Renita Rakhwati Putri, Gadis yang sudah siap menikah, namun tak kunjung ada laki-laki yang datang kepada nya. Hingga akhirnya, adiknya yang telah memiliki pasangan berniat untuk menikah muda.
Namun niat adik nya terhalang restu sang ayah. Karena ayah dari Renita masih percaya hal-hal kuno, dan menganggap adik yang menikah melangkahi kakak nya adalah suatu aib yang sangat memalukan dan melanggar adat.
Renita akhirnya di paksa menikah secepat nya, karena laki-laki calon suami sang adik sudah tidak mau menunggu lama lagi. Renita harus berkorban menikah cepat dan kilat demi sang adik.
Cerita lengkapnya akan temen-temen baca di naskah novel Ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noktafia Diana Citra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
Hari ini laki-laki pilihan pacar Zaskia akan datang bertemu denganku untuk pertama kalinya. Aku sangat enggan untuk menemuinya. Bahkan aku sama sekali tidak berdandan atau mempersiapkan diri untuk bertemu dengan laki-laki yang ku ketahui bernama Rendy itu. Aku hanya menggunakan gamis dan jilbab seadanya. Tanpa bedak, tanpa lipstik. Wajahku terlihat kusam.
" Assalamualaikum ". Aku mendengar ketukan pintu. Ah mungkin itu orang nya.
" Waallaikumussalam". Aku mendengar dari dalam kamar kalau ayah lah yang membuka pintu dan menyambut kedatangan Rendy.
" Permisi Om, saya Rendy".
" Oh iya silahkan masuk. Silahkan duduk ". Kali ini aku mendengar ibu yang berbicara.
" Zaskia, tolong panggilkan Renita kemari ".
Ah, ayah langsung menyuruhku untuk beranjak menemui pemuda itu. Rasanya aku ingin punya jurus menghilang.
" Iya Ayah". Aku mendengar suara Zaskia yang mengiyakan perintah ayah. Dan benar saja, selang beberapa detik pintu kamarku di ketuk oleh Zaskia..
" Tokk... tok... tokkk, Kak Ren ? boleh Zaskia masuk ?".
" Yaa masuk aja ".
" Kak, disuruh ayah untuk kedepan, nemuin Rendy".
" Iya, kakak sudah dengan dan sudah tau".
" Sekarang yu kak, ngga enak sama tamu nunggu terlalu lama".
" Nanti saja dek, kak Renita belum ingin keluar. Masih malas".
" Yasudah, Zaskia suruh Adel untuk antar minuman dan makanan ringan dulu ya kak, kedepan, sambil kak Renita siap-siap".
Aku melihat tubuh Zaskia yang pergi dari kamarku. Bersiap-siap ? apa yang harus aku siapkan ? aku sendiri bahkan tidak ingin bertemu dengan laki-laki itu. Seandainya Zaskia belum membicarakan masalah ini dengan ayah, jelas pasti aku akan menolak mentah-mentah. Astaghfirullah... ucapku lirih. Aku masih terduduk di kursi rias di dalam kamarku. Ya Allah, aku tidak ingin bertemu dengan laki-laki itu, ucapku lirih sambil menangkupkan kedua telapak tanganku pada wajahku.
Pintu kamarku terbuka, aku dapat melihat Adelia yang membawa nampan lengkap dengan gelas dan beberapa cemilan. Biarlah Adel antar itu minuman dulu. Aku lagi-lagi hanya bisa melamun, kenapa nasibku seperti ini ?. Berkorban demi kebahagiaan adik-adik ku ?.
* * * * * * * * * * * * * * *
" Silahkan diminum ". Aku mempersilahkan kepada tamu yang akan bertemu dengan Kak Renita. Aku di suruh oleh kak Zaskia untuk mengantarkan minuman dan beberapa Snack ringan.
" Terimakasih ". Oh jadi ini yang namanya Renita ?. Tidak terlalu cantik dan sedikit berbeda dari foto yang Andre kirim, tapi dia sangat manis. Renita benar-benar Tipeku. Andre bilang Renita mengenakkan jilbab. Dan perempuan barusan yang menyuguhkan minuman dan makanan padaku juga mengenakan jilbab. Sangat sempurna di mataku. Kalau calon mantu nya begini bokap dan nyokap bakal langsung klik. Aku bahkan sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.
" Sama-sama". Aku mendengar si tamu mengucapkan terimakasih padaku. Aku tidak memandang wajah nya lagi, dan hanya menjawab seperlunya lantas beranjak pergi dari ruang tamu. Aku lumayan risih dilihat seperti itu oleh, laki-laki yang sepertinya lebih tua dariku, atau tepatnya seumuran dengan kak Renita.
" Ayok kak, kita keluar kamar". Zaskia lagi-lagi membujukku.
