NovelToon NovelToon
Sad Boy With Gadis Tomboy

Sad Boy With Gadis Tomboy

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 5
Nama Author: ccuu ziiee

Ternyata nasib ku hanya menjaga jodoh orang.

pacaran sama aku nikahnya sama saudara tiri, sungguh tragis percintaan ku!

Ya mungkin ini dari kesalahan ku menjadi pria yang belum sepenuhnya bisa bertanggung jawab, yang belum bisa sepenuhnya menjadi pria tegas.

sudah cukup rasanya aku jatuh cinta, di tinggal nikah pas sayang-sayange, menjadi saksi di acara ijab kabul.
sungguh aku pria yang tangguh tapi dalam hati menangis meratapi nasib yang sekarang menjadi " Sad Boy.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ccuu ziiee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ke rumah mu

Kamu menangis aku juga menangis, kamu tertawa hati ku pun senang. Karena separuh hidup ku hanya untuk mu, meskipun aku lelah dengan keadaan yang sesungguhnya.

.

.

.

.

" Terima kasih sudah mengantar ku pulang." ucap Dhira pada Kenzi.

" Iya sama sama." jawabnya sengan tersenyum " istirahat yang banyak ya." ujarnya lagi, hanya mengangguk kecil serta tersenyum

Melangkah berjalan untuk membuka kunci pagar rumah, membukanya dengan pelan agar tidak mengganggu orang yang ada di dalam rumah.

Dhira yang sudah tidak terlihat dari pandangannya kini menyalakan motor melaju dengan kecepatan sedang untuk segera pulang ke rumah.

" Non baru pulang.?" ucap bik Minah saat melihat Dhira yang sedang menutup pintu.

" Ah iya bik, kenapa bibik belum tidur.?" tanya Dhira berbalik dan menatap bik Minah.

" Mas Alex baru tidur Non." jawabnya.

" Baru tidur?" dengan mengerutkan keningnya " kok malam sekali bik." tanya Dhira.

" Dia seperti sedang gelisah, sedari tadi tanyain non Dhira. Katanya kapan pulang gitu terus non?" jawab bik minah.

Tersenyum saat bik minah menceritakan kakaknya ada rona terharu dan senang karena alex menghawatirkannya.

" Ya Allah, Non Dhira terluka.?" pekik bik minah yang melihat lengan Dhira terbalut dengan perban.

" Hanya luka kecil bik dan sudah di obatin." jawab Dhira.

" Kok bisa sampai terluka sih Non! saya buatkan Susu hangat ya Non."

" Tidak usah bik terima kasih." tolak Dhira " bibik istirahat saja, pasti capek nungguin kak Alex dari tadi." kata Dhira

" Tap-."

" Aku enggak papa bik, aku tinggal dulu ya ke kamar." ucap Dhira dan berjalan untuk menuju kamarnya, meninggalkan bibik yang menatapnya dengan rasa iba.

sungguh kehidupan Dhira berubah begitu drastis, tidak pernah ia melihat nonanya seperti ini merasakan beban yang ia pikul sendiri.

Saat dulu masih ada ayahnya kebutuhan Dhira selalu terpenuhi tidak pernah kekurangan sedikit pun tidak pernah merasakan kesengsaraan, selalu tersenyum tulus dan tertawa bila bersama ayah dan kakaknya saat berkumpul bersama.

Dia adalah gadis yang kuat, tegar meskipun sebenarnya dia rapuh dan lelah untuk menjalani kehidupannya sekarang.

Dia bertahan, dia bangkit dari keterpurukan Karena masih ada keluarganya yang membutuhkannya, Kakaknya semangat hidupnya, semangat untuk dia mencari uang untuk kebutuhan orang yang ada di dalam rumahnya.

Merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang tidak terlalu besar. Menelantangkan ke dua tangan serta kaki yang masih tergelantung di bawah dengan menatap dinding atas

Menerawang masa lalunya, mengingat wajah ayahnya, mengingat nasehat ayah serta mengingat ia tertawa bersama dengan ayahnya.

