Cinta itu harus menghadapi banyak halangan.
Ibu Imah menganggap Zack terlalu tua bagi anak gadisnya. Pekerjaan Zack menuntutnya untuk selalu berada jauh dari Imah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RADISYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Kembali
Setelah pertemuan di acara amal, seperti dugaan Imah.. Ia tidak mendengar lagi kabar tentang Zack.
Meski waktu itu, ayahnya telah memberi kartu nama nya kepada Zack, tapi Zack tidak pernah menelpon atau memberi kabar apapun.
Imah berusaha mencari berita tentang Zack, ia melihat berita di koran-koran dan berita di televisi saat pesawat yang dibawanya mengalami kerusakan saat terbang.
Beruntung, Zack bisa mengendalikan pesawat dan membawa nya untuk mendarat darurat di bandara terdekat sehingga bisa menghindari kecelakaan pesawat dan semua penumpang keluar dari pesawat dan dievakuasi ke pesawat lain agar bisa membawa penumpang ke tempat tujuan.
Sejak peristiwa itu, nama Zack makin dikenal banyak orang.
Ia makin dikenal sebagai pilot yang tangguh dan pemberani, yang mendedikasikan hidupnya untuk bisa mengendalikan pesawat terbang.
Imah tahu, Zack sekarang pasti sangat sibuk dan Imah yakin bahwa ia tak akan bisa melihat atau bertemu lagi dengan Zack.
Zack berada dalam dunianya sendiri, jauh terpisah dari Imah, dan pasti sudah melupakan Imah.
Zack seakan-akan berada bertahun-tahun cahaya jaraknya dengan Imah, dan Imah yakin tak akan melihat Zack lagi.
Selama sisa hidup Imah, ia akan terus mengingat Zack, mengingat saat-saat ia berbincang dengan Zack pada suatu malam saat ia masih menjadi gadis muda.
Imah, pada akhirnya diterima di sebuah Universitas ternama di kota nya.
Imah mulai disibukkan dengan jadwal kuliah di awal-awal masa perkuliahannya.
Ibunya merasa senang karena Imah diterima kuliah di kota itu hingga ia tak perlu kuliah ke luar kota dan berpisah dengan mereka.
Saat libur semester pertama masa kuliahnya, Imah mengisi masa liburan dan keluarganya.
Mereka mengadakan jalan-jalan ke pantai, berenang di laut dan bermain pasir.
Selama bermain di pantai, Imah berkenalan dengan beberapa pemuda yang juga baru mulai masuk kuliah, sama seperti dirinya.
Mereka pemuda-pemuda yang cerdas, ramah dan menyenangkan.
Imah dan keluarganya beserta teman-teman barunya sangat menikmati liburan mereka.
Saat liburan berakhir, Imah mulai bersikap dengan rutinitas perkuliahan.
Tinggal beberapa hari lagi, dan ia selalu bersemangat untuk melanjutkan studinya.
Banyak teman-teman Imah yang memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah.
Dua sahabat Imah memutuskan untuk menikah saat mereka lulus dari SMA, dan tiga orang temannya memutuskan untuk bertunangan.
Pada usia 18 tahun, Imah merasa seperti seorang perawan tua.
Dalam setahun, beberapa temannya sudah memiliki anak dan banyak diantara teman-teman nya memutuskan untuk menikah muda.
Imah setuju dengan ayahnya, untuk melanjutkan kuliah dan mengejar cita-cita yang ia impikan.
Imah sebenarnya ingin mengambil kuliah jurusan hukum, tapi ia memutuskan untuk tidak mengambil jurusan itu.
Imah ingin mengambil jurusan kesusastraan atau sejarah.
Imah berharap jika suatu saat mungkin ia bisa mengajar.
Selain bidang hukum, tidak ada yang menarik hati Imah, tapi ia malah memilih jurusan lain.
Orang tua Imah berharap ia akan meneruskan usaha mereka seperti kedua saudara nya dan berharap Imah akan menikah setelah menyelesaikan kuliahnya.
Nama Zack muncul setelah Imah bertemu dengannya.
Berkali-kali Zack muncul dalam bayangan kehidupan Imah, dalam angan dan fikiran Imah.
Ayah semakin tertarik pada Zack setelah mendengar banyak berita positif mengenai prestasi Zack yang ia dengar.
Ayah sering mengingatkan Imah akan Zack.
Imah tak perlu diingatkan karena ia sama sekali belum melupakan Zack meskipun Zack tak pernah memberi kabar apapun padanya.