" Jangan sekarang dek, kak Renita sedang tidak mood, malah takutnya jadi berantakan dan ayah marah". Aku mencoba untuk mengeles pada Zaskia.
" Ayo dong kak ?".
" Engga Zaskia !".
" Kak, ngga enak dengan mas Rendy. Sudah jauh-jauh dari Jakarta ingin bertemu dengan kak Renita ".
" Dek, tolong jangan paksa kak Renita".
" Sudah tidak usah keluar Renita, lagi pula tamunya sudah pamit pulang". Tiba-tiba ayah berdiri di depan pintu kamarku. Sungguh aku kaget dan sangat takut ayah marah padaku.
" A... ayah, maafkan Renita". Aku tergugup dan langsung meminta maaf pada ayah.
" Kalian berdua, ikut ayah ke ruang tamu".
Aku dan Zaskia memandangi tubuh ayah yang beranjak pergi. Sedang kami membuntuti ayah di belakang. Aku benar-benar sangat ketakutan. Apa ayah akan marah padaku, karena aku sama sekali tidak mah keluar menemui Rendy ?. Aku melirik ke arah Zaskia yang seperti nya sangat kesal padaku.
" Duduk !". Ayah memerintahkan aku dan Zaskia untuk duduk di kursi depan yang bersebrangan dengan tempat duduk ayah. Aku dan Zaskia langsung menuruti perintah ayah. Lagi-lagi aku dan Zaskia hanya diam.
" Renita ?!. Ayah sudah bertemu dan sedikit ngobrol dengan Rendy. Satu minggu lagi, Rendy akan datang dengan kedua orangtuanya untuk datang melamarmu".
Jantungku seperti mau copot. Perkataan ayah barusan mampu membuat mata ku terbelalak sangat lebar. Bagaimana mungkin laki-laki itu bisa yakin akan menikah dengan ku bahkan tanpa melihat ku sama sekali ?!. Laki-laki macam apa dia, bisa sebegitu mudah nya yakin dan tertarik hanya dengan mengetahui nama.
" Apaaa ?! melamar yah ?! satu minggu lagi ?!".
" Iya melamar, satu minggu lagi, lamaran kamu dengan Rendy".
" Tapi yah....".
" Nggak ada tapi-tapi an, Rendy sudah sangat cocok padamu".
" A... ayah. Tapi Renita sama sekali belum pernah melihat Rendy ?!".
" Salah mu sendiri tadi tidak mau keluar, persiapkan dirimu untuk acara lamaran nanti seminggu lagi !!, dan kamu Zaskia, setelah acara lamaran dan nikahan kakak mu Renita selesai, segera suruh laki-laki pilihanmu untuk datang melamarmu !!".
" A... ayah..".
Ayah pergi begitu saja, setelah berkata dan menyuruhku untuk mempersiapkan diri untuk acara lamaran itu. Dan ayah dengan tega menyebut kata-kata laki-laki pilihanmu pada Zaskia. Lalu bagaimana dengan ku ayah ? Aku bahkan tidak pernah melihat seperti apa wajah Rendy ?. Kenapa aku harus menerima lamaran laki-laki yang aku sendiri sangat asing ?. Aku melihat ke arah Zaskia yang sangat bahagia, dia tersenyum dengan tanpa beban. Dia bahagia, sedangkan aku menderita. Kenapa aku yang harus di korbankan demi kebahagiaan Zaskia ?.
Aku beranjak pergi dari ruang tamu, dan berlalu menuju kamarku. Aku ingin menangis, aku tidak ingin air mataku dilihat oleh Zaskia. Biar bagaimanapun aku adalah Kakak pertama, aku harus terlihat kuat meksipun sebenarnya aku sangat hancur. Ya Allah, sebegini menyakitkan nya kah menjadi seorang kakak ? mengorbankan masa depan dan perasaan nya demi kebahagiaan seorang adik ?.
" hiks.... hiks... hiks...". Tangisku pecah. Aku sudah tidak tahu harus bagaimana lagi. Seminggu bukanlah waktu yang lama. Kenapa Zaskia dan ayah sebegitu tega nya padaku.
Aku memang ingin menikah, aku ingin bahagia. Tapi tidak dengan cara seperti ini. Aku juga ingin bahagia dengan laki-laki pilihan ku. Meskipun entah kapan laki-laki itu datang padaku, aku juga ingin menikah dan bahagia dengan laki-laki yang aku cinta. Sebegitu memalukan nya kah, jika anak pertama belum juga menikah, sedang adik nya sudah memiliki pasangan dan menghendaki untuk menikah ?. Ya Allah tolong Renita... "Hiks... hiks...hiks.."
Belum apa" banyak bawangnya 😭
sukses
semangat