[Area termehek-mehek, siapkan tisu untuk menyeka air mata]
George selalu memperlakukan Gabby dengan kasar, dingin, dan mereka berdua selalu berseteru. Hingga membuat Gabby sangat membenci George.
Suatu ketika, Geroge mengetahui siapa Gabby sesungguhnya. Orang yang ia cari selama ini. Ia hendak menepati janjinya untuk menikah dengan Gabby setelah mengetahui identitas wanita itu. Namun sayang, hati Gabby sudah terlanjur beku. Ia sudah membenci George.
Disaat George sedang mencoba mendekati Gabby, seorang pria bernama Marvel hadir dengan membawa pembuktian cinta untuk Gabby.
Hingga suatu hari, George dan Gabby terjebak dalam satu ruangan dan terjadilah malam yang membuat Gabby kehilangan kehormatannya.
“Aku akan bertanggung jawab dengan perbuatanku, aku akan menikahimu.” George.
“Jika kau ingin menikah denganku hanya karena ingin bertanggung jawab atas kejadian ini atau ingin memenuhi janjimu dulu. Maka lupakan, aku tak membutuhkannya.” Gabby.
“Aku tetap mencintaimu, walaupun bedebah itu sudah mengambil sesuatu yang berharga darimu.” Marvel.
Siapakah yang akan dipilih oleh Gabby? George yang sudah merenggut kehormatannya atau Marvel yang menunjukkan betapa besar cintanya pada Gabby?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 7
George membiarkan Gabby di ruang tamu. Ia tanpa permisi langsung membuka satu persatu pintu yang tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini. Hingga ia menemukan kamar Gabby.
“Seleranya lumayan juga,” puji George setelah masuk ke dalam kamar dan melihat desain elegant milik Gabby. Ia merasa pernah melihat desain yang ada di hadapannya ini, namun lupa tepatnya dimana.
Gabby menjadikan kamarnya sebagai salah satu konten di youtubenya. Sudah satu tahun lamanya, mungkin sudah tertimbun terlalu jauh postingannya.
Mungkin George adalah salah satu subscriber channel youtube Gabby, atau mungkin secara tak sengaja pria itu pernah menonton video yang muncul di beranda aplikasi berlogo warna merah dan putih itu. Entahlah, bisa juga pria itu adalah salah satu fans ‘GARCHI’.
George segera mengambil koper milik Gabby. Ia memasukkan pakaian yang ada di almari secara asal, bahkan ia pun memasukkan dalaman milik Gabby tanpa merasa risi sedikitpun.
Setelah selesai dengan urusan pakaian, George beralih membuka setiap laci yang ada disana. Ia mencari paspor milik Gabby. Dan akhirnya ketemu, ia mendapatkan buku kecil itu di laci yang menyatu dengan ranjang.
George mengedarkan matanya, menyapu setiap sudut ruangan. Mengamati dengan seksama, menurutnya ada yang kurang dari kamar seorang wanita.
“Biasanya kamar wanita banyak foto, dasar wanita aneh dan tak biasa.” Entah George sedang memuji atau menghina Gabby setelah ia menyadari bahwa tak melihat ada foto satupun yang berada di ruangan berukuran empat puluh meter persegi itu.
Setelah selesai dengan urusannya di dalam kamar Gabby, George langsung keluar dan menutup kembali ruangan itu. Matanya menatap ke arah Gabby yang tergeletak dan tak bergerak itu.
“Kau pasti sangat anggun jika bisa diam dan menurut seperti ini,” seloroh George seraya mengayunkan kakinya menuju Gabby.
George langsung menggendong Gabby di punggungnya seperti menggendong karung beras. Tangan kiri untuk ia gunakan menahan tubuh Gabby, sedangkan tangan kanannya untuk membawa koper. Ia sudah seperti kuli panggul dan porter saja, ditambah pria itu tak mengenakan pakaian yang menutupi tubuh bagian atasnya.
Gabby terus meronta sepanjang perjalanan, sambil mengeluarkan suara-suara yang tak jelas.
Semua mata menatap ke arah mereka. Ada yang menatap kagum dengan tubuh George, ada yang menatap iri ingin digendong oleh pria tampan juga, dan ada yang menatap dengan tatapan iba karena seorang wanita diperlakukan seperti barang.
“Jaga pandangan mata kalian! Jika masih ingin bisa melihat!” ancam George dengan tegas disepanjang jalan. Mata tajamnya tak menoleh ke kanan ataupun ke kiri, terus lurus ke depan. Namun mampu membuat semua yang mendengarnya merasa terintimidasi.
Ancaman itu berhasil membuat semua orang tak berani lagi melihat ke arahnya.
Gabby merasa terusik ketentraman batinnya oleh ketegasan George. Ditambah baru pertama kali ini ada pria yang berani melawan dirinya yang galak dan arogan, bahkan bisa mengalahkannya.
Sial! Jangan sampai aku jatuh cinta dengannya lagi! Kau harus ingat Gabby, pria ini adalah orang yang paling kau benci di dunia ini! Gabby mengingatkan dirinya, menegaskan agar tak terbuai dengan George.
George meletakkan tubuh Gabby dengan hati-hati dan memakaikan seat belt agar wanita itu tak kabur. Ia lalu memasukkan koper milik Gabby ke dalam bagasi.
George membuka kembali pintu mobil dimana Gabby berada. Ia menyuntikkan bius agar wanita itu tertidur sepanjang perjalanan dan tak menganggu dirinya. “Maaf, aku terpaksa melakukannya, jika saja kau itu wanita penurut, maka aku tak akan melakukan ini padamu.”
mending mati aja klo kyk gtu
huhuhu😭😭😭
sakit bngt jd gabby
*aku kalau diposisi George mana mau menunggu gabi, ditolak, melihat gabi bermesraan dengan pria lain, melihat gabi bercumbu dengan pria lain, dan hanya dibuat kayak boneka yang pasrah dan megiti gabi selesai dia harus ada
thor aku tanya pribadi padamu, apakah kau diposisi George dan dilakukan kayak gitu kau mau menerima begitu saja
thor jadi novelis netral, lihat lah semua disitu pandang jangan hanya melihat sudut pandang wanita saja
*sudut pandang gabi enak menolak Georg menikah dan bercumbu dengan pria lain didepan Georg setelah dia selesai dengan pria itu, Georgia harus ada untuknya, enak benar hidupnya
*yang kasian geoge, ditolak, harus pasah melihat gabi bermesraan dan bercumbu dengan pria lain, setelah gabi selesai dengan pria itu, George harus menerima begitu saja
thor pakai hati berkarya, kalau kau adil buat gabi berjuang juga untuk George, karena faktanya gabi telah melukai hati George, jangan semudah itu, kalian buat George kayak boneka yang tidak punya hati yang bisa terluka juga
pakai hati thor