NovelToon NovelToon
MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

Status: tamat
Genre:Teen / Ketos / Cintamanis / Tamat
Popularitas:273k
Nilai: 5
Nama Author: Haryani

Berada dalam lingkungan sekolah terfavorit dan populer tak membuat Ve berkecil hati. Meski bully-an masih terus terjadi tetapi Ve punya sejuta cara untuk menghadapinya. Belum lagi Salsa yang tak pernah berhenti menganggunya.

Sayangnya ia juga harus dipusingkan dengan cinta dua lelaki tampan dan kaya raya tetapi berbeda karakter. Al sikapnya dingin, sedang Dion sangat humble. Parahnya lagi mereka mencintainya, meski tau Ve gadis miskin.

Lalu bagaimanakah kisah cinta mereka di masa putih abu-abu itu, dan siapakah yang ahirnya memenangkan hati Ve? Apakah cinta bisa menembus batas perbedaan antara si kaya dan si miskin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DARREN PULANG

"Perasaan gue kok nggak enak gini ya?" ucap Al.

Sedangkan Pak Prapto masih menaik turunkan kacamatanya. Ia

"Dimana Ve, kenapa cuma tasnya doang yang kamu bawa kemari?"

"Tadi orangnya juga, Pak, tapi ia sedang ijin ke toilet."

"Ke toilet ngapain aja, tidur? Ini sudah hampir tiga puluh menit loh! Kamu jangan becanda sama saya, ya!"

"Iya, Pak, maaf. Saya mau susul dia sebentar, Pak."

"Hm, jangan lama-lama, saya juga mau pulang!"

Al menghentikan langkahnya lalu menoleh, "Iya, Pak."

Setelah itu, ia kembali mencari Ve. Sepanjang perjalanan, Al menggerutu. Tentu saja ia tidak suka dengan orang yang nggak disiplin. Pagi tadi saja ia sudah menghukum Salsa, apalagi ini cuma Ve. Ia bisa bertindak lebih dari ini.

Tujuan utama Al sekarang adalah kamar mandi cewek. Ia pun bergegas menuju ke sudut sekolah.

"Kenapa sepi?" ucapnya ketika sampai.

Al masih mengedarkan pandangannya ke sekeliling toilet. Tetapi tak ada tanda kehidupan disana. Bahkan hampir semua pintu toilet tertutup rapat. Ia semakin panik tatkala tak menemukan Ve.

"Dimana dia?"

Belum sempat ia berbalik, dari salah satu kamar terdengar suara orang menggebrak pintu.

BRAK ... BRAK ... BRAK ....

"Tolong, siapa saja yang denger gue, please tolongin ...."

"Kayak suara Ve," batin Al.

Al langsung menuju sumber suara.

"Ve, itukah kamu?" teriaknya dari luar toilet.

"Kak Al, tolong ...."

Melihat pintu toilet yang dipakai Ve terkunci, Al tak ada pilihan lain kecuali mendobraknya.

"Kamu mundur sekarang!" Titah Al.

Dengan menggunakan tubuhnya, Al menggebrak pintu itu.

"Satu, dua, tiga!" Al segera mendorong pintu toilet.

Akhirnya pintu toilet terbuka, terlihat baju Ve sudah basah kuyup, belum lagi wajahnya yang putih memucat. Belum sampai Ve berkata, ia limbung dan terjatuh.

Beruntung Al segera menangkap tubuhnya. Tak lupa ia menempelkan tangannya ke kening Ve.

"Demam ...." batinnya.

Untung Al cekatan, ia pun segera melarikan Ve ke ruang guru, eh bukan ke UKS.

"Aduh, UKS dah tutup juga, trus kemana ini? ah bawa pulang aja!"

Al pun berperang batin, tetapi ia lebih memilih sisi kemanusiaannya. Ve digendong menuju mobilnya. Lalu ia berlari ke ruang guru untuk mengambil tas sekolah milik Ve dan juga miliknya.

"Ini ada apa kok lari-lari?" tanya Pak Prapto panik.

Apalagi Al datang sendirian, tidak bersama Ve.

"Lah, katanya cari Ve, la mana orangnya?"

"Ve pingsan di toilet, Pak."

"La terus anaknya di mana?"

