NovelToon NovelToon
RINDHIMA Putri Sang Mafia

RINDHIMA Putri Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Nikah Kontrak / Romansa / Tamat
Popularitas:732.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Kehidupan Rindhima seketika berubah, tatkala ia menyaksikan kematian Ibunya didepan matanya. Gadis kecil, yang baru beranjak usia enam tahun itu, tak lagi ceria. Ia menjadi anak yang pendiam. Namun ia memiliki kecerdasan Yang luar biasa. Bahkan ayahnya sendiri tak percaya akan kemampuannya.

Hingga sesuatu hari, perusahaan yang dipimpinnya sang Ayah tiba-tiba tak bisa beroperasi. Karena ternyata sistem diperusahaannya telah dibobol oleh seorang perentas. Hal itu membuat Haidar Rafardhan yang seorang Mafia menjadi murka.

"Apa! Sistim perusahaan dapat dibobol? Apakah departemen keamanan kerjanya hanya bersantai-santai sajakah? Cepat lacak alamat perentas tersebut!" teriaknya.

"Pak, kami berhasil mendapatkan alamat perentasnya. Dan lokasinya dirumah Anda sendiri pak!"

Siapakah yang perentas tersebut?
Yuk ikuti karyanya Author Ramanda..🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

INDHI SUDAH MEMAAFKAN DADDY.

Sesuai yang dikatakan oleh Haidar, disore harinya mereka tampak sedang bersiap-siap, karena sebentar lagi, mereka akan berangkat ke kota. Sore itu wajah Haidar tampak begitu senang, setelah mendengar perkataan dari Leo, kalau putrinya, bersedia ikut pergi ke kota bersamanya. Saking senangnya, sampai-sampai ia terlihat sudah tidak sabaran, hanya karena ingin melihat wajah putrinya lagi. Sehingga terus-terusan memanggil Leo. Namun yang dipanggil tak juga kunjung datang, membuat ia menjadi kesal.

"Leo..! Leoo!! Huh! Kemana lagi si Leo? Di panggilin nggak nongol-nongol! Apa kupingnya sudah tulikah?" gerutu Haidar, tampak begitu kesal. Disaat bersamaan, seorang wanita paruh baya, datang menghampirinya.

"Permisi Tuan," ucap Wanita paruh baya itu, seraya ia membungkukkan tubuhnya dengan singkat.

"Ada apa Mbok Rukmi?" tanya Haidar, dengan datar.

"Maaf Tuan, tadi saya dengar Tuan mencari Den Leo ya?" tanya wanita yang dipanggil Mbok Rukmi itu.

"Benar Mbok! Apakah kamu tahu dimana Leo, Mbok?" tanya Haidar balik.

"Tahu Tuan, tadi Den Leo bilang ingin mengantar Nona Rindhi, ke taman belakang. Soalnya kata Den Leo, Nona Rindhi ingin berpamitan dulu sama Mommynya, sebelum Dia pergi ke kota Tuan!" balas Rukmi dengan sopan.

Mendengar perkataan Rukmi, Haidar langsung menepuk keningnya, "Haiiis..! Saking senangnya dengar Rindhi mau ikut kota, Aku sampai lupa untuk berpamitan sama Keyla! Ya sudah kalau begitu Mbok, Saya juga mau ke taman belakang, kamu persiapkan barang-barang Rindhi ya? Karena satu jam lagi, kita langsung berangkat!" ujar Haidar, seraya ia mulai melangkahkan kakinya menuju pintu kearah dapur.

"Baiklah Tuan!" balas Rukmi, dan ia pun langsung bergegas menuju ke kamarnya Rindhima.

...*****...

Sementara itu di taman belakang Mansion.

Tampak Rindhima dan Leo, sedang menyusuni bunga-bunga kesukaan Almarhumah Keyla. Leo sangat tahu, kalau almarhum kakaknya sangat menyukai Bunga mawar putih. Makanya hampir tiap hari, Leo selalu menaruh bunga mawar putih di makamnya Keyla. Bahkan ia sengaja menanami bunga mawar putih, disekitar makam sang Kakak.

