NovelToon NovelToon
Devil Boy And Angel Girl

Devil Boy And Angel Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Playboy / Teen School/College / Bad Boy
Popularitas:53.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nadiyah Salsabila

Erick Brady Aditya, dia merupakan seorang pria kaya raya, dimana dirinya adalah anak tunggal dari CEO Perusahaan Abdi Sentosa.

Namun, sejak kecil Erick memiliki sikap yang begitu nakal, bahkan membuat kedua orang tuanya tidak menganggap kehadirannya ada.

Karena memiliki hubungan yang tidak baik dengan orang tuanya, Erick pun harus tinggal sendiri di sebuah villa mewah yang terletak di pinggir kota.

Hingga suatu saat, Erick yang memang suka gonta-ganti sekolah, masuk ke sekolah elit SMA Jaya Sakti pada kelas 3.

Disana Erick bertemu dengan seorang gadis yang cantik dan baik, namanya adalah Navya, semua murid di SMA itu menyebutnya Angel Girl.

Lalu, bagaimana kisah selanjutnya antara Erick dengan Navya? Apakah seorang pria nakal seperti Erick dapat bersatu dengan wanita yang digadang-gadang sebagai malaikat duniawi itu? Dan apakah pada akhirnya, hubungan Erick dan kedua orang tuanya bisa membaik?

Jika kalian penasaran, maka ayo ikuti kisah menarik seorang Devil Boy Erick!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiyah Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 8. Perdebatan Di Keluarga Brady

Saat ini, keheningan terjadi antara Erick dengan Navya. Keheningan itu dimulai sejak Navya menyelesaikan kalimat panjangnya.

Erick diam, karena dia mencoba memikirkan usulan-usulan yang Navya lontarkan secara tidak langsung dari kalimat wanita itu.

Sementara Navya terdiam, karena dia melihat Erick yang tidak merespon kalimatnya. Navya takut jika dia salah bicara, sehingga membuat Erick menjadi diam seperti sekarang.

"Navya!" Setelah keheningan itu berlangsung kurang lebih sekitar 5 menit, tiba-tiba saja Erick berseru menyebutkan nama Navya dengan begitu bersemangat, membuat Navya yang mendengarnya langsung menjadi bingung.

Selang beberapa detik, senyum manis terukir di wajah Si Angel Girl itu, "Ini kedua kalinya Erick menyebutkan namaku!" girang Navya kesenangan di dalam hatinya.

"Luh tahu gak, kalau gue itu paling benci sama yang namanya kekalahan?" Erick langsung melanjutkan perkataannya dengan sebuah pertanyaan, sontak Navya pun langsung menggelengkan kepalanya.

Erick tersenyum, bukan senyum licik maupun sinis, melainkan senyuman yang hampir sama dengan senyuman milik Navya.

"Sebenarnya, awal masuk ke sini, gue pikir sekolah di sini bakal membosankan, tapi nyatanya sekarang mulai menarik! Ada Rayn yang harus gue kalahkan, dan sebelum Rayn merasakan kekalahan, gue bakal tetap di sini!" ucap Erick dengan semangat yang membara.

Navya yang mendengar hal itu pun dibuat kembang kempis senyumnya, dia bingung harus senang karena semangat Erick sudah kembali, atau sedih karena tujuan Erick itu salah.

"Navya." Erick kembali menyebutkan nama gadis malaikat yang ada di depannya saat ini, "Ini ketiga kalinya dia menyebutkan namaku! Arrghh!" Hati Navya terus saja menggebu-gebu saat Erick menyebut namanya.

"Luh mau bantu gue buat mengalahkan Rayn yang udah berani memfitnah gue itu? Ya luh gak perlu khawatirkan hal yang aneh-aneh, karena seperti yang luh bilang, gue bakal mengalahkan Rayn dalam aspek kepintaran!" tanya Erick disertai dengan penjelasannya.

Navya menganggukkan kepalanya, "Selagi bukan dengan cara kekerasan, maka aku akan selalu membantu yang benar!"

Mendengar jawaban yang begitu meyakinkan itu, Erick pun kembali tersenyum, dan tentu saja Navya langsung membalas senyuman tersebut.

Hingga akhirnya guru mata pelajaran sejarah yang datang sedikit terlambat memasuki kelas, seketika saja semua murid kembali ke bangku mereka masing-masing, termasuk Navya.

"Assalamualaikum, dan selamat pagi semua!"

"Waalaikumsalam, Bu!"

"Pagi, Bu!"

