Persahabatan antara Icha dan Azkara harus kandas ditengah jalan? dengan satu kesalahan yang Icha buat hingga membuat hubungan mereka renggang.
Icha memendam rasa sayang dan cinta kepada sang sahabat tapi dia tidak berani mengatakannya itu? dia sadar siapa dirinya dan siapa azkara.
akankan Icha berhasil mengungkapkannya kepada sang sahabat?
akankah Icha akan mundur dan merelakan sang sahabat bahagia! dengan seorang wanita yang menjadi kekasihnya saat ini.
saksikan terus kisah cinta Icha kepada Azkara dan jangan lupa like,coment and subscribe ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwah ( AliMar ), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
waktu terus bergulir tak terasa,bell istrahat pun berbunyi
tett...
tett....
tett...
pak Rangga menghentikan dari acara mengajarnya itu,sedangkan semu murid bersorak Sorai begitu mendengar suara bell berbunyi.
setelah sang guru keluar kelas,barulah semua murid berhamburan keluar kelas menuju kantin sekolah.untuk mengisi perut mereka yang sudah berbunyi.
tidak jauh berbeda dengan Icha dan Azkara serta Mitha,yang juga memasukkan peralatan tulisnya kedalam tas.
"AZ....loe mau kekantin sekarang,gak." ucap Icha kepada Azkara.
" loe duluan saja...gue mau kenalan dulu sama bidadari cantik." jawab Azkara kepada Icha.
" ya sudah....kalau gitu,gue duluan kekantin dan nanti loe nyusul." ujar Icha kepada Azkara.
azkara hanya mengacungkan kedua jempolnya saja,tanpa ada niatan untuk menjawab pertanyaan sang sahabat.
Icha yang melihat Azkara tidak berbicara lagi,memutuskan untuk segera keluar kelas menuju kantin sekolah.untuk mengisi perutnya yang sudah berdemo dari tadi.
azkara memberanikan diri menghampiri anak baru itu.
" Hay...kenalin nama gue Azkara,cowok paling tampan disekolah ini." ujarnya dengan begitu PD dan narsisnya itu.
" Hay juga...gue Mitha." jawab Mitha datar.
" mau kekantin gak...kebenaran gue mau kekantin,sekalian gue ajakin keliling untuk melihat semua sekolah ini." ucap azkara mengajak Mitha.
" boleh...tunggu sebentar." jawab Mitha.
azkara begitu sangat senang Sebab usahanya untuk pdkt dengan sang bidadari hati sedikit mulus.
azkara dan Mitha memutuskan untuk segera keluar dari kelas menuju kantin sekolah,sambil menjadi tour guide mengelilingi sekolahan.
Icha sampai terlebih dahulu dikantin,berbarengan dengan pak Rangga yang juga akan menuju kantin.
" eh...bapak,saya kira Azkara yang barusan datang." ucap Icha dengan sedikit kaget.
pak Rangga menautkan alisnya bingung.
"oh..maap saya bukan azkara,teman kamu itu." jawab pak rangga kepada Icha.
Icha hanya tersenyum mendapat jawaban dari gurunya itu.
" maap kalau begitu...silahkan bapak duluan,biar saya belakangan." ujar Icha mempersilahkan sang guru ada dibarisan depan antrian.
" gak apa-apa...kamu saja,didepan biar saya dibelakang." jawab pak Rangga mengalah dan membiarkan siswinya itu. berada dibarisan depan.
Icha menganggukkan kepalanya mengerti.
setelah lumayan cukup lama mengantri Icha dan pak Rangga berjalan menuju meja yang sudah kosong.
" kita duduk disini saja." ucap pak Rangga.
" apa gak apa-apa...kita duduk bersama dimeja ini pak." jawab Icha sedikit ragu dan merasa tidak enak hati.
" gak apa-apa...duduk saja." ucap pak Rangga mempersilahkan siswinya untuk duduk.
dengan ragu akhirnya Icha duduk dimeja yang sama dengan sang guru sekaligus wali kelasnya itu.
tidak berselang lama akhirnya Azkara dan Mitha sampai dikantin dengan canda tawanya itu,mengundang para penghuni kantin yang sudah mirip netizen itu.lihat saja mereka sudah mulai heboh dengan kasak kusuknya itu,membicarakan kedatangan Azkara dan anak baru itu.
" eh...lihat,bukannya itu anak baru dikelas 3 MIPA 1 ya." jawab murid perempuan itu.
" iya..bener banget,dia anak baru dikelas 3 MIPA 1." jawab murid perempuan yang satunya lagi.
