Berawal dari ditemukannya seorang bayi oleh pasangan suami istri, Farhansyah Nataniel dan Inayah Givani di sebuah taman. Bayi tersebut mereka rawat dan diberi nama Reyhan Fier Nataniel hingga tumbuh dewasa.
Tiga tahun kemudian, Inayah mengandung dan melahirkan seorang putri yang diberi nama Gita Syafitri. Reyhan dan Gita tumbuh bersama dengan saling menyayangi satu sama lain.
Suatu ketika, Reyhan dan Gita dewasa menikah, dari sini segala cerita masa lalu mulai terkuak.
Bagaimana cerita keseluruhannya? Ikuti terus perjalanan cinta Reyhan dan Gita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Udden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikah....
Disisi lain, Devan dan Anggi pun sedang dilanda kecemasan. Bagaimana tidak? Meski mereka selingkuh, tetapi mereka tetap memiliki perasaan yang mendalam untuk kakak adik itu, apalagi Devan bukan hanya putus, tetapi, persahabatannya yang telah menginjak tiga tahun bahkan juga hancur. Jangan ditanya tentang Anggi, di sini dia juga dirundung kecemasan, bukan hanya perasaan, keloyalan Rey pun sudah tak dapat dia rasakan kembali.
"Bagaimana ini, Dev? Aku nggak mau putus sama Rey hiks," ucap Anggi yang sedang kebingungan.
"Kamu jangan nangis! Udah besok saat di kampus kita datangin mereka, kita jelasin baik-baik, bila perlu kita campuri bumbu kebohongan agar mereka percaya sama kita!" kata Devan menenangkan Anggi, tetapi, dia seolah terhipnotis oleh keadaan, Devan hanya melihat bibir Anggi dengan tatapan buas yang siap menerjang, begitu pula dengan Anggi, dia pun juga sedang memandangi wajah Devan dengan tampang yang sulit di baca.
Dengan sigap Devan lagsung mengajak Anggi ke dalam mobilnya yang kebetulan kaca mobil Devan tidak dapat dilihat dari luar agar bisa menyalurkan hasratnya, mereka tak menyadari perbuatannya dan kebetulan keadaan seakan mendukung perbuatan mereka.
Pergulatan mereka pun terjadi, bahkan suara suara jahannam itu terus keluar dari mulut mereka masing-masing, hal ini mereka lakukan atas dasar rela sama rela, karena tak dapat membendung ***** satu sama lain.
(Di sensor, ya! Author takut nulisnya, wkwkwk)
******
Beberapa hari kemudian
Setelah mendengar jawaban Reyhan dan Anggi, kesehatan Farhan berangsur membaik, bahkan sekarang Farhan sudah boleh pulang, begitu pula dengan Reyhan dan Gita, selama ini mereka telah mengambil cuti kuliah dan mempersiapkan acara pernikahan yang lusa akan segera mereka laksanakan setelah Farhan pulang dari rumah sakit.
Kini mereka berempat tengah duduk di ruang keluarga, dan seperti biasa, mereka bercengkerama, sesekali mereka tertawa setelah melewati beberapa hari yang penuh dengan kesedihan, bermula dari Farhan jatuh sakit sampai sebuah perselingkuhan.
"Rey, apa kamu yakin, mau nikah dengan Gita?" tanya Farhan yang sedikit khawatir.
"Rey yakin, Pah! Lagi pula Rey sayang sama Gita, Gita pun sama, mungkin nanti akan sedikit canggung karena kami bukan sebagai kakak adik lagi, tapi, akan menjadi suami istri. Rey akan belajar mencintai Gita dan berusaha bahagiain Gita," jawab Rey mantap dan sedikit meredakan kekhawatiran Farhan.
"Gita pun akan belajar jadi istri yang baik buat kakak," sambung Gita menimpali ucapan calon suaminya.
"Mama bangga sama kalian, Nak. Mama harap tak ada kata perceraian dalam rumah tangga kalian, karena itu dilarang sama agama kita. Binalah rumah tangga kalian, singkirkan lah ego masing masing, capailah rumah tangga yang samawah ya!" ucap Ina yang memberikan petuah bagi putra putrinya.
"Bener kata mama, ingat itu selalu dan jadikan pedoman dalam pernikahan kalian!" timpal Farhan.
"Iya, Mah, Pah."
*******
Hari pernikahan
"Mah, Gita gerogi banget!" ucap Gita gugup.
"Kamu tenang aja, baca bismilah! semoga acara hari ini lancar ya," kata Ina meredakan rasa gugup Gita.
Di sisi lain
"Pah, Rey bingung! Gimana kalau salah nyebutin namanya?" ucap Rey mengeluh kepada Farhan karena rasa saat ini dia lagi sedang gugup.
"Tenang aja, jangan gugup! Justru papa mau kasih tantangan, kalau kamu bisa memenuhinya papa akan kasih kamu dan Gita sebuah apartemen dan tiket honeymoon." Farhan memberikan tantangan.