Dan dengan diucapkannya salam itu, jam pelajaran keempat dengan mata pelajaran sejarah pun dimulai.

................

Setelah menyelesaikan semua jam pelajaran yang ada, tepat pada pukul 14.35 Erick langsung meninggalkan sekolahnya itu, dan pergi untuk kembali ke villa miliknya.

Namun saat masih ditengah perjalanan pulang, ponsel Erick berdering, hingga Erick memutuskan untuk berhenti di pinggir jalan.

Saat Erick melihat siapa orang yang telah menelpon dirinya, nama "Pak Sukardi" tertulis jelas di ponselnya itu.

Tanpa menunggu lebih lama lagi, Erick menarik simbol berbentuk telepon berwarna hijau ke arah atas layarnya, membuat telpon dirinya dan Sukardi pun tersambung.

"Halo, Pak. Ada apa?" sapa Erick kemudian langsung bertanya, karena saat ini dia juga tidak bisa berlama-lama berhenti di pinggir jalan itu.

"Tuan muda, saya mendapat telpon dari Tuan Besar beberapa saat yang lalu!" balas Brady.

Erick menaikan salah satu alisnya, "Papa? Apa yang dia katakan? Jika dia menyuruhku untuk pergi ke rumah itu, maka aku tidak akan mau!" Pria itu mengucapkan kalimatnya yang terakhir dengan suara yang begitu tegas.

Sukardi yang ada dibalik telpon itu pun terdiam beberapa saat setelah mendengar ucapan Erick.

"S–sebenarnya memang itulah yang Tuan Besar katakan, beliau mengatakan bahwa hal ini sangat penting, dan jika Anda tidak datang, maka beliau akan benar-benar mengirim Anda ke Sw—" ucap Sukardi setelah beberapa detik terdiam, namun ucapannya terhenti karena Erick langsung memotong kata terakhirnya.

"Baiklah, baiklah! Tidak perlu dilanjutkan lagi, aku sudah tahu apa yang Pak Tua itu maksud. Aku akan langsung kesana sekarang juga!" Dengan nada suara yang kesal, dan juga terdengar begitu malas, Erick mengucapkan kalimatnya tersebut sebelum akhirnya telpon itu dimatikan.

Setelah memasukkan kembali handphonenya ke dalam saku celananya, Erick pun menyalakan motor Ducati miliknya itu lalu melaju pergi.

Dan dia terpaksa untuk mengganti tempat tujuannya, dimana awalnya dia ingin kembali ke villanya lalu langsung beristirahat karena lelah.

Bahkan Erick juga telah mengatakan kepada anggota gengnya, bahwa dia tidak bisa ikut ngumpul seperti biasanya siang ini.

Tapi, dia yang ingin kembali ke villanya untuk beristirahat, kini malah harus pergi ke neraka dunia yang pasti akan membuatnya semakin merasa kelelahan.

Hingga akhirnya, Erick memutuskan untuk tidak meladeni apa yang akan orang tuanya katakan nanti. Sebelum sampai dan menginjakkan kaki ke rumah itu, dia sudah bertekad untuk hanya akan diam, dan tidak akan mengatakan apapun.

................

Sekitar 15 menit, waktu yang dibutuhkan Erick untuk sampai ke kawasan komplek perumahan elit tempat dimana rumahnya berada.

Ketika sudah memasuki komplek perumahan tersebut, Erick pun memperlambat laju motornya, bermaksud agar tidak ada seorang pun yang mengetahui kehadirannya di sana.

Karena selama ini, setiap kali orang-orang di komplek tersebut melihat Erick, mereka akan langsung membicarakan pria itu.

Mulai dari pembicaraan dengan topik pada umumnya, sampai ke pembicaraan yang sedikit sensitif, seperti hubungan Erick dengan kedua orang tuanya itu.

"Aku saja belum masuk ke dalam sana, tapi kenapa hawa panasnya sudah sangat terasa, ya?" gumam Erick saat motornya sudah terparkir di halaman besar neraka dunia baginya itu.

Setelah mempersiapkan mentalnya untuk menghadapi hawa panas di dalam neraka dunia tersebut, dengan perlahan Erick melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam.

"Kenapa kau bisa lama sekali?!" Baru saja Erick menginjakkan kaki di dalam rumah yang mewah itu, sudah ada seorang pria yang menyambutnya dengan suara bentakan, di belakang pria itu juga ada seorang wanita paruh baya.

Erick hanya diam, dan tidak menjawab bentakan yang dilontarkan padanya itu, meski di dalam hati dia terus mengatakan, "Tentu saja aku harus menyiapkan mental terlebih dahulu, sebelum masuk ke neraka dunia ini!"

