NovelToon NovelToon
Ternyata Suami Ku Kepala Mafia

Ternyata Suami Ku Kepala Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:179.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yanti sihite

Nadia Zaliva baru-baru ini berhasil memasuki polisi wanita (Detektif), namun di balik itu kedua orang tua Nadia tidak mengetahui kalau dirinya berhasil lulus.

Setelah ia kembali ke rumah, ia berencana untuk memberitahu mereka kalau dirinya telah berhasil, tetapi yang diharapkan tidak sesuai dengan apa yang dia pikirkan begitu ia memasuki rumah mewah kedua orang tuannya.

Yok baca yok.. Apa yang membuat Nadia menghentikan apa yang ingin dia beritahu kepada kedua orang tuanNya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanti sihite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8

Setibanya Nadia di pusat, ia membayar taksinya dan berlari menghampiri Zico yang sudah menunggunya di dalam. "Anak itu dimana?" Gumam Nadia mencari-cari keberadaan Zico hingga akhirnya mereka bertemu.

"Nadia" Panggil Zico.

"Aahh, akhirnya kamu disini" Lelah Nadia dengan nafas ngos-ngosan.

"Nad, kamu baik-baik saja?".

"Mmmmm.. Ayo, kita tidak punya waktu lagi".

Zico tersenyum melihat semangat Nadia, "Sebelah sini Nad" Tariknya di tangan Nadia.

"Aahhh" Kaget Nadia mengikuti langkah kaki Zico menuju ruangan kepala team yang akan bergabung dengan mereka. "Disini Co? tapi dimana mereka?".

"Tunggu sebentar" Jawab Zico melihat sekitar ruangan tersebut. Setelah 15 menit lamanya Zico dan Nadia menunggu di sana, satu persatu dari antara mereka pun segera keluar dari dalam ruangan yang ada di ruangan itu. "Itu mereka. Beri hormat".

"Tidak usah" Potong si ketua team melihat Zico dan Nadia. "Apa kalian berdua oranganya?".

"Iya".

"Siapa nama mu?" Tanyanya kepada Zico.

"Zico".

"Kamu?".

"Nadia Zaliva".

"Mmmmmm" Angguknya. Kemudian ia menunjuk Id card ya, "Kalian bisa membacanya?".

"Bisa pak" Jawab Zico dan Nadia.

"Bagus, dan yang lainnya kalian perlu tau nama mereka. Ini pak Riko, pak Raka dan buk Diva. Mulai hari ini kalian berdua bergabung di team kami. Saya harap kalian berdua bertanggung jawab, malam ini kita akan lembur, jadi persiapkan diri kalian".

"Siap pak" Hormat Zico Nadia.

"Mmmmm, disana meja kerja kalian berdua. Buk Diva, silahkan berikan arahan kepada mereka".

"Siap pak" Jawab Diva.

Begitu mereka berdua duduk diatas kursi masing-masing, Nadia sempat memperhatikan wajah Bayus ketua team mereka yang terlihat sangat marah. "Sshhuuett, Co".

"Mmmmm?".

"Tidak, lupakan saja" Senyum Nadia. Kemudian Diva menghampiri meja kerja Nadia. Dengan senyum mengambang diwajah Nadia ia mempersilahkan Diva duduk diatas kursinya, namun Diva menolaknya dan membiarkan Nadia tetap di atas kursinya.

"Malam ini kita akan berpatroli. Kamu tau kamu berada di kelompok apa?" Tanya Diva.

"Team pemberantas narkoba".

"Mmmmmm.. Kalau kamu menonton televisi kamu pasti tau kejadian apa yang telah menimpa kedua anggota kami. Kami harap kalian tidak akan menyerah untuk menangkap para mafia tersebut".

"Siap buk" Jawab Nadia dengan tegas.

"Bagus. Dan ini id card kalian berdua" Berinya kepada Nadia dan Zico. Dan seterusnya, sebelum kita terjun kelapangan, ada baiknya kalian mempelajari ini terlebih dahulu".

"Baik".

.

Sore hari, di kantor David tampak sangat menikmati pemandangan perkotaan dari jendela kaca ruangannya dengan sebatang rokok yang berada di tangan kanannya.

Hampir 20 menit lamanya David berdiri disana, ia mendapatkan sebuah telpon. "Mmmmm?".

"Hallo David. How are you?" Tawa orang dari sebrang sana.

David mengerutkan keningnya, "Steven?".

