Jin Fei fan harus menerima pemegang takdir sang penjaga berikutnya. Dia harus berjuang lebih keras untuk pantas menjadi sang penjaga dan agar dapat berjumpa dengan kedua orang tuanya yang dia ketahui berada di dimensi berbeda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neneng selfia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana perjalanan
Ze dan Jin hu kebetulan sedang memperhatikan apa yang keluarga terutama anak-anak mereka lakukan saat Fei fan dan yang lainnya membahas tentang pulau dewa samudera.
"Apakah kau pernah mendengar tentang pulau dewa samudera itu kak Jin hu?" tanya Ze.
"Sepertinya yang mereka maksud adalah pulau warisan dari petapa abadi." jawab Jin hu.
"Sebenarnya aku tidak pernah pergi ke tempat itu dan ingatan tentang keberadaan tempat itu aku dapatkan dari kehidupan sebelumnya yang aku jalani." tambahnya.
"Apakah tempat itu sangat berbahaya?" tanya Ze.
"Seperti yang ayah katakan pada Feifei. Untuk orang-orang dengan kultivasi rendah, akan sangat berbahaya untuk ke sana tanpa perlindungan dari orang dengan kultivasi tingkat 9 menengah ke atas. Sedangkan Feifei dan Weiwei, mereka lebih dari mampu untuk melindungi diri dalam perjalanan ke sana." jawab Jin hu.
"Itu untuk perjalanan saja. Bagaimana dengan pulau itu sendiri. Bukankah sudah biasa, setiap ada harta Karun berharga akan ada bahaya yang menyertainya?" tanya Ze.
"Sepertinya tidak jauh dari saat kita memasuki gua Si Hui tu." jawab Jin hu.
"Kenapa?" tanya Jin hu karena kini Ze masuk ke dalam pelukannya.
"Aku khawatir pada Feifei dan Weiwei. Mereka masih kecil untuk.....
"Kau harus percaya pada mereka. Mereka jauh lebih hebat dari kita berdua. Pada usia mereka, pencapaian mereka sudah jauh melampaui banyak orang. Mereka butuh pengalaman untuk mengasah keterampilan mereka. Mereka harus belajar dari pengalaman bukan hanya meningkatkan kemampuan namun tidak memiliki pengalaman bertarung di luar sana." ucap Jin hu sambil mengusap punggung sang istri.
"Ya, sepertinya sudah saatnya aku mengeluarkan jiwa si naga dari dimensi Silla agar dapat kembali ke pedang naga Phoenix." ucap Ze.
"Maksudnya, pedang yang aku titipkan pada Liu yu itu hanya cangkang kosong sekarang?" tanya Jin hu.
"Si naga sengaja tetap tinggal di dalam dimensi Silla agar tidak ada yang merasakan keberadaan pedang tingkat dewa di dunia bawah. Dia akan kembali saat Weiwei sudah cukup kuat untuk menggunakan pedang itu." jawab Ze.
"Kalau begitu, kita tunggu putra kita selesaikan tapanya terlebih dahulu." ucap Jin hu.
...****************...
^^^Sementara di istana atas awan^^^
"Aku ingin pergi ke pulau itu kakek." putus Fei fan.
"Kerajaan paling dekat dengan pulau itu adalah kerajaan Long. Sebaiknya kalian melakukan perjalanan air saja singgah di kerajaan Long untuk mengumpulkan beberapa keperluan perjalanan sebelum melanjutkan perjalanan ke pulau itu." saran Jeong nam.
"Karena perjalanan yang jauh, sebaiknya setelah Weiwei keluar dari sana kalian melakukan perjalanan. Hubungi Ouyang Huang si dan Ouyang Huang hu jangan lupa minta Yuan li segera kembali agar dapat menemani perjalanan kalian." ucap Liu ku.
"Itu lebih baik. Selain dapat saling melindungi, perjalanan ini dapat membantu perkembangan kalian semua." ucap Jeong nam.
"Apa yang kalian bahas?" tanya Luo yin yang baru tiba.
"Hanya membahas tentang rencana perjalanan anak-anak nanti." jawab Jeong nam.
"Perjalanan ke mana lagi?" tanya Luo yin.
"Kami berencana untuk pergi ke pulau dewa samudera nenek buyut." jawab Fei fan.
"Bukankah pulau itu sangat jauh? Mengapa kalian mengijinkan mereka untuk melakukan perjalanan itu? Mereka masih terlalu kecil untuk pergi ke sana." tanya Luo yin.
