NovelToon NovelToon
Titipan Mata Arwah

Titipan Mata Arwah

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Horor / Tamat
Popularitas:132k
Nilai: 5
Nama Author: RN

kisah horor mendebarkan yang penuh dengan pemicu Adrenalin. Kisah ini menceritakan balas dendam seorang arwah gentayangan bernama Hapsari lewat tubuh Dira manusia yang baru dikenalnya tapi memiliki kemampuan melihat arwah.

Perjanjian antara Dira dan Hapsari mendekatkan Dira pada Dika mantan Hapsari selagi masih hidup.

Rasa cinta yang dimiliki Hapsari ternyata masih tidak bisa merelakan Dika ada di samping wanita lain.

Keinginan Hapsari adalah membalas dendam atas kematian nya dan mencari tahu siapa pembunuhnya dan itu semua harus Dira temukan.

Bagaimana petualangan Dira dalam mencari pembunuh Hapsari dan mengapa saa kot bersentuhan dengan Dika semua arwah tidak bisa Dira lihat ada apa dengan Dika.

JANGAN MEMBACA SENDIRIAN Di SAAT MALAM!!

UP JUM'AT INSYA ALLAH

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Hukum

..."Jangan terlalu benci padaku karena aku yakin kamu belum kenal siapa aku"...

...~Dira~...

LIKE LIKE FAVORIT KAKAK

...~~~~~~~~...

Arwah Hapsari yang berada di tubuh Dira berjalan menuju gedung perpustakaan tua. Saat berada di pojok salah satu gudang perpustakaan Hapsari berhenti tepat disebuah drum kaleng yang sangat besar dan saat itulah arwah Hapsari keluar dari tubuh Dira.

"Aaa! Gue ada di mana?" pekik Dira terpental hampir jatuh saat arwah Hapsari keluar dari tubuhnya.

"Liat tong itu, jasadku disembunyikan oleh mereka di dalamnya," ucap arwah Hapsari sambil memandang ke arah tong yang diisi adukan semen yang sudah mengering.

Dira berjalan mendekat kearah tong tanpa berani menyentuhnya, tanpa dia sadari hatinya ikut merasa sedih. Betapa biadabnya orang yang sudah melakukan tindakan seperti ini kepada Hapsari.

"DIRA! Eh... eh.... " Nisa memanggil Dira dengan napas terengah-engah.

"Nisa!" Dira terkejut saat Nisa sudah berdiri di belakang mengikutinya.

"Lu lagi ngapain disini? Bel udah bunyi buruan kita harus masuk kelas! sekarang jam nya bahasa Inggris Bu Endang. Kalau terlambat bisa habis kita ama dia!" ajak Nisa sambil menarik tangan Dira untuk kembali ke kelas cepatnya.

"Tapi itu-," kalimat Dira tak selesai Nisa sudah menyeret Dira meninggalkan belakang gudang perpustakaan.

"Gimana caranya Gue ngasih tau ke orang kalo di tong itu ada jasad Hapsari." batin Dira sepanjang jalan menuju kelas sambil kepalanya menggeleng.

Ruang kelas Xll IPS 2.

"Kemana teman kalian? Kenapa masih ada bangku kosong? Dika! kamu sebagai ketua kelas seharusnya kamu sudah tahu kalau Ibu tidak suka ada siswa yang terlambat saat jam mata pelajaran ibu! Semua murid sudah harus ada di dalam kelas tidak ada yang terlambat satupun! Kalau ada yang terlambat, Ibu tidak akan memulai pelajaran bahasa Inggris. Mengerti kalian? Ini hukuman untuk kalian semua!" hardik Bu Endang dengan mata melotot menyapu seluruh ruangan membuat semua yang ada di kelas itu tertunduk.

20 menit berlalu Bu Endang yang duduk di depan masih menampakan wajah galaknya sambil memainkan hp-nya, sementara siswa-siswi 12 IPS 2 saling berpandangan dan terlihat wajah-wajah jenuh, gabut dan boring akut.

