NovelToon NovelToon
Perjuangan A Vs A

Perjuangan A Vs A

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Patahhati / Anak Genius / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:310.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara05

Lanjutan dari "Istri Bar-Bar Milik Pak Dosen"

"Perasaanku sudah mati sejak lama. Tidak ada satu pun di antara kalian yang mampu membuat hatiku kembali bergetar seperti dulu. Berhentilah! Aku tidak akan memilih satu di antara kalian. Jangan perjuangkan sesuatu yang sia-sia!" ~Diandra.

"Aku tidak akan berhenti! Aku akan terus berjuang untuk mendapatkan hatimu kembali! Maafkan aku yang sudah pernah menorehkan luka yang sangat dalam di hatimu! Kamu tidak perlu memberi aku kesempatan, karena aku yang akan berusaha mendapatkan kesempatan itu!" ~Alden.

"Aku tidak akan berhenti! Aku mencintaimu apa adanya. Tapi, aku tidak akan egois. Semua terserah padamu. Aku tau betapa hancurnya hatimu, dan bukanlah hal mudah untuk kembali jatuh cinta setelah sakit yang teramat dalam. Aku ingin menjadi penyembuh hatimu yang luka, tapi itu semua terserah padamu. Siapa pun yang kamu pilih, aku harap kamu akan bahagia nantinya." ~Austin.

"Mau bermain? Bagimana jika kita putar balik alurnya." ~Unknown

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 Kondisi Mereka

Hampir satu bulan Alden dirawat di rumah sakit, karena koma. Tidak ada yang peduli, hanya Elena yang sesekali datang menjenguk putranya. Jujur saja dirinya tidak sanggup melihat kondisi sang putra yang menggenaskan dengan dengan berbagai macam kabel yang melekat di tubuh laki-laki itu.

Perlahan jari Alden bergerak dengan pelan, mata indah laki-laki itu terbuka secara perlahan. Alden lalu melihat sekeliling, di mana dia berada.

"Sa-sayang," panggil Alden dengan suara lemah.

Tidak ada sahutan. Seketika Alden teringat dengan apa yang terjadi. Tanpa basa-basi laki-laki itu langsung bangun ketika teringat dengan Rara. Kemudian laki-laki itu melepaskan semua kabel yang melekat di tubuhnya, berjalan keluar meskipun dengan kondisi tubuh yang sangat lemah, tujuannya saat ini hanya ingin bertemu istri dan kedua putrinya.

"Rara!"

"Sayang!"

Alden terus berteriak memanggil istrinya di sepanjang lorong rumah sakit. Air mata terus mengalir dari pelupuk matanya, berkali-kali dirinya terjatuh karena kondisinya yang masih sangat lemah. Tapi itu semua tidak berasa apa-apa untuknya, yang terpenting sekarang ia harus bertemu istrinya.

Para perawat yang melihat Alden sontak berlarian ingin membantu, tapi laki-laki itu menyentak tangan para perawat tersebut dengan kasar, lalu kembali berjalan dengan terus berteriak memanggil nama istrinya.

Para perawat tersebut yang bingung harus melakukan apa, akhirnya memutuskan untuk menghubungi keluarga pasien, yaitu Mike selaku ayahnya.

Mike yang mendapat telpon dari rumah sakit jika putranya berteriak tidak jelas sontak tancap gas menuju rumah sakit bersama Elena. Senyum Elena terbit, merasa bahagia mendengar putranya yang sudah sadar. Bagaimana pun dia merasa sangat kasihan kepada putranya.

Tak berselang lama mereka akhirnya sampai di rumah sakit di mana Alden dirawat. Para perawat langsung memberitahukan keberadaan Alden, yaitu di taman belakang rumah sakit.

"Hiks ... hiks ... kamu kenapa pergi sayang?"

"Ma-Mas minta maaf. To-tolong kamu kembali, beri Mas kesempatan sekali lagi."

"Hiks ... hiks ...."

Mike dan Elena dapat melihat putra mereka yang sangat terpuruk. Sangat terlihat dengan jelas Alden terus menangis dan memukul kursi yang ada di taman tersebut. Air mata Elena kembali menetes, wanita itu hanya mampu menutup mulit dan bibirnya, agar Alden tidak mendengar tangisan itu.

Mike yang melihat Elena menangis langsung membawa wanita itu ke dalam pelukannya. Ia mengelus punggung Elena dengan lembut untuk menenangkan dia.

"Jangan seperti ini Elena. Aku tau kamu terpukul melihat putra kita seperti ini. Tapi ini adalah hukuman yang setimpal menurut Mas. Setidaknya ini memberikan pelajaran untuknya untuk lebih mengerti tentang apa itu kesetiaan dan kejujuran," ucap Mike dengan lembut, lalu mengecup pucuk kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.

"Ta-tapi aku sakit melihat kondisinya Mas," sahut Elena dengan sesenggukkan.

"Sudahlah. Mari kita menemui putra kita. Jangan tunjukkan tangisanmu di depannya." Mike lalu menghapus jejak air mata istrinya. Kemudian mereka berjalan mendekati Alden yang terus menangis.

