NovelToon NovelToon
Pelakor Tak Berdosa

Pelakor Tak Berdosa

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Poligami / Hamil di luar nikah / POV Pelakor / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:533.9k
Nilai: 5
Nama Author: Reski Muchu Kissky

⚠️Novel ini hanya karya fiksi semata ⚠️

Kesuciannya direnggut secara paksa oleh pria tak di kenal dalam semak-semak sepulang sekolah.

Dirinya yang ketahuan berbadan dua tak di terima dalam lapisan masyarakat, hingga ia berhenti sekolah dan di usir dari kampung halamannya.

Kedua orang tuanya yang hanya buruh lepas pemetik teh, terpaksa menikahkannya dengan sang tuan tanah yang telah memiliki istri namun tak punya keturunan.

“Aku hanya mau anak mu, setelah kau melahirkan kau akan ku ceraikan.” ucap Arash sang tuan tanah pengendali masyarakat setempat.

Bagaimana kisah hidup Ruby Maryam selanjutnya?

Akankah ia bahagia? Atau justru menderita?

Instagram : @saya_muchu


Ikuti terus alur novel Pelakor Tak Berdosa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Surat Undangan

“Memangnya boleh bu?” Ruby takut jika ibunya hanya bercanda.

“Iya, bukankah jam segini ada drama Korea kesukaan mu sudah tayang?” ucap Marisa.

Ruby yang baru ingat pun menepuk keningnya. “Oh iya, aku lupa, kalau begitu aku pergi dulu ya bu.” Ruby pamit pada ibu sambungnya.

“Iya, pergilah,” ucap Marisa.

Ruby yang tak ingin tertinggal jalan cerita dari drama yang akan ia tonton, dengan cepat keluar dari rumah.

Saat baru beberapa langkah ia berjalan, Ruby ingat soal surat panggilannya.

Ia yang tak mau menunda pun, kembali ke rumah. Ketika ia akan masuk. Ruby mendengar percakapan ibu dan ayahnya.

“Bu, harusnya kau jangan suruh Ruby pergi, kasihan dia,” ucap Dahlan.

“Biarkan saja, lagi pula kita yang lelah cari uang, kerjanya kan hanya di rumah, jadi wajar saja kalau hanya kita berdua menikmati ikan mas panggang nya, kau juga tabu ya, juragan jarang kemari, dan kita makan enak juga, kalau pas dia datang saja,” terang Mariss.

Meski istrinya sudah jelas jahat pada putrinya. Namun Dahlan tetap tak bisa melepaskan Marisa yang sangat ia sayang.

Ia juga tahu mengenai putrinya yang sering tak makan, karena istrinya tak mau menyiksa kan sedikit nasi pun pada Ruby.

Ruby yang tahu ibu dan ayahnya akan makan enak pun tersenyum namun hatinya sedih.

Sebab ia sendiri, sangat ingin makan ikan. Tapi dirinya yang tak dapat undangan dari ayah dan ibu membuatnya balik kanan menuju rumah Mey untuk menonton televisi.

Selama menonton televisi hatinya masih terasa sakit.

“Hei.” ucap Ruby pada Mey yang rebahan di depannya.

“Ada apa?” Sahut Mey.

“Kalian punya serokan ikan enggak?” tanya Ruby, sebab ia ingin menangkap ikan lusa, tepatnya di hari minggu.

“Ada, kalau mau pinjam ada di dapur, bawa saja nanti,” ujar Mei.

“Oke, terimakasih banyak,” ucaap Ruby.

Setelah drama Korea yang ia tonton bersambung, Ruby pun pulang ke rumah.

“Cepat sekali pulangnya.” ucap Marisa sebagai basa-basi.

“Aku lapar bu.” kemudian Ruby membuka tudung saji yang ada di atas meja.

Seperti biasa, baik ayah atau ibunya tak ada yang memikirkannya.

Marisa yang melihat Ruby berdiri di meja makan membuatnya jengkel.

Baginya itu merupakan suatu sindiran halus Ruby untuknya.

Ruby yang ingin makan segera menuju kaleng penyimpanan beras.

“Kau mau ngapain?” Marisa takut kalau Ruby memasak nasi kembali.