" gila....cantik banget,si Icha saja kalah cantiknya sama dia." ucap murid perempuan yang lainnya.
kasak kusuk para netizen masih terus berlanjut memuji kedatangan anak baru disekolah mereka itu,Icha sedikit menahan kesal dan amarahnya,kala dia dibandingkan dengan sianak baru itu.
' apa katanya tadi,sianak baru itu jauh lebih cantik dari dirinya itu dan dia dibandingkan dengan sianak baru itu.
heh...enak bener mereka mengibahi dirinya didepan orangnya langsung, bener-bener ya mereka semua gak punya hati dan perasaan.' ucap Icha dalam hati dengan wajah memerah menahan kesal dan amarahnya itu.
pak Rangga dari tadi memerhatikan raut wajah tidak mengenakan dari murid didepannya ini,dia tahu bahwa muridnya itu tengah menahan kesal dan amarahnya terhadap para netizen yang ada dikantin sekarang ini.
siapa yang tidak akan marah bila dibandingkan dengan orang lain,kenapa semua orang heboh bener mengurusi hidup orang lain dan bukannya mengurusi hidup dirinya sendiri.pak Rangga hanya bisa mengelenggkan kepalanya tidak mengerti dengan pemikiran semua orang.
dengan wajah tanpa dosanya Azkara dan Mitha menghampiri meja Icha dan pak Rangga,untuk ikut bergabung dengan mereka berdua.
" cha,pak...boleh ikut gabung gak disini,semua meja pada penuh dan hanya meja ini yang masih kosong." ujar Azkara meminta ijin untuk bergabung dan sedikit gak enak hati sebab ada sang guru dimeja ini.
" silahkan saja...kalau mau ikut bergabung,toh bangkunya masih ada yang kosong." ucap pak Rangga mempersilahkan mereka untuk ikut gabung.
tapi tidak dengan Icha yang memilih berdiri dan pergi dari kantin setelah membayar makanannya terlebih dahulu tanpa ada niatan sedikit pun untuk berbicara atau menjawab pertanyaan dari sahabat sekaligus cinta pertamanya itu.
pak rangga,Azkara dan Mitha yang melihat Icha pergi begitu saja bingung,ada apa dengan anak itu tumben sekali hari ini moodnya buruk.
" ayo duduk...gak baik masih terus berdiri kaya begitu." ucap pak Rangga membuyarkan Azkara dari acara bengongnya itu.
azkara langsung duduk setelah mendapat ijin dari sang punya meja dengan wajah bingungnya itu,melihat tingkah sang sahabat yang tidak seperti biasanya itu.tidak ingin terlalu pusing,diapun langsung memakan makanan yang sudah dipesannya tadi dengan begitu lahapnya.
sementara itu Icha terus berjalan menuju kelasnya,tidak peduli dengan semua orang yang mengibahi dirinya itu.toh ini hidupnya bukan hidup mereka.
setelah sampai didalam kelasnya Icha langsung mendudukan dirinya dan menelusupkan kepalanya diantara kedua lengan yang dilipat,untuk menenangkan dirinya sejenak.
tidak butuh waktu lama,akhirnya bell berbunyi pertanda waktu istirahat telah selesai.
semua murid berhamburan menuju kelas masing-masing,setelah kenyang dengan makanannya itu.begitupun dengan pak Rangga,Azkara dan Mitha yang juga sudah selesai dengan makannya dan berlalu keluar dari kantin menuju ruang guru dan kelasnya sendiri.
setelah sampai di depan kelas,Azkara bingung melihat sahabatnya itu.apa ada yang salah dengan ucapannya barusan sehingga membuat mood dia buruk,padahal tadi pagi mereka baik-baik saja.tapi sekarang kenapa dia balik lagi seperti semula dingin dan cuek.
azkara tidak tahu saja,perubahan mood Icha dia sendiri yang jadi penyebabnya.
tidak ingin ambil pusing Azkara dan minta berjalan masuk kedalam kelas dan duduk dibangku masing-masing.
" Cha...loe gak apa-apakan." ujar Azkara bertanya kepada sahabatnya itu.
Icha masih bergeming dan tidak peduli dengan ucapan dari sahabatnya itu.
azkara menaikkan kedua alisnya keatas,bingung dimana sang sahabat tidak menjawab pertanyaan darinya itu.
aku sengaja gak buat,selalu berfokus ke Icha dan azkara,tapi kesemuanya.
para kelima Anak demit,raja dan ratu Kunti demit dan kisah cinta antara Icha dan pak rangga,agar sedikit berbeda aja