Kisah cinta dua saudara kakak beradik bernama Virly Rastanty dan Berliana Anggraini yang dramatis penuh deraian airmata.
Virly Sang Kakak batal menikah dan diputuskan begitu saja oleh tunangannya. Karena sedih, ia akhirnya mau juga dijodohkan oleh Eyang Uti-nya dengan seorang pria muda tampan bernama Rendy Saputra.
Ternyata Rendy dulunya adalah pacar pertama sang adik di masa SMA.
Kisah bergulir dengan banyak cerita.
Setelah beberapa tahun kemudian, terkuaknya misteri masa lalu Mama mereka. Membuat Berliana memutuskan untuk menikah dengan Kuncoro, mantan tunangan sang kakak yang ternyata adalah anak kandung dari Mama mereka juga.
Justru Berliana-lah yang bukan anak kandung Hilda dan Sapto, orang tua mereka.
(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?
Yuk kemon para reader tercinta🤗mampir dukung Bubun🙏 please, mohon bantuannya LIKE, KOMEN dan FAVORITNYA 🙏🙏🙏 Semoga semua pembaca berbahagia 🤲 mendapat rezeki yang berlimpah 🤲 aamiin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMY DOANK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JYT BAB 8 - Kisah Yang Ditutupi
Puk.
Sontak Rendy melonjak kaget.
Sebuah tepukan tangan pelan seseorang hampir membuatnya teriak.
"Virly!?"
Dikiranya Berliana, ternyata Virly istrinya.
"Masuk, Mas! Dah malam loh ini!" tegur Sang Istri pelan tapi justru malah ikutan duduk di kursi rotan teras rumahnya.
"Tanggung, Yang! Abisin dulu sebatang. Sayang, kalo belum puntung."
"Ck, dasar deh! Aku tahu kamu lagi galau!"
Deg.
Jantung Rendy serasa mau meledak.
Apa... Virly sudah tahu kalau aku dan Berliana dulu di sekolah adalah sepasang kekasih? Apa si Berlin udah cerita semuanya sama Virly?
Beragam macam dugaan timbul tenggelam dalam fikiran Rendy yang kian kalut.
Tapi... kayaknya bini gue gak ada amarah juga dihatinya. Malah tadi kita tempur sampai dua kali pertandingan. Hadiah yang luar biasa buat Sang Junior yang butuh asupan gizi dan nutrisi.
"Kamu pasti gak enak hati sama adikku ya? Jangan khawatir, Mas! Anna bukan tipikal orang yang suka julid apalagi ember. Adikku agak menyebalkan kadang. Tapi dia bukan orang yang akan menggerecoki rumah tangga kita ke depannya koq! Aku janji, aku akan jaga sikap juga obrolan supaya rumah tangga kita tidak sampai jadi bahan gibahan."
Rendy menoleh ke arah Sang Istri. Ia mengangguk sekali.
Matanya menatap mata Virly yang terlihat indah berpendar bak letupan kembang api di malam tahun baruan.
"Masuk yuk? Tidur. Udah malam! Angin malam ga baik buat kesehatan!"
Virly memegang jemari Rendy. Dan Rendy segera meraih serta menuntunnya hingga masuk rumah.
Hati kecil Rendy ingin sekali melakukan hal yang romantis seperti menggendong tubuh Virly hingga masuk ke dalam kamar. Tapi urung Ia lakukan setelah mengingat ada Berliana sedang tidur di kamar depan.
Walau ini sudah tengah malam, Rendy khawatir Berliana bangun dan melihat kemesraan dirinya dengan Virly.
Dasar gobl*k! Kenapa gue harus pusing mikirin perasaan cewek itu? Toh hubungan kita sudah berakhir lama sekali. Dan juga, yang harusnya gue jaga perasaannya itu harusnya Virly, bini gue. Bukan cewek sok cantik itu! Ck ck ck... Rendy, Rendy!
Malam perlahan beranjak dari peraduannya. Menyingsing fajar mentari menyibak tirai baru berganti hari.
..............
Rendy masih tetap seperti kemarin. Hati ingin menguatkan namun kenyataannya fisik dan mental belum sekokoh batu karang di lautan.
Pagi ini mereka kembali dihadapkan duduk bersama.
Sarapan pagi terasa jauh lebih sepi dari seperti biasanya.
Beruntung Leo sudah bangun dari tidurnya dan membuat suasana menjadi lebih hangat berkat celotehan bocah imut itu.