Dika berdiri dari duduknya berjalan ke depan.

"Saya akan mencari mereka Bu." ucap Dika berjalan ke luar, belum sampai pintu Nisa dan Dira sudah berdiri terengah di pintu masuk kelas.

"DARI MANA KALIAN!" teriakan Bu Endang membuyarkan lamunan Dira dan juga menghentikan langkah Nisa dan Dira yang tepat berdiri di pintu masuk kelas.

"Maaf Bu, kami tadi kebelet jadi ke toilet dulu." Nisa beralasan.

"Jangan ngeles kalian! Gara-gara kalian jam pelajaran Ibu jadi belum di mulai. Sekarang kalian berdua berdiri di depan kelas!" bentak Bu Endang sambil matanya menatap tajam ke arah Dira dan Nisa bergantian.

Dika dengan wajahnya yang kesal menatap tajam ke arah Nisa dan Dira. Saat tatapannya jatuh pada Dira, sorot kebencian terlihat jelas membuat Dira merasa tidak nyaman dan menundukkan kepala.

"Kamu anak baru ya? Siapa nama kamu?" tanya Bu Endang dengan juteknya.

"Andira Bu." jawab Dira grogi.

"Masih baru sudah berani terlambat! ujar Bu Endang sinis.

"Kalian semua Lihat! Mereka berdua adalah orang yang menyebabkan jam pelajaran kita terganggu. Hukuman apa yang pantas untuk mereka agar mereka jera?" tanya Bu Endang dengan suara barito nya dan mata melotot.

"Huuuu...!" teriak murid Xll IPS 2 kompak sambil melemparkan bulatan kertas yang di remas ke arah Nisa dan Dira.

Entah siapa yang mulai lebih dulu, kelas tiba-tiba ricuh dan semua murid melempari Nisa dan Dira dengan gumpalan kertas kecuali Dika yang menatap mereka berdua dengan tatapan yang puas.

DOK... DOK?

"BERHENTI SEMUA!! 'teriak Bu Endang sambil memukul papan tulis dengan penghapus.

Teriakan itu seketika menghentikan kegaduhan dalam kelas.

"Selama seminggu kalian dihukum mengerjakan piket kelas dan selama jam pelajaran Ibu kalian berdua harus tetap berdiri di depan kelas mengerti!" hardik Bu Endang menatap sinis.

"Baiklah murid-murid, sekarang kita mulai pelajarannya. Buka buku bahasa Inggris paket halaman 31!" perintah Endang kepada murid muridnya.

Sementara Dira dan Nisa berdiri dengan wajah cemberut di depan kelas seperti dua orang pesakitan.

"Hukuman itu belum cukup Bu!" protes Dika berdiri.

"Kalau hanya dihukum seperti itu tidak setimpal dengan setengah jam pelajaran yang sudah berlalu. Saya usul hukuman mereka harus ditambah agar bisa jadi peringatan buat kita semua untuk tidak melakukan kesalahan yang sama seperti yang mereka lakukan!" usul Dika membuat Nisa mendengus kesal dan Dira membulatkan matanya ke arah Dika.

"Dasar carmuk!" dengus Nisa kesal dengan mulut mengerucut.

"Menurut kamu hukuman tambahan apa untuk mereka Dika?" tanya Bu Endang.

"Mereka harus meminta maaf ke seluruh kelas 12." jawab Dika mendongakkan wajahnya dengan angkuh.

"Hah?" Dira dan Nisa serempak berseru dengan mulut menganga.

"SETUJUUU!" teriak seisi kelas serentak di iringi tawa kepuasan.

"Bu, tolong jangan di tambah hukuman saya." Nisa memohon dengan wajah memelas kepada Bu Endang sementara Dira hanya diam saja.

"Sial bener Gue hari ini!" batin Dira menatap tajam Dika.

"Lakukan tambahan hukuman untuk kalian sekarang juga!" perintah Bu Endang tanpa rasa iba sedikitpun.

