Mohon diharapkan sopan dalam berkomentar.
Sebelum membaca novel ini disarankan membaca perjodohan karena hutang yang pertama dulu ya, karena ini adalah cerita lanjutan perjodohan karena hutang pertama.
Disini saya akan menceritakan tentang kehidupan anak-anak mereka, yang tentunya tidak kalah seru dengan para orang tua mereka.
Danis adalah anak dari Risa dan Denis, Danis yang terbiasa hidup mewah dan tidak pernah kekurangan tapi tiba-tiba Denis mengambil semua fasilitas yang Denis berikan pada Danis.
Dan tentunya kenapa Denis mengambil semuanya, Denis punya alasan tertentu dan ingin membuat anaknya bisa menghargai apa yang dia punya bukan menghambur-hamburkannya tidak jelas.
Sampai akhirnya Danis hidup menjadi laki-laki biasa karena hukuman dari sang papa dan bertemu dengan seorang gadis yang sangat membenci laki-laki kaya.
Dan pertemuan itu membuat Danis jatuh hati pada gadis itu. Tapi bagaimana cara Danis jujur pada gadis itu kalau dirinya adalah anak orang kaya? Sedangkan gadis itu sangat membenci laki-laki kaya. Ya tentunya sang gadis juga punya alasan kenapa dia bisa membenci laki-laki kaya.
Penasaran dengan cerita cinta mereka? Dan bagaimana nanti Danis akan mengatakan kejujuran pada sang gadis.
Baca yuk karya Author
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maisy Asty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7.Dasar gadis mesum.
Sungguh pikiran Danis sudah traveling kemana-mana.
"Apa yang akan gadis ini lakukan?" Batin Danis dalam hatinya.
Tiba-tiba gadis itu membuka kancing baju Danis, membuat Danis merasa bingung.
"Kamu mau apa?" Tanya Danis.
"Jangan berpikiran mesum! Aku hanya ingin membantu membersihkan pakaianmu, sebagai permintaan maafku padamu." Jawab gadis itu, yang tahu pikiran mesum Danis.
Dalam hati gadis itu, dasar laki-laki mesum aku yakin kamu pasti berpikir aku akan menodaimu, gadis itu cekikikan dalam hatinya.
Setelah pakaiannya dilepaskan oleh gadis itu, Danis menutup dadanya dengan kedua tangannya.
Sungguh gadis itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Apa dia sebodoh itu? Jelas-jelas dia memakai kaos oblong tapi dia menutupi tubuh dengan kedua tangannya." Gumam gadis itu dalam hatinya.
"Hay kau, kau tidak perlu menutup dadamu dengan kedua tanganmu! Jelas-jelas kamu memakai kaos oblong, lagian siapa juga yang mau melihat tubuhmu itu." Cetus gadis itu tiba-tiba, membuat Danis menatapnya dengan tatapan kesal.
"Dasar gadis mesum, berikan pakaian aku!" Danis terus menatap kesal gadis itu.
"Ini sudah selesai!" Gadis itu memberikan pakaian Danis dengan kasar.
Setelah memberikan pakaian Danis, gadis itu keluar begitu saja dari dalam kamar mandi dan ternyata di depan kamar mandi sudah banyak rekan-rekan kerja yang lainnya, yang sedang mengintip gadis itu dan Danis.
"Anindiya...." cetus para rekan kerjanya.
"Kalian sedang apa disini?" Tanya Anin dengan raut wajah bingung.
"Hey kau, bukannya....." kata-kata Danis terpotong, melihat di depan kamar mandi begitu rame banyak rekan-rekan kerja yang lainnya.
"Ada apa ini?" Tanya Danis sambil mengancing kancing bajunya.
Semua mata tertuju pada Danis yang sedang mengancing kancing bajunya.
"Apa yang terjadi pada kalian?" Tanya salah satu rekan kerjanya.
"Anin, apa kamu melakukan sesuatu dengan pegawai baru ini?" Sambung salah satu rekan kerja yang lainnya.
"Aish Anin, kamu lebih gesit dari kita-kita padahal aku baru tadi berhayal buat jadi kekasih pegawai baru itu." Cetus rekan kerja Anin yang lainnya juga.
Otak Anin kini sudah berputar-putar seperti komedi putar, Anin sangat kesal sekali pada semua rekan-rekan kerjanya karena mereka sudah salah paham padanya.
"Haduh kalian, ini tidak seperti apa yang kalian lihat. Kalian salah paham!" Bantah Anin dengan tegas.
"Kalau tidak terjadi apa-apa, lalu kenapa kalian bisa berduaan di dalam kamar mandi sana?" Tanya salah rekan kerjanya lagi.
Rifki sang pemilik cafe sedang berjalan mau menuju ke dapur, tapi melihat keramean di depan kamar mandi. Rifki merasa sangat penasaran.
"Apa yang terjadi? Kenapa mereka berkerumun di depan kamar mandi?" Gumam Rifki sambil berjalan menuju ke depan kamar mandi itu.
Sesampainya di depan kamar mandi, Rifki terkejut melihat Anin sedang berdiri tepat disebelah Danis.