Ayah, Dhira rindu dengan ayah. Dhira rindu yah.!" ucapnya dalam hati tanpa sadar air mata menetes di relung pipinya.

Memejamkan mata merasakan lelah dan nyeri di bagian lengan akibat bertarung dengan preman serta berharap ia akan bermimpi ayahnya yang sedang ia rindukan.

****

Pagi-pagi sekali terdengar suara orang menangis tepat berada di sampingnya dengan mengusap tangan Dhira.

Membuka mata mendapatkan pandangan yang berbeda di pagi hari saat melihat kakaknya menangis di hadapannya.

" Kak alex! kenapa menangis." ucap Dhira dan langsung duduk dari tidurnya.

" Sakit?" tanya Alex dengan mengusap lengan Dhira.

" Ah, tidak kak. Ini hanya kegores dan sudah di obati." ucapnya dengan lembut dan tersenyum untuk menutupi kebohongannya.

Mengambil tangan Dhira mengusap lembut tangannya serta meniup niupkan luka yang sudah di balut oleh perban.

Merasa terharu melihat perbuatan kakaknya hingga air mata Dhira mulai tergenang, mencoba menahan ke atas untuk menahan iar mata yang akan mengalir di pipinya.

" Waah lukanya sudah tidak sakit lagi nich karena kakak sudah mengobatinya." ucap Dhira. " Terima kasih ya kak." ujarnya dengan tersenyum.

" Cepat sembuh." dengan mencium lengan adiknya.

" Iya?" jawab Dhira.

" Jangan kerja." pinta Alex.

" Iya hari ini Dhira libur. Kakak mau kemana.!" tanya Dhira.

" Di rumah saja."

" Kenapa?" dengan mengerutkan kening.

" Dhira sakit." ucapnya dengan mimik wajah bersedih serta menundukkan kepala.

" Jangan menangis, Nanti Dhira ikut menangis." ujar Dhira, mengusap lembut pipi kakaknya dan mendongakkan wajahnya untuk menatapnya ." Mau main piano." tanya Dhira dengan tersenyum dan di anggukkan oleh Alex serta ikut tersenyum.

dengan semangat Alex keluar kamar Dhira menunggu adiknya di tempat biasa dia menunggunya saat Dhira akan berangkat bekerja.

Kak, hanya kamu yang aku miliki sekarang, hanya kamu aku bertahan dengan semua ini. Terima kasih sudah menyemangati ku kak Alex." gumam Dhira dengan menatap kepergian Alex.

Beranjak dari tempat tidurnya, masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan bergegas menghampiri Alex yang sedang menunggunya.

****

Cafe.

Pagi pagi sekali Revan datang ke cafe untuk menghampiri Gadis yang semalam telah menolongnya dari para preman serta ingin melihat kondisi dia yang sedang terluka.

Semalaman Revan tidak bisa tidur nyenyak akibat memikirkan gadis itu yang terluka, memikirkan gadis yang ternyata seorang juki dan begulat di dunia malam.

Entah kenapa dia bisa memikirkan gadis itu, gadis yang selalu membuatnya merasa jengkel saat dia menggodanya.

Masuk ke dalam cafe yang masih belum ada pengunjung, hingga membuat karyawan lain menatapnya.

Berjalan menghampiri meja kasir untuk mencari Dhira di sana.

" Selamat pagi mau pesan apa kak." tanya Citra dengan ramah pada Revan.

" Maaf mba saya mau tanya, teman mba yang kemarin siang jaga kasir kemana ya." tanya Revan, mengerutkan kening saat pria yang ada di hadapannya bertanya soal teman kerjanya.

" Namanya siapa ya kak." tanya Citra.

Revan tidak pernah bertanya nama gadis itu tapi ia sempat mendengar salah satu dari temannya memanggil nama gadis bocil yang menolongnya semalam.

" Kalau enggak salah namanya Dhir-dhira mba." jawab Revan.

