Aku terpaksa harus menikah dengan seorang pria yang ditingglkan kekasihnya menjelang pernikahan mereka, semua kulakukan karena aku butuh uang untuk pengobatan mamaku.
Mama angkatku yang telah mengasuh dan membesarkanku.
menyayangiku sepertj anaknya sendiri
wau aku bukan darah dagingnya.
Karma????? aku tak perduki jika itu karma sekalipun. karma akibat perbuatab kedua ornagtua kandungku.
yang akj tahu, akh hanya ingin berbakti sebagai anak, membalas budi orangtua angkatku.
Aku merasakan siksaan, hinaan dan cemoohan suamiku, semua kutelan.
hingga akhirnya Tuhan membuja hati suamiku dan kami memiliku anak.
Namun, kebahagiaan kamj harus di uji...
kekasih suamiku kembali, wanita yang meninggalkan suamiku menjelang pernikahan mereka.
bagaimana nasib pernikahanku??
Apakah suamiku akan kembalj pada kekasihnya itu???
inilah kisahku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mantan Pacar
Dimas yang tak sengaja menangkap sosok Kinar sedang dengan pria lain mendadak merasa tak senang, Dimas memang tak mencintai Kinar, namun Kinar adalah istrinya, miliknya, ia tak rela jika Kinar dekat dengan pria lain, terlebih saat ini ia melihat Kinar terlihat bahagia.
Dimas tak fokus mendengar celotehan tantenya, matanya terus menatap penuh marah pada Kinar dan pria asing itu.
Belum pernah ia melihat Kinar tertawa selepas itu, senyumannya begitu tulus dan wajahnya berseri-seri saat mendengar pria itu berbicara, Dimas sungguh tak suka itu, Kinar istrinya namun ia tak pernah terlihat sebahagia itu ketika bersamanya, tidak pernah.
Tanpa Dimas sadari ia berdiri,matanya memandang lurus kearah Kinar membuat Tante Winda bingung dan ikut melemparkan pandangannya kearah dimana Dimas melihat kini
"Astaga dengan siapa gadis kampung itu berbicara??? siapa pria tampan itu? sepertinya istrimu itu sangat akrab dengan pria itu .
Apa Kinar ada hubungan dengan pria itu????, lihat Dim, Kinar tertawa dan memegang bahu pria itu, Tante yakin hubungan mereka tak sesederhana yang kita lihat" ucap Winda mengompori
Dimas makin tersulut emosi, ia berjalan menuju meja Kinar membuat Kinar terkejut dan terlihat serba salah, sementara Adam masih terlihat tenang
"Mmmmaasss Dimas???" ucap Kinar tersendat
”Kenapa??? kamu merasa terganggu aku datang ke mejamu??? apa aku sudah mengganggu kebersamaan kalian??” tanya Dimas sinis
"Bu..bukan, maksudnya tidak mas, mas Adam bukan siapa-siapaku, dia teman kecilku" ucap Kinar lirih
"Oh teman kecil yang bertemu dewasa, pantes kamu terlihat senang sekali"cibir Dimas menatap tajam Adam yang masih tenang meneguk minumannya
”Kenalkan mas Adam, ini suamiku, ucap Kinar canggung, ia takut Adam berfikiran macam-macam karena melihat tempat duduknya tidak se meja dengan suaminya
Adam hanya melirik sekilas dan tersenyum, ia bangkit dan mengulurkan tangan
"Adam” ucap Adam tersenyum, namun tangan Adam hanya mengajar angin kosong, Dimas enggan berjabat tangan dengan pria di depannya itu, ia masih memandang Adam dengan tatapan menyelidik
Adam tidak marah, senyumnya malah semakin lebar
"Owh, jadi ini pria yang sudah berhasil merebut kekasihku???" ucap Adam membuat Kinar melotot tak percaya dengan perkataan Adam, sejak kapan Adam adalah kekasihnya, sejauh ini mereka hanya dekat namun tidak pernah sampai berpacaran.