“Masak nasi bu,” jawab Ruby.

“Masak nasinya besok subuh saja, lagi pula itu pas buat beras sekali masak lagi.” Marisa melarang Ruby untuk memasak.

“Hufff....” Ruby yang telah memegang panci menghela nafas panjang.

Sejujurnya ia ingin marah, namun dirinya yang malas berdebat memilih diam.

Ia pun kembali meletakkan panci yang ada di tangannys ke tempat semula.

Setelah itu ia kembali ke kamar tanpa menyapa Marisa.

“Dasar anak setan!” umpat Marisa saat Ruby lewat di hadapannya.

Ruby yang telah ada di kamarnya tba-tiba ingat mengenai surat panggilan dari Sarah.

Ia pun segara mengambilnya, kemudian memberikannya pada Marisa yang duduk di dekat pintu.

“Ini bu.” Ruby menyerahkan pada Marisa.

“Apa ini?” tanya Marisa yang buta huruf.

“Itu namanya surat panggilan bu,” jawab Ruby.

“Kau meledek ku ya? Hah?!” Marisa merasa di permainkan oleh Ruby.

“Sudah tahu aku tak bisa baca, masih kau berikan pada ku?! Coba kau yang baca, biar aku tahu apa isinya!” pekik Marisa.

Suara keras dari Marisa dapat di dengar oleh Dahlan.

“Ada apa sih bu? Kok malah marah-marah?” Dahlan pun keluar dari dalam kamar.

“Enggak ada. Ayo cepat Ruby, bacakan!” Marisa yang ingin istirahat mendesak Ruby.

“Um... cepat bacakan nak, mana tahu isinya penting.” Dahlan pun duduk di samping istrinya.

“Baik ayah.” Ruby pun menyobek ujung surat. Setelah itu membuka selembar surat yang ada di dalamnya.

“Kepada yang terhormat, bapak Dahlan dan ibu Marisa di tempat. Sehubungan dengan perantaraan surat ini, saya Sarah, kepala sekolah dari SMA Negeri NN turut mengundang bapak dan ibu, untuk datang ke sekolah, pada tanggal 2 Agustus 2020, untuk membahas mengenai kelanjutan pendidikan dari ananda Ruby Maryam.” membaca kata kelanjutan Ruby mengernyitkan dahinya.

“Ada apa? Kenapa berhenti?” tanya Marisa.

“Suratnya, hanya sampai situ bu.” jawab Ruby dengan hati penasaran penuh.

“Jadi intinya bagaimana, jelaskan yang benar.” Marisa yang susah menangkap tak mengerti apa yang Ruby bacakan.

“Besok, ibu dan ayah di suruh ke sekolah.” hati Ruby jadi tak tenang, ia tahu ada sesuatu yang tak beres.

“Kalau satu orang tak bisa?” Dahlan merasa rugi waktu bila libur 1 hari.

“Enggak bisa yah, harus dua-duanya,” ucap Ruby.

“Ada apa ya kira-kira? Apa kau mau dapat dana bantuan?” Marisa sangat berharap itu terjadi, karena mereka sangat butuh uang.

“Aku tidak tahu bu, oh ya, aku mau masuk kamar dulu.” Ruby pun beranjak ke kamarnya.

Setelah ia masuk ke dalam kamar. Ruby mengunci pintunya. Kemudian ia pun memakan sisa bakwan yang ia simpan di dalam tasnya.

“Memangnya aku melakukan apa? Sehingga di katakan seperti itu?” Ruby mencari-cara kesalahannya seraya melahap bakwannya.

Pagi harinya setelah sarapan selesai, keluarga kecil itu pun berangkat ke sekolah tepat di pukul 06:40 dengan berjalan kaki.

Mereka pun berjalan beriringan seraya bercengkrama.

Mereka yang biasa jalan kaki, meras waktu 35 menit adalah waktu yang singkat, bahkan masih wajar untuk di tempuh.

Sesampainya di sekolah, keadaan masih sepi, mereka yang haus pun meminum air yang mereka bawa dari rumah.

Marisa yang melihat satu persatu siswa siswi berdatangan merasa bahagia.