"Ada apa ini?" Tanya Rifki sambil melirik Anin, seolah-olah meminta penjelasan.
"Tuan Rifki, ini hanya salah paham tuan." Anin melihat kearah Rifki dengan raut wajah malu.
"Aish sudahlah, bubar-bubar aku dan gadis ini tidak terjadi apa-apa." Danis merasa sangat kesal, dan langsung menarik tangan Anin dengan kasar, ntah Danis mau membawa Anin ikut kemana?
Danis membawa Anin ke ruangan belakang yang agak sepi, biar rekan-rekan kerjanya tidak salah paham lagi pada ia dan juga Anin.
"Lepaskan brengsek!" Sentak Anin sambil mengibaskan tangan Danis dengan kasar.
"Semua ini gara-gara kamu, kamu itu membuat aku malu dan kamu tahu itu tadi Tuna Rifki pemilik cafe ini mau ditaruh dimana mukaku ini?" Anin terus marah-marah pada Danis, membuat Danis rasanya ingin men*mpar pipi mulus Anin.
"Kamu bilang, mau ditaruh dimana mukamu itu? Taruhlah ditempat dasar gadis mesum." Bantah Danis tidak terima karena Anin malah marah-marah pada dirinya.
"Jelas-jelas dia yang sudah menabrakku, lah ini malah dia juga yang marah-marah padaku." Batin Danis dalam hatinya.
.
.
Rifki melirik tajam ke semua pegawai yang ada dihadapannya.
"Jelaskan padaku, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Rifki dengan tatapan tajam.
"Anin dan pegawai baru itu sama-sama keluar dari kamar mandi tuan, dan pegawai baru itu pas keluar tadi dia sambil mengancing bajunya." Jawab salah satu pegawai Rifki.
"Iya pasti telah terjadi sesuatu pada mereka." Timpal pegawai lainnya.
Rifki mengepalkan kedua tangannya, kali ini perasaannya begitu marah apalagi Anindiya adalah pegawai yang ia sukai. Tapi selama ini Rifki tidak pernah berhasil mendekati Anin.
"Apa yang mereka lakukan?" Batin Rifki dalam hatinya.
Dengan pemikiran yang tidak-tidak, Rifki berjalan dengan kasar menuju ke ruangannya.
"Aku tidak akan membiarkan kalian bisa saling dekat, enak aja Anin itu adalah gadis yang aku sukai selama ini." Rifki memukul meja kerjanya dengan pukulan agak keras, membuat tangannya itu menjadi kesakitan.
Melihat gadis yang disukainya bersama dengan Danis membuat Rifki sangat marah.
.
.
Kembali ke Danis dan Anin.
Anin menatap Danis dengan tatapan tidak suka, sedangkan Danis terus menatap Anin dengan tatapan tajam.
"Sudahlah, aku mau lanjutkan pekerjaanku! Lagian tidak penting juga aku mengurusimu dasar pegawai baru belum mulai kerja sudah buat orang lain kena masalah." Anin berlalu pergi begitu saja dari hadapan Danis.
Setelah Anin pergi, Danis juga pergi meninggalkan tempat itu.
"Mimpi apa semalam, sungguh bisa-bisanya aku bertemu dengan gadis gila seperti dia." Gumam Danis yang terus berjalan untuk melanjutkan pekerjaannya.
.
.
Danis melanjutkan pekerjaannya, kini ia sedang melayani pelanggan yang datang, banyak pelanggan wanita yang meminta no ponselnya, bahkan ada juga yang meminta foto dengan dirinya.
Dan dengan gaya songongnya, Danis menuruti semua permintaan para pelanggan wanita itu.
Anin yang berada dimeja sebelah, ia juga sedang melayani pelanggan, menatap Danis dengan tatapan kesal.
"Dasar sok banget dia, berasa banget dia paling tampan dari yang lainnya, udah gitu pelanggan wanita itu juga genit sekali sih membuat laki-laki itu besar kepala." Anin terus ngedumel dalam hatinya.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, kini saatnya jam makan siang semua pegawai kerja makan siang bersama disebuah ruangan khusus.
Danis melihat ruangan tersebut, rasanya sedih sekali ini pertama kalinya ia makan bersama dengan orang lain. Biasanya ia makan bersama Dafa direstoran mewah dan hari ini Danis harus benar-benar sabar meratapi nasibnya.
"Kenapa diam saja?" Tanya Anin tiba-tiba.
"Tidak apa-apa, jangan sok akrab deh!" Jawab Danis dengan begitu tengilnya.
"Dasar otak mesum." Anin menjulurkan lidahnya, dan berlalu pergi dari hadapan Danis.
Diam-diam Danis tersenyum melihat Anin.
"Dia berbeda dari gadis-gadis yang aku kenal." Gumam Danis sambil tertawa.
"Berhentilah menatap Anin." Cetus seseorang tiba-tiba, membuat Danis langsung menoleh ke sumber suara tersebut.
"Memangnya kenapa?"
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊
bukannya suara bayi oek.....oek...oek
dasar fani
kasian si rifki
kok sama denisnya namanya...