"Saya bawa pulang, eh mau saya bawa ke Rumah Sakit."

"Oh, ya sudah kalau begitu, besok saja kalian kesini lagi."

"Oke, Pak, makasih," ucap Al setengah berlari.

Memang benar Al tak menghiraukan pandangan warga sekolah yang lain. Baginya keselamatan Ve lebih utama saat ini.

Al segera masuk mobil, tak lupa ia memasangkan setbealt pada tubuh Ve. Lalu ia mengemudikan mobilnya ke Rumah Sakit.

Lima belas menit kemudian, mereka telah sampai di Rumah Sakit.

"Sus, tolong ...." teriak Al saat sampai di depan ruang jaga.

"Iya, Mas," ucap suster itu ikutan panik.

"Tolongin teman saya, demam!"

"Ya sudah, mari ikut saya!"

Sementara ibu-ibu yang sedang menunggu giliran periksa, berbisik dan bergunjing ketika melihat Al dan Ve.

"Lah, tuh, anak sekolah ngapain bawa teman ceweknya ke sini? dihamilin kalik ya, Jeng!"

Begitulah gunjingan ibu-ibu yang melihat Al menggendong Ve. Apalagi Al memakai pakaian sekolah. Untung saja Al acuh, sehingga ia pun tak sakit hati akan gunjingan tersebut.

Tulalit ... tulalit ....

Al merogoh sakunya untuk mengambil ponselnya.

"Hallo, Ma."

"Al kamu di mana? Seharusnya kamu pulang, sebentar lagi kakakmu pulang."

"Iya, Ma."

"Sekarang, kita mau ke bandara, kalau jadi ikut, segera menyusul!"

"Maaf, Ma, Al di Rumah Sakit."

Kini giliran Mama Putri yang panik karena perkataan putranya barusan.

"Ha-ah siapa yang sakit?"

"Teman satu kelas aku, Ma, dia pingsan di kamar mandi. Kayaknya dia habis dikunci di kamar mandi, sekitar tiga puluh menitan, gitu deh!"

"Hal kayak gitu masih terjadi di sekolah kamu? Tunggu biar Mama nanti bicara sama Papa."

"Gak usah, Ma, biar nanti Al yang bilang sama Papa."

"Ya sudah, kalau begitu, nanti kamu segera pulang ya."

"Tunggu, Ma, masalahnya Al nggak tahu keluarga nih cewek, gimana menurut Mama?"

"Ya sudah, bawa balik ke rumah saja."

"Oke, Ma, makasih."

Sementara itu salah seorang suster ternyata masih setia berdiri di belakang Al. Tanpa Al sadari ia langsung berbalik ke belakang.

"Astaghfirullah, Sus, ada apa?"

Sedangkan suster hanya meringis.

"Anda ditunggu dokter di ruang periksa pasien tadi."

"Oh, oke, Sus."

Sementara itu, Darren baru saja kembali dari luar negeri. Pesawat yang ditumpangi olehnya baru saja landing. Untung mama dan papa Al sudah sampai di bandara.

Darren memang berbeda dengan Al, ia lebih terlihat bersinar dan lebih memukau ketimbang Al. Terang saja karena Darren pandai dalam berpenampilan, sedangkan Al lebih fokus ke study-nya. Sebenarnya mereka sama-sama tampan, hanya saja sikap mereka berbeda.

Darren adalah kakak kandung Al, hanya saja ia tidak sedingin dan sekaku Al. Ia lebih ramah dan perhatian jika berurusan dengan wanita.

Bahkan Darren mempunyai pacar Bella, yang kebetulan satu sekolah dengan adiknya Al. Hanya saja Al tidak mau terlalu berurusan dengan pacar ataupun kakaknya. Al hanya fokus kepada studinya saja.

"Hai sayang," sapa Mama Al ketika melihat putranya datang.

Darren pun melambaikan tangan ke arah mama dan papanya.

"Hai, Ma, hai, Pa."

Lalu mereka pun berpelukan.

"Sudah-sudah ayo kita pulang," ajak papa.

"Bentar-bentar, Pa, Al kemana, kok nggak keliatan."

"Gak tau, tadi dia pamitan sama Mama kamu."

