NovelToon NovelToon
SALAH KAMAR BERUJUNG IJAB KABUL SANG HABIB

SALAH KAMAR BERUJUNG IJAB KABUL SANG HABIB

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

Aisyah menjual kecantikannya sebagai 'Nayla' demi membayar utang judi ayahnya senilai miliaran rupiah. Tapi satu kesalahan kamar di hotel bintang lima mengubah segalanya.
Ia tertangkap basah di atas tubuh Habib Ammarullah seorang Habib muda tampan nan taat oleh Abahnya sendiri yang merupakan seorang Syech terpandang.
Demi menanggung akibat fitnah tersebut, Habib Ammar mengambil keputusan nekad: Menikahi sang kupu-kupu malam malam itu juga. Mampukah seorang Habib muda membimbing wanita keras hati yang telah membenci Tuhan, atau justru masa lalu kelam Aisyah yang akan menghancurkan nama besar keluarganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

:SARAN GILA DAN SEHELAI GAUN MALAM

Langkah kaki Aisyah terasa begitu berat saat menyusuri trotoar jalanan sore itu. Angin dingin sisa hujan menyapu pipinya yang masih terasa hangat bekas tetesan air mata. Bayangan percakapan di Rumah Ndalem suara Ummi Khadijah yang menginginkan cucu dari Zahra, serta celetukan Nabila tentang masa tunggu Zahra yang bertahun-tahun terus berputar bagaikan kaset rusak di kepalanya.

Rasa tidak pantas dan minder meremas dada Aisyah begitu hebat. Ia merasa dirinya hanyalah kerikil kecil yang tak sengaja terlempar ke dalam kehidupan Ammar yang sempurna.

"Aisyah?"

Sebuah suara familiar memecah lamunan Aisyah. Ia mendongak dan mendapati seorang gadis berambut gelombang dengan riasan tipis sedang berdiri di depan toko kelontong, memegang kantong plastik berisi minuman dingin.

"Melati...?" bisik Aisyah kaget.

Melati adalah sahabat karib Aisyah sejak mereka masih berjuang bersama menembus kerasnya kehidupan malam. Sebelum Aisyah berusaha keluar dari lingkaran hitam itu dan sebelum takdir menikahkannya dengan Ammar, Melati adalah sosok ceplas-ceplos yang bekerja sebagai promotor minuman dan pemandu suasana di klub malam kota. Berbeda dengan Aisyah yang kini hidup tertutup dalam lingkungan pernikahan rahasianya, Melati selalu memandang dunia dengan gaya yang blak-blakan, berani, namun sangat setia kawan.

Melati mendekat, matanya yang tajam langsung menangkap perubahan pada raut wajah Aisyah. Matanya sembap, sudut bibirnya turun, dan sorot matanya redup.

"Lho, Syah? Kamu kenapa?" tanya Melati heran, memegang kedua bahu Aisyah. "Muka kamu kok murung banget begitu? Kayak habis ditimpa beban se-RT! Terus... gimana kabar Tante dan Awan? Kalian baik-baik aja, kan?"

Mendengar pertanyaan tulus dari sahabat lamanya, pertahanan Aisyah runtuh. Bendungan air mata yang sejak tadi ditahannya kembali pecah. Aisyah mengusap matanya cepat, menatap Melati dengan pandangan melas.

"Mel... kita cari tempat sepi sebentar, yuk. Aku... aku mau cerita," bisik Aisyah parau.

Di sebuah bangku taman kota yang sepi dan rindang di bawah naungan pohon tua, Aisyah akhirnya menumpahkan segalanya. Tanpa ada satu pun yang ditutupi, Aisyah menceritakan dari awal tentang pernikahan sirinya dengan Habib Ammar—tentang bagaimana takdir mempertemukan mereka, keputusasaan ekonomi keluarganya, hingga kehidupan rumah tangganya yang kaku namun perlahan melunak.