Zack hanya sosok lelaki yang menarik yang pernah ditemuinya, dan lambat laun pesona Zack mulai memudar.
Hal-hal lain yang ada dihadapan Imah lebih menyenangkan, seperti saat bersama teman-teman kuliahnya yang lebih nyata, tidak sekedar sebuah angan atau bayangan seperti Zack yang menghilang dari hidupnya.
Dihari minggu diakhir tahun, Imah dan orang tuanya pergi ke sebuah pesta yang diadakan oleh rekan bisnis ayahnya.
Pesta barbeque diadakan disebuah Vila.
Disana banyak anak-anak dan orang tua dan berbagai keluarga berkumpul.
Tuan rumah menyalakan api unggun yang besar di halaman belakang vila.
Imah berdiri bersama teman-teman dan kakaknya yang ikut di acara itu.
Mereka memanggang daging, sosis, jagung maupun marshmello.
Imah sedikit mundur dari nyala api, tak sengaja ia menabrak seseorang yang tak dilihatnya.
Imah membalikkan badan, berniat untuk meminta maaf pada orang yang tak sengaja dia tabrak, meski Imah tahu orang itu tak mungkin merasa sakit karena ia mundur dengan pelan.
Ketika Imah berbalik, ia sangat terkejut, Imah hanya bisa menatapnya dan merasa tidak percaya dengan pandangannya.
Ya..! Orang yang tak sengaja tertabrak punggung Imah adalah zakaria.
Imah tak bisa berbuat apa-apa, berdiri dalam keterkejutan dan tidak menyangka akan kembali bertemu dengan Zack ditempat ini.
Ia masih memegang jagung ditangannya yang berpijar dengan nyala api.
Zack tersenyum sambil menatapnya.
" Sebaiknya kau jaga makanan mu, sebelum membakar seseorang. "
Imah masih terdiam.
Zack menyentuh tangan Imah yang memegang jagung, lalu mengambil jagung yang sudah gosong itu dan membuangnya.
Saat Zack mengambil jagung dari tangannya, Imah baru tersadar.
" Sedang apa kau disini? " tanya Imah.
" Menunggu jagung bakar.
Punya mu kelihatan sudah gosong. " kata Zack.
Memang, jagung yang Imah pegang sebagian sudah menjadi arang.
Imah kembali terdiam, tak percaya jika saat ini Zack berdiri dihadapannya.
Zack terlihat sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan Imah.
Dalam balutan celana khaki dan sweater, Zack terlihat seperti anak kecil.
" Kapan kau datang kesini? " tanya Imah langsung tanpa canggung.
Ia telah melewati rasa terkejut dan juga rasa bahagianya karena bisa berjumpa lagi dengan Zack.
Imah merasa kembali akrab dengan Zack.
Zack dan Imah seolah tidak merasa ada keberadaan orang lain disekitar mereka.
Seolah mereka merupakan sahabat lama yang sudah sangat lama tidak bertemu.
Ditempat itu, Imah sedang bersama teman-teman dan kakaknya, sementara Zack datang bersama seorang teman yang merupakan saudara dari yang punya acara dan diundang ke acara itu.
" Aku baru dua hari berada disini! " jawab Zack sambil mengulas senyum, jelas kelihatan jika ia merasa senang bertemu dengan Imah.
" Apakah kau tinggal disini, sekarang? "
" Aku masih tinggal di Surabaya bersama kedua orang tua ku, mungkin hingga akhir tahun ini. Aku hanya beberapa hari saja disini.
Sebenarnya, besok aku ingin menelpon ayahmu, dan menepati janji ku pada beliau.
Apakah kau sudah mulai kuliah? "
Zack menjelaskan keberadaannya dan bertanya mengenai kuliah Imah.
" Iya, aku sudah mulai kuliah! " Imah hampir tak memperhatikan dan mendengar kata-kata Zack.
Imah memperhatikan tubuh Zack yang semakin berisi dan terlihat lebih tampan, tatanan rambut Zack terlihat lebih rapi.
Imah melihat pundak Zack terlihat lebih bidang dibalik sweater yang ia kenakan dari pada saat mereka jumpa di acara amal dulu.
ke ceritaku👃👃
Semoga Imah bisa kembali pulih setelah mengalami pendarahan. 🙏
Yg sabar ya Imah, semua merupakan cobaan dlm kehidupan mu. 🙏🙏
Semoga Imah dan bayinya baik" saja setelah kejadian itu. 🙏