Tapi seperti yang sudah dia tekad kan sejak awal, Erick tidak akan membalas apapun perkataan dari kedua orang tuanya itu, hal ini dia lakukan agar semuanya cepat selesai, dan dia jadi bisa pulang ke villanya untuk beristirahat.

"Erick!" Kini sosok wanita yang ada dibelakang Brady mengucapkan nama itu dengan suara yang lantang, dia adalah Hanifa—ibunda Erick.

"Apa yang kamu lakukan disekolah hari ini?! Mengapa di hari kedua mu masuk sekolah, kamu sudah berkelahi dengan temanmu, dan langsung mendapatkan 50 poin hukuman?!" lanjut Hanifa dengan nada dan wajah yang marah.

"Erick! Jika nanti kamu dikeluarkan dari SMA Jaya Sakti, maka keputusan Papa akan bulat! Kamu akan Papa kirimkan ke Swiss, dan tidak akan ada penolakan lagi!" sahut Brady.

Awalnya Erick masih bisa menahan diri ketika mendengar perkataan dari Hanifa, namun ketika dia mendengar perkataan dari Brady, Erick sudah tidak mampu mempertahankan tekadnya.

"Papa stop! Stop berpikir untuk mengirim ku ke Swiss! Apa kau benar-benar ingin membuang anakmu ini? Setelah kau membuang ku ke villa itu, kau akan membuang ku ke Swiss?!" Erick berteriak dengan wajah yang memerah karena emosi, kini dia benar-benar sangat marah.

Sementara Brady, dan juga Hanifa yang mendengar perkataan penuh emosi dari anak mereka itu hanya bisa terdiam.

"Huft ...." Setelah suasana hening menyelimuti mereka selama beberapa saat, hembusan kasar napas Erick memecahkan keheningan.

"Huft ... Huft ...." Erick terus menarik, kemudian membuang napasnya selama berkali-kali, hingga akhirnya emosinya mulai mereda.

Selang beberapa saat, dan emosi dari pria itu sudah benar-benar reda, dia pun mengatakan kalimat terakhirnya, sebelum dia memutuskan untuk meninggalkan rumahnya itu.

"Kalian tenang saja, aku telah menemukan kesenangan di sekolah baruku yang kalian pilih. Oleh karena itu, aku tidak akan keluar dari sana!"

1
〈⎳ FT. Zira
lha... gimna sih rik/Facepalm/
〈⎳ FT. Zira
mau ngomong apa, yg di tulis apa?? salh pencet🙈
〈⎳ FT. Zira
barbarnya ini lho.. astaga/Facepalm//Facepalm/
〈⎳ FT. Zira
diriku masih nyimak alur😭
〈⎳ FT. Zira
piring yg malang🥲
zc❖ᯓ★ֶָ֢⭑🥑⃟ꪱ꯱ꫀυᥣׁׅ֪༊·⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wah wah Daffin ini orangnya kyk sus banget ya, sangat² mencurigakan, dari bau²nya dia juga sepertinya redflag nih Aww jadi makin penasaran
zc❖ᯓ★ֶָ֢⭑🥑⃟ꪱ꯱ꫀυᥣׁׅ֪༊·⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Pak Wajan mulu😬 perasaan di eps olim pak Wayan deh Thor🤣
🟡🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪: iya typo hiks
total 1 replies
🐉
siapa tuh yg dikamar kayak depresi gitu..??
➳βC᭄ ☠💤💤OFF💤💤(vika)
jangan lama" up-nya Thor 💪 💪💪
➳βC᭄ ☠💤💤OFF💤💤(vika)
pak wajan..???
berasa sedang berada di dapur jadinya😁😁😁
🟡🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪: eh iya typo😭
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
selamat menikmati Rayn, siapa yang menanam dia yang menuai
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
pada dasarnya Erik sangat pintar
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
sang manipulator tingkap kakap. licik dibales licik good caera prod of u❤️🫶
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
ya Allah masih inget aja heran
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
pinter sih caera memegang teguh prinsipnya
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
Navya pasti punya alesan sendiri antara dia udah pasrah sama usahanya, engga kuat dengan tekanan dari emaknya ataupun tahu niat busuknya rayn dan caera
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
dia engga mau itu karena kemauan emaknya dia cuma ngelaksanain
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
si rayn udah gila, demi gengsi loh
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
wah orang dalem
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
ternyata selain haus jabatan juga haus perhatian ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!