"Hahaha, dia lagi ngurusin ceweknya yang pingsan."

"What's? Mama nggak becanda 'kan?"

"Wkwkwk, nggak tau juga sih, nanti aja kamu tanya dia."

"Hm, sepertinya menarik, lebih baik aku tanya Bella saja nanti," batin Darren.

Tak lama kemudian mereka sudah berpindah ke dalam mobil. Tentu saja tujuan utama mereka adalah rumah. Badan yang lelah setelah perjalanan cukup panjang dari luar negeri membuat Darren tertidur di dalam mobil.

"Pa, Papa ...." panggil mama.

"Hmm ...."

"Liat tuh, semua kelakuan anak kamu mirip kamu semua."

"Loh kok aku sih, Ma."

"Ya niru siapa lagi kalau bukan niru, Papa."

"Hm, gitu ya, awas aja nanti."

Kedua orang tua itu tenggelam dalam obrolannya, sedangkan Darren tertidur dengan nyenyak di dalam mobil. Meski sudah bukan anak muda lagi, tetapi nyatanya sikap mereka masih sama seperti saat mereka masih berpacaran. Mereka juga selalu memposisikan diri sebagai teman maupun sahabat bagi kedua putranya.

...🌹Bersambung🌹...

Oh ya jangan lupa dukungan like, rate dan favorit ya kak. Jangan lupa 🌹☕ dan VOTE untuk menyemangati Author, makasih banyak🙏🤗

 

1
Mhimiy Checil
mengambil kesempatan dalam kesempitan si babang al 😄😄
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™
modus yang nyenengin Kak 😆
Lina Maulina Bintang Libra
modus dirimu al
Lina Maulina Bintang Libra
jeles si al
arfan
up
Ray Aza
ini si ve ikut kelas ekselerasi ato gmn sih? kok tmn seangkatan dipanggil kakak semua
Suzieqaisara Nazarudin
Setelah mengharungi onak dan duri dalam percintaan mereka,Akhirnya Alfarizi dan Veeya bersatu dalam merajut masa depan yang bahagia..

Akhirnya es baloknya Al yg mementing kan belajar dari berpacaran akhirnya runtuh dengan kehadiran nya Veeya..

terimakasih Outhor semoga sukses selalu..🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹✌️✌️✌️✌️✌️✌️
Suzieqaisara Nazarudin
Sabrina bodoh..kamu tidak tahu saja kamu berhadapan dengan siapa...
Suzieqaisara Nazarudin
Srmoga ada orang yg menjaga Ve 24 jam disisi..jangan ada yg lengah..
Sabrina itu lebih gila dari anaknya Salsa...
Suzieqaisara Nazarudin
Alhamdulillah Lisa benar benar sudah berubah..
sepertinya Lisa tau apa yg terjadi saat ini...
Suzieqaisara Nazarudin
Kasian Ve...tolong dong biarkan Ve dengan Al hidup bahagia..🙏🙏🙏
Suzieqaisara Nazarudin
Thor jangan sampai Al ataupun Ve Amnesia ya...🙏🙏
Suzieqaisara Nazarudin
Alfarizi dan Veeya dan rumah sakit berpisah tiada,dari awal pertemuan sampai ke detik ini rumah sakit bagai kan rumah kedua mereka..
Suzieqaisara Nazarudin
Tuh kan Ve..kamu itu loh terlalu baik,tidak semua orang itu hati nya kayak kamu...
Suzieqaisara Nazarudin
Duuhh tersentuh sekali dengan kata kata terakhir mu thor😩😩😭
Suzieqaisara Nazarudin
Beruntung nya seorang Veeya yg selalu dijaga 3 oarang bodyguard cogan seperti layak nya seorang puteri...😍😍😍
Suzieqaisara Nazarudin
Semoga Lisa benar benar sadar dan belajar atas apa yg telah berlaku sebelum ini dan juga yang terjadi terhadap Salsa...
Suzieqaisara Nazarudin
Untung darah Ve,Ken,sama dengan Aideen..Semoga Ve tidak apa apa...
Suzieqaisara Nazarudin
Semoga Ve cepat sadar dan sembuh..🤲🤲🤲😩😭
Suzieqaisara Nazarudin
Nah kan adem begitu..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!