NovelToon NovelToon
AKU Bukan Lagi PUTRI

AKU Bukan Lagi PUTRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:533.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: pipik sukirno

Kisah seorang gadis yang demi menyelamatkan orang lain harus rela kehilangan ingatannya termasuk identitas dirinya namun justru membuatnya mendapatkan identitas baru yang kemudian merubah hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipik sukirno, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode. 8

Dua hari kemudian, hari keberangkatanpun tiba, dengan mobil ambulance Putri dibawa menuju bandar udara internasional, Soekarno-Hatta. Sementara Lin menggunakan mobil pribadinya. Mereka melaju menuju bandara dengan dikawal dua buah mobil polisi, satu didepan dan satu lagi dibelakang. Juga dua motor polisi yang mengawal dari samping.

Bukan sesuatu yang harus diherankan. Sosok Lin Fengyin sudah dikenal banyak orang sebagai pebisnis muda yang sukses. Ia memulai bisnisnya dari 7 tahun yang lalu. Meski terbilang baru, tapi bisnisnya meroket dengan cepat bahkan mampu mengalahkan beberpa perusahan lokal yang telah lama bertengger dipuncak bisnis.

Sebagai orang yang memiliki kedudukan tinggi, tak sedikit orang yang ingin mencelakakannya disetiap ada kesempatan. Tak heran jika ia sengaja meminta pihak kepolisian untuk ikut mengawalnya. Tak hanya kepolisian, benerapa anak buahnyapun ikut mengawal untuk memastikan keselamatannya. Sungguh pawai yang ramai.

Sesampainya dibandara mereka segera memindahkan Putri kedalam pesawat pribadi milik Lin. Tak lupa mereka juga memasang peralatan medis ditubuh Putri. Dua orang suster sengaja Lin bawa untuk merawat Putri selama perjalanan.

Bukan waktu yang sebentar, karena dari Jakarta menuju Beijing membutuhkan waktu kurang lebih 6 jam sampai akhirnya mereka sampai di kota Beijing. Sesampainya mereka disana, mereka langsung disambut oleh beberapa anak buah Lin yang telah menyiapkan Ambulance untuk membawa Putri kerumah sakit.

Dirumah sakit yang merupakan salah satu rumah sakit terbaik di negeri China itu Putri langsung mendapatkan perawatan dan penanganan yang lebih baik.

Ruang VVIP yang dilengkapi dengan peralatan medis yang lebih memadai, perawat dan dokter terbaik, semua Lin atur sedemikian rupa demi kesembuhan Putri.

Lin Fengyin kembali menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya. Kali ini ia harus kembali kekampung halamannya karena permintaan ayahnya yang memintanya untuk membantu beliau mengurus beberapa masalah didalam perusahannya.

Satu bulan telah berlalu sejak ia kembali kenegara tempat kelahirannya. Selama itu pula Putri yang masih terbaring dirumah sakit belum juga menunjukkan perkembangannya. Dengan kesibukannya, Lin bahkan belum sempat berkunjung untuk menjenguk Putri dirumah sakit. Namun ia terus menanyakan kondisi kesehatan Putri pada anak buahnya yang ia tempatkan untuk menjaga Putri di rumah sakit.

" Bagaimana keadaannya hari ini ?" Tanyanya pada sekretarisnya.

" Sampai saat ini keadaan nona masih nelum menunjukkan tanda-tanda akan segera sadar, namun sejauh ini kesehatannya sangat baik. " Jawab sekretarisnya, Yu Shuan.

" Baiklah. Apa masih ada acara penting malam ini ?" Tanya Lin kemudian.

" Ada undangan pesta ulang tahun dari direktur Shang Hu dari Grup Shang yang ke-50, di hotel Luxury, tuan. " Jawab Yu Shuan sambil membacakan jadwal kegiatan Lin melalui tabnya.

" Kirim saja hadiah dan sampaikan permintaan maaf. Kamu boleh pergi menggantikanku jika kamu mau. " Jawab Lin sembari memilih pakaian dari lemari yang sengaja ia temoatkan didalam kantornya agar memudahkannya untuk berganti pakaian disaat genting.

" Hadiah apa yang ingin tuan kirim untuk presdir Shan ?" Tanya Yu Shuang kemudian.

" Kemarin saya melewati Rumah Gude dijalan Jiangnan. Ada porselen merah dengan ukiran gambar ikan berwana emas. Beri itu saja. " Jawab Lin sambil mengenakan jas yang telah dipilihnya kemudian pergi meninggalkan ruangan kantornya.

" Baik, tuan. " Jawab Yu Shuan.

Lin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Jantungnya terasa berdegup lebih kencang kali ini. Mungkin ini adalah kali pertama ia akan menemui Putri setelah satu bulan mengabaikannya.

Sesampainya ia didepan pintu kamar tempat Putri dirawat, ia tak lantas memasuki ruangan itu. Ditariknya nafas panjang kemudian dihembuskannya perlahan. Dia mencoba mengintip melalui jendela kaca kecil yang terdapat pada pintu untuk melihat kedalam. Entah apa yang membuatnya seakan tak berani untuk sekedar mendorong pintu dihadapnnya itu.

Langkah kaki dari kejauhan membuyarkan lmunannya. Diliriknya kearah asal suara itu berada. Dilihatnya Doni tengah berjalan menghampirinya.

" Tuan. " Sapa Doni sambil menundukkan kepalanya.

