NovelToon NovelToon
Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:132.1k
Nilai: 5
Nama Author: khitara

Nayra azahwa alzahrani...gadis berhijab yg memiliki wajah yg cukup cantik, kulitnya kuning bersih, tatapannya selalu tk tertebak, begitupun akan sikapnya.Ia hampir tk pernah terlihat mondar mandir bersama teman2nya karena seringya menghabiskan waktu d perpustakaan sekolah. Tanpa ia sadari sikap dinginnya mampu menarik perhatian beberapa star tim basket di sekolahnya, salah satunya.. Yan Aditya Rachman wakil kapten tim basket di sekolahnya. Seorang tuan muda dari keluarga pengusaha resto dan makanan ringan yg cukup terkenal di kota tempat tinggalnya. mampukah seorang Yan menaklukkan sang gadis dingin bersaing dengan sesama timnya...secara dia seorang pemuda yang terkenal supel dan ramah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

mencoba memiliki....

Pukul 5 sore Yandi hendak keluar kantor dan berada di area parkir ketika matanya menangkap sesosok wanita yang ia kenal sedang berbincang dengan seorang pria di depan sebelah mobil,

Yandi seakan dejavu pada kejadian 7 tahun lalu ketika ia melihat Nayra berbincang dengan Rein,

Ia menghentikan langkahnya dan menatap dengan tajam,beberapa saat kemudian tanpa ia sadari ia mengepal erat jemarinya ketika Nayra masuk kedalam mobil tersebut

" kris....!!" panggilnya kemudian

" mungkin dia suaminya...." timpal Kris yang tau arah pembicaraan Yandi

" kris...kubunuh kamu" ancam Yandi, pasalnya Yandi telah tahu bahwa Nayra belum menikah dengan Rein atau yang lain melalui vc yang ia suruh Kris minta dari personalia dan kemarin pagi ia memutuskan menemui kedua orang tua Nayra dan menyampaikan maksudnya yang terpendam.

" dia cukup sering menjemput nayra, tapi aku tidak tahu ada hubungan apa di antara keduanya...." Kris akhirnya menjelaskan, Yandi hendak mengejar namun di larang Kris

" apa sih...sabar yan....kalau kamu begini nayra akan tambah tak suka sama kamu..." kata Kris sukses membuat Yandi terdiam

" diam kau....kau tahu maksud ku kris, dia milikku...hanya aku.." geram Yandi tapi tetap Kris tak membiarkan sahabatnya itu membawa mobil sendiri dalam keadaan seperti itu

" ayo kita ikuti..." Yandi menurut, keduanya menaiki mobil dan berhasil mengekori mobil yang di kendarai Nayra.

Beberapa saat kemudian tampak mobil Nayra memasuki sebuah rumah makan. Yandi dan krispun mengikuti, mencari meja yang sangat dekat dengan Nayra.

Yandi yang duduk tepat menghadap Nayra namun berbeda meja membuat gadis itu terkejut.

Wajahnya tampak pias seakan sedang ketahuan selingkuh, ekspresi wajah yang semakin meyakinkan Yandi akan perasaan gadis itu sebenarnya.

Tak tahan menahan gerah melihat Nayra berbincang serius dengan pria yang tak ia kenal, Yandi berdiri dan duduk diantara keduanya,

membuat pria di hadapan Nayra itu terkejut

" maaf anda..." sapanya sedikit terkejut

" perkenalkan saya Yan Aditya Rachman..."

" saya Choirul Anam...." pria itu memperkenalkan

" anda...." terdengar memperjelas

" saya calon suami nayra....!! " jawab Yandi dengan tegas membuat pria di hadapannya itupun terkejut begitupun Nayra yang menoleh dengan segera sembari membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang dia dengar.

"eh....ini..." Nayra mencoba men

jelaskan namun di potong oleh Yandi

" dia sedang marah pada ku...." Yandi memutus kalimat Nayra, Nayra berdiri dengan wajah yang memerah dan pias

" kau sungguh keterlaluan....." ucapnya sembari segera berlalu pergi

" nay..." Yandi hendak berlari mengejar namun lengannya di cekal Anam

" bisa anda jelaska ada apa ini...?" Anam meminta penjelasan

" tidak ada yang perlu aku jelaskan padamu, justru kau yang harus menjelaskan padaku tentang kau yang sering menemui calon istrilu..." jawab Yandi ketus sambil menghentakkan cekalan tangan pria itu membuat sang empunya tangan mengerutkan kening,

Anam masih tidak percaya Nayra sudah akan menikah..pasalnya selama ini keduanya yang sering berinteraksi karena sama sama donatur suatu yayasan panti asuhan tak pernah mendengar tentang hal itu.

