NovelToon NovelToon
(Bukan) SUAMI PURA-PURA

(Bukan) SUAMI PURA-PURA

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:614.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: UmiLovi

Menikah adalah penyatuan dua insan yang saling mencintai dalam ikatan pernikahan. Ikatan sakral yang disatukan atas nama Tuhan.
Tapi apa jadinya bila pernikahan itu dilakukan oleh dua insan yang tak saling mengenal satu sama lain?

Annastasia Camellia Winata, pewaris tunggal kerajaan bisnis Properti Winata Group terpaksa menikah dengan pria bernama Kiandro Bagaskara yang tiba-tiba saja dijodohkan padanya. Pria aneh dari kalangan jelata yang tak jelas asal usulnya.

Kekhawatiran akan hilangnya status sebagai pewaris tunggal Perusahaan Properti Winata Group membuat Ann terpaksa menyetujui pernikahan tersebut. Tentu saja, Ann yang workaholic, egois dan perfeksionis lebih dulu menyodorkan perjanjian pernikahan kontrak pada Kian sebelum mereka saling mengucapkan janji suci di hadapan Tuhan.

Kontrak sakti yang berisi enam pasal, lengkap dengan surat perceraian yang sudah di tandatangani oleh Ann. Yang akhirnya membuat hidup Kian yang tenang, stabil dan bahagia tiba-tiba saja berubah penuh drama.

Lantas apakah mempermainkan janji pada Tuhan tidak mendapatkan balasan? Siapa sebenarnya sosok Kian hingga orang tua Ann bersikeras menikahkan lelaki itu dengan putrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UmiLovi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa itu Harga Diri?

Kian mengayunkan langkahnya dengan lebar dan cepat. Dadanya masih terasa panas dan berdegub kencang. Sesaat tadi ia sempat mengagumi kecantikan dan pesona Ann. Namun setelah mendengar hinaan wanita itu, penilaian Kian berubah drastis. Bagaimana bisa wajah yang cantik jelita dengan bibir tipis menggoda itu sangat lancar mengumpat padanya.

"Kian! Mau ke mana?"

Kian menoleh cepat, Jonathan sudah berdiri di belakangnya dengan tatapan heran.

"Kok sudah pulang? Kita kan belum makan siang?!"

"Saya ada telefon dari kantor, Pak," sanggah Kian berdusta. Padahal ia sudah kehilangan mood berada di rumah ini.

"Nanti saya telefon kantormu! Ayo, kita makan siang bareng dulu!"

Kian terhenyak, untuk sesaat ia lupa bila Jonathan adalah pemilik saham terbesar di Stasiun Televisi tempatnya bekerja.

Karena Kian tak kunjung bergerak, Jonathan akhirnya menghampiri lelaki itu dan menariknya masuk lagi ke dalam rumah. Kian hanya bisa pasrah saat di dalam ia kembali bertemu dengan Ann yang sudah duduk santai di sofa dan sedang menonton televisi.

Ann yang menyadari Papanya mengajak Kian kembali lagi ke dalam rumahnya sontak mendengus kesal. Padahal tadinya ia pikir Kian sudah berhasil lolos dan pulang.

"Ann, ayo kita makan siang bareng!"

"Aku masih kenyang, Pa. Kalian saja makan duluan!" sahut Ann sambil tetap menatap layar televisi.

Kian menghembuskan nafasnya gugup, terlebih saat Bik Sum menarikkan kursi untuknya. Di meja sudah ada berbagai menu masakan yang ditata dengan sangat cantik. Kian seperti sedang makan di restoran saat melihat tatanan masakan-masakan itu.

"Aaannnnn ..."

Ann memutar bola matanya jengkel. Bila Papanya sudah memanggilnya dengan nada panjang seperti itu maka ia harus segera menurut. Sedikit berdecak Ann melangkahkan kakinya menuju meja makan. Sesaat pandangannya bertemu dengan tatapan Kian yang ternyata sedang memperhatikannya. Ann melengos dengan cepat dan menarik kursi di seberang Kian.

Bik Sum menyiapkan piring untuk Nona mudanya dan mengambilkan seporsi nasi untuknya. Ann hanya menatap piring itu dengan tak berselera.

"Kian, mulai besok kalian berdua akan dihubungi oleh Wedding Organizer yang akan mengatur semua acara pernikahan kalian berdua. Jangan merasa sungkan untuk mengutarakan keinginanmu pada mereka, Kian."

