NovelToon NovelToon
ROTI BAKAR

ROTI BAKAR

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:724.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: BundaDM

sebuah karya tentang perjuangan wanita dengan latar belakang yang berbeda.

ada masa lalu yang sulit terhapus menyisakan tangis, duka serta trauma di generasi selanjutnya.

para wanita-wanita hebat dimasanya, berjuang dengan cara yang berbeda tapi demi satu tujuan yaitu bahagia.

sanggupkah wanita-wanita ini melewati semuanya?

cekidot ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BundaDM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

* Slice 8, Berbeda kondisi

"Ga Mas ... Nuha ga pernah ngomong sama siapapun tentang kondisi rumah tangga kita. Gimana pun perlakuan Mas ke Nuha, ga ada yang tau. Kalo Babe nasehatin, mungkin liat Mas tidur aja ga cari kerja, terus begadang sampe pagi. Kandungan Nuha makin lama kan makin gede Mas, cobalah buat berubah. Mau sampe kapan Mas hidup kaya gini?" jawab Nuha kesakitan karena tangannya dicengkram sama Iyus makin kencang.

"Awas ya berani macam-macam segala cerita sama orang. Oh ya besok bangunin pagi ya, padahal perut rasanya lapar nih tapi udah ngantuk banget. Besok pokoknya abis Mas mandi, siapin sarapan nasi ulamnya Mpok Ipah sama tempe gorengnya dua, minumnya teh manis sama kopi. Pokoknya bangun tidur tuh makanan udah ada dimeja semua, jangan lupa sekalian sebungkus rokok" perintah Iyus didepan mukanya Nuha.

Nuha cuma bisa mengelus dada, dia aja selama ini sarapan seadanya, kalo masih ada lauk semalam, dia angetin. Kalo sisa nasi doang ya digoreng tanpa pake telur. Penghasilannya harus berbagi dengan rokok dan sarapannya Iyus. Itu belum cukup buat disisihin tabungan melahirkan.

Nuha membuka dompetnya, hanya tersisa dua puluh ribu upah hari ini. Kemarin uang dari Babe udah buat kontrol ke bidan dan beli susu Ibu hamil.

Diambilnya selembar uang di dompetnya tersebut kemudian dilihatnya lekat-lekat.

"Semoga lembaran ini menjadikanku istri sholehah yang berhak mencium bau surga. Ya Allah, semoga suamiku bisa kenyang dan bahagia menyambut harinya. Mungkin besok suamiku akan mencari kerja. Berikanlah rejeki padanya, permudahkan segala urusannya, jagalah keselamatannya hingga pulang kembali ke rumah" do'a Nuha dengan segala keikhlasannya.

Diletakkan uang tersebut ke dompetnya kembali dan diletakkan di tasnya.

Pagi hari, Nuha sudah rapih dan mau jalan buat beli pesanan suaminya. Diambilnya dompet dan dibuka.

"Astaghfirullah ... kemana uangnya?" tanya Nuha seorang diri.

Iyus sedang mandi. Nuha mencari kedalam tasnya dan membongkar dompetnya juga. Hasilnya nihil.

"Kayanya semalam ada disini deh, beneran taronya di dompet, kok bisa hilang ya" pikir Nuha masih bingung.

Iyus masuk ke dalam kamar.

"Woy ... malah bengong, mana sarapannya?" teriak Iyus yang bikin Nuha kaget.

"Mas ... Nuha ga ada uang" jawab Nuha memelas.

"Lo ngapain aja kemarin? katanya bantuin bikin pao, kok ga ada uangnya? Lo buat jajan sendiri ya? atau Lo kirim ke kampung? udah tau kita masih kurang, sok-sok an ngirim ke kampung" omel Iyus.

"Ga Mas ... mana cukup kirim ke kampung, buat kita aja susah" jawab Nuha pelan.

"Lah terus gaji kemarin kemana?" tambah Iyus.

"Semalam ada Mas, dua puluh ribu, tapi pagi ini ilang" ucap Nuha.

"Lo kira disini ada tuyul? lagian uang selembar doangan aja ilang, apalagi dikasih duit jutaan" oceh Iyus yang kemudian keluar kamar.

Enyaknya lagi minum teh hangat yang dibikin sama Nuha tadi selepas subuh. Nuha keluar kamar.

"Mau kemana Yus?" tanya Enyak.

"Nyari kerjaan Nyak" jawab Iyus.

"Eh mantu ... laki mau jalan bukannya sediain sarapan malah bengong" ucap Enyak. Nuha diam menunduk.