Dengan perasaan malu grogi dan juga Canggung Dira dan Nisa mendatangi satu per satu kelas IPS dan MIPA. Kelas terakhir yang mereka datangi adalah kelas Selena.

"Permisi maaf mengganggu, kami berdua di hukum karena terlambat mengikuti jam pelajaran Bahasa Inggris dan mohon jangan di tiru karena kami contoh yang salah." ucap Dira dan Nisa serempak.

"Wow! Sadis hukuman Bu Endang!" celetuk Ardan sinis.

Arwah Hapsari tiba-tiba memasuki tubuh Dira kembali membuat tubuh Dira Menggeliat sekejap. Mata Dira tajam menatap Ardan dan mendekati Ardan sambil berjalan mengendus.

"Citrus... citrus." desah Hapsari yang merasuki tubuh Dira.

Seisi kelas 12 MIPA 3 menatap heran dan aneh dengan sikap Dira begitu juga dengan Nisa.

"Dira! Apa yang Lu lakuin?" tanya Nisa menarik tangan Dira.

begitu tubuh Dira berbalik ke arah Nisa betapa terkejutnya Nisa karena mata Dira berwarna merah dengan tatapan tajam dan menakutkan ada darah yang mengalir dari mata kirinya hingga membuat Nisa menjerit dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

"Aaaaa!!" teriak Nisa berlari sekuat tenaga keluar Kelas Selena.

Murid yang lain mendekati Dira yang berdiri membelakangi mereka. Ardan yang paling berani maju paling depan mendekati Dira dengan penasaran.

"Apa yang bikin tuh cewek ampe shock liat temannya sendiri." batin Ardan.

Jarak Ardan makin dekat hingga napas Dira bisa terdengar jelas. Semua murid tampak tegang.

👻👻👻👻👻👻👻👻👻👻👻👻👻👻👻👻

Apa yang terjadi selanjutnya

Yuk ikuti next episode

Titipan Mata Arwah.

Terimakasih untuk Like vote gift dan komentar nya 🙏

Mohon dukung terus ya kakak 🙏

1
Zainuri Zaira
knp setan sllu ditolong..percaya amat ama setan..setan sllu menyesatkan
Zainuri Zaira
hantu emng tk kenang budi udh di tlng mlh mau di bunuh dsar setan terkutuk
Zainuri Zaira
tpi kerumah sakit ngk nyimak bcax yh
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
semoga dengan keterbatasan nya Dira yang skrg Dika tuh masih suka sama dia dan mau berteman dengan nya walaupun skrg Dira tuh sudah tak sempurna lagi ???
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
keputusan yang sangat sulit untuk Dika buat pergi dan tinggal di kota lain,
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
kira² ke mana ya perginya mereka
RN
Alhamdulillah setelah 3 tahun tamat juga 😁
thanks buat reader setia 🙏🥰
kumbang jantan
apa dika mau bawa dira ke kuburan Hapsari untuk minta izin?
kumbang jantan
perihal Hapsari semuanya sudah selesai lalu apa yang akan dilakukan dika selanjutnya
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
selamat tinggal Hapsari semoga kau tak mengganggu mereka lagi
kumbang jantan
pasti sulit jadi Hapsari
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
untung gercep tuh Dika menyelamatkan nyawa kalau tidak kan bisa terancam
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
yakin kah itu permintaan dia yg terakhir udh GT gak akan ganggu Dira lagi
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
JD bnrn Dika mau ngejauhin Dira karena Hapsari trs mengganggu nya.
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
akan kah selanjutnya Dira JD korban Hapsari setelah Dika dan Dira berdekatan
kumbang jantan
sepertinya dia ga akan mau menjauh dari dia dan berusaha melindungi nya yang membuat Hapsari semakin marah
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
akhirnya pak Mamat kena jebakan Betmen 🤣
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
ayo lah hans bantuin mereka biar pak Mamat ke tangkep
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
rupanya ada musuh baru lagi nih sehabis Selena dan Leo mati
kumbang jantan
ribet banget masalahnya kalau gini masalahnya ga akan selesai dengan cepat, kalian hati-hati aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!