"Kami sudah cukup mampu untuk melakukan perjalanan ini nenek buyutku sayang." ucap Fei fan sambil memeluk tubuh wanita tua kesayangannya itu.
"Tapi....
"Mereka pergi untuk kebaikan dan mereka tidak pergi sendiri. Ada kembar Ouyang, Yuan li, Yang ruo dan yang lainnya juga." ucap Jeong nam.
"Ibu tenang saja. Mereka ini anak-anak yang melampaui orang-orang kebanyakan. Mereka tidak akan bisa mampu melindungi orang terkasihnya jika tidak menjadi lebih kuat. Mereka memiliki tanggung jawab besar jadi, kita tidak bisa menghalangi mereka untuk melatih diri hanya karena rasa khawatir." ucap Liu ku.
"Kakek benar nenek buyut, kami harus melatih diri dalam banyak petualangan untuk lebih kuat karena kami memiliki tanggung jawab." ucap Fei fan.
"Baiklah, sekarang sudah saatnya kalian makan malam. Biarkan aku yang menunggu di sini." ucap Luo yin.
"Biar aku menemani mu." ucap Jeong nam.
"Tidak, kau sudah dari tadi di sini. Kau pasti lelah.
"Biar saya saja yang disini kakek, nenek. Aku baru saja di sini dan sudah selesai makan sebelum ke sini." ucap Liu yu.
"Baiklah."
Mereka semua meninggalkan tempat itu kecuali Liu yu. Dia duduk tenang tanpa melakukan apapun di sana.
...****************...
Di dalam batu dimensi
Wei Yan akhirnya membuka matanya. Tubuhnya sudah kembali menapak tanah dan warna emas yang menyelimuti tubuhnya sudah hilang.
"Tingkat langit level 6. Apakah aku tidak sedang berhalusinasi?" gumamnya sambil melihat telapak tangannya.
"Sepertinya Fei sudah lebih dulu selesai bersemedi." gumamnya lagi.
"Kruk kruk kruk..." tiba-tiba perut Wei Yan berbunyi menandakan bahwa siempunya perut sudah lapar.
"Sudah berapa lama aku tertidur? Mengapa aku sangat lemah dan kelaparan?" ucapnya.
"Ada buah yang tampaknya lezat." ucapnya lalu melangkah menuju pohon yang sama yang Fei fan makan buahnya sebelumnya.
"Ajaib, hanya makan sedikit saja energi di tubuhku kembali pulih." ucapnya takjub.
"Ternyata ini adalah sumber dari air suci yang ada di istana atas awan. Pantas saja kami memiliki cukup banyak air suci tingkat tinggi. Ternyata ibu kami memiliki sumber mata airnya." gumamnya lagi.
"Udara di tempat ini sungguh memiliki energi murni yang sangat melimpah. Pantas saja ibu memiliki banyak pencapaian dan mudah menaklukkan binatang roh seperti yang kakek buyut ceritakan. Tempat ini dan air suci akan mudah membuat hewan roh tergoda." gumamnya lagi.
"Sebaiknya aku segera keluar. Aku tidak tahu berapa lama aku sudah tertidur di dalam dimensi ini." ucapnya lagi lalu segera keluar dari batu dimensi.
Di luar ruangan ada Liu yu dan Wen yuan sedang berbincang saat Wei Yan keluar dari kamar.
"Apakah putramu akan kembali lebih awal untuk ikut dalam perjalanan menuju pulau itu?" tanya Liu yu.
"Pulau apa yang paman maksud?" tanya Wei Yan menyela percakapan mereka.
"Ups.... Maaf paman aku menyela." ucapnya lagi terlihat menggemaskan.
"Tidak apa putra mahkota." ucap Wen yuan.
"Pulau apa yang paman maksud?" tanya Wei Yan lagi.
Wen yuan dan Liu yu akhirnya menjelaskan pada Wei Yan apa yang direncanakan Fei fan yang akan menyertakan dirinya dalam perjalanan jauh menuju pulau dewa samudera. Mereka tentu juga menjelaskan apa yang mereka tahu tentang pulau itu.
"Oh, aku mengerti sekarang. Karena aku sudah keluar dari ruangan itu, kami akan menyiapkan perjalanan sembari menunggu kakak Yuan li pulang. Kakak Yuan li akan pulang lebih awal agar dapat menemani kami juga agar dapat berlatih." ucap Wei Yan.
"Kalau begitu aku akan menyiapkan apa saja yang harus aku bawa." ucapnya penuh semangat lalu meninggalkan tempat itu.
terhura aq thor.....