"Saya—"

"Papa! Papa bahkan belum mendengarkan penjelasanku tentang Daren!"

Jonathan beralih menatap Ann. Ia menunggu Putrinya melanjutkan kata-katanya.

"Apa Daren sudah setuju?" tanya Jonathan kemudian setelah Ann terdiam cukup lama.

Ann menggeleng lemah, tangannya menggenggam sendok dengan erat.

Kian yang sedari tadi hanya menyimak tak sengaja melihat genggaman erat tangan Ann pada sendok itu.

"Baiklah. Kalau begitu kamu tidak punya pilihan lain."

"Saya belum siap menikah, Pak Nathan!" sela Kian tiba-tiba.

Ann terperangah, ia menatap Kian dengan tajam. Enak saja dia bicara begitu! Dipikir Ann juga siap dan setuju untuk menikah dengannya, huh!?

"Mohon maaf sebelumnya bila saya mengecewakan anda. Hanya saja saya merasa tidak pantas menjadi pendamping hidup Nona Ann. Saya mohon maaf, Pak Nathan."

"Tidak, Kian! Kamu adalah laki-laki yang paling pantas bersanding dengan Putriku. Tolong jangan membuat situasi ini semakin rumit dengan membicarakan pantas dan tidak pantas," elak Jonathan tak suka.

"Kian benar, Pa. Ini terlalu mendadak. Kita bahkan baru ketemu hari ini. Bagaimana mungkin dalam hitungan satu bulan kita sudah jadi suami istri?!"

"Apanya yang tidak mungkin? Kalian masih bisa saling mengenal dan saling menjajaki setelah resmi menikah. Bahkan mungkin itu lebih baik karena kalian terhindar dari fitnah!" keukeh Jonathan.

Ann menghembuskan nafasnya gusar. Ia melirik Kian yang juga sedang meliriknya untuk meminta bantuan.

"Sudah. Jangan membantah perintah Papa. Suka atau tidak suka, kalian berdua akan tetap menikah bulan depan! Jangan lupa, Kian, Nenek Sofia sudah mengamanahkanmu padaku!"

Kian tertunduk sedih saat Jonathan menyebut nama Neneknya. Sesaat sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir, Nenek Sofia memang sempat menitipkan Kian padanya.

"Jadi persiapkan waktu kalian sebaik mungkin untuk saling mengenal. Beritahu WO apa saja yang kalian inginkan untuk pernikahan kalian nanti. Keputusan ini tidak bisa diganggu gugat!"

Ann tak lagi menyahuti titah Papanya. Ia tahu tak mungkin memenangkan perdebatan dengan lelaki kesayangannya itu.

Kian pun demikian, ia mati kutu saat Jonathan menyinggung perihal Nenek Sofia.

"Mari kita makan siang!" perintah Jonathan seraya lebih dulu menyendok sayuran yang tersaji di depannya.

Mereka bertiga pun melanjutkan makan siang dalam diam. Sesekali Jonathan bertanya pada Kian tentang beberapa hal terkait pekerjaannya.

Ann tak memperdulikan mereka berdua, ia sibuk mengunyah dan menikmati seporsi ayam saus lemon favoritnya dan tumis pokcoy saus tiram. Rasanya ia ingin segera pergi dari meja makan dan kembali ke kamarnya. Mengubur dirinya dalam-dalam di balik selimut tebal nan hangat. Ia ingin segera sibuk dengan pekerjaan hingga tak ada waktu untuk memikirkan hal remeh temeh seperti ini.

Usai menghabiskan makan siangnya, Ann berpamitan untuk kembali ke kamar. Tatapannya sempat kembali bertemu dengan Kian namun secepat kilat Ann berpaling.

Sesampainya di kamar, Ann meraih ponsel yang tadi masih ia tinggalkan di meja nakas. Ia terbelalak kaget saat melihat ada 21 panggilan tak terjawab dari Daren. Ada beberapa pesan juga yang masuk, Ann membukanya satu persatu.

[Beb, please. Jangan gegabah mengambil keputusan. Kita bicarakan lagi hal ini baik-baik.]

[Beb, aku mohon angkat telefonku sebentar. Kita harus bicara.]

[Beb, I'm sorry. I really really sorry. Aku minta maaf atas perkataanku semalam. Aku nggak bisa kehilangan kamu, Beb!]

[Beb, please angkat telefonku!]

[Beb, aku sakit.]

Ann tersentak. Sakit?!