" Oh? Dhira. Dia hari ini libur kak." kata Citra.

" Libur.?"

" Iya katanya dia lagi tidak enak badan." jawab Citra.

Apa dia sakit, apa karena semalam dia menolongku hingga lukanya semakin parah." gumam Revan.

" Mba boleh saya minta alamat rumahnya." pinta Revan pada Citra.

" Maaf kak saya tidak bis-."

" Kalau begitu tolong telponkan Dhira, jika ada yang mencarinya dan ingin bertemu dengannya." pinta Revan sekali lagi, mau tidak mau Citra pun menelpon Dhira karena cowok yang ada di hadapannya sedikit memaksa.

Saat ia mencoba menelpon Dhira, Citra menatap wajah Revan mengingat ingat seperti pernah melihat Revan hingga ia baru tersadar jika pria yang ada di hadapannya itu ternyata lee min ho kw yang sedang di goda oleh Dhira kemarin siang.

Mematikan teleponnya dan menghadap Revan.

" Kakak bukannya yang kemarin mengobrol sama Dhira.?" tanya Citra.

" Iya."

" Terus ada apa kakak cariin Dhira." tanyanya dengan menelisik

" Mau memastikan dia baik baik saja." jawab Revan.

" Memastikan apa.!" kata Citra dengan tatapan tajam.

" Karena dia semalam sudah membantu ku dari perampok dan membuat lengannya terluka." kata Revan.

"Apa.!" teriak Citra hingga membuat karyawan lain menghampirinya.

" Ada apa mba Cit." tanya teman Citra.

" Tolong jaga cafe, aku mau ke rumah Dhira." ucap Citra dengan mengambil tas serta berlari kecil meninggalkan Revan yang sedang menatapnya.

" Kak, ayo katanya mau ke rumah Dhira.!" teriak Citra dengan menyembulkan kepalanya di pintu kaca.

Revan pun tersentak kecil dan berjalan cepat untuk menghampiri Citra yang sedang menunggunya di luar.

.

.

.

🍃🍃🍃

Masak kalian tega sih enggak mau vote, like dan komen untuk babang kadal

1
Lies Atikah
balapan motor nya dapat duit gak sampai segitu nya di bela2 in diajak Revan gak mau apa gak takut kecelakaan hingga metong kan kasihan kk nya gak ada yang ngurus apa maumu dhiraaaaa
Lies Atikah
ayo citra mertua idaman tuh
Lies Atikah
kenzi sama citra aja yah thor
Lies Atikah
moduuuuus jad geregeteun ih
Lies Atikah
betul dhir kapan lagi hehe
Lies Atikah
walau pun suka jangan duluan dhira jinak2 merpati gitu nunggu dia bucin lah
Lies Atikah
sabar dhira tetap semangat
Lies Atikah
aku gak suka cewe lemah dan bodoh dhira laen nih lanjuuuuuuut
Lies Atikah
baru kadal yah belum jadi buaya hehehe
Lies Atikah
hadir thor semoga bagus lanjt
Chris Antono
Luar biasa
DR_army
Maaf mau rekomendasiin novel judulnya KING GULF.. Bercerita tentang kerajaan dan vampir.. Jangan lupa mampir yah 😉
Luzi
keren dan syuuuuka ceritamu Thor. ini yg ke 2..masih mau lanjut LG.. tetap semangat berkarya..👏👏👏👏👏
Defi
bagus bangets.... semangat thor
Dian Ipaterrangi
bagus
Hera sasuwe
good story
Yuni Mardini
aq dah mampir kak n suka banget ceritanya😘
Acih Suarsih
sdh mampir Thor,. nunggu gimn kelanjutan Hendra sama Gita nih.

mawar and Kevin juga sdh.

sekarang lagi sama yanna nih.

gaskeun thor
Indah 122
Thor kok yg BTS nya ngga ada kelanjutannya pada hal sdh mulai seru,,jgn sampai yg luluh juga gantung Thor
Naa
aq udah baca thor 😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!