"Hahahahah" Suara tawa tersebut semakin terdengar kencang di telinga David. "Apa yang sedang kamu lakukan saat ini David Albarck setelah kamu berhasil menghianati kami?".

David menyeringai, "Apa kamu ingin balas dendam?".

"Tentu saja Dev, kamu tunggu saja. Suatu saat nanti aku akan membunuh mu dan menghancurkan mu tepat di hadapan tuan Boyonce karna dia lebih mempercayai mu selama ini".

David tertawa kecil, "Bukan aku, tapi kamu lah yang telah menghianati kami. Sekarang kamu ingin menghancurkan ku? silahkan. Aku rasa kamu tau aku tinggal dimana sekarang ini".

"Kamu tunggu saja Dev".

"Mmmmmm.. Aku akan menunggu mu Steve".

"Sial" Geram Steven mematikan ponselnya.

Sedangkan David yang masih tertawa kecil ia terlihat sangat senang, akhirnya yang ia tunggu selama ini datang juga. "Steven, sudah sangat lama aku menunggu mu dan sekarang kamu sendiri yang menyerahkan diri mu".

Tok.. Tok..

"Tuan" Panggil Vincen.

"Bagaimana? apa kamu sudah membereskan paman?".

"Sudah tuan, dia tampak sangat bahagia sekali".

"Mmmmmm.. Bagus. Steven menghubungi ku, dan akhirnya dia sendiri yang menunjukkan dirinya".

"Bagaimana bisa tuan? bukankah selama ini kita sudah mencarinya sempai ke seluruh dunia tapi dia tidak bisa di temukan dan sekarang dia sendiri yang menghubungi tuan".

"Mmmmm, kita lihat saja apa yang akan ia lakukan" Senyum David.

.

Di apertemen sepulangnya David dari kantor, ia langsung membersihkan tubuhnya. Meskipun ia tidak menemukan Nadia berada disana, David tidak mengambil pusing. 15 menit berada di dalam kamar mandi, David segera keluar dari sana dengan handuk piyama. Setelah itu David berjalan menuju dapur membuatkan segelas kopi, saat David membuka pintu kulkas ia menemukan selembar kertas kecil menempel di pintu kulkas. "Tuan, ini aku Nadia. Sepertinya aku akan pulang malam. Maafkan aku tidak bisa membuatkan makam malam tuan".

Tampa perduli, David membuangnya di tong sampah. Lalu ia menyeduh kopinya sambil melihat ponsel yang baru saja mendapatkan satu notifikasi dari Bagas, "Tuan, ternyata Rian selama ini mata-mata. Kami sudah mengamankannya".

"Sial" Geram David segera menganti pakaiannya. Dengan wajah marah ia keluar dari dalam apertemen.

DDDRRRTTTT.. DDDRRRTTTTT..

"Dimana?" Tanyanya kepada Bagas.

"Ditempat biasa tuan".

David menginjak pedal gas mobilnya dengan kecepatan tinggi tampa memperdulikan pengendara lain yang memakinya. Setibanya David disana, ia memasuki ruang rahasia mereka yang berada di lantai bawah tanah. "Tuan" Tunduk mereka.

David melihat Rian yang sudah babak belur akibat pukulan dari Bagas. Melihat David yang sudah datang, Rian menyeringai membuang ludah yang berdarah. "Apa kamu akan membunuh ku?" Tanyanya.

"Membunuh mu?" Jongkok David di hadapan Rian.

Rian tersenyum kembali, "Selama ini aku menjadi bawahan mu..

BBUUNNGGGHHH...

Satu pukulan mendarat diwajah Rian, kemudian David menarik rambutnya cukup kuat sampai ia meringis kesakitan. "Jadi selama ini kamu dibawah asuhan Steven?".

Deng...

Rian terdiam.

"Kenapa? apa tebakan ku terlalu pas?".

Rian menatap David dengan tajam, "Kamu pikir aku takut? hahahah aku sama sekali tidak takut kepada mu David. Kamu itu hanya..

BBBUUUNNGGHHHH...

"Ck, bagaimana rasanya? Sakit.. Hhhmmm?".

Rian meludahi wajah David, setelah itu ia tertawa puas melihat wajah kesal David yang ingin membunuhnya. "Sshhiieettt.." Dengan rasa kesal David pun akhirnya mendaratkan beberapa pukulan lagi di wajah Rian sampai Rian tidak berdaya lagi dan banyaknya darah keluar dari mulutnya. "Kurung dia, dan jangan beri dia minum".