Adam seperti menabur minyak di bara api, entah kapan bara itu akan membakarnya habis, Kinar merasa takut Hinga peluh membasahi dahinya, Kini mata Dimas seolah mau memakannya hidup-hidup
"Oh kelakuan istriku memang luar biasa, ia bisa santai duduk manis dengan mantan kekasihnya sementara ia sudah menikah dan suaminya berada di tempat yang sama, sungguh hebat" cibir Dimas melirik Kinar, sementara Kinar hanya menunduk takut. tatapan Dimas penuh nafsu membunuh.
"Oh maafkan saya pak Dimas, saya tidak melihat anda, saya pikir Kinar sedang bepergian sendirian karena ia duduk di table ini sementara anda dengan wanita tua itu di lain table? siapa yang tahu jika anda suaminya.
Orang lain juga pasti berfikiran yang sama dengan saya" ucap Adam santai
"Kamu...
walaupun Kinar sendiri, dia tetap istri saya, kamu seharusnya malu menggoda istri orang, seperti tak laku saja" sindir Dimas
Perdebatan keduanya membuat semua pengunjung cafe menoleh kearah mereka penasaran ingin tahu
"Apa kamu bilang??? wanita tua?? bener- benar gak sopan kamu ya, cocok menjadi teman wanita kampung itu" ucap Winda yang mendengar perkataan Adam, awalnya Winda sangat tertarik dengan wajah Adam yang sangat tampan, namun setelah mendengar ia di hina oleh Adam, ia menjadi marah.
Selama ini tidak ada seorangpun yang mengatakan ia wanita tua walaupun usianya sudah mau menginjak kepala empat, setiap orang yang melihatnya pasti mengatakan dia cantik dan sexy, namun pria di depannya itu sungguh berani mengatainya wanita tua.
Winda penyuka pria muda, ia suka mengoleksi pria-pria muda untuk menemaninya karena suaminya sibuk, lebih tepatnya ia wanita simpanan pria kaya raya, namun pria itu jarang mengunjunginya sehingga ia melampiaskan kesepian nya dengan mencari pria-pria muda
"Saya berbicara kenyataannya, mungkin tante harus banyak-banyak mengkoreksi diri dan bercermin.
usia akan memakan kecantikan, namun inner beauty tak akan hilang walau di makan usia" ucap Adam membuat Dimas geram lalu melayangkan bogem mentahnya ke arah Adam, Adam dengan cekatan menangkap tinju Dimas dan tersenyum meremehkan.
Dimas tak terima Tante yang sudah ia anggap mamanya sendiri di hina oleh orang asing di muka bumi, namun Dimas tak pernah memikirkan perasaan Kinar
"seorang laki-laki hanya menggunakan kekuatannya untuk melindungi orang yang di cintai nya, istrinya atau mama yang melahirkannya serta saudarinya. Saya hanya mengatakan kebenarannya.
Dengan pak Dimas yang terhormat, saya akan merelakan Kinar jika kamu memperlakukannya dengan baik,. tapi jika suatu saat aku melihatmu memperlakukan Kinar buruk, aku akan membuatmu menyesal, Kinar terlalu berharga untuk kamu sakiti.
ingat itu pak Dimas Erlangga "ucap Adam lalu berjalan mendekati Kinar
"Apa kamu sedang mengancam ku, aku tidak takut sama.sekali denganmu" cibir Dimas
"Aku hanya mengingatkan, semuanya tergantung pada anda. Jangan sampai anda menyesal kemudian hari"
"Persetan denganmu, dia istriku, aku berhak melakukan apapun padamu" ucap Dimas penuh emosi
”Aku sudah mengingatkan, sisanya terserah padamu" ucap Dimas tersenyum penuh arti
Adam berjalan mendekati Kinar memegang bahu Kinar
"Aku harap keputusanmu tidak salah, jika suatu saat kamu lelah maka kamu tahu dimana harus mencarikan ku" ucap Adam tersenyum lembut lalu meninggalkan Kinar yang menatap kosong melihat kepergiannya.
