bagaimana jika seorang wanita mendapat kesempatan untuk berada dekat dengan seorang taipan berwajah tampan? mengasuh seorang CEO tampan yang pikirannya kembali ke masa anak umur 8 tahun? punya kepribadian aneh? dan kadang wajah tampan itu bertranformasi menjadi imut dan selalu meluluhlan hati seorang karin..... sampai sampai bisa menembus jiwa kejombloan karin, lalu bagaimana jika pria itu kembali ke pemikiran dewasanya? bagaimana kehidupan duo sejoli itu nantinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak_na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KETAKUTAN (PAK FET)
Pak fet pov
Aku menatap kegelapan yang ada di bawah, kurasakan semilir angin yang tak berujung menerpa wajahku. Kupejamkan mata mengingat tangis Karin. Seharusnya wanita biasa sepertinya tak bisa merawat tuan Devan. Tapi ketika pertama kali aku berbicara dengannya aku mengerti kenapa Devan tertarik dengan gadis kecil itu. Pertama kali melihat Devan menatap seorang wanita lebih dari 5 detik membuatku penasaran setengah mati.
Devan atonio...aku mengenalnya ketika umurnya masih 10 tahun...ketika itu aku adalah seorang pembunuh bayaran. Kehidupanku pelik dan tidak memiliki seorang pun yang berharga. Kala itu, aku ditugaskan untuk membunuh Leonard-ayahnya Devan. Aku melaksanakannya tanpa melakukan kesalahan di kediamannya sendiri. Sayangnya untuk menghilangkan saksi aku juga harus membunuh wanita yang mengaku sebagai istrinya itu, akhirnya aku menghabisi sepasang suami istri.
Tak ada yang ku ketahui tentang Leonard begitu juga istrinya, dan itu sudah jadi rahasia klien. Tapi mirisnya perlakuan itu dilihat olehnya.. tuan Devan Antonio. Tatapan kosong dan tanpa ekspresi itu penuh dengan intimidasi dan juga kelegaan. Aku tak mengerti dengan jalan pikir anak sepuluh tahun itu. Bahkan yang mengejutkanku juga adalah kata-katanya...
“aku tidak akan memberi tahu siapa pun jika kau adalah pembunuh ayah dan ibuku, jadi kau bisa pergi”
Dan selanjutnya yang ia lakukan adalah mengambil koran yang tersedia di ruang tamu, membentangkan dan menyelimuti mayat kedua orang tuanya. Kakiku kaku dan tak bisa di gerakkan waktu itu. Keterkejutan akan sikap aneh dan absurd dari anak ini membuatku bingung. Bahkan dengan santainya dia mengambil telpon rumah sialnya anak itu menelepon polisi. Ketika aku menyadari itu aku langsung berdiri di depannya. Dan kembali ketika aku ingin mengambil telpon itu, dia segera menepis tanganku.
Dan aku benar-benar meragukan jika dia adalah anak berusia 10 tahun. Tapi pengakuannya kepada polisi membuatku merinding. Anak ini benar-benar gila.
“a...aku...pak polisi...ayah dan ibuku... mereka bertengkar dan ada banyak darah dilantai aku benar-benar takut! Tolong selamatkan ayah dan ibuku?!!! Aku benar-benar takut!!” aku bahkan masih mengingat ekspresi ketakutan dan juga tangis yang dibuat-buatnya ketika menelpon pihak berwajib. Tapi setelah mereka menutup teleponnya wajah datar dan mengintimidasi itu kembali, dan membuatku merinding. Betapa konyolnya diriku kala itu, berpikir jika dia adalah anak yag normal. Setelah itu Devan Antonio memberiku waktu 10 menit untuk kabur dari TKP. Dan akhirnya aku dengar kasus itu di tutup karena Kurangnya bukti kala itu adalah pembunuhan dan di tetapkan sebagai pertengkaran antara 2 orang suami istri yang berujung kematian, ditambah lagi kesaksian anak umur 10 tahun yang semua orang kira dia menyaksikan kedua orang tuanya saling membunuh.
Dan itu adalah satu-satunya tugas pembunuhan yang sangat mudah yang aku jalani. Aku dan Devan berjalan berlainan arah. Dan memilih jalan hidup masing-masing.
Betapa bodohnya aku yang dengan mudahnya takut dengan seorang anak kecil berumur 10 tahun. Tapi nyatanya pria kecil itu lebih berbahaya daripada diriku.
Aku dan Devan bertemu kembali 6 tahun yang lalu, kala itu aku sudah pensiun dari pekerjaan kotor, Dan beralih menjadi kuli bangunan yang tak kusangka. Ternyata gedung yang sedang dibangun itu adalah gedung dari perusahaan Devan Antonio, Devan yang sama yang kukenal dan tak bisa kulupakan sedetikpun, betapa takutnya diriku pada anak ini. Dia tampil sebagai orang sukses dan sialnya dia masih mengenali diriku. Dan aku masih ingat apa yag dikatakannya waktu itu...