"Baik tuan".

Namun saat David bangkit berdiri, Vincen tiba-tiba mendatangi mereka dan memberitahu kalau saja polisi sedang berada disana. "Mereka ada berapa orang?".

"6 orang tuan".

"Mereka membawa surat perintah?".

"Iya tuan, kami tidak bisa melarang mereka".

"Biarkan saja" David keluar dari sana bersama dengan Bagas dan Vincen. Saat mereka sedang melihat dari cctv, David mengerutkan keningnya melihat salah satu wanita tersebut, "Tuan, bukankah dia.." Gantung David menyuruh Bagas diam.

David mengeluarkan ponselnya, lalu ia menghubungi nomor Nadia.

DDDDRRRRTTTT... DDDRRRTTTTTT...

"Dia tidak mengangkatnya" Gumam David menghubungi nomor Nadia kembali.

DDDDRRRTTTTT... DDDDRRRRTTTTTT...

Mendengar ponsel Nadia yang berdering, Zico memberitahunya, tetapi Nadia lebih mengabaikannya mengingat mereka yang sedang tugas.

DDDDRRRTTTTT... DDDDRRRRTTTTTT...

"Angkat saja Nad, siapa tau penting".

"Tidak Co. Ayok" Ajak Nadia melihat Diva memberikan arahan.

1
Evielin M Hamkah
sedih sangat-sangat😭😭😭😭😭terima kasih novel yg sungguh berkesan.
saya seperti dalam cerita awak,terima kasih sekali lagi,terbaik
Efrianti Sihite: Thank you 😍
total 1 replies
Alfia Ulfah
keren banget ceritanya thor
semangat thor di tunggu karya kelanjutannya
Efrianti Sihite: Terimakasih sudah singgah 🥰
total 1 replies
Yeni Desvita
wow sosweet 👍👍👏👏
Efrianti Sihite: Terimakasih 🥰
total 1 replies
Yeni Desvita
wow sosweet 👍👍👍👍
Indah Batam
aku mampir Thor, keren banget ceritanya, salam dari - Gairah Ayah Tiriku
Indah Batam: aaamiiiiinn,, makasih kembali Thor,, semangat untuk kita semua🥰🙏
total 2 replies
Erick Kecil
ending ny bikin sedih,aku sampai nangis
Efrianti Sihite: Terimakasih sudah singgah terima kasih juga untuk bintang ya🥰🥰
total 1 replies
joyji
yanto itu siapa ya...kok nggk kerja gitu
joyji
nggk kerwn cewk nya jd polisi..
ciba cewk polisinya hebat dlmpeklhian serti punya silat.taikondo apalah ...biar lbh seru
Efrianti Sihite: Terima kasih sudah singgah
total 1 replies
Almira Haniya Azzahra
Nadia polisi, tapi kok sebodoh itu ya? gak logis, belum jiwa bertarungnya lemah hehehe..maaf ya Thor... 🙏
Efrianti Sihite: Terima kasih sudah singgah 👍
total 1 replies
Za muza
toko polisinya kok lemah ya thour...
Aura Moo
Nadia terlalu sok jago dan ceroboh liat kan akibat nya
Nabil abshor
tp alexa hamil,,,, jgn2 ni kena sindrom org hmil it ya,,,, 🤭🤭
Nabil abshor
cuma ngomh gt tok... 🤦‍♀️🤦‍♀️
Nabil abshor
heleeeh seng halal ono lho,,,,,, 😏😏
za_anika
aku belom Bisa nerima eps terakhirnya....
aku gk mau david mati thor...😢intiny David harus hidup bareng ama nadia
Efrianti Sihite: Terima kasih sudah singgah 🤗
total 1 replies
Anisah Humairahh
ganggu banget mmmmmm nya sih ganti aja "iya"
Shakira Keyyila Zahra
nyimak
Maria Ratna
mudah mudahan ada kelanjutannya🙏🙏
Efrianti Sihite: Kalau ada kelanjutan Nadia akan bersama dengan Zico, apakah ada yang setuju?
total 1 replies
Arini Rizki
aku menangis membacanx
Efrianti Sihite: Terima kasih sudah singgah bun🤗
total 1 replies
Daryati Idar
kasian nadin terima kasih thor atas ceritany semangat
Efrianti Sihite: Sama-sama sudah menyukai🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!