“Andaikan dulu aku sekolah, tapi sayang, di keluarga ku pantang wanita mengenyam pendidikan. Jadi yang sekolah hanya, saudara-saudara ku, mereka semua hidup enak, tak ingat aku, bahkan kedua orang tua ku yang berhadapan penuh mereka akan di urus setelah tua.”

Marisa bercerita sekilas mengenai keluarganya.

Setelah lama menunggu di depan kelas Ruby, akhirnya bel tanda masuk sekolah pun berbunyi.

Sarah yang melihat Dahlan dan Marisa, menyuruh salah satu siswa untuk menyuruh ketiganya untuk datang ke kantor kepala sekolah.

“Pak, bu, ibu kepala sekolah menyuruh datang ke kantornya, bertiga ya.” setelah menyampaikan pesan Sarah, siswa itu pun pergi.

“Ayo!” ucap Dahlan pada anak dan istrinya.

Mereka bertiga pun beranjak menuju kantor kepala sekolah.

Tok tok tok!

Mereka mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk.

“Assalamu'alaikum.” ucap Dahlan, Marisa dan Ruby.

“Walaikumsalam.” sahut Sarah, Dia dan juga Wahyu, sang komite sekolah.

“Ayo, silahkan masuk pak Dahlan, bu Marisa dan Ruby.” Sarah dan kedua rekannya menjabat tamu mereka yang datang.

Setelah itu Sarah menuntun tamunya untuk duduk di atas sofa.

“Silahkan duduk,” ucap Sarah.

Setelah mereka semua duduk, Sarah mulai mengutarakan alasan sebenarnya mengundang Dahlan dan Marisa ke Sekolah.

...Bersambung......

1
Hnɐſnɐu🎐ᵇᵃˢᵉ
pastinya Arash juga suka dengan gadis yang muda 🤣🤣
Hnɐſnɐu🎐ᵇᵃˢᵉ
awas aja ya Arash jatuh hati kepada Ruby 👊🏻👊🏻
Hnɐſnɐu🎐ᵇᵃˢᵉ
lama² Kesal sama kepseknya ihh.. kok tidak membela muridnya yang menjadi korban asusila 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Evy
Dikira tidak sampai diperkosa Thor...kok begitu sih..
Evy
Jahatnya..gak punya hati..
Evy
Teman teman yang menyesatkan...
Evy
Aku curiga adiknya Arash yg telah memperkosa Ruby....
Evy
kerja diperkebunan Tuan Arash kok gajinya miris banget.Ayah dan ibu Ruby bekerja tapi untuk beli minyak goreng juga tidak mampu.jangan2 orang kepercayaan nya itu korupsi gaji karyawan ya...
Evy
Ibu tirinya kejam banget ya... kenapa sampai tidak diberikan makanan.kasihan...
Ainisha_Shanti
dari awal cik Aini curiga kalau Alvin adalah ayah biologi janin yang d kandung Ruby
Ainisha_Shanti
Astaghfirullah... mulut bu guru ni rasa nak je cik Aini cilikan 😡😡😡.
Ainisha_Shanti
Astaghfirullah... ini buk guru pendidik ka bu guru pem'provokasi? seorang pendidik tak akan pernah mengeluarkan kata2 kesat walau sesalah apa pun muridnya. bu guru akhlak less juga namanya ni😡😡😡
Ainisha_Shanti
bu marisa ada planing jahat ke pada ruby?
Ainisha_Shanti
malangnya nasib mu ruby. sudah jatuh, tertimpa tangga pula
Ainisha_Shanti
Yaa Allah... semoga d luar sana tak ada yang mengalami nasib seperti apa yang ruby alam, semoga hanya ada di dalam novel sahaja. sudah miskin, di dera ibu tiri, dan di nodai lagi. betul2 malang hidupnya.
Ainisha_Shanti
Astagjfirullahalazim... nak membunuh pula rasanya si iblis jantan ni😡😡😡
Puspa Trimulyani
ini seperti jaman apa ya .... sepertinya....semacam desa tertinggal atau apa ya....
Puspa Trimulyani
siapa sebenarnya dia?
Puspa Trimulyani
ibu tiri lucknut 😡
Puspa Trimulyani
mendiang ibumu? berarti ibunya sdh meninggal??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!