"Ah, honeymoon apaan? Yang ada nanti malah Gita yang takut." ucap Rey pelan dan tak didengar oleh Farhan.
"Emangnya apa tantangannya, Pah?" sambung Rey yang penasaran dengan tantangannya.
"Ahahaha, kamu nggak sabar banget ya mau haneymoon," ejek Farhan berbisik.
"Dih papa, orang serius juga malah becanda." Rey mengerutkan kepala setelah mendengar candaan Farhan.
"Gini, kalau kamu bisa ucapin ijab kabulnya satu kali dalam satu nafas, maka papa akan kasih yang papa janjiin, tapi kalau gagal kamu ke kampus harus naik angkot!" jelas Farhan, dan tentu saja hal itu membuat mata Rey terbelalak terkejut, bagaimana bisa dia ke kampus menggunakan angkot, turun sudah derajatnya.
"Heh, mana mungkin Rey naik angkot, Rey terima tantangan papa!" ucap Rey mantap dan menyembunyikan raut keterkejutannya.
Tiba-tiba....
"Apa sudah bisa di mulai?" Pak penghulu mulai berbicara.
"Oh, tentu saja pak," jawab Farhan.
"Kalau begitu panggil calon mempelainya, dan siapa yang akan menjadi walinya?" ucap pak penghulu yang kembali bertanya.
"Saya pak, saya papanya." Farhan mendekat ke kursi yang telah disiapkan, setelah dia menyuruh seseorang untuk memanggil mempelai wanita.
"Baiklah, karena semua sudah berkumpul, saya akan mulai. Bismilahirrahmanirrahim, saya nikahkan Reyhan Nataniel dengan putri saya Gita syafitri binti Farhansyah Nataniel dengan mahar emas 24 karat dan seperangkat alat solat di bayar tunai!" ucap Farhan sebagai wali yang menikahkan putra putrinya.
"SAYA TERIMA NIKAHNYA, GITA SYAFITRI BINTI FARHANSYAH NATANIEL DENGAN MAHAR TERSEBUT DI BAYAR TUNAI!" jawab Reyhan dengan suara yang fasih, lantang dan tentunya satu tarikan nafas tanpa pengulangan.
"Sah! Sah!" ucap para saksi serentak dengan lelehan air mata dari Ina dan Gita yang terharu.
"Silahkan mempelai wanita untuk mencium tangan suaminya, jangan malu malu, kan udah halal, hahaha," goda Farhan yang mencairkan suasana karena melihat Rey dan Gita sama-sama canggung.
Setelah bersalaman, Rey pun mencium kening Gita, tapi kali ini bukan sebagai adik, melainkan sebagai istrinya.
"Rey, papa serahin putri papa satu-satunya, tolong jaga dia, bahagiain dia, sebagaimana biasanya kamu sayang ke adik kamu! Kali ini papa serahkan tanggung jawab papa ke kamu, semoga pernikahan kalian bertahan sampai maut yang memisahkan!" ucap Farhan dengan lelehan air mata saat melepaskan putrinya, sontak membuat orang yang mendengarnya ikut terharu, Rey pun langsung memeluk papanya.
"Rey janji pah, Rey akan berusaha jagain dan bahagiain Gita, Rey janji nggak akan buat papa kecewa!" ucap Rey saat memeluk papanya dengan air mata yang juga mengalir.
Di sisi lain....
Ada orang yang berusaha mencari Reyhan dan Gita, mereka mencari bukan hanya sekali, tetapi sudah beberapa kali, tapi yang dicari tidak memperlihatkan batang hidungnya. Ya, siapa lagi kalau bukan Devan dan Anggi.
"Gimana, Nggi? Ada orangnya?" tanya Devan yang dijawab gelengan oleh Anggi sampai ada seorang teman pria sekampus mereka pun datang dengan memberi sesuatu yang sangat mengejutkan.
"Kalian cari Reyhan ya?" tanya mahasiswa itu.
"Iya, kamu tahu nggak, kenapa beberapa hari ini mereka tidak kuliah?" jawab Anggi yang kembali bertanya.
"Oh, nih, undangan dari Rey. Kalian liat aja di situ! Nanti kalian tau sendiri jawabannya," kata mahasiswa itu dan berlalu pergi.
"Apa itu, Nggi?" tanya Devan penasaran, dan pada saat itu betapa terkejutnya mereka saat membacanya.
"HAPPY WEDING REYHAN & GITA"
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Hayo, terkejut nggak? Terkejut nggak? Terkejutlah masa nggak, yakan kaka reader, wkwkwk.
Hai kaka reader, gimana chapter kali ini? Mohon kritik dan sarannya ya! Jangan lupa vote nya. Kasih like dan hadiah juga hehehe, biar tambah semangat author up nya.
Jangan lupa follow ig aku!
Ig: @ahmad.zaidin_07
LOVE YOU ALL.