut sudah berangkat mengenakan seragam sekolah di pagi - pagi buta .
" Lho..kata pelayan tante Bagas udah berangkat dari jam setengah tujuh pagi Cle . Bahkan Bagas gak sempat pamitan ama tante . Karena jam segitu tante belum bangun . Tante kira Bagas janjian jemput kamu"
Deg
Ucapan Belinda tentu saja membuat Cleo jadi mendadak terkejut
Ia sungguh tak menyangka jika Bagas tak akan menjemput dirinya hari ini seperti yang pria itu lakukan di kesehariannya
" Bagas kemana ya ? Apa dia ada urusan penting sehingga tak sempat memberitahuku "
" Cle..Cleo..kamu gak apa - apa nak ? "
" Ah ya...aku gak apa - apa tante . Mungkin Bagas ada janji sama temannya . Soalnya kemarin dia bilang mau kumpul - kumpul lagi sama mereka " ucap Cleo beralasan yang membuat Belinda jadi bernafas lega di seberang sana
Cleo merupakan calon menantu idaman dari wanita itu . Jadi semisal Cleo tersakiti apalagi dengan kehadiran Clara . Tentu saja hal itu akan langsung membuat Belinda menjadi murka
Intinya Belinda akan selalu pasang badan jika Cleo tersakiti
" Ya..udah tan. Cleo tutup dulu ya telponnya . Cleo mau berangkat sekolah dulu "
" Ya udah..kamu hati - hati ya sayang . Kalau ada apa - apa , gak usah sungkan buat telpon tante kembali "
" Ya..tante ...Cleo pasti inget pesan tante . Kalau begitu Cleo tutup duluan ya...bye tante..."
Telpon terlihat tertutup
Dengan Cleo yang tentunya masih menerka nerka di dalam sana tentang Bagas yang tak menjemputnya
____
" Makasi ya udah jemput aku pagi ini " ujar Clara dengan senyuman yang sangat terlihat manis merekah di depan Bagas
Bahkan saking manisnya senyuman milik gadis itu , bukan hanya Bagas saja yang di buat klepek - klepek
Melainkan semua para pria yang tak sengaja berlalu lalang guna memasuki sekolah elit itu pun juga di buat ikut kesem - sem oleh senyum manis menawan yang diperlihatkan oleh gadis itu kepada Bagas
" Jadi karena dia... Bagas sampai gak bisa jemput gue hari ini " tangan Cleo terlihat terkepal erat di balik pohon sana
Melihat kemesraan yang di perlihatkan oleh Bagas ke pada Clara di depannya sungguh membuat dada milik gadis itu jadi bergermuruh seketika