Hari itu Leo dan Rindhima tampak sedih sekali. Ketika duanya sedang menyusun mawar putih di makamnya Keyla. Karena setelah itu, mereka akan langsung berangkat ke kota. Dan entah kapan lagi, mereka bisa kembali ke tempat itu. Karena memang jarak antara Pulau dan kota amatlah jauh. Apalagi untuk mencapai kepulauan S tersebut. Harus menyeberangi lautan, jadi kalau tidak pakai helikopter atau kapal pesiar tidak akan bisa mencapai kepulauan tersebut.

"Mbak Key, maafin Leo ya? Mungkin hari ini adalah hari terakhir Leo, mempersembahkan bunga mawar putih untuk Mbak. Karena hari ini kami akan berangkat ke kota. Entah kapan lagi bisa kemari Mbak. Tapi Mbak tenang saja, walaupun Leo tak bisa memberikan bunga untuk Mbak. Leo tetap kok akan doain Mbak dimanapun Leo berada. Jadi Mbak harus tenang ya di sana? Leo juga janji sama Mbak, akan selalu menjaga Rindhi untuk Mbak," batin Leo, ia tak berani mengeluarkan suaranya, karena ia takut, akan ada yang mendengarnya. Ia juga tampak menahan air matanya karena takut dilihat oleh Rindhima.

Sedangkan Rindhima yang terlihat masih asyik menyusun mawar putih di makamnya ibunya, juga tak henti-hentinya mengoceh. Seakan ia benar-benar sedang berbicara pada sang ibu.

"Lihatlah Momy, rumahnya Momy, sudah cantik loh. Pasti Momy senangkan melihatnya? Tapi Momy, mulai besok Indhi, nggak bisa ngiasin rumahnya Momy lagi, soalnya mulai besok Indhi mau sekolah Momy. Kan kata Momy kalau mau jadi orang pintar harus sekolahkan? Makanya Indhi mau sekolah biar Indhi jadi orang hebat, seperti kata Momy!" oceh si kecil, seraya ia menyusun bunga-bunga, didekat batu nisan sang ibu.

"Oh iya, Momy jangan sedih yaa, kalau Indhi nggak ada? Momy harus tetap bahagia disana ya? Soalnya nanti setiap hari, Indhi akan telpon Mang Iwan dan memintanya untuk menghiasi rumah Momy pakai bunga mawar putih. Biar tiap harinya rumah Momy akan cantik dan harum, Momy senangkan dengarnya?" oceh Rindhima lagi seraya ia tersenyum pada batu nisannya Keyla. Seakan batu nisan itu adalah ibunya. Namun tiba-tiba, saja wajahnya seketika berubah menjadi sedih.

"Hmm.. tapi Momy, gimana kalau Indhi yang kangen Momy? Indhi harus apa Momy? Indhikan nggak bisa datang ke sini lagi.." kata Rindhima lagi dan disaat bersamaan.

"Kata siapa Indhi tidak bisa datang kesini lagi? Indhi bisa kok datang kesini lagi! Karena nanti setiap hari Minggu Daddy akan selalu mengajak kamu kesini, untuk menemui Momy,"

Mendengar suara bariton yang amat dikenalinya. Rindhima langsung menolehkan kepalanya ke sumber suara tersebut, "Benarkah Daddy?" tanya Rindhima dengan mata yang terlihat berbinar.

"Benar Sayang! Daddy janji sama kamu, kita akan selalu kesini setiap hari libur, kamu maukan Sayang pergi sama Daddy?" balas Haidar ia ikut jongkok di sisi makamnya Keyla, tepatnya di samping Rindhima duduk. Karena memang disekitar makam sengaja ditanami dengan rerumputan kecil. Sehingga Rindhima bebas untuk duduk di sana.

"Mau Daddy! Indhi mau!" balas Rindhima. Namun matanya terlihat datar saat melihat Ayah ikut duduk di sebelahnya.

"Syukurlah kalau kamu Mau, hmm..tidak adakah pelukan untuk Daddy Sayang? Soalnya Daddy kangen banget sama kamu Nak?" tanya Haidar, seraya memasang wajah yang terlihat sedih. Agar putrinya merasa iba melihatnya.

"Baiklah, Indhi akan peluk Daddy," balas Rindhima, seraya ia bangkit dari duduknya lalu ia pun memeluk tubuh Ayahnya. Sebenarnya ia juga sangat merindukan sang Ayah, namun rasa kesalnya lebih besar dari rasa rindunya. Makanya ia mampu menahan gejolak rasa kangen yang ia rasakan selama ini.