Anak yang tampan dan sangat lucu. Perpaduan wajah Rendy dengan Virly memang membuat keturunan wajah putranya bak anak artis saja.
Berliana sendiri gemas melihat ketampanan dan imutnya putra pertama Sang Kakak dengan mantan pacarnya itu sampai berkali-kali mencolek pipi gemoy Leo.
Leo semakin menggemaskan dengan tingkahnya yang suka ngambek dan berkata-kata tidak jelas membuat semua orang tertawa termasuk Rendy juga.
"No no no no... Oti no, da yeh!" sungut Leo imut sekali.
"Mirip banget mamanya kalo lagi ngambek, ya? Hahaha..."
Berliana tertawa ngakak.
"Sekarang koq musuhan lagi sama onti? Kemaren malem Leo malah kepingin tidur bareng Onti? Abis ontinya nyebelin ya, Leo? Hehehe..." ledek Virly.
"Uhuk uhuk uhuk..."
Mas pelan-pelan minumnya!"
Virly langsung merespon Rendy yang sedang minum segelas air putih setelah selesai makan.
"Leo, Papa berangkat dulu ya?!"
"Lho? Masih pagi, Mas! Semangat banget sih?"
"Aku mau coba ikuti saran Bang Togar, Yang! Dia punya tawaran kerja yang lumayan menggiurkan. Siapa tahu ada rezeki Leo ya khan Leo? Sini, sini... Papa gendong dulu! Semalam Papa ga canda dulu sama Le, hehehe... Olala... Jagoan Papa udah tambah gede nih!"
"Papa, Papa... Mau beli kineljoy ya? Ya ya? Boleh ya?"
"Hahaha...! Pinter banget Leo. Ngadu sama Papa tuh, biar diizinin beli kinder Joy!" sela Virly membuat Berliana hanya bisa tersenyum melihat pasutri muda dihadapannya itu.
Andaikan dulu Aku tidak meninggalkan Rendy,... Andaikan saja aku lebih punya keberanian untuk berkata yang sejujurnya pada Rendy,... Apakah kita yang seharusnya jadi pasangan itu? Apakah kita yang akan punya anak seimut Leo?
Sontak wajah Berliana merah.
Astaghfirullah... Bisa-bisanya gue berfikiran kayak gitu! Anjirrr!!! Aaarrrggghhh...! Berliana, sadar woi sadar!
Rendy sudah pergi. Setelah mencium kening putra serta istrinya dihadapan Berliana.
Seolah sengaja memperlihatkan kemesraan yang terjalin diantara pasangan suami istri itu.
Seperti memang ingin membuat Berliana panas hati, gerah dan cemburu.
Dan perlakuan manis Rendy berhasil membuat Berliana oleng seketika.
Sialan deh ni cowok! Sengaja ya buat gue kepancing emosi? Du dudu... Apa untungnya juga dia bikin gue cemburu! Pacar udah bukan, cuma sekedar adik ipar! Dasar emang si Rendy gesrek! Liat aja Lo! Kalo gue berhasil keterima kerja di perusahaan periklanan ini, gue bakalan pindah dari rumah neraka ini. Bisa-bisanya gue dengerin suara des*han Kak Virly semalam dari kamar Lo Lo orang. Dan bodohnya gue, dikira Kak gue kenapa sampe hampir gue ketok pintu kamarnya! Kyaaaa!!!
Berliana geram sendiri.
Hatinya panas, emosi jiwa menyerang mentalnya sejak kemarin dia datang ke rumah ini.
Andai saja ia punya uang lebih untuk tinggal di kost-an, sudah Ia lakukan sejak tahu kalau mantan pacarnya adalah suami kakaknya.
Tapi, uang tabungannya tipis sekali. Bila Berliana nekat untuk cari kost-an dan hengkang dari rumah Sang Kakak, maka Ia benar-benar akan jadi melarat.
Strateginya tinggal di rumah Virly pun adalah untuk sebulan dua bulan saja.
Setelah Ia mendapatkan pekerjaan, lalu sebulan kemudian gajian, maka Ia bisa tinggalkan rumah kakaknya. Begitu rencana awalnya pun.
Tapi ternyata tidak semudah yang Berliana bayangkan.
Kehidupannya yang damai justru kini ibarat sedang menunggu bisul pecah. Ia harus tinggal satu atap dengan mantan pacar yang ternyata kini menjadi Kakak ipar.
Sungguh situasi yang membuat Berliana gila jika memikirkannya lagi dan lagi.
...🌹🌹🌹 BERSAMBUNG 🌹🌹🌹...