Secepat kilat Ann beranjak dari duduknya dan menarik tasnya yang tergeletak di atas meja. Ia bergegas turun melalui lift dan berlari menuju garasi mobil.

"Ann, mau ke mana kamu?"

"Daren sakit, Pa! Aku mau menjenguk dia," sahut Ann cepat seraya membuka pintu mobilnya.

Ia tak memperhatikan bila sedari tadi Kian mengawasi gerak-geriknya.

"Kian, temani Ann!"

Ann terhenyak, ia menoleh cepat pada Papanya.

Kian yang sedari tadi hanya diam menyimak pun ikut terkejut dengan perintah Jonathan yang tiba-tiba.

"Pa!"

"Berangkatlah bersama Kian atau tidak usah pergi sekalian!"

"Pak, saya mau kembali ke kan—"

"Cepat. Antarkan Ann ke rumah mantan kekasihnya. Urusan kantormu biar aku yang handle!"

Kian menolehi Ann yang juga sedang memperhatikannya. Ia melangkah ragu menghampiri Ann yang langsung membuang muka begitu Kian sudah berdiri di dekatnya.

Ann melempar kontak mobilnya dan mendengus sambil berlalu ke kursi penumpang. Kenapa hidupnya harus berakhir dengan lelaki seperti Kian!? Tidak adakah yang lebih keren dan lebih dandy sedikit?

Jonathan mengawasi dua manusia kesayangannya dengan senyum lega. Terlebih setelah Kian masuk dan duduk di balik kursi kemudi. Mobil sedan itupun perlahan keluar dari carport. Begitu seharusnya kehidupan Putrinya berjalan. Kian lelaki yang tepat.

*****************

1
vika fitri
karyamu menarik tor😘
falea sezi
ann murahan udah kek lacurrr
falea sezi
wanita murahan
ione
Luar biasa
Romi Putra
setuju....
novel alur dan jalan cerita bagus sangat di sayangkan blom banyak yg like.....
#tetap semangat author....
#mudah2an bisa jadi salah satu nominasi novel favorite ya...
UmiLovi ✨ IG : LaLoviiii: terimakasih banyak 🥰 sayangnya author sekarang sudah fokus di rumah baru. bisa mampir di IG @laloviii untuk apdet karya-karya baru author yang nggak kalah seru.
total 1 replies
Anew elauzah
baca dari awal sampai bab ini..gak ada yg terlewatkan, semua bab bagus , menarik.ceritanya beda dr yg lain
UmiLovi ✨ IG : LaLoviiii: 🥰 terimakasih banyak bestie 🫶🏻
total 1 replies
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
UmiLovi ✨ IG : LaLoviiii: Terima kasih banyak, Bestie 🫶🏻
total 1 replies
Stevanie Anggia
cerita kian dan ann lanjut di judul apa kak?? masih penasarann
UmiLovi ✨ IG : LaLoviiii: Hai, Kak. Ada di judul I love you, Mr. CEO. Tapi cuma sebagai figuran aja. ☺️.
Btw, terima kasih sudah membaca.
total 1 replies
Debby Ayu Chesa
ann keterlaluan banget, yang sabar ya kien..
Si_a
👍
Libsa Mujiyandasari
Luar biasa
UmiLovi ✨ IG : LaLoviiii: Terimakasih banyak, Bestie 🥰🫶🏻❤️
total 1 replies
handa_seokjin🥀
dasar Annastasia bodohhhhhhhhhh nagis q gra2 kmu, 😭😭😭😭 Thor mas kian kapan bahagia y😭
Sherlitya Pratama
Luar biasa
UmiLovi ✨ IG : LaLoviiii: Terimakasih banyak, Bestie
total 1 replies
Mng Icut
acuhin aja istri kaya gitu mah banyak cewe yg lebih baik di luaran sana,
Ririn Nursisminingsih
tinggalin pergi aja kian biar tau rasa
Ririn Nursisminingsih
0tw bucin ann
Ririn Nursisminingsih
a kok kesel sama ana yaa...udah tinggalin aja ken
Dewi Maia
novel sebagus ini like nya knp cuma segitu. . semangat terus nulisnya ya thor..
UmiLovi ✨ IG : LaLoviiii: 🥰 terima kasih banyak supportnya, Bestie ❤️
total 1 replies
Dewi Maia
semangat nulisnya thor
UmiLovi ✨ IG : LaLoviiii: Terima kasih, Bestie ❤️
total 1 replies
laode ilham
baik
UmiLovi ✨ IG : LaLoviiii: Terima kasih ❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!