" bagaimana kris, kau melihatnya....bagaimana bisa kau kehilangannga, ckk..." Yandi berdecak kesal

" sorry brow...."

" kita ke rumahnya..." perintahnya, tak berpa lama kemudian keduanya telah berada di depan sebuah rumah yang cukup besar dan halaman yang cukup luas dan tertutup pagar.

" nay... nayra....nay..!!" teriak Yandi di depan pagar yang terkunci

" ayolah yan....pelan sedikit, ini lumyan malam..malu di lihat orang.." Kris mencoba mengingatkan tapi tak di gubris oleh Yandi

" nay....temui aku nay.." teriak Yandi lagi hingga seorang tetangga keluar menemuina

" ada apa mas..."

" maaf buk...saudara saya ini ada perlu dengan nayra..." Kris menjelaskan dengan tak enak hati

" maaf kalau tidak salah sejak kemaren siang pak harsen dan istrinya sedang ada perjalanan dinas, bukan maksud menguping tapi saya sempat denger waktu ada yang tanya kemaren..." jelas sang tetangga dengan melipat tangannya

" biasanya kalau seperti itu mbak nayra nginap di rumah kakaknya ...." imbuh sang tetangga itu lagi,

" ah..begitu, terimakasih ya bu atas informasinya, maaf mengganggu...." Kris menjawab sopan, namum Yandi terus menatap kearah rumah dan tanpa sengaja ia melihat pergerakan,

segera ia memanjat pagar dan melompat pagar kemudian berlari kearah pintu rumah

" nay..temui aku nay....." panggil Yandi kali ini sedikit pelan

" nay aku tahu kamu di dalam....kalau kamu tidak mau menemui aku, aku tidak akan pulang...." Yandi mulai mengancam

" aku tidak perduli meski akan ada banyak tetanggamu yang datang...." ancam Yandi, beberapa menit kemudian pintu tumah terbuka dan Nayra keluar

" ada apa lagi....dasar tidak sopan, sudah tahu pagar di tutup masih saja maksa..." sewot Nayra geram

" kamu belum bertemu ayah mu...?! " Yandi bertanya tanpa merespon ucapan Nayra, ia tak peduli kemarahan Nayra, yang penting Nayra mau menemuinya karena itu sudah cukup membuktikan perasaannya.

" apa hubungannya denganmu..." Nayra menjawab ketus

" o..jadi kamu belum tahu...."

" belum tahu apa...?! " Nayra mengerutkan keningnya dan menatap Yandi dengan ketus

" aku sudah memintamu pada orang tuamu dan dua minggu lagi orang tuaku akan datang melamarmu untukku..." jawab Yandi tegas sembari tersenyum

" omong kosong...!! " Nayra hendak berlalu

" ini bukan omong kosong...serius nay "

Nayra menatap tajam kearah Yandi dan bersedekap tangan di dadanya

" entah kesalahan apa yang sudah kubuat padamu tanpa sengaja hingga kau begitu dendam padaku.."

Kata Nayra kemudian

" dengan segenap jiwaku aku minta maaf..tolong maafkan aku..." sambung Nayra kemudian dengan melipat kedua tangannya di depan dadanya

" kesalahanmu sangat besar hingga tak bisa kau bayar dengan apapun selain menjadi istri ku..." jawab Yandi hendak menggenggam jemari Nayra yang terlipat namun segera di tarik oleh gadis itu,

" kris....kita masih berteman kan...bawa dia pergi..." pinta Nayra pada Kris yang berdiri cukup jaud di ujung sana namun di jawab Kris dengan membuka kedua telapak tangannya dan mengangkat bahunya,

" dan jangan khawatir..kalau kau keberatan dengan sikap ku hari ini juga aku resign, besok surat pengunduran diriku akan ada di mejamu..." dengan ketus Nayra menunjuk Yandi dengan telunjuknya karena kesalnya dan di tangkap dengan cepat oleh pria itu

" aku tidak main main dengan ucapan ku tadi nay.." Yandi berucap dengan tersenyum

" luka seperti apa lagi yang ingin kau lukiskan di hatiku...." Nayra berucap dengan berusa menarik jemarinya yang di genggam Yandi

" berkali kali aku minta maaf padamu..sungguh aku tak bemaksud melukai mu, aku tak bisa memahami perasaanku padamu lebih awal hingga aku tak mampu mengendalikan perasaanku sendiri, aku sakit nay melihat kau lebih memperhatikan dia yang jauh darimu ketimbang aku yang ada di sisimu...."

Yandi dengan wajah memerah berusaha menyampaikan perasaannya.

" bersipalah minggu depan orang tuaku akan datang..." kata Yandi sembari berbalik badan, namun baru satu langkah, langkahnya terhenti karena ucapan Nayra

" aku menolaknya...!!" ucap Nayra yang menghentikan langkah Yandi dan membuatnya kembali berbalik

" kenapa...?!"