Ia juga menceritakan insiden romantis di dapur, momen menegangkan saat kakinya terkilir di kamar, hingga peristiwa menyakitkan yang baru saja terjadi di Rumah Ndalem sore tadi.

Melati mendengarkan setiap detail cerita itu dengan mata membelalak lebar dan mulut sedikit terbuka. Ia sampai lupa meminum es tehnya.

"Demi apa, Syah?!" seru Melati kaget setengah mati, memukul paha Aisyah pelan. "Kamu... nikah siri sama Habib Ammar?! Pria tampan yang sering dipuji-puji orang di pesantren besar itu?!"

Aisyah mengangguk pelan seraya menunduk, meremas jemarinya sendiri. "Iya, Mel... Tapi status kami dirahasiakan. Nabila adik kandungnya bahkan gak tahu kalau aku istrinya Bang Ammar. Dan hari ini... aku sadar betul siapa diri aku. Ummi Khadijah mau Mas Ammar nikah sama Zahra, wanita lulusan Al-Azhar yang cantik, pinter, dan solehah. Nabila juga dukung banget. Sedangkan aku? Aku cuma mantan anak jalanan yang gak tahu diri."

Melati menyipitkan matanya, menatap Aisyah dengan raut gemas. "Sebentar, sebentar. Sekarang aku tanya satu hal penting sama kamu, Syah. Jawab yang jujur."

Melati memegang dagu Aisyah, memaksa sahabatnya itu menatap matanya. "Kamu... mencintai Habib Ammar?"

Aisyah terdiam sejenak. Dada berdesir hangat sekaligus perih ketika nama pria itu disebut. Tanpa ragu lagi, Aisyah menganggukkan kepalanya dengan tegas.

"Aku sangat mencintainya, Mel..." bisik Aisyah jujur, air matanya menetes lagi. "Aku cinta banget sama Mas Ammar. Tapi aku gak tahu cara ngungkapinnya. Aku sadar diri... aku gak pantas buat dia. Pendidikan aku rendah, latar belakang aku kelam... Aku takut kalau aku nuntut lebih, aku malah bikin malu Mas Ammar."

TAK!

Melati menepuk jidatnya sendiri dengan gemas melihat kepasrahan sahabatnya.

"Aisyah! Dengarin aku ya!" tegas Melati dengan suara tertahan. "Kalau kamu mencintai dia, ya kejar, Syah! Rebut hatinya sepenuhnya! Kamu itu istri sahnya di mata hukum agama, bukan pelakor! Kenapa kamu malah mau menyerah sebelum berperang dan ngasih suami kamu begitu aja ke cewek lain?!"

"Tapi, Mel... Mas Ammar itu kaku banget. Dia bahkan gak mau nyentuh aku kalau belum ada rasa cinta yang utuh dari aku buat dia," adu Aisyah polos.

Melati memutar matanya bosan, lalu terkekeh jahat. "Duh, Aisyah... Aisyah. Suami kamu itu pria normal! Mau se-kaku apa pun dia, mau sehebat apa pun iman dan ilmu agamanya, dia tetap laki-laki dewasa yang punya hasrat kalau dipancing dengan benar!"

Melati mendekatkan wajahnya ke telinga Aisyah, berbisik dengan nada menggoda yang provokatif.

"Rayu suami kamu, Syah! Seperti kamu biasa merayu para pengunjung dan pelanggan di klub malam dulu gerakan manja kamu, tatapan mata kamu, cara kamu berbisik di telinga mereka! Bikin dia gak bisa berpaling dari kamu. Di depan orang banyak, kamu boleh jadi wanita pemalu dan sopan... tapi di dalam kamar, jadilah 'jalang' khusus untuk suami kamu sendiri! Bikin mata dan hatinya cuma terkunci ke kamu!"

DEG!

Wajah Aisyah seketika membara merah padam mendengar kata-kata blak-blakan dari Melati. "M-Melati! Kamu kalau omong sembarangan banget! Masa aku harus bawa-bawa cara waktu di klub malam dulu?!"

