NovelToon NovelToon
MEJA BUNDAR

MEJA BUNDAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Rumahhantu
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Meja bundar.. apa itu??"

"Meja yang jadi mitos kelam warga sini. Katanya, kalau sampai ada pendatang yang masuk ke sini dan hilang, udah pasti nggak akan balik, mereka semua pasti mati."

"Siapa kakek sebenarnya??"

"Kakek bukan orang biasa, dia.."

Kara, seorang gadis berusia tujuh belas tahun, terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya dan pindah ke desa terpencil bersama ayahnya. Desa itu sunyi, tertutup, dan dipenuhi tatapan curiga dari warga yang enggan berbicara tentang masa lalu. Di rumah peninggalan kakeknya, Kara menemukan sebuah meja bundar tua yang tergeletak di ruang bawah tanah berukuran pas untuk delapan orang, dengan ukiran aneh di setiap sisinya yang seolah menyimpan rahasia terpendam.

Bisakah Kara mengungkap apa sebenar nya meja bundar itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS.31. Semakin di gali, semakin melebar.

Kara sampai di rumah kakek nya, dia berjalan masuk dan menemui petugas perempuan yang bernama Maya. Kara melihat ada banyak penyidik yang sedang melakukan olah TKP, dan sepertinya kasus nya menjadi semakin rumit, terligat dari wajah petugas yang terlihat seperti sedang kebingungan.

"Kok semakin di gali, malah semakin nemu hal - hal lain."

"Iya, aneh.. malah kematian anak itu nggak jelas apa sebab nya."

Kara bisa mendengar ucapan - ucapan dari beberapa petugas yang memang sedang menyelidiki sekitaran rumah kakek Kara, yang saat ini berdiri di dekat mobil sedan hitam milik ayah nya Kara.

"Lho, dek kamu nggak boleh masuk lagi ada olah TKP." Ucap mereka yang melihat kedatangan Kara.

"Pak, saya sudah ijin sama bapak yang pingsan tadi.. saya mau masuk kedalam, katanya saya boleh masuk tapi di dampingi sama bu Maya." Ucap Kara, kedua petugas itu saling pandang.

"Kamu mau kemana?" Tanya petugas, dan Kara menunjuk ke bangunan sebelah.

"Ke ruang bawah tanah." Jawab Kara..

Dan karena sudah mendapatkan ijin dan kebetulan juga bu Maya yang di sebut - sebut itu memang berada di bawah ruangan itu.. akhir nya petugas membolehkan tapi Kara harus masuk menggunakan atribut lengkap seperti baju, sarung tangan, pelindung sepatu dan masker agar tidak merusak TKP di dalam. Semua nya di persiapkan khusus agar DNA atau TKP apapun di dalam tidak ter kontaminasi

Putri tidak ikut masuk, dia tidak di perbolehkan masuk kedalam. Hanya Kara saja yang masuk, dan saat ini Kara sudah memakai pakaian lengkap dan turun ke ruang bawah tanah, menemui Maya yang sedang mengambil sampel dan mengamati tiap titik yang di rasa ada kaitan nya dengan Caca.

"Loh, kamu kok kesini?" Tanya bu Maya pada Kara yang masuk sendirian ke bawah.

"Maaf bu, saya mau memastikan sesuatu." Ucap Kara, bu Maya menatap Kata dengan tatapan keheranan sambil berkacak pinggang.

"Memastikan apa? Hati - hati nanti kamu ninggalin jejak yang nggak semesti nya di ruangan ini." Ucap bu Maya.

"Saya sudah beberapa kali masuk kesini, jadi pasti DNA saya juga ada di sini." Jawab Kara, sambil dia berjalan menuju ke arah meja bundar yang tak jauh dari hadapan nya.

Sambil Kara menatap meja itu, sambil dia juga mengingat tiap potongan kejadian yang pernah dia lihat di sana, dimana ada seorang perempuan yang sedang di siksa di atas meja itu. Kara berdiri tepat di depan meja itu dan tangan nya menyentuh ukiran - ukiran yang mengelilingi meja itu.

"Kamu cari apa?" Tanya bu Maya, yang terus memperhatikan Kara dengan curiga.

"Cari ingatan saya, saya mau melihat siapa yang terbaring di sini malam itu." Jawab Kara, dan jawaban Kara itu lantas membuat bu Maya mengernyit sambil ikut berjalan mendekati Kara.

Kara tampak serius mengingat potongan - demi potongan kejadian, dia mencoba mengintip kembali wajah perem[uan yang terbaring di sana sambil juga dalam hatinya menyebut nama Nurma.. Kara tidak tahu apa yang dia lakukan, tapi dia ingin mencoba nya.. dia berharap itu bukan Nurma, tapi dia juga berharap Nurma mau membantunya.

'Teteh.. kalo memang itu teteh, tolong bantu aku..' Batin Kara, dan seketika Kara merasa pundak nya begitu panas, dan kepalanya terasa sakit.

Secara tiba - tiba juga Kara bisa melihat kembali kejadian yang terjadi di sana, dia kembali mendengar suara teriakan perempuan yang sedang kesakitan, Kara bisa melihat ada 8 laki - laki yang sedang berdiri di depan nya saat itu.. Kara pun berjalan mencoba mengintip, seolah dia benar - benar ada di tempat itu di masa itu.