" pernikahan itu karena persetujuan dua belah pihak..dan aku tidak setuju, aku menolak..." jelas Nayra lagi

" kenapa...." kembali Yandi bertanya sekali lagi

" bukan urusan mu..."

" tentu itu urusanku karena aku yang melamarmu...katakan kenapa kau menolakku, adakah kau memegang sebuah janji ?! " kali ini Yandi sungguh serius, ingatannya tiba tiba teringat akan ucapan Rein yang menghantuinya bertahun tahun ini

" kau bukan kriteria ku..." jawab Nayra sedikit merasa gentar akan tatapan Yandi dan yang juga tiba tiba melangkah kearahnya dengan pelan

" lalu seperti apa kriteriamu.." tanya Yandi ketus, hatinya sungguh tercubit demi mendengar kalau dirinya bukan pria yang masuk dalam kriteria Nayra

" apakah kriteria mu seorang ustad...atau seorang anggota militer mungkin..." paksa Yandi lagi sambil terus mendekat kearah Nayra membuat gadis itu terpojok kedinding, wajahnya pucat tiba tiba.

Sungguh ia tak pernah sedekat ini dengan seorang pria dan Yandi lagi lagi pria yang terus seakan begitu dekat dengannya

" apa maksudmu...." Nayra memberanikan diri menjawab

" adakah janji yang harus kau jaga...." tanya Yandi lagi, membuat Nayra kebingungan bersikap, ia sama sekali tak berkutik karena ditahan kedua lengan Yandi di kanan kirinya yang menumpu pada dinding.

Sesaat mata kedunaya saling tatap, dan Nayra segera membuang pandangannya ketempat lain.

" jangan berpikir macam macam...besok ada meeting penting, kau jangan samai terlambat..." Yandi kembali ke mode santainya dan tak lagi menahan Nayra

" oh ya...kau tak apa apa di rumah sendirian..??? " tanyanya kemudian

" tidak..ada dua orang di dalam, tidak usah sok khawatir..." cibir Nayra

" tentu aku khawatir...kau calon istri ku, dan aku calon suami mu...." menjawab cibiran Nayra dengan tersenyum menggoda dan Nayra terlihat sebal

" laki laki atau perempuan yang di dalam..." tanya Yandi lagi

" bukan urusanmu..."

" laki atau perempuan, kalau kau tak kasih tahu, aku masuk kedalam..." Yandi mengancam lagi

" apa apaan kau...pulanglah sudah malam, aku tak mau dilihat dan dikira yang tidak tidak...."

" tak apa..aku malah senang, paling paling kita akan dinikahkan dan kau akan langsung jadi istriku, ....begitu saja mungkin ya..." Yandi berucap sembari hendak melangkah masuk rumah

" heiiii...perempuan, kau dengar perempuan..bik sum bik anti keluarlah...!!! " teriak Nayra tiba tiba dan sesaat kemudian tampak dua wanita parun baya keluar dari rumah dengan tergopoh gopoh.

" ok...aku percaya, sampai ketemu besok, bik aku calon suami nayra...titip ya.." kata Yandi kemudian dengan sopan dan melangkah pergi kemudian kembali memanjat pagar dan melompat keluar diikuti Kris dengan cara yang sama membuat tiga orang di dalam terperangah.

1
jeje
tumben ga seru novel mu yg ini thor
Durrotun Nasihah
good job nayra...itu namany menolak secara harus ...menghindri pertikaian....memang seharusnya seperti itu....
Tuti Tyastuti
Alhamdulilah selamat atas kelahiran putri nazima
Tuti Tyastuti
lanjut
Tuti Tyastuti
Alhamdulilah pada bahagia semua
Tuti Tyastuti
dasar bucin
Tuti Tyastuti
terkuak rahasia ada kesalah pahaman
Tuti Tyastuti
semoga ya yan
Tuti Tyastuti
semoga martiha mendapatkan kebahagian
Tuti Tyastuti
lanjut
Tuti Tyastuti
Alhamdulilah yandi dah sembuh
Tuti Tyastuti
nayra kamu wanita hebat👍
Tuti Tyastuti
lanjut semangat nay
Tuti Tyastuti
Alhamdulillah maritha bisa berdamai
Tuti Tyastuti
syukurin emang enak
Tuti Tyastuti
semoga maritha insap dan sadar cinta gx bisa dipaksakan
Tuti Tyastuti
mantap nay👍
Tuti Tyastuti
siapa yandi kah🤔
Tuti Tyastuti
sabar hadapi maritha dengan kecerdikan
Tuti Tyastuti
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!