Lin berjalan dengan perlahan menuju kursi yang tersedia disana kemudian meletakkan pantatnya diatasnya. Disangganya wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Terlihat jelas perasaan sedih dari diri Lin yang selama ini tak pernah sekalipun memperlihatkan sisi lemahnya didepan orang lain termasuk Doni sebagai orang kepercayaannya.

" Sudah satu bulan. Tapi gais itu belum juga bangun. sungguh gadis yang malang. " Gumamnya lirih.

" Nona adalah malaikat keberuntungan dari tuhan untuk tuan, Semenjak kita merawat nona, perusahaan kita semakin meningkat, beberapa masalah internal maupun eksternal perlahan membaik. Saya yakin semua ini adalah takdir, tuan. " Ujar Doni menghibur.

" Benar. Dia memberikan keberuntungan untuk perusahan kita. Tapi bukan karena dia membawanya kepada kita. Tapi kitalah yang mengambilnya. Makanya dia jadi mendapatkan kesialan seperti sekarang ini. " Jawab Lin mematahkan pendapat Doni.

" Maaf, tuan. Saya tidak berani bermaksud demikian. " Jawab Doni membungkuk.

" Jaga dia dengan baik. Pastikan semua tenaga medis bekerja dengan baik. " Perintah Lin yang kemudian melangkh pergi.

" Tuan tidak ingin masuk kedalam ?" Tanya Doni memberanikan diri.

Mendapat pertanyaan sepeeti itu membuat Lin menghentikan langkah kakinya yang sebenarnya enggan untuk pergi.

" Saya masih belum bisa bertemu dengan dia. " Jawabnya tanpa menoleh.

Subuh hari di Indonesia, dengan khusyuk, Diah menunaikan shalat subuh. Dezza yang bangun bersamaan saat Diah bangun nampak sedang asyik bermain mobil robot diatas kasur tanpa ranjang didalam kontrakan yang sederhana itu.

Bersimpuh ia diatas sajadah, menengadahkan tangan dan wajahnya keatas dengan air mata yang mengalir perlahan dari matanya. Ia berdo'a kepada Allah swt, memohon agar ia dapat dipertemukan kembali dengan adiknya dalam kondisi sehat. Dilipatnya kembali mukenah dan sajadahnya kemudian digantungnya dipaku yang ia pasang didinding menggunakan hanger pakaian.

" Mama, susu. " Panggil Dezza begitu melihat mamanya selesai menunaikan ibadah shalat subuh.

" Dedek haus ? Sebentar ya sayang, mama buat dulu. " Jawab Diah sambil mengecup kening anak semata wayangnya itu.

Diambilnya kaleng susu yang isinya tidak banyak lagi. Mungkin, hanya untuk dua kali minum lagi.

" Sudah mau habis aja. " Gumamnya. Kemudian diliriknya tas hitam yangbia letakkan diatas rak piring. " Apa aku pakai saja ya, uang itu ?" Tanyanya pada dirinya sendiri. " Ah, nggak boleh. Uang itu nggak jelas asalnya. Bisa saja itu uang haram. " Tepisnya menjawab pertanyaannya sendiri.

Setelah membuatkan susu dan memberiknnya pada anaknya, Diah segera mempersiapkan barang dagangannya dan menyusunnya diatas motor yang akan dia bawa ke sekolah dasar tak jauh dari kontrakannya.

Semenjak bercerai dengan suaminya, Diah sudah mencoba mencari pekerjaan diberbagai tempat, dari perkantoran, pabrik, rumah makan atau restauran, dan berbagai usaha rumahan, tapi karena Dezza yang saat itu masih terlalu kecil untuk ditinggalkan, akhirnya ia memutuskan untuk berjualan makanan ringan dan gorengan agar dapat terus mengawasi dan merawat anaknya secara langsung. Meski keuntungannya tak seberapa, namun bisa melihat tumbuh kembang anak semata wayangnya itu, sudah cukup baginya.

Jangan lupa like, klik favorite dan tinggalkan komen kalian untuk kritik dan sarannya ya sahabat readers. Terima kasih😊😊😊

1
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
Wkwkwk 😂😂😂😂😂😂😂😂😂
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
Gkgkgk 😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
Hahaha 😂😂😂😂😂😂😂😂😂
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
hiro😼
Bikin aku kesel deh ama si lin tuh huh greget aku bacanya pengen gw getok kepalanya huh
hiro😼
Kapan ya nunggu episode shasha cuekin fengying?
hiro😼
Lin fengying ini bagaimana sih? Bilang aja dia malaikat kecil tapi haishhhhh dhlh bikin kesel
hiro😼
Aku semua aja soalnya kaya masuk akal
hiro😼
D dan E
hiro😼
Pasti kaget dan ga nyangka sih thor
hiro😼
Manisss sekaliii andai saja aku bisa seperti mereka😭
hiro😼
Aaminnn thor
hiro😼
Iseng sekali dia, aku aja hampir tidak bisa menahan ketawa🤣
hiro😼
Kok sama😭
hiro😼
Aku dikit dikit paham tapi yah kalau ga paham aku skip aja, semangat thor
hiro😼
Kapan sih sadarnya☹️😭
hiro😼
Ini apalagi, jubaidah?
Erina Munir
waduuh thoor...jangan gitu dòong...masa mentang2 amnesia trud makannya apa aja boleh...itukan haram...
Erina Munir
akuuuuuh....😊
Arlyn
mampir kka, ceritanya sangat menarik😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!