NovelToon NovelToon
Jangan Pisahkan Aku Dan Anakku

Jangan Pisahkan Aku Dan Anakku

Status: tamat
Genre:Cerai / Romansa / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: orang jelek

SUDAH SELESAI DI REVISI!!


Dan ada perubahan alur nya. Jika tidak keberatan mohon baca ulang, tidak juga tidak apa apa si hee



Namaku Maya, Aku adalah seorang pembantu dari keluarga Rian mahesa wiratmaja. Aku terpkasa menikah dengan seseorang yang tidak menginginkan ku, setiap hari aku menjalani kehidupan dengan kesedihan serta air mata.

Ya di rumah mewah nan megah ini lah aku meratapi nasib ku. nasib yang membuat ku harus bertahan hidup demi mempertahkan nasib bayi yang aku kandung. Mas Rian dia suamiku yang sama sekali tak pernah menganggap ku ada, Aku hanya bisa berdo'a setiap hari kepada Allah. agar Allah memberikan hidayah kepada mas Rian, agar dia bisa menerimaku sebagay istrinya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon orang jelek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 7

Seminggu menuju lahiran. Maya sudah meraskan tanda - tanda mau melahirkan seperti bangun tengah malam ingin pipis. Ketambah terasa panas dan linu di bagian bokong kemudian susah tidur begini salah begitu juga salah. Hingga saat makan pun ia merasakan kalo bayi nya sudah benar - benar ingin keluar..

"Astagfirullah" ucap Maya yang sedang makan. sontak membuat Rian dan Bibik melihat ke arah nya, Bibik menghampiri Maya dan bertanya,

"Kenapa Nyonya? " tanya Bibik khawatir.

"Enggak apa -apa Bik." jawab Maya.

Rian tidak bertanya hanya memeperhatikan gerak gerik Maya yang memang aneh baginya ia melanjutkan lagi sarapan nya.

"Ya Allah, bukan nya lahiran ku seminggu lagi ya. Ko aku merasa akan melahirkan dengan cepat masa iya sih tidak sesaui dengan prediksi dokter" batin Maya dan ia kembali melanjutkan sarapannya.

Saat Rian sudah selesai sarapan dan hendak berangkat kerja tiba- tiba saja Maya menggaduh kesakitan dan membuat Rian menoleh ke arah Maya,

"Aduh..!Ya Allah," ucap Maya meringis.

"Ada apa?", tanya Rian, tangan nya hendak menggapai Maya namun ia urungkan.

"Nyonya kenpa?" tanya Bibik khawatir.

"Aduh. Bik, perut Maya muless" ucap Maya terbata.

"Nyonya mau melahirkan?"

Rian hanya tertegun saat mendengar ucapan Bibik. "Apa" gumamnya,

Bibik melihat ke arah Rian dan berkata,..

"Tuan, sepertinya Nyonya mau melahirkan" ucap Bibik dan menyadarkan Rian.

"Ooh, ya sudah kita bawa ke Rumah Sakit Bik.

Apa kamu bisa berjalan?" tanya Rian kepada Maya. Maya hanya mengangguk dan saat ia mau berdiri ia menggaduh lagi dan membuat Rian terpaksa mau tak mau harus menggendong Maya ke mobil nya,

"Bik.. sebaiknya Bibik bantu mempersiapkan perlengkapan bayi ya, biar Maya saya yang bawa, nanti Bibik sama sopir di antar!" ucap Rian dan bergegas masuk mobil.

Dijalan Maya terus saja meringis membuat Rian kebingungan.Ia bingung harus melakukan apa lalu akhirnya ia memutuskan mengambil air yang ada di jok belakang. Rian membuka tutup botol yang masih tersegal lalu memberikan kepada Maya, Maya malah menggelangkan kepalanya dan menolak pemberian Rian.

"Kamu minum lah dulu," perintah Rian yang memberikan air mineral kepada Maya tapi matanya fokus ke jalan. Maya mengambil botol yang sejak tadi ia abaikan di tangan Rian. Rian bernafas lega.

"Mas bisa cepetan enggak sih," keluh Maya ia masih merasakan sakit di perut nya, hingga membuat nya meringis dan bergaduh..

"Iya ini aku sedang berusaha, macet soalnaya."

Rian pun menekan klakson nya beberapa kali, membuat Maya refleks memeukul lengan Rian kencang. Rian menoleh ke arah Maya.

"Berisik mas," ucap Maya. "Aduh Ya Allah Astagfirullah'haladzim" Maya terus beristighfar dan meremas gamisnya kuat- kuat. Matanya yang terpejam membuat Rian sedikit kasihan ketika melihat Maya seperti itu.

Akhirnya mereka sampai di Rumah sakit. Rian membawa Maya dan menggendong nya, tak lama para suster datang membawa brangkar di taruhnya Maya secara hati- hati. Dengan nafas yang memburu Rian mengikuti para suster ke ruang persalinan.

"Tuan, sebaiiknya anda melakukan administrasi dulu " ucap sang suster.

Rian mengangguk dan berjalan ke tempat tersebut. Tak butuh waktu lama ia sudah kembali ke ruangan di mana Maya sedang di tangani dokter.

"Apakah Tuan suami dari pasien?" tanya Dokter, kebetulan dokter kandungan yang biasa nya khusus Maya dia sedang ada tugas di luar kota. hingga Dokter lain yang mengganti kannya.