"Tidak perlu cengeng! Nasi sudah menjadi bubur! Semua ini juga berasal dari kesalahanmu," ucap Mike dingin. Kemudian mereka berdua duduk di samping Alden.

"Pah, Rara di mana? Papah pasti tau, 'kan? Alden akan langsung menjemput dia," Alden bertanya dengan memohon.

"Jangan memanggil saya dengan panggilan Papah, karena sekarang kau sudah bukan putra saya lagi! Dan untuk keberadaan Diandra, saya juga tidak tahu. Abimanyu menjaga erat putrinya, sehingga biar bagaimana pun saya mengerahkan anak buah, tetap tidak akan membuahkan hasil!" jawab Mike dengan dingin.

"Kenapa? Kenapa Alden harus hidup kembali? Kenapa Alden tidak dibunuh saja?" ucap Alden menaikkan satu oktaf suaranya.

Plak

Mike menampar wajah putranya, lalu memberikan tatapan tajam. "Saya juga berharap seperti itu! Kenapa kamu tidak mati saja! Tapi kamu pikir pakai otak Alden, apakah kamu mau mati dengan sia-sia tanpa melihat sosok putrimu sendiri?"

Alden justru menangis kembali. Benar, ia tidak boleh mati begitu saja, ia harus berjuang, setidaknya ia harus dapat melihat bagaimana wajah kedua putrinya.

"Perjuanganmu dimulai dari sekarang Alden! Ada banyak rintangan yang harus kamu lewati untuk memperjuangan istrimu! Kau tidak hanya memperjuangan Diandra, tapi juga orang-orang sekitarnya. Semua orang sudah membencimu. Diandra, Mertuamu, Kakak Iparmu, Bahkan mungkin anak-anakmu juga ikut membenci kamu. Tidak hanya itu, mungkin kau juga akan memiliki saingan berat nantinya." Setelah mengatakan itu, Mike lalu melempar ATM yang dulu diberikan Rara pada Alden. Kemudian pria itu bangkit berdiri, lalu segera pergi.

"Selamat berjuang Nak. Kau memang tidak memiliki kesempatan, karena kau sendiri yang harus mendapatkan sebuah kesempatan itu. Kau paham maksudku?" tanya Elena sambil menatap putranya.

Alden mengangguk, sangat paham dengan maksud ibunya. Alden sedikit bersyukur karena ibunya masih sudi memanggil dirinya dengan panggilan Nak. Setidaknya masih ada satu orang yang benar-benar mendukungnya.

Alden melihat kepergian orang tuanya, setelah itu pandangannya menatap kosong ke depan.

"Benar, kau harus berjuang Alden! Kau terlalu mudah mendapatkan istrimu dulu, sehingga sekarang kau harus benar-benar berjuang!" gumam Alden.

"Sayang, di manapun kamu berada, Mas akan selalu menunggu kamu. Tidak ada yang namanya perceraian, karena faktanya kita belum resmi bercerai. Mas akan berjuang meski ada begitu banyak rintangan yang menghadang."

*******

"Ha-ha-ha."

Di sebuah ruangan, tampak seorang perempuan yang kadang tertawa, tetapi kadang juga menangis sambil menggendong sebuah boneka. Perempuan itu Raya. Raya berada di penjara hanya dua minggu saja, itu semua karena para penjaga sel tahanan melihat ada yang aneh pada wanita itu. Hampir setiap hari dia berbicara sendiri, tertawa, bahkan menangis sendiri.

Akhirnya Raya dibawa ke rumah sakit jiwa, karena kondisi wanita itu yang semakin hari semakin memburuk.

Ahli Psikologis mengatakan jika Raya mengalamai kelainan jiwa, atau lebih tepatnya menjadi gila. Bahkan kondisi Raya cukup memprihatinkan. Psikolog mengatakan jika jiwa Raya benar-benar terguncang, sehingga membuat wanita itu kehilangan akal sehat. Bahkan kemungkinan Raya bisa sembuh sangat minim.

Sejak saat itu semuanya sepakat untuk memasukkan Raya ke rumah sakit jiwa.

"Ha-ha-ha kamu lucu banget Ina."

"Ciluk ... Ba!"

"Ish, kok Ina nggak mau ngomong sih sama Bunda?"

"Bunda salah, ya? Hiks ... Ina jangan diamin Bunda gini dong."

"Bukan Bunda Ina! Bukan Bunda yang hancurin mereka! Ina percayakan sama Bunda?"

"Ish, Ina jahat banget sama Bunda!" Raya langsung melempar boneka tersebut ke dinding.

"Ha-ha-ha. Ina lucu banget jatohnya."

Begitulah kondisi Raya setiap hari. Wanita itu selalu menyangkal jika ia pelakunya. Kadang Raya juga menjambak rambutnya dengan kuat, lalu menangis dengan sangat nyaring. Kadang wanita itu juga mengamuk dengan mengatakan ingin membunuh laki-laki yang bernama Kenzo.

