Omar Barrakh
Luka masa lalu yang begitu mendalam membuat Omar tidak percaya bahkan tidak ingin lagi mengenal wanita. Tetapi kedudukannya sebagai pemilik perusahaan besar dan sangat terpandang dikotanya menuntut dia harus segera memiliki pasangan.
Sebuah rahasia yang harus disembunyikan dan tidak ada yang boleh mengetahuinya termasuk istrinya kelak.
Jasmine Ardhan
Gadis biasa yang sengaja dipilih untuk menjadi pendamping Omar. Jasmine tidak menyangka dia harus menikah dengan seorang laki-laki yang berhati dingin dan sangat membenci wanita.
Tidak ada yang menyangka gadis polos yang lemah lembut dan keibuan ini bisa membongkar rahasia seorang Omar bahkan Omar sendiri tidak menduganya sama sekali.
Akankah Jasmine dapat menghapus luka dihatinya dan menyembuhkannya?
Happy reading buat pembaca 😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
"Berarti kamu Kevin Barrakh dan Omar Barrakh CEO Barrakh Corp?" tanya Jasmine tekejut.
Kevin tertawa melihat wajah Jasmine yang terlihat sangat canggung.
"Hei biasa aja, jangan jadi canggung begitu?" ucap Kevin.
Omar memperhatikan dengan teliti setiap perubahan dari raut wajah wanita yang ada dihadapannya ini.
"Maaf.. saya tidak mengetahui dan tidak bisa mengenali kalian" ucap Jasmine.
"Santai aja Sis, tenang. Kami juga manusia biasa" kekeh Kevin yang semakin lucu melihat wajah canggung Jasmine.
"Eh iya... maaf aku tidak pernah menyangka ataupun membayangkan orang yang menolong aku kemarin malam adalah para petinggi Barrakh Corp" Ungkap Jasmine jujur.
"Bagaimana kelanjutan kerjasama perusahaan dengan toko kue kamu. Apakah kamu bersedia bekerja sama dengan Barrakh Corp?" tanya August kembali.
"Ba.. baiklah aku bersedia. Seperti yang aku katakan tadi nanti aku akan memberikan daftar menu yang tersedia dia toko kue kami" jawab Jasmine tegas.
"Senang bekerjasama dengan kamu" ucap August.
"Iya terimakasih. Kalau begitu saya pamit dulu. Masih ada pekerjaan yang harus saya lakukan di belakang" ucap Jasmine gugup.
"Selamat bekerja nona" sapa Kevin ramah.
Jasmine membalas sapaan Kevin dengan senyuman. Setelah tau siapa para pria yang ada dihadapannya ini seketika Jasmine menjadi gugup dan tidak nyaman berlama-lama duduk satu meja dengan para petinggi Barrakh Corp.
Dia segera undur diri dan meninggalkan mereka untuk menikmati pesanan yang tadi telah diantar Jasmine.
Sesampainya di meja kasir Jasmine berpesan pada Sheila untuk memberikan kartu namanya dan memberikan gratisan pada pesanan ketiga pria itu, karena itu adalah ungkapan terimakasih Jasmine pada mereka karena mereka telah membantu Jasmine kemarin malam.
Jasmine segera naik kedalam ruangannya. Perasaannya semakin tidak karuan setelah mengetahui bahwa ketiga pria yang menolongnya kemarin malam adalah orang yang sangat terkenal di dunia bisnis.
Terutama Omar Barrakh sang CEO Barrakh Corp. Dia tidak menyangka bertemu dengan pengusaha muda yang sangat sukses dan terkenal di kota ini.
Pantas saja dia tidak menyambut uluran tanganku. CEO Barrakh Corp itu terkenal sangat antipati terhadap wanita bahkan gosip yang beredar bahwa beliau adalah pecinta sesama jenis. Iih.... batin Jasmine bergidik.
.
"Cake dan dessertnya enak Bos tidak begitu manis dan gak eneg" puji August.
"Kamu punya calon istri yang pinter masak bro. Kamu dengar tadi dia yang membuat dessert ini? aku yakin sebahagian besar kue dan cake disini buatannya" timpa Kevin.
Omar hanya diam saja sambil menikmati cake dan dessert yang dia makan.
"Saat bayar tagihan ini kamu jangan lupa minta kartu namanya Gus untuk rencana kita selanjutnya" per8ntah Omar.
"Baik Bos" jawab August singkat.
Setelah selesai mencicipi semua makanan yang dihidangkan Jasmine tadi, August berjalan menuju meja kasir untuk membayat tagihannya.
"Berapa semua Mbak?" tanya August.
"Pesan Mbak Jasmine semua gratis Mas dan Mbak Jasmine mengucapkan terimakasih atas bantuan kalian padanya kemarin. Oh iya ini titipan dari Mbak Jasmine" Sheila yang malam itu duduk di meja kasir memberikan kartu nama Jasmine sesuai dengan perintah Jasmine sebelumnya.