Rian ragu untuk menjawab nya. Ia melihat ke arah Maya yang kesakitan dan melihat lagi ke arah Dokter."Aku harus menjawab apa" batinnya. Ia memejamkan mata sejenak dan membuka nya kembali lalu mengatakan kalau ia adalah suaminya.

"I- iya Dok". jawab nya terbata,

"Apa anda bersedia menemani nya? " tanya Dokter lag lagi ia mengumpat dan gelagapan harus bagaimana. "Baik lah demi bayiku. Aku melakuan demi bayi ku, iya ..iya ini demi bayiku"

ia bergelut dengan fikiranya. ia pun mengangguk tanda menjawab..

"Baik Ibu, ini sudah masuk pembukaan terakhir ya" ucap sang Dokter, "Nanti Ibu ikuti aba -aba saya Bu." Maya menganggukan kepala dengan kerudung yang aga berantakan serta keringat yang bercucuran..

"Tarik nafas Bu pelan, keluarkan begitu seterusnya. Ayo Buk lebih cepat lagi Buk! kepalanya sudah keluar " kata Dokter.

Maya menjerit sekuat mungkin mengeluarkan sisa tenaga yang ia punya dan keluar lah sang bayi yang menangis memenuhi ruangan tersebut.

Bibik yang menunggu di luar mengucap hamdalah seraya air matanya keluar terharu karena majikan nya sudah melahirkan.

Sementara di dalam ruangan Maya menangis bahagia melihat anaknya lahir dengan sempurna cantik rupawan. Ia melihat ke arah Rian terdapat jelas raut kebahagian di wajah Rian. Tak lama Maya menutup matanya pingsan karna kelelahann.

"Dia tidak apa -apa kan dok?". tanya Rian

"Tidak Tuan." jawab Dokter setelah memeriksa keadaan Maya, "Pasien hanya pingsan saja, jadi anda tidak perlu khawatir" ucap Dokter menjelaskan.

"Siapa yang khawatir!" batin Rian "Aku tidak masalah mau dia matipun. asalkan anak ku selamat."

"Tuan sebaik nya anda meng'adzani putri Anda dulu." ucap salah satu suster

"Ahh baik lah Sus" jawabnya dan mengambil alih putrinya yang sudah di bedong.

" Anak papah cantik sekali" ucapnya dan ia meng'adzani putrinya.

-

-

-

🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Setelah satu jam pingsan Maya sadar dan membuka matanya perlahan. Satu tangan nya di inpus serta selang yang di pasang ke hidungnya,

"Ibu sudah sadar?" tanya suster yang menjaga Maya.

"Anak saya di mana Sus" tanya Maya sembari membuka selang yang terpasang di hidung nya.

"Sebentar ya Bu. Saya akan mengambil nya,"

tak lama suster pun datang dengan menggendong bayi mungil itu dan matanya yang terpejam wajahnya yang penuh bulu halus dan kulit yang lembut membuat gemassh siapa pun yang melihat ya.

"Silahkan, sebaiknya Ibu susui terlebih dahulu. Saya tinggal ya Bu, kalau ada apa- apa Ibu tinggal tekan tombol itu saja ya" setelah menjelaskan susterpun pergi meninggalkan Maya dan bayinya,

"Anak ibu, cantik sekali kamu nak" ucap Maya air matanya keluar begitu saja,

Tak lama terdengar suara ketukan pintu membuat Maya menoleh ke arah tersebut,,

"Wahh.. selamat ya Nyonya" ucap Bibik dan menyentuh bayi tersebut.

"Iya Bik. sama- sama" jawab Maya tersenyum

"Mas Rian kemana Bik? " tanya Maya,

"Setelah Tuan meng'adzani Nona muda ,Tuan langsung pergi ke kantor katanya ada rapat penting. Oh iya! Tuan juga sudah memberi nama untuk Nona muda.

"Siapa namanya Bik? "

"Kalo tidak salah, Tuan memberkannya nama.

Raniah Mahesa Wiratmaja." ucap Bibik memberitahu.

"Nama yang cantik" ucap Maya dan mencium pipi bayinya pelan, "Ibu berharap setelah kehadiran kamu semoga ayahmu bisa berubah dan mau menerima Ibu nak." gumamnya menitikan air mata

1
Nurjana Bakir
kebur aja sebekun kahirin
Nofi Aldi
ceritanya banyak ngolor ngidulnya.bikin yg ringkas donk.
Nofi Aldi
jgn bentar bentar putus kasi yg panjang donk ceritanya thor
Nofi Aldi
hoooh tenaaan
Nofi Aldi
jangan macam macam thor
Nofi Aldi
hoo oh tenaaaan
Nofi Aldi
lanjutlanjutin donk
Nofi Aldi
lanjut
Nofi Aldi
sialan Lo thor
Nofi Aldi
teruskan
Nofi Aldi
akting nya keterlaluan
Nofi Aldi
lanjut coy
Nofi Aldi
kembalilah maya
Nofi Aldi
ngawur ceritanya
Nofi Aldi
baru dua baris baca
Nofi Aldi
diancuk
Nofi Aldi
brensek
Nofi Aldi
cerita kacau
Nofi Aldi
balas dendam
Nofi Aldi
e e e kunyuk baru baca sedikit tau dah habis aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!