"Ih, kok sembarangan?!" potong Melati tak mau kalah. "Trik merayu di klub malam itu ilmunya mahal, Syah! Dulu buat pelanggan melayang aja kamu jago, masa sekarang buat suami sendiri kamu malah mati kutu?! Pahalanya gede tahu, melayani dan bikin suami bahagia di atas ranjang! Kamu mau suami kamu diambil orang lain hanya karena kamu gengsi dan kaku?!"

Kalimat Melati menghantam kesadaran Aisyah. Bayangan Ammar bersanding dengan Zahra di pelaminan seketika melintas di benaknya, mengirimkan rasa panik dan cemburu yang membakar seluruh jiwanya.

Aisyah mengepalkan tangannya di atas pangkuan. Rasa takut kehilangan Ammar mendadak jauh lebih besar daripada rasa malunya.

Aisyah mendongak, menatap Melati dengan binar nekat yang membara di matanya. "Terus... aku harus gimana, Mel?"

Melati tersenyum puas. "Nah, gitu dong! Ayo ikut aku sekarang!"

Melati menarik tangan Aisyah menuju sebuah pusat perbelanjaan di tengah kota, langsung mengarahkannya ke lantai atas tempat butik pakaian dalam wanita dan gaun malam premium berada.

Aisyah berjalan dengan canggung begitu menginjakkan kaki di dalam toko yang bernuansa serba pink dan renda-renda halus tersebut. Matanya membelalak kaku melihat deretan pakaian yang terpajang di manekin.

"M-Mel... ini bajunya kok tipis-tipis banget? Ini mah transparan!" bisik Aisyah panik, meremas celananya sendiri.

"Justru itu poin utamanya, Aisyah!" kekeh Melati seraya memilah-milah gantungan baju dengan lincah. "Laki-laki itu makhluk visual. Begitu dia lihat kamu pakai baju begini ditambah manuver rayuan kamu, dijamin tembok kakunya langsung roboh!"

Melati menarik sehelai lingerie dari rak paling depan dan menyodorkannya ke dada Aisyah.

Lingerie itu model babydoll terusan berbahan kain sutra satin premium berwarna merah maroon yang teramat seksi. Bagian dadanya dipenuhi renda brokat tipis berenda transparan dengan potongan V-neck yang sangat rendah, sementara bagian punggungnya benar-benar terbuka lebar hanya menyisakan dua tali kecil yang saling menyilang. Panjang gaun itu bahkan tidak mencapai pertengahan paha!

"Nih! Ini pas banget buat kamu! Warnanya kontras sama kulit kamu yang putih mulus!" seru Melati antusias.

Aisyah memegang kain sutra yang teramat halus dan dingin itu. Wajahnya membara merah sampai ke telinga hanya dengan membayangkan dirinya memakai pakaian seminim ini di hadapan Ammar.

"I-Ini gak terlalu seksi banget, Mel?" gagap Aisyah dengan napas memburu. "Aku malu..."

"Aisyah!" tegur Melati seraya menatap sahabatnya tajam. "Ingat tujuan kamu! Kamu mau memperjuangkan cinta kamu dan mengunci hati Mas Ammar, atau kamu mau pasrah melihat Mas Ammar nikah sama Zahra?!"

Pilihan itu bagaikan lecutan cambuk bagi Aisyah.

Aisyah memeluk lingerie merah maroon itu erat-erat di dadanya. Keberanian dan rasa cinta yang nekad membakar seluruh rasa malunya. Ia menatap Melati dengan anggukan mantap.

"Aku ambil yang ini, Mel," tegas Aisyah penuh keyakinan. "Aku pilih yang paling seksi ini."

Melati tersenyum lebar dan menepuk bahu Aisyah bangga. "Nah! Begitu dong, calon ratu di hati Habib Ammar! Malam ini, tunjukkan sama suami kamu... siapa wanita yang sebenarnya memegang kunci hatinya!"

1
Lilis Ilham
kasihan juga zahra
falea sezi
lanjut q kriim bunga
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!