Kara terkejut saat melihat bagaimana seorang laki - laki mengayunkan kapak pada perempuan itu dan membuat perempuan itu kemudian tidak bersuara lagi, Kara melihat darah yang bermuncratan, dia melihat kesadisan yang benar - benar membuat sekujur tubuh nya gemetar ketakutan karena dia melihat tubuh perempuan itu yang kemudian di pisah - pisah.

'Mana kepalanya.. siapa perempuan itu.' Batin Kara, dia mencoba memutari meja itu untuk melihat sendiri kepala yang memeng teronggok di sana.. rambut panjang, hitam, dan keseluruhan wajah nya do penuhi cipratan darah nya akibat dari ayunan kapak tadi.. dan setelah Kara amati benar - benar.. dia kenal wajah itu.

'Teh Nurma..' Batin Kara.

Lalu tiba - tiba semua adegan di depan nya tadi hilang secara tiba - tiba saat Kara akhir nya sudah bisa melihat wajah siapa yang ada di meja bundar itu. Dan saat Kara kembali ke alam nyata.. dia lemas sampai nyaris jatuh, dan di tangkap oleh bu Maya yang memang masih berdiri di sebelah nya.

"Yang kamu bilang tadi, beneran?" Tanya bu Maya, Kara kebingungan mendengar itu.

"Hah? memang nya saya tadi ngomong apa?" Tanya Kara, karena Kara tidak merasa telah mengatakan apapun.

"Tentang semua pohon di belakang rumah?" Tanya bu Maya, mendengar itu Kara makin kebingungan.

"Pohon di belakang rumah? Saya tadi nggak ngomong apapun bu." Ucap Kara, tapi bu Maya tetap mencatat apa yang Kara katakan.

"Kamu mungkin mengigau, kalo sudah kelar.. kamu naik saja." Ucap bu Maya, Kara pun mengangguk.

Tapi Kara lalu menoleh menatap ke sekeliling ruangan bawah tanah itu, yang tidka tahu kenapa membuat Kara sangat ingin ikut menyelidiki nya. Tapi karena dia tidak memiliki wewenang apapun, akhir nya Kara pun patuh dan naik ke atas. Bersamaan dengan Kara yang naik ke atas, ada satu petugas laki - laki yang berpapasan dengan Kara.

Dan saat Kara sudah tidak terlihat lagi, bu Maya yang tadi menanyakan maksud dari perkataan Kara yang di anggap mengigau itu menceritakan apa yang dia dengar dari mulut Kara saat Kara sedang diam menatap meja bundar.

"Pak, anak itu sepertinya punya kelebihan." Ucap bu Maya, rekan nya kebingungan.

"Siapa? Anak perempuan tadi?" Tanya rekan bu Maya dan bu Maya mengangguk.

"Aku dengar tadi, dia bilang dengan jelas kalo semua pohon di belakang rumah adalah kuburan masal." Ucap bu Maya, rekan nya kaget.

"Dia kayak nya kerasukan sesaat, aku juga nggak tau dia liatin apa.. dia liatin meja itu sambil bengong." Imbuh bu Maya.

"Kayak nya ini kasus besar bu, meninggal nya anak perempuan kemarin kayak nya ada kaitan nya sama apa yang terjadi dulu." Ucap rekan nya, bu Maya menatap rekan nya dengan kebingungan.

"Maksud nya gimana?"

"Pak Sutisna tadi ada sedikit cerita tentang masalalu pemilik rumah ini, ini.. ini lebih horor dari film horor." Ucap rekan bu Maya, lalu menceritakan apa yang sudah dia ketahui dari pak Sutisna.

"Kakek nya anak perempuan tadi, psikopat!"

BERSAMBUNG!

1
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
bisa jadi korban gumbal pertama itu nurma
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
jgn jgn sdh meninggal, krn kara aja hampir mau di bunih
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir thor
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
kayak nya ayahnya psikopat deh
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
bener bener ya hesti nggak bisa menjaga harga dirinya sebagai perempuan, sebagai istri dan sebagai ibu dari anak-anak nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
broken home🥺
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
aduh serem nya 🥴
Teuing Saha🙃
Jadi, semua pohon yg ada di area rumah itu, sebenarnya adalah kuburan dari para korban..
Teuing Saha🙃
Bukan cuma dihabisi, tapi dimakan juga😤
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
selamat malam kak thor, semakin seru aja ceritanya, bisa jadi yang dibilang kara tadi kalau ada kuburan masal itu mungkin isinya para korban dulu 🙏🙏
SENJA
pasti beda2 cara pandang lah
SENJA
terus gimana?!?
SENJA
walau ngeselin nurma baik ternyata 🥺
Ayuk Witanto
bukan Rukmini kan
Ayuk Witanto
sepertinya ayahnya kara menyembunyikan sesuatu
Ayuk Witanto
kok ayahnya mau nikah anaknya
Ayuk Witanto
ada yang baru
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
lanjut
Teuing Saha🙃
Astaghfirullah🤧
Teuing Saha🙃
Bagaimana Kara bisa paham apa yg terjadi, kalau untuk tahu ceritanya saja sampai dilarang😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!