"Terimakasih, sampaikan salam kami pada Jasmine ya" Jawab August dan segera menyimpan kartu nama yang diberikan kasir tadi padanya.
Omar, Kevin dan August keluar dati Toko Kue Jasmine dan masuk kedalam mobil mereka.
"Kita kemana lagi Bro?" tanya Kevin.
"Pulang" jawab Omar singkat.
"Baru jam setengah sepuluh malam bro, lagian ini malam minggu. Malam masih panjang. Kamu gak asik ah" kesal Kevin.
"Kalau kamu mau melanjutkan malam kamu silahkan, tapi antarkan dulu aku ke apartemen. Males aku keluar bareng kamu malam minggu begini. Paling juga tujuan kamu ke club mencari wanita-wanita yang akan kamu mainkan malam ini" jawab Omar.
"Oke deh. Kamu ikut aku Gus?" ajak Kevin.
"Nggak bro, sampai apartemen si Bos aku mau ambil mobil dan pulang, masih ada kerjaan yang harus aku selesaikan" jawab August.
"Yeh ni anak satu lagi gila kerja. Kalian gak asik ah diajak happy-happy" ucap Kevin.
Kevin menjalankan mobilnya menuju apartemen Omar. Sesampainya di loby apartemen Omar dan August turun kemudian Kevin melanjutkan malam panjangnya sesuai dengan rencananya sebelumnya. Dia akan ke club malam mencari wanita mainannya.
Omar dan August naik ke apartemen Omar. Setelah mengambil beberapa barangnya August pamitan pulang pada Omar.
"Bos aku cabut ya" ucap August.
"Ok Gus, eh iya coba kamu kirimkan email yang kamu terima tadi pagi tentang biodata ceweknya si aladin itu" perintah Omar.
"Ceweknya Aladin?" tanya August bingung.
"Iya siapa namanya? Jasmine. Bukankah itu nama ceweknya Aladin?" tanya Omar pada August.
"Berarti Bos donk Aladinnya" ledek August. Tumben Bosnya ini lucu. Senyum August.
"Jangan mimpi kamu, aku malas aja menyebut namanya. Lebih baik aku kasi dia nama sebutan ceweknya Aladin" jawab Omar.
"Baik Bos aku akan kirim segera emailnya. Bye Bos" August keluar dari apartemen Omar dan menuju basement tempat mobilnya di parkirkan.
Sebelum menghidupkan mobilnya August ingat pesan Omar tadi, dibukanya hpnya kemudian dia mengirimkan biodata cewek si Aladin pada Bosnya.
Lagi-lagi August tersenyum mengingat nama ceweknya si Aladin. Sepertinya si Bos diam-diam memberikan perhatian khusus pada calon istrinya. batin August.
Setelah email terkirim August mulai menghidupkan mobilnya kemudian melaju menuju apartemennya.
.
Ting...
Bunyi pesan masuk.
Pasti itu email yang dikirim August mengenail biodata cewek si Aladin.
Omar baru saja keluar dari kamar mandi, mandi dan berganti baju santai. Sambil rebahan diatas ranjangnya Omar membuka email yanh barusan dikirim August ke hpnya.
Dia membuka email tersebut dan terlihat beberapa foto-foto wajah Jasmine dalam berbagai keadaan dan gaya. Dan juga biodata pribadi wanita itu.
Omar menarik nafas panjang sambil memandang wajah Jasmine dalam hpnya.
Apakah jalan yang dia pilih kali ini adalah keputusan yang benar. Baru kali ini dia sangat sulit untuk mengambil sebuah keputusan dan hatinya begitu bimbang.
Padahal dalam bernegosiasi dengan para clientnya tidak sesulit ini.
Akh... mengapa harus ada wanita lagi dalam hidupku. Tidak cukupkah aku hanya memiliki satu wanita yang tidak bisa aku singkirkan dalam hidup ini.
Dia jadi ingat adik kandungnya Oryza Latifa Barrakh. Adik kesayangannya yang sebenarnya sangat dia rindukan. Sifat manja adik kandungnya itu sangat sulit dia hindari.
Seandainya dia bukan adik kandungku mungkin dengan mudahnya aku bisa menyingkirkan semua wanita di muka bumi ini. Aku akan bebas tanpa gangguan seorang wanita mana pun. Batin Omar.
Tapi ingatannya kembali pada masa-masa kecilnya dulu dan adiknya. Adik kesayangannya itu juga menjadi korban atas pahitnya kehidupan keluarga mereka.
Oryza harus dititipkan dan dibesarkan di keluarga Omnya. Sementara dia sendiri lebih memilih lari keluar negeri untuk melupakan kenangan pahit keluarganya.
.
.
Kenangan pahit apa ya dalam masa lalu Omar?
BERSAMBUNG
waduuuh
sedih dan bangga