“kau tau siapa yang menyewamu untuk membunuh kedua orang tuaku?” tanyanya santai padaku. Tentu saja itu adalah hal yang sangat rahasia, ini hanya untuk melindungi klien. Dan sebagai jawaban aku menggelengkan kepalaku. Bagaimanapun ini sudah berlalu sangat lama bahkan ketika transaksi uang muka dan tambahan bonus dari klien ini...dia melakukannya dengan begitu sempurna tanpa memperlihatkan wajah.
Aku terkejut kala itu mendengar apa yang dikatakan Devan selanjutnya....
“kupikir seorang pembunuh bayaran sepertimu akan tahu semuanya” dan setelah itu dia tertawa tapa rasa bersalah sama sekali. Kupikir anak ini akan dendam padaku, nyatanya tidak dia senang dan menikmati kehidupannya.
Dan akhirnya dia mengatakan itu...
“aku lah yang menyewamu, untuk membunuh dua orang itu” bahkan mengingat kata-katanya itu membuatku bergidik ngeri sampai sekarang. Dan ini membuatku mengerti sekarang ketika dia mengatakan semuanya. Dia mengatakan semua rahasianya padaku ketika umurnya 10 tahun. Dia merencanakan semua ini...
“waktu itu aku kabur dari rumah, mencari informasi tentangmu sangatlah susah di komputer ayahku, dan pastinya dia akan mengetahuinya. Aku pergi ke sebuah warnet di dekat pinggir jalan dan mencari semua tentangmu. Dan akhirnya aku berhasil menghubungimu melalui sms. Dan ketika kau meneleponku, aku minta tolong pada seorang pria dewasa untuk menyebutkan alamat rumah tempat dirimu akan beraksi. Dan boom semua itu terjadi... bahkan aku masih ingat wajah bodohmu ketika kau melihatku...” setelah itu dia menjadikanku asistennya. Dan selama 6 tahun aku masih belum tahu apa alasan Devan mengangkat pria tua sepertiku untuk bekerja di perusahaannya.
Anak... tidak! Pria ini, monster ini sangatlah berbahaya..... apa yang kuceritakan pada Karin hanyalah sebagian kecilnya... yaitu dendam Devan pada kedua orang tuanya. Bagaimana Devan disiksa dan membentuk kecerdasan dan kepribadian aneh seperti monster.
Dan tentang bagaimana kenapa Devan tertarik dengan Karin? Itu masih menjadi misteri sampai sekarang. Aku, sebagai asistennya masih bingung hingga kini bagaimana jalan pikir pria itu. Sudah banyak orang yang ingin menjinakkan Devan. Dan aku benar-benar merasa bersalah pada Karin... gadis muda itu masih punya masa depan yang cerah. Dan bodohnya aku menjerumuskannya untuk menjadi pengasuhnya Devan. Devan memang kehilangan ingatannya 28 tahun terakhir, termasuk dengan ingatan bagaimana dia membunuh ayah dan ibunya sendiri. Tapi tidak dengan sikap agresif dan pemarahnya. Aku memang mengatakan pada Karin jika Devan melukai dokter-dokter dan perawat yang menjaganya. Tapi, luka yang disebabkan bukan hanya sekedar ‘terluka’. Deva bahkan membuat mereka hampir sekarat. Ketika itu juga aku langsung frustrasi, tapi mengingat kejadian dimana Devan pernah memperhatikan Karin lebih dari 5 detik jauh sebelum kecelakaan itu menimpanya. Membuatku mencoba hal ekstrem ini. Memasukkan seorang gadis polos dalam hidup Devan.
Tentu saja dengan imbalan yang menjanjikan. Dan mau tidak mau dia menerimanya dengan berat hati. Dan aku terkejut mendengar jika dia mampu menjinakkan monster mengerikan itu. Ketakutan yang Awalya kurasakan mereda bersama dengan perkembangan kondisi Devan yang semakin hari semakin membaik. Berinteraksi dengan Karin memberikan pikiran positif dan juga ketenangan adanya. Mungkin setelah ini Devan akan menjadi seperti biasanya kembali.
hrsnya diceritakan jg gmn Karin diselamatkan, ungkapan cinta Devan, permintaan ma'af Karin, gmn bucinnya Devan..
lha ini tiba2 sdh punya anak usia 5 th..😢😥
ternyata tokohnya semya menyukai Karin kecuali Arthur..
akhirnya Jerry mampus jg, pasti de. Jhon atau suruhannya yg membunuhnya..
kasihan Devan, dia sdh berusaha berubah malah Karinnya salah paham & akhirnya pergi drnya..
yg sabar ya Devan..