Adam sabahat yang selama ini ia rindukan telah meninggalkan masalah untuknya, sebenarnya tanpa Adam pun ia sudah dalam masalah karena menikahi Dimas, kini Kinar hanya pasrah menerima amarah Dimas.
Lagi pula apa yang bisa Adam lakukan pada Dimas??? Adam hanya anak seorang dokter, sejauh yang ia tahu Adam dari keluarga yang kekayaannya tidak bisa di bandingkan dengan Dimas.
Setelah kepergian Adam, Dimas masih menatap Kinar tanpa suara, lalu meninggalkan cafe itu, ia tak mau nama baiknya lebih rusak karena memarahi Kinar
Winda yang terus mengomel tiba-tiba diam karena Dimas menatapnya sekilas membuat Winda bergidik, sejauh ia mengenal Dimas tidak pernah ia melihat api kemarahan begitu besar di mata keponakannya itu.
Kinar mengekor Dimas dan tantenya hingga keluar mall, ia memasukkan semua barang belanjaan Winda dalam bagasi, sementara Dimas dan Winda sudah berada di dalam mobil
Setelah pintu bagasi tertutup mobil Dimas melaju begitu saja tanpa menunggu Kinar masuk, seolah Kinar tidak pernah ada.
Kinar menatap sedih mobil suaminya, ia berjalan keluar mall lalu memilih memesan taxi online. tanpa Kinar sadari sedari di parkiran ada sepasang mata yang memperhatikan mereka, mata penuh marah saat melihat Kinar ditinggal di basemen parkiran begitu saja dan akhirnya naik taxi online.
Pria dalam mobil itu terus membuntuti Kinar tanpa Kinar tahu, hingga kendaraan yang Kinar naikin berhenti di sebuah rumah mewah, rumah keluarganya.
Kinar tak tahu mengapa ia malah memesan taxi mengetik alamat rumah orangtuanya.
Kinar menatap sendu gerbang rumahnya, air matanya tumpah begitu saja, ia menangis tersedu-sedu, supir yang mengendarai tadi tersebut di buat bingung, namun ia juga tak bisa berkata apa-apa, ia hanya menyodorkan tisu pada Kinar dan membiarkan Kinar menangis menumpahkan perasaanya.
Setelah beberapa saat Kinar akhirnya dapat menguasai perasaannya, ia merasa malu menangis di depan orang asing, terlihat sangat menyedihkan.
"Maafkan saya pak, saya hanya rindu dengan orangtua saya" ucap Kinar membuka percakapan
”Tak apa, saya juga punya orangtua, dan saya juga terkadang merindukan mereka" ucap si pemuda yang usianya lebih muda itu
”Kenapa kakak gak turun dan menemui mereka? aku yakin mereka akan sangat bahagia melihat kakak" ucap Si pemuda pelan
”Gak, gak sekarang, aku terlihat buruk dan aku tak mau mereka bersedih karena memikirkan ku.
Aku belum bisa membahagiakan mereka, jadi aku tak mau menambah pikiran mereka” ucap Kinar menatap kosong rumahnya
"Aku mengerti kak, Apa kakak masih butuh waktu melihat rumah itu?” tanya si pemuda pengemudi taxi online
"Tidak, maafkan aku sudah membuang waktumu, aku kan membayar lebih karena sudah membuatmu menunggu lama” ucap Kinar
" David, ”ucap si pemuda memperkenalkan diri
Kinar hanya melihat tangan David dan terlihat ragu.
"Ah kakak cantik kamu membuatku sakit hati karena tak mau berkenalan.
Kak, kita hidup itu saling tolong menolong, jangan lihat semuanya dengan uang. Aku gak masalah, lagi pula aku juga gak mendengar apapun"ucap David menunjuk pada handset yang terpasang di sebelah kupingnya.