"Tau tuh Nyak ... gimana laki mau enak cari rejeki kalo perut lapar" timpal Iyus.

"Nih Nyak tadi beli dua bungkus nasi ulam, satu buat Babe Lo, yang punya Nyak makan aja, ntar Nyak beli lagi" kata Enyak. Nuha masih berdiri di depan pintu kamarnya.

"Eh malah diem bae, nih laki mau makan, taro nasinya ke piring, ambilin kobokan buat Iyus sama kopinya mana?" rentet Enyak sambil duduk.

Tanpa bicara, Nuha segera ke dapur, mengambil piring dan sendok kemudian menyiapkan kopi. Setelah kopi dibuat, segera disajikan buat Iyus.

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

"Bun ... nanti ada undangan makan malam di kementerian, pisah sambut menteri yang lama ke yang baru. Bunda bawa baju aja ya, nanti Ayah jemput pulang kerja. Kita langsung aja ga pulang dulu" kata Pak Dzul sambil sarapan.

"Ya .. untung aja baju hamil yang buat acara resmi belum dikasih ke orang ya Yah. Masih bagus" ucap Bu Fia.

"Tuh tandanya emang harus punya anak lagi .... hehehe" kata Pak Dzul becanda.

Langsung Bu Fia mencubit manja lengan Pak Dzul yang dibalas dengan kecupan hangat dikening Bu Fia.

Pagi ini di sekolah, Dafi masih berdiri di depan pagar menunggu bel masuk. Dia masih memperhatikan Mak Leha yang cekatan melayani anak-anak SD yang membeli roti bakarnya. Sepetak kios kecil tepat di seberang sekolah Dafi, selalu ramai, Mak Leha ga ada yang bantu, padahal tangan tuanya sudah mulai ga bisa cepat melayani pembeli, belum kalo asam uratnya kambuh, maka beliau akan tutup dagang roti bakarnya.

"Dafi .... kenapa suka berdiri di pagar sambil liat roti bakar Mak Leha?" tanya Bu guru tergelitik penasaran.

"Menarik aja Bu guru" jawab Dafi sopan.

"Apa yang menarik?" tanya Bu guru.

"Anak-anak atau orang yang dewasa pasti mukanya bahagia setelah menerima roti bakar. Seenak itukah roti bakar Mak Leha?" tanya Dafi sambil terus memandangi gerobak roti bakar.

"Enak sih kalo menurut Bu Guru, Mak Leha bikin sendiri semuanya, baik roti maupun selainya. Makanya banyak yang suka" jelas Bu Guru.

"Nanti Dafi mau bilang Bunda, mau minta uang buat beli. Dafi juga mau ngerasain tersenyum seperti anak itu Bu guru..." Ucap Dafi sambil menunjuk seorang anak diseberang sana.

"Ya bilang ke Bunda dulu" kata Bu guru.

Sebenarnya hal simple banget ngeliat orang dagang, banyak pedagang didepan sekolah Dafi. Tapi justru Dafi senang aja melihat pemandangan seperti itu, seperti ada daya magnet luar biasa yang menarik matanya tertuju kesana.

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Hari ini jadwal kontrol ke Bidan, Iyus ditelpon sama Nuha ga diangkat-angkat, sedari pagi Iyus udah keluar rumah pake motor. Babe Naim sudah menyelipkan uang ke Nuha buat bayar kontrol ke Bidan. Akhirnya Nuha memutuskan berangkat sendiri jalan kaki, agak lumayan jauh juga, karena ga ada yang bisa antar, Babe Naim ada tamu yang mau beli kambing.

Kandungan Nuha baik-baik aja, sekarang tinggal menunggu vitamin dan kalsium yang sedang disiapkan Bu Bidan. Nuha menunggu di teras tempat praktek Bu Bidan, aroma jagung rebus menggelitik hidungnya sedari tadi. Baru dia akan beli, tiba-tiba dia melihat Iyus tengah membonceng seorang wanita, keliatannya mesra dan Nuha sama sekali ga kenal siapa wanita itu.

Dia coba mengingat-ingat, memang belakangan ini dia sering mendapati Iyus selalu ga bisa lepas dari HP nya, bahkan ke kamar mandi juga dibawa. Pernah juga dia mendengar Iyus bicara seperti bisik-bisik ditelpon. Setelah membayar jasa Bidan dan obat, Nuha segera pulang ke rumah.

💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖

Jamuan makan malam kali ini terasa hangat, Menteri yang baru juga tampaknya suka sama suasana perkenalan yang ga terlalu formal, jadi semua bisa santai. Ga ada protokoler yang ribet seperti biasanya.

"Enak ini kaya gini Yah, ga kaku suasananya. Soalnya Menterinya masih muda, jadi ga terlalu protokoler" ucap Bu Fia sambil menikmati makanannya.

"Ya ... beda lah kalo dari kalangan profesional, ga ada embel-embel parpolnya" kata Pak Dzul ringan.

"Enak juga nih Yah cateringnya, mau ambil ah kartu namanya, buat kalo kita ada acara bisa pake catering ini" ujar Bu Fia sambil memasukkan kartu nama catering yang ada di mejanya.

🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞

Nuha ditelpon oleh ayahnya, kebetulan besok ayahnya ada di Jakarta, ingin nengokin Nuha. Iyus baru pulang dan langsung ganti baju.

"Mas ... besok Bapak mau datang kesini, mau nengokin kita" jelas Nuha.

"Datang aja, Mas besok mau pergi. Ada uang ga?" tanya Iyus.

"Ga ada Mas, tadi abis kontrol ke Bidan aja dikasih sama Babe" jawab Nuha jujur.

Sebenarnya dia udah ikut tabungan Ibu melahirkan di Bidan, setiap kontrol dia selalu menyisihkan. Uangnya dia simpan di kaleng bekas biskuit dan diletakkan dibelakang lemari bajunya, ga ada yang tau kecuali Nuha sendiri. Biasanya Nuha sisihkan tiga ribu sampe lima ribu per harinya.

Rupanya Iyus sangat mudah membaca raut muka Nuha yang ga bisa berbohong.

"Sini uangnya mana? Ga usah nyimpen-nyimpen deh..." ucap Iyus kesal.

"Bener Mas" jawab Nuha menunduk.

"Bohong ya?" cecar Iyus sambil mendorong tubuh Nuha ke tembok.

"Tapi Mas ... kan buat lahiran" jawab Nuha takut. Karena dia baru naro uang lima puluh ribu sisa uang yang dikasih Babe ke dalam kaleng.

"Lahiran mah urusannya ntar, yang sekarang ya sekarang. Ini kan juga buat usaha. Pelit amat sih" kata Iyus.

"Usaha apa Mas?" tanya Nuha.

"Ga usah nanya-nanya deh, ntar juga kalo berhasil buat siapa coba, buat keluarga juga kan?" ujar Iyus didepan muka Nuha.

Nuha hanya bisa diam terpaku disudut kamar. Iyus tengah membongkar baju dan lemarinya buat mencari uang simpanan Nuha, begitu ketemu ada uang lima puluh ribu di kaleng, dia langsung ambil.

"Jangan Mas .. itu tabungan buat melahirkan Mas ..." pinta Nuha memelas.

"Ntar Mas balikin" ucap Iyus sambil mendorong tubuh Nuha hingga terduduk di tempat tidur.

"Mas ... Mas..." panggil Nuha yang terhenti karena perutnya terasa kram.

💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖

Di mobil menuju perjalanan pulang, Pak Dzul memutar musik, lagu Kla Projects kegemaran mereka berdua terlantun apik, sambil sesekali mereka nyanyi bersama. Hari ini supirnya Pak Dzul diminta pulang duluan, jadi Pak Dzul yang nyupir.

"Bun .... Ayah ada surprise, tuh buka deh di dashboard depan tempat duduk Bunda" ucap Pak Dzul.

"Wah tumben nih Ayah pake segala kasih surprise" ucap Bu Fia menggoda.

Kemudian Bu Fia membuka dashboard, meraih sebuah kotak marun didalamnya. Diambilnya perlahan kemudian dibuka.

"Ya Allah Ayahhhh .... so sweeettt banget sih" ucap Bu Fia.

Matanya Bu Fia berbinar melihat ada kalung emas dengan inisial namanya, karya salah satu perancang perhiasan di Indonesia yang lagi hits namanya.

"Semoga Bunda suka ya .. Bunda ingat ga kalo sekarang tanggal penting buat kita" ucap Pak Dzul.

"Apa ya ... bukan anniversary .. bukan ulang tahun kita atau anak-anak ... apa ya?" pikir Bu Fia.

"Ini kan tanggal saat Ayah datang ke orang tua Bunda buat menyatakan keseriusan, ditanya macam-macam sampe keringetan" ucap Pak Dzul.