Para perawat hanya bisa terus memberikan obat penenang pada wanita itu, agar tidak mengamuk lagi.

*******

Sementara di penjara, Elvio, Kenzo, dan Camella sengaja dipisahkan sel penjaranya oleh polisi, karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Elvio divonis hukuman 60 tahun di penjara. Kenzo divonis hukuman 55 tahun di penjara. Sementara Camella hanya divonis 15 tahun di penjara. Hal itu karena Camella di sini juga menjadi korban dari kebr***sekkan ayah dan adiknya. Meski Camella ikut andil dalam menghancurkan rumah tangga orang lain, tetapi wanita itu hanya melakukan sedikit saja pekerjaan itu.

Elvio sendiri sudah pasrah dengan kehidupannya. Tidak ada perlawanan sedikit pun dari pria paruh baya itu. Dirinya sangat yakin jika ia mati di dalam sel tahanan tersebut. Semua harta miliknya sudah disita oleh pihak kepolisian.

Sementara Kenzo, laki-laki itu sama sekali tidak bertobat. Setiap hari dia justru memikirkan cara untuk melarikan diri dari penjara terkutuk tersebut. Tapi sayangnya Kenzo tidak menemukan celah sedikit pun untuk bisa melarikan diri. Tapi laki-laki itu bersumpah akan keluar dari sel tersebut, lalu membalas dendam pada seluruh keluarga Jonshon, terlebih pada laki-laki yang bernama Alden. Dirinya tidak akan terima jika harus mati konyol, sedangkan mereka hidup bahagia. Tidak akan pernah!

Berbeda dengan mereka berdua, Camella justru sudah bertobat. Perempuan itu sudah berhijrah, dan mulai mengenakan hijab. Setiap hari yang ia lakukan adalah mempelajari dan membaca Al Quran. Itu semua ia dapatkan dan pelajari dari sipir penjara yang ada di sana, yang kebetulan juga seorang perempuan. Tidak pernah sama sekali Camella mengeluh, justru wanita itu sangat senang berada di penjara. Bahkan sipir penjara tersebut merasa bahagia dengan perkembangan Camella yang dengan cepat tanggap tentang Islam. Setiap hari ia akan memberikan pakaian tertutup beserta hijab untuk Camella.

.

.

.

.

Hmm Camella udah bertobat. Umur Camella 24 tahun, ditambah 15 tahun di penjara \= 39 tahun (Kayaknya minim bisa dapat jodoh ><)

1
Irna Irna
ending nya thor
Gani Gani Sby
lanjut thor
Dewi Yanti
ke tuker kayanya jiwa naya sm kevin 😄
Wiwik Retno Eni
bagus
Ansal
Lanjutannya ditunggu thor masih penasaran nih endingnya
Liez Dayanthe
duhhh ga masuk banget nihhh.. sejenius nya anak umir 6th gaya bicaranya ngga seperti itu jg kaliii..

bs kalii dipakai disesuaikan dgn bahasa anak2 seusianya/Grin/
Nurhasanah
cerita nya bagus, tp sayang gantung
Besti Afandi
ko gantung ceritax thor
RithaMartinE
d lanjut donk thorr cerita yg ini !!!
aneh aja sih ya umur 6 tahun kok gaya bicara nya kaya umuran anak remaja. walaupun cerdas dan jenius anak umur 6tahun itu pikiran nya masih belum dewasa.. di sini aku malah lihat nya mereka ini kaya umuran 17-18 tahunan..
ini si kembar udah umur brp sih.. kok bahasa bicara nya kayak udah abege..
aisya_
ini lanjutannya dimana sih???
Forta Wahyuni
eleh, kbanyakan crita novel slalu bgini, macam gk pnya harga diri aja n hrs balik lg kemantan. walau alasan anak skalipun n msh bnyk lelaki diluaran yg dpt membahagiakan.
aisya_
si anying
Sulati Cus
ternyata keluarga kelainan jiwa
Sulati Cus
blm seberapa sih ini tar tunggu ketika mantan istri dpt pengganti mu dan anakmu memanggil pria lain dg sebutan daddy pasti sakitnya tuh disini 😂
Sulati Cus
bkn masalah baik bank, km aja yg g tau diri udah berkali-kali di ksh kesempatan tp kau ulang lg hayati capek lah
Sulati Cus
tipe laki2 g tegas hrsnya istri jd prioritas bukan mantan apapun keadaan nya wajib tu suami ada di samping istri
Mutiara Ritonga
lanjut Thor ditunggu 💪💪
alfadar
aku suka cerita istri bar bar. awalnya respect dengan judulnya emg dia tipikal yg bar bar. tp kalau kelanjutannya gantung gini, ga jadi baca deh 😂😂 drpd nyesel ngikutin alur malah gantung. bikin kesel. mending cerita A vs A ini dikelarin dulu biar para pembaca juga seneng..meakipun alurnya semakin aneh (lihat komen dr readers lain). setidaknya ditamatin bikin happy ending.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!