Mendapatkan pelukan dari putrinya, Haidar langsung menitikkan air matanya. Ia merasa bersalah sekali pada sang Putri, karena ketidak pekaan ia terhadap istrinya. Karena hal itu membuat sang putri jadi kehilangan ibunya.

Padahal kalau seandainya Haidar mengetahui lebih cepat tentang penyakit yang diderita istrinya. Mungkin ia akan segera membawa istrinya keluar negeri atau mencarikannya dokter yang handal. Mungkin saat ini istrinya belum pergi. Soalnya, apa sih yang tidak bisa ia lakukan? Apalagi ia adalah seorang pengusaha terkaya di kotanya. Jadi sudah pasti istrinya akan ditangani oleh para dokter-dokter yang benar-benar ahli di bidang penyakit yang dideritanya.

"Terima kasih Nak, terimakasih atas pelukannya. Dan maafkan Daddy juga ya? Maaf karena Daddy yang tidak peka. Kamu jadi kehilangan Momy kamu, hiks..hiks.." ucap Haidar terdengar lirih, akan tetapi masih terdengar oleh Rindhima.

"Jangan menangis Daddy! Indhi, sudah memaafkan Daddy kok. Momy pasti juga sudah maafin Daddy, makanya Daddy jangan menangis lagi ya?" balas Rindhima seraya tangan kecilnya menghapus air mata yang membasahi pipi sang Ayah.

"Terima kasih sayang! Terima kasih." ucap Haidar, seraya ia mencium pipi sekecil dengan begitu lamanya.

...⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷...

Dear Readers ♥️

Dukung Ramanda terus ya? Dan jangan pelit dong untuk memberikan Vote nya. Kan biar Ramanda semangat Update, oke. Jadi please berikan dukungan kalian terus ya 🙏

OH iya, selagi menunggu Ramanda update, yuk mampir ke karyanya Author 💓Yanktie Ino💓 Karyanya keren loh guys. Makanya cus buruan, kepoin ya. Dan jangan lupa juga berikan dukungannya juga ya guys 🙏😉

Syukron 🙏🥰.

1
Ani Kurniati
bagus
Tutik Sekawan
Lumayan
Rika Erik
leo 😍😍😍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bagus ceritanya 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
Yati Nah
lanjutiiin kakak masih penasaran sama kisah leo dan yasmin
Yati Nah
kak author pinter bngt bikin para pembaca baper mewek niiih jadinyaa
Yati Nah
terrrr haaaruuuuii kakak authoor
moga suatu saat bisa seperti cerita kakak author ini Kun FAYAKUUN sampai Mekkah AAMIIN YAA ALLOH YAA MUJIIB
Yati Nah
jadiin pengganti mommymu indhi
Yati Nah
Fatimah is the best pokoee
Yati Nah
hmmm ngaku juga akhirnyaa
Yati Nah
anak pinter kamu indhiii
Yati Nah
lanjuuut kak author ceritanya makin menarik
Yati Nah
kereeeen pokoknya cerita kak author bnyk pelajaran"yg bermanfaat buat kita husunya saya sendiri kak author
Yati Nah
kalau sudah tiada bari terasa bahwa kehadirannya sungguh berharga kapok kuwe haidar
Sakinah agustian
hahahaha Paleng baca part ini karena ulah si rio 🤣🤣🤣
C2nunik987
sukses ia thorrr byk wejangan nasehat diri utk slalu bersyukur dan bergantung kpd Allah SWT 👍🙏😍
C2nunik987
Alhamdulillah smoga Ardha gede dibawa pulang ke Oma opanya dan indhi juga sayang ma Oma opa dr uminya ....bahagia slalu ia dad dan umi bersama kakak indhi serta adik Ardha ....kalian keluarga the best 👍😍🍼🙏
C2nunik987
uncle Leo ga ngundang ortu kakak Fatima ?
C2nunik987
Ya Allah part ini mewekkk Mulu gara gara kak indhi yg cerdas Solehah baik hati .....liat adiknya itu mau nyapa salam buat kakak cantiknya ....mksh byk kakak cantik udh berdoa utk adik dan umi 🍼😍🍼🙏🙏
C2nunik987
Ya Allah aku ikut mewekkkk dgr doa kakak indhi utk adiknya dan uminya ....good job kak 👍😍😍🍼🍼🍼
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!