"Ayah inget aja" ucap Bu Fia sambil mendaratkan ciuman di pipi suami tercintanya.

"Ingat dong, kalo ga ada restu Ibu, ga mungkin kita kaya sekarang, udah mau punya anak empat lagi ...hehehe" jawab Pak Dzul.

"Padahal dulu Ayah pernah Bunda tolak ya, tapi ga nyerah langsung datang ke rumah" kenang Bu Fia.

"Laki-laki tuh gitu, kalo cewe nolak langsung bertindak ngadep orang tuanya, kan kalo keluarga udah jatuh hati, maka mereka akan merekomendasikan kita ke anaknya .. ya ngga? hehehe" jawab Pa Dzul pede.

"Oh kirain dukun bertindak Yah" kata Bu Fia becanda.

"Jangan sampe deh Bun segala ke dukun, jabatan yang Ayah dapat sekarang juga jenjang karier, karena dulu sering tanganin proyek negara yang lumayan besar, makanya lumayan cepet naik jabatannya" kata Pak Dzul.

"Asal jangan macam-macam deh Yah, istri cukup satu ya, jangan ada lagi wanita lain diantara kita, Ayah udah janji kan?" ujar Bu Fia serius menatap pak Dzul.

1
palupi
terimakasih 💐💕🙏
palupi
tuh... makanya dengerin, tobat gitu...
saya maksudnya yg disuruh dengerin ... suruh tobat... 🤭🤭
Bunda DM: hehehe
total 1 replies
palupi
sampe disini kok jadi penasaran banget sama yg duduk disebelah yg nyinyir mulu. itu siapa sih thor... mosok lek sri. lhaaa... sopo maneh lek sri, author bingung dong 😂😂😂
Bunda DM: kayanya tokoh film kali ya
total 1 replies
Aisyah Azka
salam kenal min 😍🙏🙏 balaraja nya dimana belah mana nya
Bunda DM: ga disana, cuma pernah aja kesana jenguk saudara
total 1 replies
Aisyah Azka
lah balaraja tangerang mah lumayan sih deket parung panjang tau gak thor?? asli saya disitu cuman saya udh nikah dan menetap di jakarta
Bunda DM: justru blm pernah ke Parung panjang, jadi ga paham
total 1 replies
taqi hilmy
altet juga ya kak Acik dan alung
Cila Oktavi
Luar biasa
Bunda DM: Alhamdulillah.. makasih udh baca
total 1 replies
taqi hilmy
Kecewa
Bunda DM: makasih sdh membaca, kecewa wajar karena selera tiap org berbeda
total 1 replies
taqi hilmy
Buruk
Bunda DM: makasih sudah mampir dan baca, sehingga bisa menilai buruk novel ini
total 1 replies
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Semoga keluarga imah gila kayak iyus juga
❤Rainy Wiratama Yuda❤️: Habisnya geregetan bund..
total 2 replies
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Ahahaha... gemes kan jadinya 😂😂😂
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Wah... Dafi gak asyik nih..
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Saat baca judul, kirain Iyus yang bakal lewat, eh ternyata anak yang dinanti2 yg harus pergi.. ya sabar ya mas Dafi dan Qeena
Bunda DM: lagi diuji
total 1 replies
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Setelah dibuat nangis2 di part sebelumnya, sekarang jadi ketawa. Salam ya mas Anjasmara hehe...
Bunda DM: disini mah lengkap segala rasa pokoknya
total 1 replies
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Cerita yang sangat bagus, tidak bisa ditebak jalan ceritanya, seru pokoknya..
Bunda DM: Alhamdulillah.. terima kasih udh mampir, mgkn bs baca karya saya lainnya
total 1 replies
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Ini zahwa maunya apa sih !! 😡😡😠
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Dua kali dibuat shock saat baca cerita ini, pertama kepergian pak Dzul dan sekarang mas Rian. Husnul Khatimah ya mas Rian..
Bunda DM: aamiin
total 1 replies
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Ya Allah.. orang baik memang lebih dicintai Allah, sehingga lebih cepat dipanggil karena Allah juga rindu dengan pak Dzul. Husnul Khatimah pak Dzul.
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Keren...
Bunda DM: makasih udh baca
total 1 replies
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Si Iyus kapan kena azab nya ya ?
❤Rainy Wiratama Yuda❤️: Yup... sedang otw ini bund.. gercep ini bacanya, nyesal kenapa baru ketemu sekarang hehe... pdhal sudah dari 2021 ya..
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!