Kinar baru sadar David baru membukanya setelah menyentuh bahu David. pemuda itu sibuk dengan handfreenya sehingga tak mendengar tangis Kinar.
Kinar tersenyum malu
"Mau kemana sekarang kak" tanya David ramah
”Apa bisa tanpa order antar aku pulang???” tanya Kinar ragu
" Tentu saja, untuk kakak yang cantik, Free ongkos kak, alias gratis" ucap David tersenyum
"Gak aku akan bayar , aku bukan orang
tak tahu diri"
"Dan aku menolaknya, simpan saja kalau suatu saat kita bertemu lagi kakak bisa mentraktirku, bagaimana??”
"Terserah" ucap Kinar kesal karena David ternyata tipe pemaksa dan keras kepala, seperti Reyhan adiknya.
istri = pemeran utama wanita
suami = pemeran utama pria
perbedaan
novelis sejati buat novel dia tau membedakan mana salah mana benar, jika suami buat salah maka suami yang salah dan sebaliknya jika istri yang salah maka istri yang salah, jika melaknat pelakor dia juga melaknat pebinor, dia akan adil terhadap kesalahan suami maupun istri dan adil terhadap pelakor dan juga pebinor
novelis labil buat novel dia hanya tau novelnya disukai banyak reader tapi peduli novel egois dan munafik, jika suami salah dia akan laknat dan beri balasan setimpal tapi dia akan membenarkan semua kesalahan istri, dia akan melaknat dan membinasakan pelakor tapi dia begitu mengistimewakan pebinor
wanita murahan lebih murahan daripada pelacur, pelacur menjalankan diri karena kebutuhan tapi kinar seorang istri yang menyerahkan tubuhnya pada pria lain(menjijikan)
wanita munafik, dia berkoar2 melaknat perbuatan suaminya dengan wanita lain tapi dia juga lebih menjijikan menyerahkan tubuhnya pada pria lain, kinar kayak manusia menjijikan yang memandang jijik kotoran tapi dia sendiri yang memakan kotoran itu
pola pikir author yang labil sehingga membuat novel egois yang membenarkan semua kelakuan kinar
fakta sebuah karya novel adalah cerminan karakter novelis itu sendiri
suami = pemeran utama pria
yang membuat novel bermasalah dan munafik buka karena pelakor dan juga suami buat salah tapi dua sosok ini yang membuat novel jadi munafik yaitu pebinor dan istri buat salah
kita bongkar
*pelakor, novel hadirkan 1000 pelakorpun tidak jadi masalah karena pada akhir nya pelakor dilaknat dan dapat balasan setimpal, jadi adilkan
*suami buat salah, suami buat salah apapun juga bukan masalah karena pada akhirnya suami dibuat dapat balasan, menderita, mneyeaal, hancur dan posisi digantikan, jadi adilkan
tapi ini yang buat novel jd munafik
*pebinor begitu dispesialkan bisa merasakan tubuh istri orang, bisa bebas mengajar suami orang, semua kesalahannya dibenarkan, dan akhirnya dia bahagia, munafik
*istri buat salah, ini daftar kesalahan kinar
curhat dengan pria lain
bongkar aib keluarga dan suami pada pria lain
murahan daripada pelacur yang memberi tubuhnya pada pria lain
berduaan dengan pria lain
membiarkan pria lain merendahkan suaminya
munafik melatnat perbuatan suaminya tapi dia sendiri kayak pelacur murahan
dan masih banyak lg
tapi yang munafiknya novel ini adalah author membenarkan semua kelakuannya kinar
pasti kalian akan bilang begini
ini kan hanya novel halu jadi jangan terlalu kebaperan lah?
ok lah kalau ini hanya novel halu jadi novel bukan masalah tapi sumber masalah pola pikir author yang membenarkan semua kelakuan menjijikan kinar jadi poin adalah pola pikir authornya yang munafik